
Di sebuah gedung, sudah ramai suara keributan. Dan salah satu gadis yang disembunyikan di sebuah ruangan khusus sudah duduk dengan badan yang seperempat membungkuk. Mata gadis itu masih siaga terus terpejam dengan telinga yang dia buat tajam agar mendengar setiap percakapan dari seseorang yang dia kenal dan satu tak dia kenal.
Ceklek!
"Gimana? " tanya seseorang lelaki.
"Gimana apanya Vion?! " kesal pemuda satunya lagi. Yah, satu lelaki itu namanya Revion Fillybert. Dia baru saja keluar dari satu ruangan yang ada di sana. Dan samar-samar juga Lesya mendengar suatu suara rintihan saat suara pintu dibuka.
"Ck, lo jadi pemimpin asli IB otak dangkal bener dah! " malas Vion berucap. Lesya yang menyimak diam di sana diam-diam bersmirk tipis. Rupanya di dalam sana sudah ada pemimpin asli Ice Blue, orang yang dia cari-cari sekarang.
"Yaudah ngomong aja elah jangan kebelit! Gw tuh gak punya IQ tinggi kayak lo." ucap sang lawan bicara Vion dengan nada malas. Vion mencibir kesal mendengarnya. Jujur saja jika sebenarnya Vion tak ingin menjadi pemimpin Ice Blue namun karena satu dendamnya pada Lesya, dia harus berbuat demikian.
"Aelah Gratara, gw cukur juga ya otak lo biar mudeng! Maksud gw tuh, gimana komplotan dia udah dateng? " tanya Vion menunjuk ke arah Lesya. Sang lawan bicara yang kerap dipanggil Gratara. Sebuah nama yang pernah diucapkan oleh Vayleen ternyata benar adanya adalah nama sang pemimpin asli Ice Blue.
"Udah lagi ribut dibawah! Oh iya btw, anggota gangster lainnya ikut bantu kan? " tanya Gratara memastikan. Vion mengangguk mendengarnya seraya menatap ke arah Lesya yang sedikit menunduk. Bahkan wajah Lesya ditutupi oleh rambut panjang gadis itu.
"Iyalah! Sengaja sih biar komplotan mereka(Lesya) kalah dan posisi gangster punya ke kita." ucap Vion santai dengan smirk khasnya. Gratara hanya mengangguk paham saja mendengarnya. Dia juga bersmirk sama seperti Vion mengingat wajahnya yang berubah.
"Kalau Lesya liat muka gw sekarang mungkin pingsan ya? Atau dia meleyot luluh? Haha... Good job juga ide lo Vion, gak nyangka pewaris Scheinen kali ini licik! " ucap Gratara dengan tawanya yang sumbang. Vion yang mendengar memasang smirk nya dan duduk di satu bangku yang dia sediakan di sana.
"Siapa suruh dia bohong dari awal kalau gw bukan anggota anak Fillybert? Salah dia lah kalau gw balas dendam ke dia karena dia bohongin gw dan juga karena bokapnya yang ikut campur nyampe nama keluarga Scheinen jadi golongan rendah! " dingin Vion menuangkan sebotol anggur merah yang ada di sana lalu meneguknya.
Gratara mengangguk paham. Dia juga sama dengan Vion. "Ya, itu sebabnya juga gw dendam dan bawa bukti sama lo supaya lo sadar kalau lo tuh sepupu gw, pewaris asli Scheinen! " ucap Gratara lalu duduk di sebelah Vion, sepupunya.
Lesya yang mendengar sontak terkejut namun dengan segera dia membuat wajahnya terlihat lesu saat ini. Tangannya keduanya sedang diborgol hingga memerah. Dan mulutnya kini disekap dengan tali tambang bagaikan anj*ng.
* What?! Jadi Vion tahu dan balas dendam sama gw gitu?! Dan juga kan, tapi papi gak ada salah sama keluarga Vion bangs*t itu! Ohh, atau karena perusahaan anjlok? Dan perusahaan ayah(Angga) pernah cabut saham nyampe bangkrut? Wah, salah paham nih! * batin Lesya sedikit bingung dengan opininya.
