Aleesya: My KetBok, My Hubby!

Aleesya: My KetBok, My Hubby!
213: Kembalilah!


__ADS_3

Baik mayang ataupun Elvan terdiam. Ralat, hanya Mayang saja karena Elvan masih menunggu jawaban bunda nya. "Bun, " panggil Elvan.


Mayang tersadar dari lamunannya. "Kamu tetap diam aja! Biar waktu yang tentuin semuanya! " jawab Mayang yang dibalas anggukan kepala oleh Elvan.


"Bunda tinggal baik-baik di sini! " ucap Mayang yang ingin membiarkan anaknya bersama Lesya.


Di saat Mayang sudah keluar, hanya keheningan yang tercipta. Elvan menatap langit rumah sakit dan mengelus anak rambut Lesya. "Kenapa gelang kita gak berhubungan di saat lo begini? " molog Elvan.


Hening!


Hanya layar monitor saja yang terdengar di dalam ruangan itu. Hingga Elvan kembali berbicara dengan gadis yang terlelap di alam bawah sadarnya.


"Lo mau tau gak? " tanya Elvan menjeda kalimatnya seolah berbicara dengan Lesya. Karena tak kunjung tak mendapatkan reaksi apapun dari Lesya, Elvan mendekatkan wajahnya ke arah telinga Lesya. "Gw udah mulai nyaman sama lo! " lanjutnya.


Tes!


Elvan yang melihat reaksi dari mata Lesya, tersenyum simpul. "Gw tau lo denger gw! " ucap Elvan lagi. Mengusap pelupuk mata Lesya yang basah, Elvan tersenyum simpul saat mengingat reaksi dari gadis yang terbaring di brankar ini.


"Katanya lo queen Ellion, kok gak mau bangun? " ejek Elvan.


Elvan tahu di saat dia mengejek Lesya begitu, Lesya akan melemparkan bantal sofa satupun barang yang ada di sekitarnya untuk membalas perkataannya yang mengejek dia. Dan sekarang, tak ada reaksi apapun yang terlihat.


"Bentar lagi ujian, kalau lo gak bangun sebelum ujian, gw paksa belajar lo! Biar pinter! " ancam Elvan lagi karena dia tahu jika Lesya tak berniat membuka buku dan mempelajarinya.


Titt! Tittt! Tittt! [layar monitor]


Kling!


Notifikasi ponsel Elvan terdengar dan dengan cepat Elvan membuka ponselnya. Dia menautkan alisnya bingung ternyata Valen yang mengirimkannya sebuah link.

__ADS_1


📩Valen.


Van, lo udah liat ini?


https://seputarbisnisASIA.com


(read)


Dengan hanya membaca pesan Valen, Elvan membuka link yang diberikan dan menautkan alisnya bingung. Rupanya itu berita mengenai bisnis besar milik keluarga Fyo yang dalam ambang kehancuran. "Perusahaan Fyo? Di ambang kehancuran? " molog Elvan.


Tes!


Lagi-lagi Lesya yang mendengar molog-an Elvan dari alam bawah sadarnya bereaksi. Bukan hanya melalui pergerakan mata matanya namun, jarinya juga bereaksi. Elvan yang melihat segera menutup ponselnya dan dengan cepat menekan tombol darurat di brankar yang ada.


Bahkan, sebelum Candra datang, Lesya mengalami kejang-kejang. Dengan cepat Candra yang mendengar panggilan itu, masuk ke dalam ruangan dan mengecek kondisi Lesya. Sementara Elvan keluar dan dia menghubungi Lisa agar kembali dengan Luna dan Leon karena kondisi Lesya saat ini.


____________


"Apa aku harus kembali? " tanya nya dengan nada lirihnya.


Tiba-tiba terdapat satu sungai yang sangatlah besar dihadapannya dan satu sosok yang amat dia rindukan di depan matanya. Namun di saat dia ingin menghampiri sosok itu, rupanya tembus! Bahkan air terjun memisahkan mereka berdua di tengah-tengah mereka.


"Pa-pi? " lirih Lesya.


"Perusahaan papi di ambang kehancuran. Apa kamu mau itu hancur? " tanya Arga.


Lesya menggeleng cepat menjawabnya. Dia memiliki prinsip yaitu, perusahaan milik Fyo, adalah gambaran Arga. Dan dia harus menjaga itu dengan baik. Jika terjadi masalah, dia wajib turun tangan karena 80% saham, jatuh pada dia sendiri.


