
Suara dari Valen mampu membuat Felicia terhenti di tempatnya. Niat hendak kabur terhenti karena Valen, Elvan, Lisa dan Luna sudah lebih dahulu berada di depannya. "Apa lo yang naro box tadi di sini? " tanya Luna.
Felicia masih diam tak menjawab. Selain kenal dengan Lesya, Felicia juga kenal dekat dengan Luna bagaikan kakak beradik. Namun sekarang beda cerita! Semua berubah begitu saja karena sikap Felicia sendiri yang berubah. Dan Felicia sadar akan hal itu! Dia memiliki satu alasan karena berubah yang entah apa itu.
"JAWAB GW KAK?! "
Felicia memejamkan matanya. Mulutnya sulit untuk bicara karena dia tak ingin menyakiti perasaan Luna. Dapat disebut jika Felicia memang benar-benar sayang dengan Luna. Sementara Luna sendiri, dia tak percaya jika hal ini karena ulah Felicia. Dia tahu jika Felicia tak ingin terlibat masalah gelap begini. Bagaimana Luna tahu? Tentu saja tahu! Felicia pernah diajak gabung oleh Lesya masuk ke dalam gangster Lion Claws namun dia menolak mentah-mentah tawaran Lesya dengan alasan jika Felicia takut memegang senjata ataupun menyerang orang lain secara langsung di tempat penyerangan.
"Kalau iya kenapa? " Akhirnya Felicia menjawab walau tak sesuai dengan pernyataan. Tentu saja Luna dan Lesya tak percaya dengan pernyataan itu. Lisa yang terlanjur emosi mengancangkan tangannya keatas hendak menampar Felicia keras namun salah sasaran.
Plaakkkk!
"LISA?! " Valen dan Luna serempak menghalangi Lisa yang hendak kembali emosi. Leon, Frans dan Ken yang baru saja kembali dengan cepat menghampiri mereka. Sementara Lesya memegang pipinya yang terasa panas memerah akibat dia sendiri yang menghalangi Lisa agar tak menampar Felicia. "Sstt! "
Leon menarik Lisa ke dalam pelukannya agar menenangkan gadis itu sementara Felicia beralih melihat Leon. Dikarenakan Leon menggulungkan tangannya se-sikut membuat Felicia fokus dengan tulisan kata di tangan Leon. Onrm!
Melihat arah pandang Felicia, dengan cepat Luna menutup pemandangan dengan berpura melihat tangan Leon yang sedikit berdarah. "Lah lo ngapa tangan lo Yon?! Kok berdarah sih?! " cemas Luna.
"Gw gak papa kali! " jawab Leon.
__ADS_1
Luna berdecak malas dan dengan cepat menarik Leon dan Lisa ke arah UKS dan meninggalkan kerumunan itu. "Ikut gw kalian berdua! " ucap Luna lalu pergi dari sana dengan menggandeng kedua temannya. Matanya berbalik melihat ke arah Lesya seolah memberi kode lalu benar-benar pergi dari sana.
Lesya yang melihat hanya mengangguk saja lalu menarik Felicia agar menatap dirinya. Pipi merahnya dia abaikan sementara Elvan menyuruh semua teman-temannya menenangkan siswa-siswi yang mulai berteriak histeris tak tahu apa yang terjadi hingga terdengar ke halaman belakang. "Valen di sini sama gw sementara sisanya tenangin anak-anak lain! " ucap Elvan diangguki mereka serempak.
Hanya ada Felicia, Lesya, Elvan, dan Valen saat ini. Lesya perlahan memicingkan matanya ke arah Felicia. "Bukan lo kan pelakunya kak? " tanya Lesya lagi. Felicia dengan santainya menggedikkan bahunya acuh. "Enggak tau tuh gw! "
"Jubah merah strerofoam hitam lo pikir gw beg*?! Strerofoam tadi ada bekas warna birunya kali! Dan terbukti dari sepatu lo yang datar sementara jejak kaki yang gw temuin di tempat box tadi agak melengkung! Bener kan? " ucap Lesya datar menjelaskan secara rinci pengamatan menurut logikanya.
Memang benar jika sepatu yang digunakan Felicia datar sementara jejak kaki yang ditemukan di asal box tadi agak melengkung. Sementara strerofoam yang melapisi bom merah panjang itu sedikit kebiruan sementara Felicia sedikit kehitaman. Elvan dan Valen saling berpandangan dan mengangguk setuju dengan logika pengamatan Lesya.