For your information gays, Vion sudah tahu jika dia bukan anggota kandung keluarga Fillybert. Dia yang tahu jika anggota keluarga Fillybert memunggutnya dari sebuah kardus tampak tak terima. Vion tahu dan sudah mrnetaokan namanya menjadi Relifon Scheinen. Vion--- eh maksudnya Relifon, baru tahu di saat dia beranjak kelas 4 SD.
__ADS_1
Relifon yang menusuk Arga itu murni karena dia balas dendam dengan Arga setelah mendengar jika Arga pembuat sang ayah dari keluarga Fillybert tiada. Ya, dia mengira Arga adalah pelakunya karena menurutnya Arga yang hendak ke kantor hampir menabrak sang kepala keluarga Fillybert. Catattt, hanya gampir belum hingga tertabrak.
Dan karena Arga bukanlah pengecut, dia membawa ayah Vion itu ke rumah sakit, dokter memberi penjelasan jika sang korban mengidap serangan jantung dadakan. Namun dia sana Vion yang tak terima akhirnya berniat membalaskan dendam. Hingga adegan tusuk menusuk itu adalah suatu kejadian trauma bagi seorang anak kecil yang tak lain Lesya.
Jika dipertanyakan lagi mengapa Revion a.k.a Relifon dapat bertemu Lesya, jawabannya dengan tujuan balas dendam kembali. Dia mendengar jika Lesya adalah anak kesayangan Arga. Dan benar saja Lesya bahkan sering kali baper dengan perlakuan manis Vion. Hingga, Lesya tahu dibalik semuanya, Vion justru menghilang. Dan di saat itu keduanya sama-sama memiliki rasa lebih dari teman. Tau lah ya :v
Dan disaat Vion menghilang, dia berbalik membalas dendam dengan Elvan yang notabenya anak dari Angga. Dia sudah tahu saat itu jika dia anak dari keluarga Scheinen. Dan dia yang mendengar keluarga Scheinen bangkrut karena dadakan dari Angga, membuat dia berambisi untuk melenyapkan Elvan.
Namun dia lagi-lagi mengundur waktu dan sengaja memberi waktu hidup bagi Elvan. Namun pada saat dia mengetahui Elvan menikah dengan Lesya, first love nya, membuat rasa itu semakin bertambah. Perlahan rasa cintanya itu berubah menjadi obsesi dengan Lesya.
Dan untuk Gratara Scheinen, lelaki itu adalah sepupu Relifon dari keluarga Scheinen. Dan dia datang ke Relifon hanya sekedar membalas dendam dan mengelabui Relifon yang notabenya pewaris utama keluarga Scheinen.
Dikarena keluarga Scheinen sudah tiada dan menyisakan Gratara dengan sang sepupunya itu, mereka akhirnya terpisah lalu tersatukan lagi. Tujuan Gratara adalah mengambil hak waris Scheinen dari Relifon. Dia juga membangun Ice Blue dengan Relifon hingga sekarang.
Hanya saja dia menjadi pemimpin di sana karena semua dana berasal dari Gratara. Dia juga mengusulkan mejadi pemimpin asli Ice Blue namun secara tersembunyi. Dan untuk kali ini Ice Blue yang rendah pendidikan bela diri kembali tegak. Dengan berlatih memanah, menembak, senjata tajam lainnya mereka cukup mampu menghadapi kemampuan gangster Lion Claws dengan Tiger Wong.
"Ifon, gimana Felicia lo bikin? Di dalem nangis? " tanya Gratara pada Relifon yang kerap dipanggil Ifon saat ini. Oke fyi again, dalam dunia bisnis Relifon menggunakan nama aslinya sementara pada dunia bawah dia tetap dipanggil dengan nama angkatnya yaitu, Revion.
"Iyalah, nangis kejer malah! Apalagi yang gw tidurin kali ini adeknya Queen Ellion kita ahaha... Polos banget anj*ng si Letha! Mau aja nerima tawaran kerjasama gw."
Tawa Revion pecah bagaikan tawa physio. Gratara saja bergidik ngeri melihat jiwa psikopat sang sepupunya mulai kambuh. Lesya yang mendengar menahan geram dalam hatinya. Tangannya ingin sekali terkepal namun dia sadar itu akan membuat kecurigaan.
