Aleesya: My KetBok, My Hubby!

Aleesya: My KetBok, My Hubby!
243: Dilema!


__ADS_3

Setibanya di depan gerbang, Lesya meremas kecil tas yang dia gendong di pundaknya. Dia berharap agar selama menginap nanti Letha tak mengetahui perihal statusnya. "Huuh! " desisnya bergumam.


Lesya dan Letha sama-sama keluar karena Elvan ingin memarkirkan mobil di belakang rumah. Mobil navy kesayangan Elvan ingin di simpan sebelum Elvan pergi jauh nanti. Lesya dapat melihat Lisa yang melipat dada berdiri di depan gerbang menunggu seseorang. "Woy Lisa! "


Lisa menoleh dan menghampiri Lesya menyebrang ke arah depan gerbang kediaman Grey. "Masuk aja dah! Luna kelamaan! " ajak Lisa yang sudah malas menungu Luna. Tiba-tiba saja suara cempreng menggelar dan menghampiri mereka. "WOYY TUNGGU AII! "


Lesya berdecak malas dan menyumpal telinganya dengan earphonesnya. "Shht! Brisik lo kek emak-emak! " kesal Lisa. Lesya menyelenong masuk begitu saja diikuti Letha yang berlari mendahului Lesya. Sementara Luna dan Lisa hanya mengikuti saja. "Perang gak ya? "


Luna yang mendengar gumaman Lisa hanya terkikik kecil. Apa saat ini akan ada perang saudari kembar? Dan kira-kira apa sahabat tegarnya itu kan menang dari sang adik? Dia hanya mendukung dari belakang Lesya saja. Pikirnya.


Mereka berempat sudah disambut oleh Mayang yang berada di ruang tamu. "Kalian udah datang? " tanya Mayang beranjak berdiri. Mereka mengangguk dan menyalimi tangan Mayang sopan.


"Om Angga mana tan? " tanya Lisa celingukan mencari keberadaan Angga. Mayang menggeleng singkat. "Tadi sempet di sini nungguin kalian tapi, karena ada meeting penting jadinya berangkat ke kantor deh! " jawab Mayang.


Mereka hanya menggangguk saja. Tiba-tiba saja Letha bertanya tentang alasan Mayang. "Oh iya, kenapa saya di suruh ke sini tan? " tanyanya hati-hati.


"Oh itu karena sebelumnya Mila nyuruh saya buat jaga kalian berdua di sini! Kalau mau main ke rumah gak masalah, ke sini juga silahkan! " jawab Mayang tersenyum manis. Letha hanya mengangguk paham saja. Kikuk rasanya bertemu Mayang!


"Bunda! "


Mereka menoleh ke arah sumber suara di mana Elena datang dan Alam berada di belakang Elena memegang koper di tangannya. "Loh? Kalian ke sini? " tanya Mayang bingung. Elena menyengir kuda. "Habisnya bosen bun di rumah! Kan Alam juga ikut bantuin Elvan nantinya! "


Mayang mengangguk paham. Memang Alam juga ikut membantu Elvan nantinya. Lesya memiringkan kepalanya dengan polosnya. "Widih makin rame makin seru nih! " Lisa mengangguk setuju. "Nanti kita party uhuy! " girangnya.


Luna mengangguk setuju. "Sekalian main PS! Kan udah lama nih kita main bertiga kek masa SMP! " ajaknya. Lesya memutar bola matanya malas. "Nanti dah! Gw mau tidur ngantuk bye-bye semua! " pamitnya.


"Ehh, bentar Sya! Emang udah tau kamarnya yang mana? " tanya Mayang mengedipkan matanya sebelah. Lesya menggaruk tenguk lehernya yang tak gatal. Hampir saja! Untung ada Mayang yang mengingati! Pikirnya.

__ADS_1


"Hehe.. Belum bun! " polos Lesya menyengir. Mayang geleng-geleng kepala. "Yaudah sini, Elena sama Alam ke kamar dulu ya! Dan Letha sama Lesya sini bunda antar! "


Letha dan Lesya hanya mengangguk dan mengikuti Mayang berjalan menuju kamar mereka. Sementara Elena dan Alam bergegas pergi menuju kamar mereka. Berbeda dengan Lisa dan Luna justru, kedua remaja itu bermain PS yang ada di ruang tamu.


Saat menuju lantai 3, Mayang yang sudah mengantarkan kedua kakak beradik kembar ke kamar mereka. Tiba-tiba saja Elvan keluar dari kamarnya dengan pakaian santainya. "Loh? Lewat mana kamu Van? "  tanya Mayang.


