Aleesya: My KetBok, My Hubby!

Aleesya: My KetBok, My Hubby!
251: Putus?


__ADS_3

Seorang pemuda tampan berjalan di area bandara dengan koper yang dibawakan oleh bawahannya. Dia menyungkirkan senyum smirknya seraya mengepalkan tangannya erat. Matanya memerah menahan marah bagaikan bola matanya siap mengeluarkan api. "I comeback sayang! " gumamnya.


Tanpa sengaja seorang pemuda tampan itu berjalan santai melewati satu pemuda remaja tampan di sana tanpa melihat siapa orangnya. Dikarenakan wajahnya tak tertutup apapun, dengan dingin pemuda remaja itu berbalik dan menatap tajam kepergian seorang pemuda itu. "Heh! " sinisnya berjalan menuju tempatnya.


Kita tinggal dahulu pemuda tampan itu dan beralih kepada pemuda remaja yang berjalan menghampiri Alam. Iya, Alam dan pemuda remaja itu Elvan! Mereka sudah kembali tanpa memberitahu siapapun mengenai kepulangan mereka.


Dan tadi Elvan tak sengaja menemukan pemuda yang tak lain adalah Vion. Iya, itu Vion! Menurut logika Elvan, kepulangan Vion dari Amerika adalah untuk membalas dendam padanya dan Lesya. Sepertinya, Vion sendiri tak menyadari keberadaan dia tadi.


"Dek, udah? " tanya Alam beranjak berdiri. Elvan mengangguk singkat saja. Karena tujuh hari ini mereka bersama-sama membangkitkan kembali anak perusahaan Group Grey, mereka sedikit akrab saat ini layaknya kakak beradik. Mereka juga sudah memberitahu jika mereka akan sedikit lebih lama karena urusan mereka di negeri orang belum selesai.


Alam dan Elvan berjalan menuju arah parkiran dan menunggu mobil jemputan mereka datang. Tiba-tiba Alam mengingat dan justru bertanya dengan anehnya. "Sekarang tanggal berapa? " tanyanya.


"Delapan belas! " jawab Elvan singkat. Alam menepuk jidatnya pelan. "Kok gw bisa lupa gini sih! Hari ini tuh hari ulang tahunnya Lesya yang kedelapan belas tahun! " ujar Alam. Elvan menoleh dan kembali bertanya pada Alam. "Delapan belas tahun? " tanyanya.


Alam mengangguk kecil. "Dulu jarang sih Lesya ngerayain ulang tahunnya! Jangankan ngerayain, nginget tanggal lahirnya aja kagak! Gw yakin itu bocah diem-diem bae di sono! Kita sih pernah rayain ulang tahun Lesya tapi selalu gagal karena adanya tawuran antar gengster gitu! " jelas Alam.


Elvan mengangguk paham mendengarnya. Dia juga baru saja mengingat jika hari lahir Lesya yang tak lain adalah saat ini juga. Mengapa dia dapat melupakan hal itu? Apa karena ini salah satu efek tumpukan berkas? Haiss, sama sekali tak elite untuk jati diri seorang Elvan!


Tiba-tiba terlintas di benaknya tentang apa yang harus dia lakukan. Tak lama Revan datang untuk menjemput mereka. Berbeda arah sebenarnya hingga Elvan memilih menaiki taxi yang lewat di sana.


~o0o~

__ADS_1


Setelah pesan dari Elvan, Lesya benar-benar melakukannya karena dirinya tak ingin bertengkar akhir ini. Dia ingin merasakan suasana hatinya yang sedang tenang akhir ini. Dan ini adalah ketujuh harinya setelah kepergian Elvan dan Alam ke Amerika mengurusi perkara bisnis.


Lesya yang lagi-lagi kembali telat, memanjat pagar lalu duduk di belakang pohon rindang yang ada. Dia mengibaskan rambutnya karena gerah dari cahaya sinar matahari. "Aelah, gerah amat sih?! Mana gw tadi gak makan, gak minum asal trobos! " gumamnya.


Memang tadi saat hendak berangkat ke sekolah, Lesya dengan cepat pamit dengan Mayang dan pergi begitu saja. Bahkan kotak nasi yang disiapkan Mayang untuk Lesya sama sekali tak dibawanya. Alasannya? Sudah pasti masalah waktu yang lewat dari jam pelajaran!


