Aleesya: My KetBok, My Hubby!

Aleesya: My KetBok, My Hubby!
209: Paket?


__ADS_3

Leon mendelik di saat melihat gadis yang bernama Chatrin duduk sebangku dengan Elvan. Dan bahkan dia melihat jika kaki Chatrin dengan lantangnya hendak menyentuh kaki Elvan dari bawah.


Mengingat sahabatnya, Lesya di rumah sakit, dengan cepatnya dia menarik Lisa ke arah meja Elvan dan berdehem keras. "Ekhemm! Remamber wife! " ucap Leon.


Hal itu membuat ke empat teman Elvan menoleh termasuk Chatrin. Valen dan Lisa yang paham maksud dari Leon barusan menahan tawa mereka. Lisa tak jadi marah hanya karena Leon yang menarik tangannya secara tiba-tiba tadi.


Sebenarnya, Elvan sudah tahu jika kaki Chatrin hendak menyentuhnya. Rencana kecil yang dia pikirkan lenyap hanya karena suara Leon. Dia dengan santainya melahap makanannya tanpa mempedulikan keberadaan Leon.


"Apa maksud lo? " tanya Farel tak paham.


Berbeda dengan Ken celingukan mencari keberadaan selain dari pada Lisa dan Leon. "Lah? Dua sahabat lo mana? Tumben gak bareng? " tanya Ken heran.


Pasalnya mereka berempat selalu bersama bagaikan jendela dan kacanya. Yah, walau jika dengan Lisa banyak adu bac*tnya dibandingkan saling akur satu sama lain.


"Ada deh! Kepo lo! Numpang makan lah di sini! " jawab Lisa mengajak Leon agar ikut bergabung. "Dih enak aja! Huu.. Gw tau! Pasti tuh dua anak gak masuk kan? " tebak Ken diangguki oleh Leon.


Chatrin yang melihat Lisa mengingat kembali wajah Lisa walau hasilnya nihil! Dia tak ingat dengan sosok Lisa yang pernah bertengkar dengannya di Inggris. "Eum, kayaknya kita pernah ketemu ya? Dimana? " tanya Chatrin sok akrab.


Lisa hanya melirik sekilas Chatrin yang sok akrab dengannya. Dengan tak minat, dia menjawab. "Di alam baka mungkin kita ketemu! " balasnya.


Chatrin mendelik tajam. "Kok lo nyolot sih?! Kan gw baik-baik nanyanya?! " kesal Chatrin. Sementara para lelaki hanya menyimak dan menunggu perdebatan mulut yang akan segera terjadi.


"Gak tuh! Lo aja yang baperan! Nada bicara gw memang begini tuh" enteng Lisa.


Tersinggung? Tentu! Sekarang Chatrin ingat jika orang yang beradu mulut dengannya adalah Lisa! Lisa yang tak menyebutkan jika dia adalah sepupu Elvan kepada siapapun kecuali orang terdekat nya, membuat Chatrin mengira jika Lisa salah satu saingannya untuk mendapatkan hati Elvan. Nyatanya salah!

__ADS_1


Chatrin mengepalkan tangannya kuat. Dia tak ingin terbawa suasana hingga merusak nama baiknya di hadapan Elvan. "Oh gw inget! Lo Lisa kan yang pernah jambak rambut gw nyampe rontok?! " sinisnya.


Lisa jsutru menjentikkan jarinya dan mengangguk. "Tepat sekali! Rupanya nenek sihir masih ingat toh! " ledek Lisa. Chatrin berdecak malas dan melirik ke arah Leon yang berada di samping Lisa. "Boleh kenalan? " tanya nya ramah.


"Terserah kamu mau pilih aku atau dia(Chatrin)! Yang penting kamu pilih dia, kita udahan! " santai Lisa penuh penekanan. Leon melotot. "Pilih kamu deh! Aku juga gak minat buat milih dia! "


Ken berlagak seolah hendak muntah. "Idih! Geli gw liatnya! Mau mesra jangan di sini! " ketusnya. Valen menggeleng dan menepuk pundak Ken. "Iri ya bro? Mau cewek ke berapa sekarang? " ejek nya.


Disertai dengan tawa garing dari Lisa, Leon, Frans, dan Valen, Ken hanya memasang wajah julidnya saat ini. Chatrin mendelik melihat perubahan saat Leon berbicara dengan Lisa. "Oh, udah punya pawang ya? Maaf! " polosnya.


Tawa dari mereka luntur mendengar ucapan polos Chatrin. Chatrin bingung sendiri di saat dirinya angkat suara mengapa tak ada yang ingin berbicara dengannya? Pikir Chatrin heran.