"Belakang dapur bun! " jujur Elvan.


Mayang mengangguk paham kemudian menoleh ke arah Lesya yang justru berbisik kepadanya. "Bunda nanti kalau ketahuan gimana? " bisik Lesya kecil. Mayang terkekeh kecil dan mengusap anak rambut Lesya. "Ya gimana maunya? Toh gak semuanya harus disembunyiin! Semua pasti bakal terungkap oleh waktu Sya! "


Lesya mendesis kecil mendengarnya. Hatinya resah saat ini. Satu sisi dia ingin Letha tahu dan satu sisi dia takut Letha akan begitu membenci dirinya. Bisa dilema dia memikirkan ini semua!


"Sembunyiin apa kak? " tanya Letha polos. Lesya menggeleng kecil sementara Mayang sudah pamit ke kamarnya. "Em, bunda pamit dulu ya Sya, Letha! " pamitnya pergi diikuti Elvan yang kembali ke kamarnya.


Lesya dan Letha sudah berada di dalam kamar. Dengan cepat Lesya melemparkan dirinya ke atas ranjang. Sementara Letha meletakkan tas ranselnya di atas sofa. "Kak, lo kenal sama tante May? Kok panggilannya tadi bunda sih? " tanya Letha.


"Hehe.. Itu karena gw kan akhir ini suka tinggal di rumah Luna! Nah, kebetulan di depan rumah ini rumahnya Luna! Ya gitu, gw manggil bunda karena kita tuh udah deket gitu! " bohong Lesya.


Ting!


đź“©Ketbok kutubâť„


Ke kamar sekarang!


(read)


Lesya terdiam melotot. Mana mungkin dirinya kembali ke kamar Elvan sementara Letha berada di kamarnya dengan duduk anteng menonton televisi. "Ini bocah mau gw gorok apa?! " kesal Lesya bergumam.

__ADS_1


"Siapa kak? " tanya Letha. Lesya menoleh dan menggeleng cepat. "Eum, ada dehh! " jawabnya tersenyum paksa.


Ting!


đź“©Ketbok kutubâť„


Gw tunggu 10 detik!


Waktu lo dimulai sekarang!


Gak datang, gw hukum lo!


(read)


Lesya melotot dan spontan berdiri membuat Letha reflek terkejut. Letha mengelus dadanya sabar dengan tingkah kakaknya itu. "Ngagetin! Kakak kenapa sih?! " kesal Letha karena waktu menontonnya sedikit terganggu.


Lesya menggeleng dan berlari kecil ke arah kamar Elvan. "Enggak! Pokoknya kamu jangan keluar oke! " ucap Lesya lalu pergi dari kamar yang Mayang siapkan sebelumnya. Letha hanya menatap aneh kepergian sang kakak saja. "Aneh! "


Tak ingin memikirkannya, Letha lanjut menonton drama kesukaannya yang tak lain adalah drama Korea. Berbeda dengan ketenangan Letha, justru Lesya dengan cepat masuk dan mengunci pintu. "Apa sih?! " kesalnya.


Elvan melirik jam di tangannya dan menatap Lesya santai. "Lo telat 2 detik! Jadi lo gw hukum! " santainya. Lesya tercengang tak percaya. Dua detik saja dipermasalahkan? Heran memang dengan sikap Elvan! Boleh pukul tidak sih? Pikirnya.


"Cuman 2 detik lo permasalahin? Aelah kalau gitu mending gw gak usah datang! Buang-buang waktu! " kesalnya mendudukan dirinya di sofa kamar samping Elvan.


Bukannya meredakan kekesalan Lesya, Elvan justru mengulurkan tangannya seolah meminta sesuatu kepada Lesya. "Mana? " tanyanya. Lesya yang tak paham, mengerutkan keningnya dan dengan polosnya meletakkan tangannya di atas telapak tangan Elvan. "Ini? " polosnya.


Elvan mengacak tangan Lesya dan kembali bertanya maksudnya. "Gimana nilai ujian lo? " tanyanya. Lesya terdiam membeku bingung menjawabnya. Apa nanti Elvan akan mengadu kepada Mayang dan dirinya akan kena omel? Pikir Lesya.

__ADS_1


Sementara Elvan yang melihat keterkejutan Lesya paham jika nilai gadis di depannya ini jauh dari rata-rata. "Gak usah takut! Gw gak marah! " tambah Elvan melanjutkan ucapannya.


Jangan lupa like, komen, vote, rate, gif🤗


__ADS_2