Aleesya: My KetBok, My Hubby!

Aleesya: My KetBok, My Hubby!
57: Cemburu? Gak!


__ADS_3

Lesya masih tertidur di ranjang dengan pulas. Sementara Elvan sudah mandi bersiap sekolah. Dia menggeleng kepala saja melihat Lesya yang nyenyak tertidur.


Elvan sudah tak merasakan jika alerginya kambuh kembali. Namun, dia tetap membawa obat tersebut ke sekolah di tasnya.


Lesya yang masih asik tertidur, tiba-tiba saja merentangkan cara tidurnya. Elvan melirik sekilas dan kembali fokus ke jadwalnya saat ini.


"Hoaamm... Jam bera--- " Lesya terduduk dan melirik Elvan yang sudah siap dengan tas di pundaknya.


Elvan masih sibuk memakaikan jam tangan di pergelangan tangan kirinya. Lesya menunjuk Elvan dari atas hingga bawah kaki.


"Lo udah sehat? " Elvan menoleh ke arah Lesya, "Menurut lo? " ucapnya seraya mengambil jaket almamater dan memakaikannya.


Lesya segera bangkit setelah melirik jam dinding yang ada. Tak butuh waktu lama Lesya sudah siap dengan penampilan nya.


Rambut acak-acakkan, baju tak dimasukkan, dasi belum terpasang, celana seragam lelaki tentunya. Dia kini lebih nyaman memakai celana dibandingkan rok.


Elvan menatap Lesya tajam, "Pasang dasi! Masukkin baju! Sisir rambut lo! "


"Gak mau! Gw lebih suka kayak gini! Perfect" tolak Lesya mentah-mentah.


elvan mendekat ke arah Lesya. Lesya yang melihat itu menjadi waspada sendiri. Perlahan dia mundur ke belakang hingga mentok tembok.


"M-mau a-pa lo? " gugup Lesya.


Elvan meletakkan dagunya di leher Lesya. Dia meniup telinga Lesya kecil. Lesya sendiri merinding merasakannya.


Elvan sengaja memancing Lesya dengan cara seperti itu. Dia ingin melihat reaksi Lesya. Benar saja Lesya langsung kicep merasakannya.


"Pan, minggir! Geli tau" cicit Lesya merinding. Bukannya melepaskan, justru Elvan malah meniup kembali telinga Lesya.


Jarak mereka kini dekat. Dapat dikatakan sangat dekat. Lesya memberanikan diri untuk mendorong Elvan.


Namun, dengan cepat Elvan mengangkat tangan Lesya dan menempelkan nya di tembok. Lesya menutup matanya erat-erat. Kayak balon aja :'v


Elvan tersenyum tipis melihat Lesya yang kicep. Bahkan dia bisa merasakan jika detak jantung Lesya berdetak cepat. Jelas, ini pertama kali baginya!


Lesya membuka matanya dan melotot setelah dirinya merasakan hembusan angin lagi dari Elvan di wajahnya.

__ADS_1


Fyuuhh!


Elvan menyinggungkan senyumnya miring. Lesya yang melihat senyum miring Elvan bergidik ngeri.


Ingin rasanya dia menghilang dari pandangan Elvan. Jangankan menghilang, memberontak saja rasanya sulit.


Tubuhnya ingin menerima perlakuan demi perlakuan dari Elvan. Bahkan hatinya juga patuh saja menerimanya.


Berbeda dengan otaknya yang mau memberontak. Sksk, perbedaan yang rumit! Entah apa yang Lesya pilih.


Lesya menghela nafas panjang, "Pan lepasin, WHAAT! UDAH JAM 7!!! " panik Lesya berpura-pura.


Elvan melihat jam ditangannya. Beruntung satu tangannya yang menahan Lesya, "Lo pikir lo bisa kabur? "


Lesya menyengir kikuk, "Lepas ya pan" rengek Lesya sengaja mengimut-kan suaranya dan wajahnya.


Elvan menatap Lesya. Dia tahu jika keimutan itu hanya akal bulus Lesya saja. Dia mendekatkan wajahnya hingga hidung mereka bersentuhan.


Lesya sedetik terkesima dengan mata hitam pekat milik Elvan. Bahkan bulu matanya melentik panjang.


