Aleesya: My KetBok, My Hubby!

Aleesya: My KetBok, My Hubby!
70: Bom kecil!


__ADS_3

Mereka terkejut dengan tantangan rekor Lesya. Valen angkat suara, "Kalo lo suka sama cowok? "


Lesya menyeruput minuman nya dan kembali menjawab pertanyaan Valen, "Ya, dia orang yang pertama yang berhasil ngebobol hati gw! "


Elvan yang mendengar itu menyerigai kecil. Dia bertekad pasti akan membuat Lesya jatuh cinta padanya suatu saat nanti. Bukan karena mulai suka!


Namun, karena dia paham apa arti dari sebuah pernikahan. Jadi, dia ingin mempertahankan pernikahan itu. Itulah isi pemikirannya!


Bu bunga hanya geleng-geleng kepala dengan ucapan Lesya baru saja. Frans angkat suara, "Emang kenapa kalo lo gak suka sama cowok? "


Lesya berpikir, "Em.. Gw sendiri gak suka diatur, disuruh-suruh! Gw mau bebas! Itu aja sih" Frans geleng kepala, "Namanya juga cewek! Kalo udah punya pendamping ya harus nurut"


Lesya mencibir, "Halah! Kayak udah punya aja" Frans terdiam karena dirinya memang benar tak mempunyai pasangan. Kekasih atau gebetan saja tak punya.


Elvan yang sedari tadi diam, hanya melakukan pegerakkan tanpa suara. Dia segaja mengambil kacang yang berada di depan Lesya.


Lesya melotot melihat kehadiran Elvan. Bisa-bisanya mata tajamnya tak menyadari keberadaan Elvan! Apa karena dirinya terlalu larut dengan candaan ya? Pikirnya.


Suasana tiba-tiba saja mendadak hening. Letha kemudian angkat suara, "Em.. Bu, mukanya pucat amat"


Lesya menjentikkan jarinya yang panjang, "Baru inget! Sono ke rumah sakit bu! " Bu bunga mengerutkan keningnya, "Buat apa? "


"Ibu tau rumah sakit buat orang sakit? Kalo rumah sakit jiwa buat orang sakit jiwa! Berhubung ibu orang sakit bukan sakit jiwa perginya ke rumah sakit! " jelas Lesya panjang lebar.


Bu bunga memijit pelipisnya, "Saya gak sakit! Udah jangan bikin bingung kamu! Cuman pusing doang minum obat pasti sembuh! "


Lesya menyeruput minuman nya. Luna menggeleng kecil, "Maksud kita tuh, ibu gak cek ke dokter kandungan? "


Bu bunga melotot, "Ha? Ngapain? " Ken memijit pelipisnya. Dikode malah gak paham. "Silahturahmi bu" jawab Ken.


"Itu namanya saya gabut! Udah saya sibuk mau pulang! Inget kalian satu tim! " Luna segera mengutarakan maksud dari perkataannya. Namun segera dipotong oleh Lesya.


"Aduh ibukkk! Ibu muntah-muntah kan? Pusing? Mual? Itu namanya petanda ibu bakal ada keturunan! You know keturunan? Anak! Nah, biar lebih jelas di cek ke dokter! " jelas Lesya yang menyerocos tanpa henti.


Bu bunga menatap Lesya tak percaya, "Masa sih? " Lesya mengangguk, "Ha iya! Ibu lupa ya? Ibu sama pak Rio kan udah pernah 'itu' jadi mungkin aja"

__ADS_1


Kepala Lesya disentil oleh bu bunga, "Heh! " Lesya meringis kecil, "Apa sih bu? Ada salah? "


Luna menahan tawanya. Dia ingat di mana Lesya tak sengaja memotret pak Rio dan bu bunga yang sedang penyatuan bibir.


"Ya, di ruang BK aja ibu pernah ekhem" goda Luna. Terlintas ide jahil di benak Lesya, "Saya masih ada fotonya loh bu! Ibu mau liat? "


Bu bunga terdiam, "Udah saya mau cek! " Lesya dan Luna tertawa melihat kepergian bu bunga.


"Emang masih lo simpen? Bukannya udah dihapus ya? " Lesya menggeleng, "Gw salin di laptop, hape, sama tab gw"


"Xixi kelemahan mereka noh" Lesya tertawa. Mereka bingung arah bicara saat ini karena Lesya membahas masalah 'itu' tadi.