"Kenapa? Ada yang salah kah? " tanya Chatrin polos lagi.


Diantara mereka, tak ada yang ingin menjawab pertanyaan Chatrin. Chatrin semakin bingung jadinya. Di Inggris, dirinya tak pernah dicueki seperti ini. Lalu mengapa di sini dirinya selalu dicuekin?


"Kalian kenapa sih?! Chatrin kan jadi bingung nih?! Sikap kalian beda sama yang dulu! Kalian udah gak asik! " kesal Chatrin memayunkan bibirnya 10 cm bertingkah bagai anak kecil yang manja.


Lisa memutar bola matanya malas. "Bibir lo mau gw lakban?! Mirip ondel-ondel lo tau! " ketusnya. Chatrin berusaha menahan emosinya yang akan meledak. "Maaf kalau Chatrin punya salah sama kalian! Tapi serius deh, Chatrin gak suka kalian kayak gini sama Chatrin! " sedihnya dengan matanya yang berkaca-kaca.


"Ck! Gak mempan tau gak?! Lo bisa gak sih gak usah bertingkah mirip anak kecil?!" kesal Lisa yang muak dengan segala tipuan drama yang digunakan Chatrin. Bolehkah mereka jujur? Mereka semua sangat muak bahkan lebih dari kata muak dengan tipu muslihat Chatrin.


Braak!


Nayla yang datang ke arah mereka dengan emosinya menggebrak meja hingga mereka yang di sana terjingkat. Kecuali Elvan yang tahu jika Nayla hendak datang ke meja mereka baru saja. Dengan spontan mereka menjadi pusat perhatian bagi penjaga kantin, guru-guru, dan siswa-siswi yang ada.

__ADS_1


"Woy, apaan sih maksud lo main gebrak meja orang?! " kesal Lisa beranjak berdiri menatap kesal ke arah Nayla. Nayla tersenyum sinis. "Mana Lesya? " tanyanya.


"Dia gak masuk! " jawab Leon singkat. Nayla mengepalkan tangannya erat. "Setelah dia pergi ninggalin keluarganya dengan gampangnya dia ngirim paket teror dan bom buat Letha hah?! Hari ini Letha demam, dia gak ada! Di saat nyokapnya sakit, dia juga gak ada! Maunya apa sih?! " kesal Nayla tak dapat menahan emosinya.


Baik Leon, Lisa, Elvan, dan Valen mengerutkan kening mereka bingung. "Paket? " tanya Leon. Nayla tertawa sinis mendengarnya. "Iya! Dan dia cerita sama gw! Kenapa? Lo gak nyangka kan sahabat cupu lo sikapnya begitu?! " sinisnya.


Setelah mengucapkan hal itu, Nayla pergi tanpa berpamitan. Dia berniat akan pulang dan menjaga Letha yang benar-benar ketakutan saat ini. Ditambah suhu tubuhnya yang naik, membuatnya wajib pulang.


Banyak gosip tersebar setelah pengakuan Nayla di kantin dan membuat gempar satu sekolah. Dan saat ini, Leon masih bingung maksud dari perkataan Nayla. "Gak mungkin! " desisnya tetap yakin jika Lesya tak akan membuat hal tersebut.


"Siapa Lesya? " polos Chatrin yang memang tak tahu siapa sosok Lesya itu. Leon melirik sekilas dan menjawab. "Sahabat gw! " jawabnya.


Chatrin mengangguk polos mendengarnya. "Kok jahat sih?! " polos Chatrin yang lagi-lagi memang tak tahu siapa dan bagaimana sikap Lesya.


"Brisik! Gw mau samper Lesya! " pamit Leon. Lisa menyusul Leon yang yang hendak melangkah. "Ikutt! " ucap Lisa diangguki oleh Leon.


Elvan pun berencana akan pergi ke rumah sakit dan menunda tugas OSIS nya. Bukan hanya dia saja namun, dengan Valen yang akan menemaninya. Dengan alasan mereka memiliki urusan lain, membuat mereka dipersilahkan oleh pak Kevin tanpa memberitahukan temannya yang lain.


____________


Sementara di mansion milik ketiga gadis remaja, terdapat satu gadis yang menangis dan ditenangi oleh temannya yang lain. Itu Letha dan Amel! Memang Amel tak sekolah untuk menemani Letha yang tiba-tiba menghampiri mereka.


"Me-mereka jahat Mel, hikss!! " Tak dapat dipungkiri, jika Amel tak tega melihat temannya begini. Letha tak ingin diam sedari tadi karena masih takut dengan kejadian yang menimpanya saat pagi hari.


Jangan lupa like, komen, vote, rate, gif🤗

__ADS_1


__ADS_2