Aleesya: My KetBok, My Hubby!

Aleesya: My KetBok, My Hubby!
376: Guerre en Cours


__ADS_3

Seorang gadis sedang turun tangga. Dia melihat sebuah kapak besar di sekitaran samping tangga itu. Menemukan sebuah ide crazy di benaknya, dengan segera dia mengambil dan menyeret kapak tersebut.


Panggilan suara bariton lelaki juga tak membuat dirinya terhenti. Dengan langkah perlahan menuruni anak tangga. Kedua sepatunya mengeluarkan cahaya kecil pertanda semua bom yang terpasang di setiap anak tangga jinak padanya. Eum, lebih tepatnya ini sudah direncanakan terlebih dahulu.


Namanya Aleesya. Di belakangnya sudah ada seorang lelaki yang dipastikan mengejar dirinya dengan langkah cepatnya. Cahaya kecil itu yang sedikit terlihat samar-samar di bawah lantai tanpa terangan bagaikan radiasi, membuat jinak para bom yang terpasang.


"Helloo semuaaa... "


Suara melengking dengan senyum yang polos bagaikan anak kecil perlahan mulai terlihat dari atas tangga. Mereka semua sama-sama terkejutnya di saat kapak dan borgol yang terlepas namun tetap berada di bergelangan tangan Lesya. Iyaa, tadi rantainya yang lepas bukan kunci borgolnya. Itu sebabnya Felicia, Vay dan Elvan sangat terkaget-kaget tadi.


Ctaakk!


Lesya sebelumnya dengan cepat melemparkan sebuah pisau lipatnya yang dia ambil diam-diam di balik saku rok seragamnya. Dan tepat pada sasarannya, Vion terkejut karena pisau tersebut menancap pada bahunya. Lesya mengukir smirk jahatnya melihat raut wajahnya Vion yang geram padanya.


"Done, anggap balasan karena lo berani tembak sahabat gw! " datar Lesya. Pandangan gadis itu mengedar pada sekeliling. Dengan segera kembali dia turun tanpa halangan disertai kapak besar yang dia seret. "Yang lain mau ikutan jadi mangsa gw atau bubar? Gak guna ribut sama gw kalau ujungnya anggota gw yang menang! " lanjut Lesya.


Dikarenakan tangga yang cukup panjang, akhirnya sebelum Lesya benar-benar turun ke bawah beberapa mereka yang takut dengan perempuan physio itu kabur. Bahkan melihat satu kabur, yang lainnya juga ikut kabur. Lesya dapat melihat semua lambang logo gangster yang berani ikut campur dengan perseteruannya dan Ice Blue. Beban!


"Well, anggota lo sama gw? Mampu gak lo bangs*t! " umpat Lesya dengan nada rendahnya namun terkesan menohok.


Vion hanya berdecih sinis mendengar perkataan Lesya. Menarik kembali pisau lipat yang menancap tanpa segan, dengan segera dia melempar pisau tersebut. Di tengah perang antara Ice Blue dengan Lion Claws dan Tiger Wong begini, mereka tak mempedulikan hal tersebut dan asik saling mengobrol.


"You will lose! (Kamu akan kalah!) " tekan Lesya lalu dengan segera berjalan ke arah Vion.


Stoppp dulu bentar...

__ADS_1


Elvan yang masih berada di atas bukannya tak ingin menyusul. Namun dia berjongkok saat melihat sebuah benda jatuh dari saku Lesya. Dengan cepat dia mengambil dan membaca sebuah tablet obat yang terlipat dan tersisa dua biji di dalamnya.


Lelaki itu mengerutkan alisnya bingung. Di saat Lesya diam-diam mengambil pisau lipat, benda tersebut terjatuh. Dan di saat dia ambil, benda tersebut adalah obat. Memang selama ini Lesya mengidap penyakit apa? Di obat tablet tersebut hanya tertulis kata yang tak jelas hingga Elvan tak tahu itu obat apa.


* Ini obat apa? Udah deh mending nanti aja gw cari ke dokter atau apotek, sekarang fokus perang jangan sampe tuh anak(Lesya) tawa datar kek orgil! * batin Elvan lalu beralih menyimpan obat tersebut ke dalam saku celananya.


Dengan cepat dia beranjak berdiri dan kembali turun. Peperangan sudah dimulai dan dia diam di sana hingga dirinya menyadari sesuatu. Seseorang lelaki yang bermasker sedang mengambil tombak dan diarahkan pada Lesya. Dia Gratara, pemimpin asli Ice Blue!


Lanjutt lagi..


"Nooo, a sick people like you don't deserve to win a war! (Tidak, seseorang berpenyakitan kayak lo gak pantes menang perang!) You must death, dear. (Kamu harus mati, sayang)." ucap Vion menantang dengan smirk nya.


Lesya mengepalkan tangannya geram. Menoleh sejenak ke arah sampingnya, Lesya dengan segera menangkap sebuah katana yang dilemparkan untuknya. Itu sebuah lemparan dari Cakra. Dengan tanggap Lesya menangkap dan melempar kapak yang dia pegang ke samping.


