
Di lorong sekolah, Letha terus mengejar Elvan agar mengajaknya pulang bersama. Tak sengaja lewat sana, Lesya hanya terdiam menyaksikan semua itu. Walau dirinya sedikit lega melihat cuek bebek Elvan, tak urung dia sedikit risih dengan sikap Letha yang care pada Elvan.
Luna menghentakkan satu kakinya sekali sebal melihat pemandangan ini. "Hiis, ganggu pemandangan bae! Tuh ngapa sih Letha ngejar-ngejar mulu?! Gedeg gw liatnya! " sebalnya diangguki Lisa.
"Elvan, boleh minta tolong buat antar aku pulang gak? Aku gak bisa naik mobil dan kedua teman aku udah pulang semua! Masa aku jalan kaki sih? " rengeknya.
Kesal karena tak mendapat respon sama sekali dari Elvan, akhirnya Letha mengeluarkan unek-uneknya. "Elvano! Kapan sih gw bisa dapatin hati lo? Selama 2,5 tahun ini gw selalu ngejar lo tapi lo sendiri gak pernah respon gw sama sekali! Apa kurangnya gw? Gw cantik, gw lumayan pintar, gw ju--- "
"Lo gak liat gw ngapain? " dingin Elvan menyela ucapan Letha. Namun hal itu sama sekali tak membuat Letha untuk mundur. "Oh, kamu lagi belajar ya? Maaf deh kalau ganggu! Tapi kamu gak ada waktu gitu buat taggapin aku? " lesunya.
Elvan yang sedang membaca buku di salah satu kursi lorong sekolah akhirnya menutup bukunya dan melihat sekelilingnya. Dia menatap Lesya yang hendak pergi mengajak kedua temannya.
Dengan cepat dia beranjak dan melangkah menuju Lesya dkk. "Cabut-cabut! " bisik Lesya hendak pergi namun ditahan oleh tangan kekar yang menarik pinggangnya.
Spontan saja Lesya reflek membentur dada bidang Elvan. Sementara Lisa menarik Luna satu langkah ke belakang seolah mereka hanya menyaksikan hubungan kedua pasutri itu. Berbeda dengan Letha yang terdiam kaku di tempatnya berdiri menatap pemandangan yang menyakitkan hatinya. "I-ini? "
* Mamp*s gw! * batin Lesya.
Lesya terdiam sejenak dan melepaskan tarikan Elvan setelah sadar beberapa detik. "A-paan sih lo?! " gugupnya mengalihkan pandangan. Elvan memperlihatkan ponselnya dimana Mayang menyuruhnya untuk kembali pulang bersama Lesya. "Hah? "
📩Bunda❤
Vano, nanti pulangnya bareng Lesya ya.
(read)
__ADS_1
Lesya menatap Elvan dengan pandangan memicing. Bahkan kedua remaja dibelakang Lesya saja berjalan satu langkah untuk membaca pesan dari Mayang di layar ponsel milik Elvan. "Wah-wah, ngokeh dah! Biar Lisa sama gw pulangnya kiw! " goda Luna senyam-senyum sendiri.
"Kali ini gw gak mau debat, yuk Lun kita go to home! Bye-bye kalian! " pamit Lisa menggandeng Luna agar pergi dari sana. Luna hanya menurut saja dan tangannya dia lambaikan ke arah Lesya dan Elvan.
Lesya menggaruk tenguk lehernya yang tak gatal. Entah mengapa sejak mereka tahu jika mereka sebelumnya pernah bertemu di saat kompetisi olimpiade membuat kecanggungan di antara mereka. Alasan? Janji Lesya yang tak berpacaran terkabul hingga tanpa sengaja menikah dengan Ero—Elvan sendiri! Memang takdir tak ada yang tahu.
Ting!
Lesya melihat kembali ke arah layar ponsel Elvan yang kembali dimasuki oleh pesan dari Mayang lagi. Dia terdiam membeku melihat isi pesan itu. Haruskah? Namun di satu sisi dia lega setidaknya dia ada teman bicara nantinya.
📩Bunda❤
Sekalian ajak Letha Van!
rumah kita!
(read)
Elvan dengan cepat membaca pesan Mayang dan berdecak malas. "Sono ajak adik lo! " malasnya. Lesya mengangguk antusias dan berjinjit meletakkan tangannya di pundak Elvan. Alhasil Elvan sedikit menunduk karena rangkulan bagai sahabat dari Lesya. "Heh sakit leher gw lo cekek! " ucap Elvan.