Letha? Dia tak membawa kotak nasi karena kelupaan dan dia juga sudah berangkat lebih awal tanpa membangunkan Lesya. Lisa? Dia sudah kembali ke rumahnya sejak 2 hari yang lalu karena orang tuanya tentunya sudah kembali.


Dan Elena masih tinggal bersama Mayang dan Angga sesekali dia mengunjungi rumah mertuanya saat memiliki waktu luang. Masih tak ada situasi mencekam yang terlihat suram akhir ini. Namun akhir ini dia melihat dan menyadari jika raut wajah Leon dan Lisa saja yang berbeda dari biasanya. Hanya itu saja keanehan yang terlihat!


Tak hanya itu saja yang terjadi. Namun, seharusnya kerja bakti sekolah Gregus dilaksanakan tepat kemarin hari. Karena ketidakhadiran Elvan di sana, membuat banyak kaum hawa menolak mentah-mentah acara itu.


Guru-guru sekolah sudah angkat tangan mendengar demoan mereka. Alhasil acara diundur hingga ketua OSIS kebanggaan mereka kembali. Sksk, rupanya guru-guru sekolah tertekan mendengar demoan kaum hawa yang menolak kerja bakti!


"Ini udah tujuh hari tapi gak balik-balik ya tuh bocah? Eh, kok gw jadi kangen gini ya? Apa ini efek karena gw udah terbiasa sama sikap ketbok? Hisss tau lah, pusing gw mikirinnya! " gumam Lesya.


Ting!


Itu bukan notifikasi ponselnya namun suara tanda pengingatnya. Lesya dengan cepat mengambil ponselnya dan melirik layar ponselnya. "Nj*rr kok gw bisa lupa ya nanti jam 12 malam Letha ulang tahun? Enaknya, beli kado apa ya? Eum, cake vanila kesukaan dia aja deh! " ucap Lesya menepuk jidatnya.


Pengingat!

__ADS_1


12 malam tanggal 18 akan segera tiba!


Siapkan waktumu!


Setelah membaca pengingat itu, Lesya bersiul kecil dan tertidur dengan posisi duduk bersenderan dengan pohon. Pagi yang indah dan cocok untuk seorang Lesya tertidur di sekitar rerumputan dan di bawah pohon yang rindang.


Kringgg!


Karena mendengar bell sekolah yang nyaring membuat Lesya terbangun dengan wajah jengkelnya. "Ck, gak bisa apa nunggu gw tidur beberapa menit gitu?! Bod*lah, mending gw makan di kantin! Laperrr... " gumam Lesya.


Berjalan menuju kantin, Lesya menangkap sosok Luna yang duduk menatap kedua raut wajah Leon dan Lisa saat telah tiba. Dengan cepat, dia menghampiri dan duduk menatap raut wajah Leon dan Lisa yang terlihat lesu. "Oy, kalian berdua kenapa? " tanya Lesya.


Lisa dan Leon hanya menggeleng kecil. "Gw ke toilet bentar! " kata Leon beranjak menuju toilet. Setelah kepergian Leon, akhirnya Lisa angkat suara dan bercerita. "Bokap gw gak restuin gw sama Leon! " lirihnya.


"HAAAHH?! "


"Gw juga diancam bokap gw untuk milih putus sama Leon atau gw gak dianggap anak sama dia! " kata Lisa lagi. Lesya mengangkat satu alisnya bingung. "Wait, gw gak paham maksud lo! Emang alasan bokap lo nyuruh kalian putus apa? "


"Gw ketangkap basah hampir mau sama Leon di mobil sama bokap gw! " lanjut Lisa. Luna memutar bola matanya malas. "Heh Lis, itu pun karena ada alasan ya! Wajarlah beg*! Apalagi kalian belum sah! " kata Luna jengah.


Lisa berdecak malas. "Masalahnya ya bokap gw ngehina dia! Gw kan gak enak jadinya! " malas Lisa menyembunyikan wajahnya dimeja makan. "Baru juga LDRan udah disuruh putus! Kan gw gak mau! " tambah Lisa.

__ADS_1


"Menurut gw ya, lo diem aja sekarang! Em, bukan nyuruh putus tapi ya... Kalau jodoh pasti nyatu balik kok! " ucap Lesya diangguki Lisa. "Iyain dah! "


Jangan lupa like, komen, vote, rate, gif🤗


__ADS_2