
Ckittt!
Lesya hampir saja terjungkal setelah merasakan mobil navy Elvan yang berhenti. Untung saja tangan Elvan menghalangi wajah Lesya yang akan terbentur. Mereka saat ini sudah tiba di kediaman Grey namun hanya Lesya saja yang mungkin tak sadar.
"Auu.. Apa sih asal nge-rem?! Untung aja gw selamat tanpa luka lecet! " kesal Lesya kembali berubah nada menjadi ketus.
"Udah nyampe kali! " ucap Elvan.
DAMN IT?!
Lesya melirik sekitarnya. Benar saja jika mereka sudah tiba di rumah. Saat hendak keluar, sayangnya tangan Elvan menarik gadis itu agar pergerakannya berhenti. Tentu saja reflek Lesya berbalik dan menatap bingung Elvan seolah tak terjadi apapun di antara mereka.
"Apa lagi? "
Cuuppss!
Mata Lesya tergelak kaget merasakan bibirnya sudah bersentuhan dengan bibir Elvan. Dia juga tak dapat menolak secara kasar karena Elvan melakukan dengan halus. Untung saja kaca mobil Elvan tak tembus pandang. Jadi tak terlihat kelakuan mereka di dalam mobil.
* Fourth kiss! * batin Lesya.
C*uman itu berlangsung cukup lama hingga Elvan sengaja melepas di saat lelaki itu tahu jika Lesya hampir kehabisan nafas. Lesya memejamkan matanya menghirup dalam oksigen agar masuk ke dalam paru-parunya.
__ADS_1
"Hoshhh, hosshh.. G*la! " gumam Lesya.
Cup!
"Mulutnya. " peringat Elvan kembali mengencup bibir Lesya. Gadis itu hanya menusuk-nusuk perut Elvan yang tertutup oleh baju lelaki itu. Tingkahnya yang terlalu imut hingga Elvan terkikik kecil dan beralih menangkap telunjuk Lesya yang menusuk-nusuk perutnya.
"Gak mau masuk? " tanya Elvan mengangkat turunkan alisnya menggoda. Lesya tentu saja tersenyum kikuk lalu pergi dengan membawa beberapa belanjaannya tadi. Elvan yang masih di dalam mobil terkekeh pelan dan melirik jam tangan yang diberikan oleh Lesya.
Setelah puas menatap jam tangannya, Elvan turun dari mobil dan ikut masuk ke dalam rumahnya menyusul Lesya. Sementara di sisi Lesya, gadis itu mulai memanas mengingat kejadian yang sebelumnya tak pernah dia bayangkan. Entahlah, kali ini rasanya dia juga ikut menikmati permainan bibir Elvan tadi. Dan itu cukup memalukan menurutnya.
"Lesya? Kamu kenapa mukanya merah gitu? " tanya Mayang yang kebetulan berada di ruang keluarga. Lesya berjalan mendekat ke arah bundanya yang sedang mengajarkan desain Elena dan Luna.
"Emm, ini efek karena cuacanya panas bun jadi ya gini deh hehe.. " elak Lesya berbohong. Gadis itu reflek memegang kedua pipinya dan tersadar jika pipinya sedikit panas. Aih, dia blushing? Impossible!
"Tadi kegigit semut kali! Soalnya gw tadi sama aunty ngejar semut! " ngawur Lesya. Luna mendengus malas saja mendengar jawaban ngawur Lesya. "Mana ada konsepnya gitu?! " malas Luna.
"Hehe.. Mana gw tau Lunaaa.. Mending nih mau gak gw bagiin lipstick begini? " tanya Lesya menawarkan. Melihat warna lipstick yang menyala, bukannya Lesya tak ingin menggunakan namun karena banyaknya paket yang diborong oleh Mily tadi. Yah, walau menggunakan uangnya!
"Mauu.. Btw nih dapet dari mana? Gw gak pernah liat lo mau make atau beli barang beginian Sya? " tanya Luna lagi mengambil satu pack lipstick yang menurutnya paling bagus. Begitu juga dengan Elena!
"Ho'oh, ada niat belajar make-up an lo dek? " timpal Elena bertanya. Lesya menggeleng kecil mendengarnya. "Enggak sih, cumen dipaksa make ginian! Karena kebanyakan yowes gw bagi-bagi aja deh! " kata Lesya menjawab.
