Aleesya: My KetBok, My Hubby!

Aleesya: My KetBok, My Hubby!
185: Uler!


__ADS_3

Setelah pergi dari tempat itu, Lesya berjalan diikuti Elvan di sampingnya. Tak ada pembicaraan di antara mereka karena mereka tak tahu harus berbicara apa. Eum.. Hanya Lesya saja! Karena terbiasa bagi Elvan jika orang lain yang memulai topik pembicaraan.


"Em.. Pan, makasih buat yang tadi! " Menautkan alis mendengar ucapan Lesya tiba-tiba, dia mengangkat alisnya dan bertanya balik. "Sehat? Tumben bilang makasih! "


Berdecak malas, Lesya kembali kesal dengan pertanyaan konyol Elvan. "Karena gw manusia! Norak bener gw ngomong makasih doang! " Tersenyum samar Elvan teringat dengan sesuatu. "Lo niat ke toilet kan? "


Lesya mengangguk. "Kenapa? Jangan-jangan lo mau ngintip ya?! " Memutar bola matanya malas, Elvan menyentil kening Lesya kecil. "Pikirannya di jaga! " ucap Elvan.


"Ouch! Ngeselin lo lama-lama! " cebik Lesya.


Elvan menempelkan telunjuknya pada bibir Lesya hingga membuat Lesya bungkam. "Masuk! " Lesya melepaskan telunjuk Elvan yang menempel pada bibirnya dan masuk ke dalam toilet khusus perempuan yang entah kapan ada di depannya.


"Copot jantung gw lama-lama! " gumam Lesya melanjutkan niatnya yang sempat tertunda karena Amanda dan Letha yang mengikuti dirinya.


Tak lama kemudian Lesya keluar dan menemukan Elvan yang melirik ponselnya dan memasukkannya ke dalam saku menyadari keberadaan Lesya di sana. "Udah? " Mengangguk saja, Lesya dan Elvan berjalan kembali menuju tenda mereka.


* Handphone? Bukannya gak ada sinyal ya? Kenapa papan lirik handphone nya ya? Apa dia punya sinyal? Secara dia salah satu hacker ternama, mungkin aja sih! Tapi, buat apa? Gw yang salah satu hacker gak pakai sinyal kok! * batin Lesya bingung keheranan.


Elvan yang menyadari Lesya yang melamun, mengejutkannya dengan jawaban yang Lesya pertanyakan. "Banyak urusan gw makanya gw pakai sinyal! " jawab Elvan seolah tahu apa yang ada di pikiran Lesya.


"Cenayang lo? Btw, lo punya urusan apaan? " tanya Lesya. Elvan mengambil ponselnya di dalam saku celananya dan memperlihatkan kepada Lesya. "Nih! "


Lesya paham jika Elvan merupakan pemilik cafe, ketua OSIS, mengurus sedikit pekerjaan perusahaan yang ditinggal oleh Angga, dan ditambah dengan permasalahan TW yang dimana dirinya tak dapat meninggalkan Lesya sembarangan karena geng Sakh mulai beraksi. "Maaf kalau gw ngerepotin lo! "


Elvan mengacak rambut seorang gadis yang baru saja mengungkapkan kata 'maaf' kepadanya hingga Lesya mencebik kesal. "Ihh! Berantakan kan?! " kesal Lesya mencebik.

__ADS_1


"Udah tugas gw! Jadi gak usah merasa menjadi beban! " Lesya menatap Elvan sekilas dan kembali merapikan rambutnya. "Tapi gw kan gak enak! "


"Udah balik tidur sana! " Lesya mengangguk kecil dan hendak berbalik menuju tendanya namun tertahan karena suara Elvan. "Gak mau salim? "


Lesya memasang tinjuannya mengancang. "Mau salim? Mahal bro! " Elvan geleng kepala dan kembali menuju tendanya setelah memastikan jika tenda Lesya sudah tertutup.


...~o0o~...


Pagi hari sudah bersinar cerah menyinari dunia. Mentari membangunkan beberapa siswa-siswi yang merasa silau. Banyak suara khas bangun tidur yang terdengar di area kemah sekolah Gregus.


Suara pekikan bu bunga membuat banyak siswa-siswi terkejut dan terbangun dari alam mimpi mereka. "ARRHH!! I-ITU.. U-ULARR!! " pekik bu bunga yang melihat satu ular di depan api unggun yang telah habis terbakar.