"And you will death before me! (Dan lo bakal mati sebelum gw!) " ucap Lesya.


Suara dentingan pedang beradu. Luna yang hampir terkapar di sampingnya beruntung paham akan situasi. Dengan segera Luna mencari lawan yang lainnya karena Vion, lawannya yang sebelumnya sudah di atasi oleh Lesya. Luna sedikit tersentak melihat Faris ada di sana. Mengukir smirk nya pelan, tentu saja dia akhirnya memangsa lelaki itu.


Jika Galang dan Gilang bertentangan dengan Ericko yang hendak kabur. Mereka cukup geram karena lelaki itu berkhianat dari mereka. Jika untuk yang lainnya hanya menyerang para pemimpin besar dan anggota Ice Blue saja.


Lesya perlahan sedikit menoleh di saat suara bariton yang panik sedang memanggilnya. Tentu saja saat gadis itu menoleh dia cukup terkejut di saat sebuah tombak dengan cepat menghantam dirinya bahkan menusuk tembus perutnya. Terdiam dan mundur perlahan, Lesya sedikit memberanikan diri melihat ke arah bawah. Darah!


"A-aaastt?!! " ringis Lesya pelan.


Lesya terkejut melihatnya. Darahnya sangat deras keluar hingga lantai kotor bangunan itu sedikit dilumuri darahnya. Elvan yang baru saja turun di tangga terakhir juga tak mampu berkata-kata.

__ADS_1


"Wawww, lo keguguran? "


Ucapan Vion yang menjadi lawan gadis itu dengan cepat menebak sekaligus meledek Lesya. Sang lawan bicara tak dapat berkata-kata dan tanpa sadar memegang perutnya yang tiba-tiba saja terasa sakit. Menggertakkan rahangnya, Elvan beralih melemparkan pelatuk tepat pada tulang panggul Vion hingga sang empu meringis kesakitan dengan serangan dadakan dari Elvan.


"Badeb*h?!! " umpat Elvan lalu beralih bertarung pada Vion. Mata lelaki itu memerah menahan geram. Dia sangat tak terima di saat gadisnya dilukai begitu. Apalagi sangat terlihat jelas darah yang mengucur deras turun begitu saja ke bawah dan membasahi lantai.


Slinggg! Takk! Dorr!


Vion juga tak tinggal diam. Dengan kemampuan bela diri yang dia asah sebelumnya, Vion mampu bertarung mensejajarkan kemampuan Elvan. Dan di sela-sela peperangan, mereka saling meledek satu sama lain. Eum, lebih tepatnya di mulai dari Vion dahulu.


"Gimana rasanya pas tau istri hamil tapi lo sana sekali gak nyicipin? " tanya Vion meledek. Elvan tak menjawab. Dengan serangan telak sekaligus, Elvan berhasil membawa Vion hingga membentur tembok bangunan tua itu.


"Dibandingkan lo? Lo be-jat kalau lo lupa." ucap Elvan mengingatkan. Vion terkekeh sinis dan mengangkat kedua tangannya. Di sebelah dada kirinya, Elvan sudah menempelkan ujung pelatuk di sana. Hanya tinggal menarik pelatuk sekali saja, mungkin Vion tersisa nama.


"Haha.. Dari pada lo? Nunggu kepastian dari cewek modelan dia? Sick girl (perempuan penyakitan) btw, "


Elvan sedikit mengerutkan alisnya mendengar ucapan Vion. Sick girl? Maksud ucapan Vion adalah Lesya? Lalu selama ini dia baik-baik saja kok tanpa keluhan sakit.


"Lo heran? Emm, gimana ya? Dia tuh sakitan sejak kecil, cumen udah ilang kali atau BARU KAMBUH? Gak becus lo jadi laki, you don't know your wife's secret! (lo gak tau rahasia istri lo sendiri!), kasian sih gak dianggap! " ledek Vion.


Pertarungan kedua lelaki itu tampak sengit kembali. Elvan kini diliputi rasa emosionalnya. Pahamilah, Elvan di sini juga manusia. Dentingan pedang yang beradu dari kedua belah pihak terus menggema hebat sesekali tak mempedulikan sekitar mereka yang menjadi imbasnya.


Sementara Gratara? Dia terlihat santai dan duduk di satu kursi pojok dengan sebuah rokok di tangannya. Kini matanya lah yang beralih tertutup oleh topeng. Dan tanpa sengaja, Gratara dan Lesya melakukan eyes contact. Jujur saja Lesya ingin melihat siapa yang melukainya.


* Gratara kan ya? Gw tandain muka lo bangs*t! * umpat Lesya dalam hatinya lalu terduduk memegangi perutnya yang kesakitan. Darah masih mengucur deras dan dia tak tahu harus bagaimana.

__ADS_1


Jangan lupa like, komen, vote, rate, gif🤗


__ADS_2