Frans menggeleng, "Masih pelajar! Ngapain liat yang begituan" Lesya menggeleng, "Bukan liat secara sengaja tapi gak sengaja! "


"Kita sering denger suara aneh biasa aja noh" Mereka melotot. Lesya dan Luna sering? Rasanya impossible!


Letha angkat suara karena tak paham, "Bahas apaan sih? " Mereka terdiam. "Bahas cara gimana gw bisa bolos tanpa jejak! " ngawur Luna.


Lesya teringat akan soal tadi, "Bukannya bu Lina gak masuk ya? " molognya. Farel mengangguk, "Tau dari mana? "


Sontak mereka tertawa mendengarnya. Lesya kembali menyahut, "Masih mending! Kalo gw jatuh hati, sakit ujungnya! "


"Hiyaa~ Bukannya kelas kita pelajaran bu Lina ya? " tanya Nayla. Diantara Letha dkk, hanya Nayla yang paling waras.


Amel mengangguk, "Ho'oh! Kayaknya, libur secara bu Lina kagak masuk ye kan! "


Lesya sedetik berpura sedih dan kemudian kembali girang, "Uhuy! Jamkos! " girang nya. Valen angkat suara, "Heh! Jangan macam-macam lo ya! Cape kita nyari-nya"


"Siapa suruh nyari? " Valen mendengus. Luna yang mendengar suara bell sudah berbunyi segera memperingat-kan mereka.


Namun, terlebih dahulu Elvan langsung pergi ke kelasnya. Luna geleng-geleng, "Kelas A, anggota OSIS udah bell! Sok atuh masuk kelas"


Mereka beranjak menuju ke kelas mereka masing-masing. Berbeda dengan Lesya yang diam-diam pergi memanjat pagar gerbang belakang sekolah.


"Aman! " gumam nya kecil.

__ADS_1


Entah apa yang akan Lesya perbuat nanti! Dari jendela, Elvan tersenyum miring sedikit. Dia melihat kepergian Lesya tadi dari jendela kelasnya. Sksk, kamera tersembunyi!


...~o0o~...


Lesya berjalan kaki ke cafe milik Elvan yang tak jauh dari sana. Dia menggunakan kesempatan itu untuk bekerja.


Seharusnya dia memang harus bekerja setiap hari. Namun, dia mengambil yang lebih banyak berlibur karena dirinya masih SMA.


"Pagi pak! " sapa Lesya ramah.


Pak Erza, merupakan teman tongkrongan Elvan, menyapa balik Lesya, "Pagi juga! Oh iya karena kamu udah dateng, tolong beresin yang di belakang ya"


Lesya segera ke belakang dan mengerjakan tugasnya di sana. Setelah hari sudah siang, Lesya langsung pamit karena jadwalnya sudah habis.


Dia tak langsung pulang ke sekolah. Namun bersantai ria di sepanjang perjalanan seraya bersiul.


Hingga dia kembali menemukan gumpalan kertas lagi. Lesya mengambil dan membuka gumpalan kertas tersebut.


Di dalamnya terdapat sedikit noda darah yang dia bisa tebak. Darah manusia! Dan dia membaca pesan tersebut dalam hatinya.


'Hai, sudah lama kita tak bertemu ya? Apa kau merindukan diriku? Ah, mungkin tidak! Tapi kau harus tau jika suatu saat nanti kau akan menggantikan noda darah ini! Ingat itu! '


Lesya menghembuskan nafas panjang. Dia segera membuang kertas tersebut. Lagi-lagi logo es biru lagi! Dia bosan melihatnya!


Setelah bersenandung ria, Lesya tiba dan kembali memanjat pagar lagi. Lesya menatap pagar belakang sekolah dengan seksama.


"Wah dia menjebak ku! Tapi seorang Ellion tak mudah dijebak! " gumamnya kecil lalu pergi dari sana menuju kelasnya.


Yap! Di sekitar pagar terdapat kamera kecil berisi bom. Jika diledakkan, orang yang memanjat akan sedikit kesetrum.


Beruntung Lesya langsung turun karena menyadari keberadaan bom tersebut. Benar saja setelah kepergian Lesya, bom tersebut meledak kecil.


Lesya tersenyum jahat mendengarnya. Kamera tersebut habis berlebur ke bawah. Lesya bergumam kecil, "Licik! Tapi tak cerdas! "


Jangan lupa like, komen, vote, rate, gif🤗

__ADS_1


__ADS_2