"AAA... MAMA ULARR! " latah Luna ikut berteriak karena dirinya yang bangun dan keluar tenda melihat penampakan ular yang ada di api unggun yang habis terbakar.


Lisa yang ada di dalam tenda terbangun dan melihat arah luar tenda. Betapa terkejutnya dia melihat dimana satu ular yang besar berjalan menggunakan perutnya menuju tenda nya. "AAA.. ULARRRR!! " pekik Lisa hingga Lesya terbangun.


Anggota OSIS berusaha menenangkan siswa-siswi yang ketakutan hingga menimbulkan keributan di area kemah. Guru-guru bergender perempuan yang ikut mengawasi tak kalah takutnya.


* "Mama.. Mau pulang!! "


"Iihh! Ulernya gede banget! Sekali matok udah dead! "


"Andai gw superhero, gw bantai tuh uler biar gak masuk kemah kita! " *


Leon dan Luna celingukan mencari keberadaan Lesya namun nihil. "Lesya?! " ucap mereka bersamaan.

__ADS_1


Lesya yang terbangun di dalam tenda mengacak rambutnya mendengar keributan. "Apaan sih di luar ribut-ribut? " gumam Lesya bingung.


Mengumpulkan nyawa, Lesya mengusap rambutnya dan keluar dari tenda. Sama terkejutnya dengan siswa-siswi yang lainnya. "ANJ*NG! ULAR BEG*KK! "


Mereka semua menoleh dengan Lesya yang berteriak kaget. Bahkan Lesya saja perlahan mengelus dadanya dan beralih memegang ular tersebut. Tak mengamuk, Lesya akhirnya membiarkan ular tersebut melilit tangannya.


"Lesya! Jangan sentuh ular itu! " peringat pak Rio dari kejauhan.


Lesya tak menggubris dan justru mengelus kepala ular tersebut. Valen yang melihat itu bergidik ngeri. "Van, liat noh! Tuh anak gak takut apa ya? " tanya Valen aneh.


Ken menepuk pundak Valen kecil dan berbisik. "Ye lo gak tau dia siapa? Queen woy! " bisiknya kecil. Valen mangut-mangut mengerti. Dia baru sadar jika Lesya adalah queen dari gengster Lion Claws. "Iya ya! " gumamnya kecil.


Elvan dengan cepat menghampiri dan menarik Lesya ke arah tempat yang sepi. Ular yang asik membelit tangan Lesya sedikit marah dengan tindakan Elvan.


Banyak suara dan nafas lega dari banyaknya orang yang ada di sana. Ketakutan mereka berkurang setelah melihat kepergian ular tersebut. "Akhirnya! "  gumam mereka lega.


Elvan menghentikan langkahnya dan melihat kain slayer yang dia pasangkan semalam sedikit terbuka. Di saat ular tersebut hendak mematuk leher Elvan yang berjongkok, Lesya mengelus kepala ular tersebut hingga niat ular tersebut diurungkan.


Lesya melirik bawahnya merasakan kedua telapak tangan menyentuh kakinya. "Ngapain? " tanya Lesya. Elvan yang sudah membenarkan kain slayer agar menutupi luka kaki Lesya mendongkak. "Benerin ini. "


Lesya mangut-mangut paham saja. Dirinya yang menunduk tadi berubah menjadi mendongkak sedikit melihat Elvan yang berdiri. "Sini-in ulernya! "


Lesya memberikan ular tersebut dan diterima oleh Elvan. Mereka meletakkan ular tersebut di tanah dan membiarkannya pergi meninggalkan mereka. "Jangan ke kemah lagi oke! " ucap Lesya seolah berbicara dengan manusia.


"Udah? Ayo balik! " Lesya mengangguk dan mengikuti arah jalan langkah Elvan. "Gw bingung sama lo! Kenapa jalannya lebar bener langkahnya Mentang-mentang punya kaki panjang! " sindir Lesya.

__ADS_1


Elvan tak menjawab. Dirinya melirik jam di gelang tangannya yang terhubung dengan gelang Lesya. "Bentar lagi senam, cuci muka dulu sana! " Lesya mencebik. "Gak seru lo! " kata Lesya.


Jangan lupa like, komen, vote, rate, gif🤗


__ADS_2