Begitu juga dengan Elvan. Bulu mata Lesya yang hitam lentik dan netra mata Lesya yang bewarna cokelat murni. Tapi dia bersikap biasa saja.


Elvan melepaskan Lesya. Dengan cepat Lesya menyisir rambutnya walau acak-acakkan. Begitu pula dengan dasi dan bajunya yang dimasukkan.


Elvan menghela nafas panjang. Dia berjalan terlebih dahulu ke luar diikuti Lesya yang menyusul di sampingnya.


Elvan menarik celana belakang Lesya ke atas karena merasa tak rapi. Lesya memukul lengan Elvan setelah selesai.


"Gak sopan! " Elvan tak peduli. Dia berjalan ke halaman depan dan mengendarai motor sport nya ke sekolah.


Dia bahkan lupa jika motor sport kesukaannya masih tertinggal di sekolah. Yap! Itu motor kesukaan Lesya yang kelima dia beli dengan usahanya sendiri.


...~o0o~...


Lesya, Luna dan Leon berada di kantin. Baju Lesya sudah keluar kembali. Rambutnya kembali acak-acakkan lagi.


Mereka berbincang dan bercanda di kantin seraya mengistirahatkan otak mereka yang lelah belajar.

__ADS_1


"Sya, ngapa diberhentiin pencariannya? " Lesya menoleh ke arah Leon, "Gw mau fokus sama masalah gw aja kali ini"


Leon mengangguk saja. Dia juga mau masalah Lesya cepat selesai. Luna yang tak mengerti apa-apa angkat suara, "Ngomongin apaan? "


"Ngomongin gimana caranya gw punya pacar! " Luna memutar bola matanya malas, "Pacar mulu lo! Belajar dulu baek-baek baru pacaran"


"Iri amat lo Lucinta Luna! " Luna mengepalkan tangannya ke atas wajah Leon. Leon memasang wajah sok takutnya, "Ampun mba, sensi amat"


Luna tak menganggapi ucapan Leon. Dia melirik isi kantin dan pandangannya bertemu dimana Lisa makan bersama Elvan dkk.


"Sya, liat noh" tunjuk Luna dengan dagunya. Lesya dan Leon menoleh ke arah yang ditunjuk Luna.


Lesya memicingkan matanya. Dia melihat dimana Lisa duduk dan bercanda dengan Ken dan Valen.


Luna menyenggol siku Lesya, "Cemburu ya? " Lesya menggeleng. Memang dia tak cemburu. Apa yang perlu di cemburuin? Dia tak merasakan itu sama sekali.


"Gw bisa bantu lo. Itupun kalo lo mau! " Lesya menggeleng. Dia yakin rencana Leon pasti aneh, "Gak usah, gw gak cemburu kok"


Luna memicing. Dia tak melihat wajah bercanda di wajah Lesya, "Lo yakin? "


Lesya mengangguk, "Kalo Vannya agak kesel sih karena dia pamer gak jelas ke gw! Kalo Lisa enggak tuh, gw B aja"


Luna terus menggoda Lesya, "Yakin gak cemburu? " Lesya menggeleng yakin.


"Berarti lo belom ada rasa kali! Coba lo buka hati buat Elvan. Apalagi kalian udah sah! " pelan Leon.


Lesya mencerna nasihat Leon, "Gw gak mau terlalu dalam takot jatoh trus sakit! Gw gak mau itu"


Luna yang tadi nya cerewet plus pemanas suasana, berubah menjadi sosok yang dewasa. "Kalo lo terlalu dalam, coba lo bikin dia nyaman plus jatuh juga sama lo"


Lesya berdiri dan menempelkan punggung tangan nya di jidat Leon dan Luna, "Gak panas kok"


Luna kembali dengan sikapnya yang semula, "Lo pikir kami gil*?! " Lesya dengan polos nya mengangguk.


"Ya elo pada sih! Masih sehat kan? Ngapain nyuruh gw jatuh cinta sama dia? " sewot nya kembali duduk.


Luna memayunkan bibirnya, "Elo sih sekali-kali dong tau what is love?! " Lesya tak menanggapi ucapan Luna.

__ADS_1


Mereka kembali berbincang dan melanjutkan jam istirahat mereka. Sesekali mereka menggosipkan orang lain seperti Vannya!


Jangan lupa like, komen, vote, rate, gif🤗


__ADS_2