"Lalu kenapa gak mau balik? " tanya Arga dengan nada hangatnya kepada Lesya. Lesya berusaha menahan tangisnya yang akan meluap. "Kalau Lyra balik, apa Lyra akan dijenguk oleh Lara atau mami? "

__ADS_1


Arga tersenyum hangat mendengarnya. Dia tak marah karena wajar saja Lesya berkata demikian. Dia juga tak sedih ataupun kecewa. Dia hanya memberikan kehangatan seorang ayah saja.


"Ra, masih banyak orang yang sayang sama kamu! Contohnya Luna, bunda Mayang, Ayah Angga, abang-abang kamu di sana! Kamu gak tau? Lara sakit demam, mami asmanya kambuh lagi karena paket itu! " jelas Arga.


Lesya tak mengalihkan pandangannya dari senyum dan wajah damai Arga. "Lyra, kamu ingat? Jaga mereka baik-baik jika mau papi baik-baik di sini! Kamu banyak yang temanin sementara mereka? Adik kamu hanya ditemani oleh kedua sahabatnya sementara mami kamu? Gak ada yang temanin! "


"Papi gak marah sama kamu, cuman papi mau bilang, kamu anak yang kuat! Semua masalah kamu pasti bisa hadapin! Buktiin sama dunia kalau kamu layak menciptakan nama baikmu sendiri! Dengan dukungan dari sekeliling kamu, papi yakin kamu bisa lewatin semua ini! "


"Papi merasa ini adil kok! Adik kamu, Lara, dia merasa kesepian! Mami kamu, dia juga merasa membutuhkan kasih sayang dari anak-anaknya! Dan kamu juga merasa memikul beban berat bukan? Itu perasaan sebuah keluarga! Jika yang satu sakit, yang satunya juga ikut sakit! "


"Maafin papi yang tak menyelesaikan masalah papi! Kembalilah ke dunia aslimu! Papi akan selalu ada di dalam hati kamu! Suatu saat nanti, kita bisa kumpul bareng lagi di sini! Bersama-sama, di kehidupan abadi kita setelah semua masalah dapat selesai! "


"Kembali lah! Besarkan nama Fyo, temani adikmu, dan jenguk mami di rumah sakit! Mami akan segera menyusul papi di sini! Kami akan selalu ada di hati kamu! Jangan salahkan diri kamu sendiri ataupun orang lain! Karena ini sudah takdir! Mami sudah menyelesaikan hidupnya hingga titik ini! Kuatkan adikmu, selesaikan permasalahnya! Papi dan mami sayang kalian berdua! "


"Kembalilah, masa jati diri seorang queen Ellion diinjak hanya karena lawan musuh hem? Oh iya, papi denger, kamu udah menyandang gelar nyonya Gregorius ya? " goda Arga.


Lesya yang terpaku dengan lontaran yang diucapkan oleh Arga mendadak tersenyum kecil dengan godaan ayahnya itu. Walaupun bukan kandung!


"Apaan sih pih! " ucap Lesya tersipu.


"Ciee! Anak papi udah besar ternyata! Jadi istri yang baik oke? Jangan susahin keluarga Grey, karena Angga dan Mayang itu sahabat dekat papi! "


Lesya menanggapinya dengan membentuk tangannya hormat bagaikan anak kecil. "Siap pak bos! " ucap Lesya girang didominasi suara tegasnya.


"Papi dan mami akan menemani kalian berdua dalam hati dan doa kami dari sini! Kita selalu melihat ke bawah tingkah kalian di kehidupan nyata! Come back, papi always love you my twins! "


Senyum yang mekar di wajah gadis cantik itu perlahan pudar seketika karena melihat sosok Arga yang perlahan menghilang. Dia menatap datar kembali awan-awan yang ada dan sungai besar itu sudah menghilang dengan Arga.


"Wait me! I will finish everything! " gumamnya dan memejamkan matanya erat-erat.

__ADS_1


"Revion Fillybert, Amanda Norwn, dan Felicia Morn, " jeda Lesya. "Kalian bertiga duluan yang memulainya, jangan salahkan gw yang meladeni kalian! "


Jangan lupa like, komen, vote, rate, gif🤗


__ADS_2