__ADS_1
"Wiss, bagi dua ya dek! Siapa nih yang milih cakep warnanya! " kata Elena lagi. Tangan Elena terulur mengambil dua pack yang ada di sana. Masih tersisa tiga lagi untuk Lesya!
"Ini semua aunty Mily yang milih! Nih sekalian ambil satu lagi Lun, biar pas dua-dua kita! " ujar Lesya. Luna hanya menerimanya dengan senang hati saja. Lagian ngapain sih nolak rejeki? Di depan mata loh, gratisss lagi! Lihat saja bon yang ada di sana, harganya juga tak kalah fantastis dari lipstick biasa.
"Mily udah di sini Sya? " sahut Mayang setelah mendengar nama sahabatnya ikut dalam pembicaraan ketiga gadis yang asik melihat-lihat warna lipstick mereka. Lesya menoleh dan mengangguk antusias. "Iya bun, bawa anak lagi di perut! " jawab Lesya santai tanpa beban.
"Hah?! " kompak mereka bersamaan.
"Lah ngapa? Emang bener kok aunty lagi diisi perutnya! " ucap Lesya polos. Melihat ketiga wajah terkejut di hadapannya, membuat Lesya masih tak sadar dimana letak bingung yang dia buat.
"Bukannya udah tua ya? Kok masih bisa hamil ya? " bingung Luna. Lesya memutar bola matanya malas dan menjitak kecil kening Luna. "Umur dia sama gw cumen beda belasan tahun doang btw! Wajar lah Alunaa... " malas Lesya menjelaskan. Memang benar kok jika Mily dan Lesya hanya berbeda belasan tahun. Jika Lesya berumur 18 tahun dan Mily 36 tahun, selisih mereka adalah 18 tahun saja. Woww, masih muda atau udah tua tuh?
"Bunda aja umur 36 tahun biasa aja tuh! Iya kan bunda? " tanya Lesya. Mayang yang disebut hanya menggaruk tenguk lehernya yang tak gatal. Yah, dia baru sadar jika umurnya juga sama dengan Mily. Memang mereka menikah muda saat itu dan kebetulan dikaruniakan anak diusia masih pada jenjang sekolah.
"Iya sih Sya, tapi gimana ceritanya? Kok bisa? Emang Mily udah nikahan ya? Atau. . . " tebak Mayang yang diangguki kecil oleh Lesya. Gadis itu tentu saja tahu kemana arah bicara Mayang saat ini. Pelecehan seksual bukan? Yeah, Mily juga mengalaminya sama seperti mendiang maminya—Mila.
"Ya gitu bun, sama kayak mami! " ucap Lesya. Mayang menghela nafasnya panjang. Sementara Luna yang tahu hanya diam menyimak saja. Dia juga tahu permasalahan yang dilalui oleh Lesya selama ini. Berbeda dengan Elena yang diam bukan karena tahu namun karena sama sekali tak paham, alias masih lemot!
"Bunda mau ketemu sama aunty? Mumpung lagi di negara sini orangnya, keburu kabur lagi! Eh, tapi udah diblokir deh penerbangannya! Jadi bunda mau ketemu di mana? Jangan yang jauh-jauh dari sekitar kota ya bun, kasian bumil nya nanti! " celoteh Lesya bertanya dengan sengaja karena ingin mengalihkan pembicaraan.
Mayang tertawa kecil mendengar celotehan Lesya. Dia tahu menantu kecilnya ingin mengalihkan pembicaraan. "Iya-iya! Bunda mau ketemu aunty kamu tapi besok aja deh bunda ajaknya! Sekalian beli mainan nanti jaga-jaga buat ponakan bunda, hehe... " gurau Mayang ikut dengan alur pembicaraan Lesya.
__ADS_1
Lesya terkekeh kecil. Setelah berbincang sedikit, Lesya kembali ke kamarnya untuk membersihkan dirinya. Rasanya sangat melelahkan jika berjalan-jalan seharian ini. Kakinya yang pegal dan tubuhnya yang sedikit berkeringat juga membutuhkan istirahat yang cukup walaupun dia queen Ellion bukan?.
Jangan lupa like, komen, vote, rate, gif🤗