
Senyum lebar adalah satu ekspresi tunjukan suatu manusia yang berbahagia. Setelah menenangkan Galang yang merasa gagal menjadi seroang kakak, gadis ini bermain dengan adik kecilnya yang kemarin baru lahir.
Suasana kamar ruang inap Sella tampak ricuh. Sedari tadi gadis cantik menoel-noel pipi dan kaki adiknya. Tentu saja sang adik tak terima dan mengerak-gerakkan kakinya ke arah kakaknya seolah menendang dia. Sang kakak tentu saja sontak tertawa karena tingkah adiknya yang lucu.
"Aaa.. Gemes banget sihh adik gw. " kata Lesya menoel-noel pipi sang adik, Justine. Sella hanya terkekeh pelan saja. Di sana tak ada Galang karena lelaki itu sedang meminta surat izin untuk membawa sang istri kembali ke rumah. Tentu saja itu karena rengekan Sella yang ingin segera pulang ke rumah dan merawat anaknya.
Baby Justine hanya tersenyum kecil saja dan mengerak-gerakkan badannya. Mata bayi itu masih tertutup rapat. Lesya hanya tersenyum kecil saja. Tiba-tiba terlintas dalam benaknya mengenai anak yang dia kandung. Ah, dia tak dapat membayangkan nanti!
Ceklek!
Galang sudah datang dengan dokter cantik di belakangnya. Em, bukan sih tapi itu dokter yang menangani proses persalinan Sella. Lesya dan Sella sontak menoleh ke arah sumber suara.
"Bu Sella saya ucapkan sekali lagi selamat yah atas kelahiran anaknya. Mulai besok anda diperbolehkan pulang karena anda dan bayi sudah pulih. Buat ibunya, jangan banyak gerak dulu ya bu nanti pendarahan lagi. " ucap dokter itu ramah.
Sella hanya mengangguk saja. Senyumnya tak luntur sedari kemarin. Dia bahagia karena dapat melahirkan satu nyawa anaknya sendiri di dunia. Tak dapat dipungkiri, Galang juga merasakan hal yang sama. Lesya yang menjadi penonton hanya diam dan mengajak adiknya main. Nihil, adiknya justru sudah tertidur.
Setelah mencabut selang infus dari tangan Sella dengan telanten, dokter cantik itu pamit pergi dari sana karena banyak tugasnya di rumah sakit. Sepeninggal sang dokter, ruangan itu dipenuhi kesunyian. Bukan apa-apa hanya saja karena baby Justine yang sudah tertidur membuat mereka bingung harus berkata apa di situasi ini.
"Jadi besok gw gak usah ke sini dong? Kan udah balik ke rumah. " kata Lesya diangguki Sella. Wanita itu tersenyum ramah pada anak tirinya. Dia berusaha membuat Lesya agar nyaman padanya sekuat mungkin. Sama seperti Galang yang dahulu mengejarnya.
"Kalau mau ketemu sama Justine nanti main ke rumah ya Sya.. Kita tunggu loh sampe kamu mau dateng. " kata Sella.
Lesya mengangguk singkat saja. Masih terlalu cepat untuk mengenal Sella. Jangan ragukan mengapa Sella mengajak Lesya mampir ke kediaman Erthan. Memang Lesya tahu di mana rumah mewah keluarga ternama itu. Maka dari itu Sella mengundangnya.
"Justine nya tidur, kapan-kapan lagi deh mainnya. Gw pamit pulang, banyak kerjaan yang harus gw kerjain. " pamit Lesya mengambil tas ranselnya yang ada di sofa ruangan. Sella dan Galang mengangguk menanggapi pamitan Lesya.
"Besok makan bareng di rumah mendiang papi kamu mau? Ajak keluarga kamu kalau bisa. Daddy mau minta maaf sama mereka waktu kejadian tempo masa sekolah dulu. Kalau bisa ajak ayah mertua kamu yah Sya! " kata Galang. Lesya mengangkat satu alisnya bingung.
__ADS_1
"Apa lagi rencana lo? " heran Lesya.
"Saya tau kamu gak akan mau main ke rumah saya. Jadi saya putusin sementara menginap di rumah mendiang papi kamu karena rumah kamu lagi direnovasi. Toh saya udah izin sama adik saya. Jadi saya ngundang kalian sekalian syukuran kelahiran Justine. " jelas Galang.
"Atau ke restoran saya aja? Anggap aja ini penggantian karena kemaren sempat tertunda makan. " tawar Galang melihat raut wajah Lesya yang tak ingin.
Lesya hanya berdehem kecil saja. Dia setuju asal jangan kembali ke rumah itu. Perjuangannya masih belum berakhir. Setelah waktunya tiba nanti, barulah Lesya kembali lagi ke tempat yang menerimanya hingga dirinya besar.
Setelah pamit dia tak lupa menyalimi kedua punggung tangan kedua orang tuanya. Dia berusaha mencoba untuk tak menyimpan rasa dendam ataupun benci sekarang. Bagaimana pun juga, Galang dan Sella sekarang orang tuanya.
Sepeninggal gadis cantik itu, ruangan itu dipenuhi oleh celotehan Sella. Galang terkekeh mendengarnya. Reaksi Sella terlalu besar hanya karena saliman pamit Lesya. Bahkan karena tidurnya terganggu, Justine menangis kejer akibat celotehan mommynya yang tampak senang itu.