"G-gw. . . Itu emang gw yang lakuin kenapa? Gw yang palsuin warna birunya dan gw baru aja ganti sepatu yang lebih datar! " jawab Felicia berusaha mengelak.
"Udah tau lo gak salah, ngapa jadi ngaku? Mana ada maling ngaku karena takut sama penjara! Dan lo? " ucap Valen merasa aneh. Felicia mengepalkan tangannya dan mengambil sesuatu benda di sakunya lalu melempar ke arah wajah ketiga manusia itu. Dia tak ada pilihan lain selain ini! Semoga saja dia berhasil melarikan diri! Pikir Felicia.
Lesya menutup matanya dan meraba sampingnya. Matanya terasa perih karena lemparan pasir dengan sedikit tiupan udara. Begitu juga dengan elvan dan Valen yang merasakan perih di mata mereka. "Shitt, dia kabur! " gumam Elvan.
Brukk!
Valen kehilangan keseimbangan bagitu juga dengan lesya. Lesya menubruk kearah Elvan dan terjatuh tepat di atas dada Elvan. Alhasil Elvan juga jatuh dibawah Lesya walau dalam keadaan sadar. Sebenarnya, Elvan sudah mengira jika Felicia akan begitu menurut indra feelingnya yang benar-benar kuat. Dan dia juga berhasil menutup matanya dengan tangannya hingga hanya sedikit saja yang terkena lemparan pasir Felicia.
__ADS_1
Brukk!
"Hufft! " Elvan bernafas lega dan melirik ke sampingnya. Efek dari lemparan pasir Felicia sudah menghilang. Dan tiba-tiba saja Frans, Ken dan Farel datang mendekat. "Oy Vano! Ini Valen sama Lesya ngapa? " tanya Ken berjalan mendekat.
"Lo gak papa Van? " tanya Farel dibalas gelengan kepala Elvan. Dengan cepat Elvan menopang tubuh Lesya yang di atasnya dan menggendongnya ala bridal style. Sementara Valen dibopong oleh Ken dan Frans. "Rel-rel ambil kunci mobilnya di kantongnya! " ucap Frans diangguki Farel yang mengambil kunci mobil Valen dan berlari ke arah parkiran.
Elvan membawa Lesya ke arah mobil dan meletakkannya di kursi samping kemudi. Setelah memasangkan seatbelt dan merasa aman, Elvan berjalan ke arah kursi kemudi dan menyalakan mesin berjalan keluar dari area sekolah.
Saat hendak memasuki area apartemen dan memarkirkan mobil, tiba-tiba saja Lesya terbatuk membuka matanya perlahan. "Uhuk! Huk! " Sontak saja Elvan menoleh dan mengambilkan botol minum untuk Lesya. "Pelan-pelan! " Lesya hanya mengangguk dan meneguk langsung botol minum sodoran dari Elvan.
Lesya bernafas lega setelah menyegarkan tenggorokannya yang kering. "Ah, lega! " Elvan memejamkan matanya sejenak dan menatap Lesya. "Masih bisa jalan kan? "
Mata Lesya menatap tajam ke arah Elvan. "Lo kira gw lump*h?! " kesal Lesya. Elvan hanya menggedikkan bahunya saja. "Mending jalan-jalam gek kemana gitu? Gak ada kerjaan gw sekarang sekalian nyari hiburan buat nenangin pikiran! " lanjut Lesya diangguki oleh Elvan. Toh mereka juga sudah selesai kerja bakti.
~o0o~
Lesya yang sudah di tiba di salah satu mall terbesar di sekitar-sekitar jakarta perlahan hendak turun namun dihentikan oleh Elvan. "Ehh, tunggu! " Alis Lesya berkerut bingung karena justru Elvan berlari kecil memutari ≤180° membuka pintu mobil yang dia tempati.
Ceklek!
__ADS_1
"Silahkan tuan putri! " ucap Elvan tersenyum simpul mengulurkan tangannya ke arah Lesya. Lesya hanya menerima saja walau dirinya bingung dengan maksud Elvan. "Apaan sih lo? Lebay tau gak! " malu Lesya karena ini pertama kalinya dia diperlakukan begini oleh Elvan. Bahkan lelaki manapun tak pernah melakukan hal yang selebay ini.
Jangan lupa like, komen, vote, rate, gif🤗