* Bangs*t?!! Berani banget dia anj*ng-!! * geram Lesya dalam batinnya. Ingin mencabik tapi dia dalam fase menjalankan misi.
Ceklek!
Kedua pemuda yang asik saling membicarakan masalah perkara balas dendam pun menoleh ke arah sumber suara. Rupanya orang tersebut adalah Ericko. Ahh, ramamber siapa dia? Ya, dia ayah dari Amanda dan Vanya Norwn.
"Situasi di depan pecah! Gak nyangka kalian benar-benar ajak ribut kedua gangster terhormat itu! ' ucap Eric disertai dengan senyum smirknya.
__ADS_1
"Udah ada yang menang? " tanya Gratara. Ericko menggeleng. Bilang saja dia berkhianat dari Gilang dan Galang. Dia cukup muak karena kedua lelaki twins tak kembar itu sudah tak sebebas liar dulu. Dan menurutnya dia juga tak mendapat untung jika terus-terusan bersama kedua twins tak identik itu.
"Kayaknya masih normal deh! Tuh juga boss nya Tiger' lagi sibuk perang sama Manda." ucap Eric santai. Vion dan Gratara sontak berdiri di tempat mereka. Eum ralat, Gratara hanya ikut-ikutan dengan sepupu physionya saja!
"Wah-wah, my lovers akhirnya turun tangan juga! " geleng Vion tak percaya.
Ya, sebenarnya Eric memaksa sang putri sulung nya untuk bertunangan dengan Vion. Awalnya Amanda menolak karena dia tak ingin menjadi madu Felicia. Dia juga menggunakan alasan simplenya, yaitu mencintai Elvan. Namun karena ancaman akan menghancurkan batu nisan Vanya, akhirnya Amanda mengalah dengan berat hati. Dan selama ini juga, Amanda sangat tertekan bersama Vion. Terlebih di saat mereka sering melakukan hubungan tak seharusnya.
"Iya dong, anak saya kan patuh sama tunangannya ini! Oh iya btw, Felicia mana? " tanya Eric bingung. Vion merasakan suatu ketidaksukaan saat Eric bertanya mengenai Felicia. Dadanya seolah bergemuruh mendengarnya.
"Dia di dalam, jangan coba-coba sentuh dia! " tajam Vion. Eric menggeleng dan tertawa lucu saja. "Ahaha.. Kamu pikir saya tertarik dengan bekasmu? Saya hanya bingung mengapa pesanan saya tadi tak sampai-sampai! " jawab Eric dengan nada canggung melihat tatapan Vion seperti hendak menikam nya.
"Pesanan apa? " cuek Vion.
"Dokumen saya, tanya aja sama istrimu itu! " ucap Eric lalu pergi meninggalkan mereka. Vion berdecih pelan mendengarnya. Menatap sekilas Lesya, dengan segera dia mengajak sepupunya yang menyimak segera ikut berperang.
"Grat, mending lo ikut gw perang aja daripada diam-diam gitu! " ucap Vion. Sang empu nama hanya berdehem pelan saja. Dia juga sudah gatal untuk sekedar diam-diam bagaikan patung.
"Yaudah sih ayo aja, trus nih bocah gimana dah? " tanya Gratara polos pada Vion dengan tangannya yang menunjuk ke arah Lesya yang masih terlihat tertidur itu. Vion berdecak pelan dan menoyor kepala sang sepupu.
"Biarin aja elah! Ada Feli, gw nitip dia tadi sekalian adeknya di dalem." balas Vion datar pada Gratara. Sang lawan bicara hanya mengangguk-angguk paham saja. Dua lelaki itu sama-sama pergi dari ruangan itu setelah mengambil pedang dan pistol mereka masing-masing.
Jangan lupa like, komen, vote, rate, gif🤗
>>><<<
Sengaja update lama karena besok tahun baru. Yeyyy, happy new year all... 🥳🎉
Kalau boleh tau permintaan atau harapan apa yang kalian pengn dapet di tahun 2022 nanti? Author pribadi cuman mau bahagia aja sih, keep healthy all dan do'akan selalu perkembangan negara kita ini semoga semakin baik kedepannya♡
__ADS_1