"Ututu... Sayangnya mommy keganggu ya.. Sini mommy puk-puk! " antusias Sella lalu menggendong dan menepuk-nepuk pelan bok*ng anaknya. Galang hanya tertawa kecil dan membantu Sella kembali menidurkan bayi mereka.
...— — —...
Setelah bercerita pada kedua temannya, tanpa sengaja seorang lelaki juga berada di tempat yang sama dengan mereka. Kedua teman Letha tak membayangkan betapa hancurnya Letha hingga meminta tolong pada lelaki itu agar menenangkan Letha dan disetujui oleh lelaki itu sendiri.
Nayla dan Amel hanya bisa menepuk-nepuk pundak Letha agar tenang. Mereka tahu mengapa Letha dapat menangis kejer begini. Rupanya karena perihal kemarin. Walau masih belum keluar dari mulut Lesya, Letha dapat menangis tersedu-sedu seolah sedang kehilangan barang kesayangannya. Menebak tentang pernikahan Lesya dan Elvan? Yah benar, karena itu.
"Husttt, tenang dong.. Gak guna juga kalau lo nangis gini. Emang Elvan mau sama lo hah? Kan dia udah punya pawangnya. " kata Amel yang mendapat jitakan dari Nayla. "Och, "
"Makan tuh jitakan gw! Lagian bukannya nenangin malah nambah masalah. Mending gini Tha, lo balik kejar Elvan lagi deh. Emang mereka saling cinta? Kan selama ini mereka ribut terus. Dari pada lo nangis gak jelas gini mending lo rebut Elvan balik. Mungkin aja mereka nikah tapi terpaksa. " ujar Nayla berusaha menenangkan.
Berhasil!
Letha langsung diam mendengar perkataan Nayla. Melepaskan palukannya dari seorang lelaki, Letha mengusap wajahnya dan menatap kedua temannya. Ada benarnya juga perkataan Nayla.
__ADS_1
Ctakkk!
"Aww, "
"Gebleg atau emang error sih otak lo Nay?! Sama aja itu lo nyuruh Letha jadi pelakor gblk! Emang lo mau rumah tangga mereka hancur karena ide gi-la lo ini hah? Lagian pernikahan tuh mau terpaksa atau enggak, kan sama-sama nikah dan mereka nguncapin janji suci. Masa ya kali kalian mau misahin mereka karena cinta doang? Masih banyak kali cowok di luar sana yang cakep Tha. Tinggal cari, pilih, nikahin jadi kan? " galak Amel yang menolak mentah-mentah ide keji Nayla.
"Gw gak masalah jadi pelakor yang penting Elvan milik gw. " lirih Letha menatap tajam Amel. Gadis cantik yang ditatap itu hanya mendesis kecil saja. Memang kedua sahabatnya ini bagaikan seseorang yang menjelma menjadi iblis.
"Gi-la kalian tau gak?! Kasian woy mereka juga udah bina rumah tangga malah mau dihancurin. " kata Amel yang sudah tak paham dengan jalan pikir kedua temannya.
"Rel, makasih tadi udah nenangin gw sekarang lo boleh pergi kok! " usir Letha halus pada Farel yang menenangkannya tadi. Yah, lelaki itu bernama Farellio Vlorans, salah satu teman dekat Elvan.
Sepertinya Farel mendengar semua pembicaraan ketiga gadis ini terutama Letha yang berniat untuk merebut temannya, Elvan. Informasi bagus untuk teman-temannya namun kurang baik baginya. Tadi nangis kejer di pelukannya dan setelah tak dibutuhkan, diusir begitu saja? Sangat kecewa Farel sekarang dengan Letha. Selama Letha ingin curhat, dia selalu ada untuk gadis itu dan sekarang? Hahh, lucu ya! Jangan tanya lagi tentang Farel. Tentu saja dia langsung pergi tanpa pamit ataupun basa-basi.
Letha berubah!
Jangan lupa like, komen, vote, rate, gif🤗
>>><<<
Kayaknya banyak yang bingung ya kenapa Lesya bisa hamil? Oke author jelasin ya. Memang Lesya dan Elvan belum melakukan hubungan yang seharusnya dilakukan suami-istri pada umumnya.
Tapi jika masalah keturunan bukan kehendak ataupun tergantung dengan cekcok ranjang kan? Semua tuh takdir alias author sengaja buat alur begini.
Atau coba tanya sama orang tua kalian apa kalian ada karena hasil tarung setiap malam? Enggak semua kan? Author aja ada di dunia ini karena karunia yang dikasih Yang Kuasa bukan adu tenaga waktu malam. Kalau di dunia pernovelan emang author tahu biasanya belah duren dulu kan? Tapi genre di author ini cuman only one alias satu-satunya. Author gak mau sama kayak yang lain, wkwk..
Please, pahamilah author ini yang tak mau sama dengan yang lainnya. Because I just one in the world. Karena author cuman ada satu di dunia. Bedaa dong sama yang lain biar kece eakk~
__ADS_1
Oke segitu penjelasannya, sekian terimakasih buat yang baca, like, komen, gif, rate novel recehan author yang masih pemula ini. Love you all sekebon😘