Lesya memeletkan lidahnya mengejek. "Makanya jangan terlalu tinggi jadi orang! Kan kalau gw rangkul gini, lo harus nunduk! Udahlah ayo ajak Letha! " Lesya menarik Elvan melalui rangkulannya hingga Elvan terseret tetap menunduk mengikuti Lesya. Gini amat nasibnya!
"Lepas-lepas, mau gw kecekek?! " Lesya menyengir dan melepaskan rangkulannya. Elvan mengusap leher belakangnya dengan satu tangannya dan menyimpan ponselnya dengan tangannya yang lain. "Gini amat! " gumamnya.
Lesya menatap tajam Elvan dan beralih menatap sang adik yang masih terdiam berdiri. "Hey! Tha, " panggil Lesya menepuk-nepuk pundak Letha. Letha tersadar dan menunduk kecil. "Hah, iya kak? " canggungnya mendongkak.
__ADS_1
"Nyokap gw nyuruh kalian berdua ke rumah gw! " datar Elvan lalu memasukkan buku yang masih tetap dia pegang ke dalam tas ranselnya yang dia sampirkan sebelah. Letha melotot tak percaya. "Serius Van? Ayooo! " girang Letha hingga tak sadar dia hampir memeluk Elvan. Untung saja Elvan dengan sigap melangkah ke samping dan berdiri di belakang Lesya sebagai pemisah di antara mereka.
Lesya hanya diam saat melihat tatapan sendu Letha yang ingin dipeluk oleh Elvan. Elvan merogoh sakunya mendengar suara notifikasi pesan masuk. "Gw gak punya banyak waktu! " ucapnya dengan nada biasanya, datar.
📩Bunda❤
Jam keberangkatan kamu sisa 12 jam lagi dan pastikan untuk habiskan sisa waktumu nanti untuk hal yang berguna!
Lesya yang melihat sekilas pesan Mayang tanpa membacanya hanya sedikit terkejut di saat Elvan justru menariknya ke arah parkiran. Sementara Letha masih diam menunggu tarikan Elvan namun tak kunjung datang. "Huft, sabar Tha! Yang penting sekarang gw bisa bareng sama Elvan walau begini! " gumam Letha memberi semangat pada dirinya sendiri.
Di saat hendak berjalan melangkah, Letha merasakan telapak tangan menggenggam tangannya. Di saat dia menoleh, betapa terkejutnya dia melihat Lesya yang kembali dan menggenggam tangannya. "Ayo! " ajak Lesya tersenyum manis.
Letha hanya mengangguk. Dapat dia lihat Elvan yang berada jauh di depan mereka menunggu kedatangan mereka. Benar saja jika Lesya kembali untuk mengajak Letha pulang bersama. Tak enak rasanya jika dirinya dengan teganya meninggalkan adiknya sendirian dengan wajah miris. Begitulah isi pikiran Lesya.
Sementara Elvan yang memang diharuskan oleh ancaman Lesya untuk menunggu kedatangan dua remaja kembar perempuan itu hanya mendesis kecil. Mau tak mau dia menurut saja dengan ucapan Lesya. "Pikirannya terlalu polos! " gumamnya memijit keningnya.
Di parkiran Lesya yang hendak ikut masuk di kursi belakang dengan Letha hanya menurut dengan ucapan Elvan. "Duduk di depan, gak terima bantahan! " tegasnya.
Lesya menutup pintu belakang dan menatap tajam Elvan. Dengan polosnya Elvan membuka pintu samping kemudi agar Lesya segera masuk. Lesya yang melihat wajah tanpa dosa itu tersenyum polos dan menginjak kencang kaki Elvan. "Au! " ringis Elvan kecil.
Dengan cepat Lesya masuk dan menutup pintu mobil. Setelah semua sudah masuk, Letha meremas roknya dan bertanya. "Kenapa kakak di depan? " tanyanya. Lesya terdiam kaku sulit menjawab. "Eum.. Itu, karena--- "
"Because she is special! " jawab Elvan tanpa ekspresi dan mulai melajukan mobilnya. Lesya dan Letha terdiam setelah mendengar jawaban Elvan. Malu bagi Lesya dan menohok bagi Letha!
Jangan lupa like, komen, vote, rate, gif🤗
__ADS_1