Aleesya: My KetBok, My Hubby!

Aleesya: My KetBok, My Hubby!
277: Ragu!


__ADS_3

"Bu bos muka mu! Panggil kayak biasanya aja kali, lebay gitu mah! " malas Lesya. Luna mengangguk setuju dan dengan tampang sedikit songongnya, dia angkat suara. "Tau lo Len! Lagian kalau lo manggil echa bu bos, ya kali gw manggil temen lo ini pak bos? " ucap Luna.


Luna melirik kecil dan beralih tersenyum kikuk melihat raut wajah Elvan yang tajam. Dengan cepat dia berbisik kecil tepat di telinga sang sahabat seolah anak yang sedang mengadu pada ibunya. "Suami lo serem ya Sya! Kuat lo ngadepin dia begini tiap hari? " adu Luna berbisik.


"Udah kebal kali gw ngadepinnya! " bisik Lesya membalas seraya terkikik kecil.


Seolah tahu apa yang dibisiki, Valen tertawa sumbang hingga membuat yang lainnya menoleh ke arahnya. "Ahaha.. Takut lo sama si Vano? Emang gitu dia orangnya, nakutin tapi baik kok! " ucap Valen sedikit berbisik setelah di akhir kalimatnya karena tak ingin terdengar oleh yang dibicarakan.


"Kalau mau gosip di belakang orangnya! " peringat Elvan mengetuk meja kecil yang ada. Lesya hanya menoleh dan menarik bibir Elvan agar membentuk senyuman dengan kedua tangannya. "Ya abisnya lo jarang banget senyum! Nakutin orang tau gak? Nih, senyum-senyum gek! "


Pruwtt!


Ken tersedak-sedak air minumnya melihat pemandangan itu. Apalagi Lesya yang dengan santainya menyuruh seorang bos besar bagian dunia bawah alias gengster terkenal tersenyum. Ditambah dengan pandangan mereka yang mengarah pada Lesya yang sedikit bersentuhan dengan kaki Elvan. Wow, impossible! Hanya Lesya lah yang dapat melakukan hal ini. Terlebih melakukannya kepada Elvan tanpa dosa!


Elvan tersenyum paksa walau hanya ditunjukkan kepada Lesya saja lalu beralih mengalihkan pandangannya ke arah lain. Tak biasanya dia akan tersenyum walau terpaksa begitu di hadapan banyak teman-temannya. Dia hanya terbiasa dengan Lesya saja menurutnya.


Lesya mencibir kecil dan menepuk pundak Elvan sekali. "Akh, gak seru lo! Giliran nyoba rumus pythagoras lancar sedangkan senyum dikit doang macet! " malas lesya lalu kembali duduk seperti semula. Gadis itu masih tak sadar jika teman-temannya terdiam karena dirinya. "Woyyy, diem bae! Kesambet ya lo pada! "


"Kesambet sama ketidaksadaran seorang queen gengster! " lirih Valen. Lesya memutar bola matanya malas. "Lebayy! "


~o0o~


Semua orang berkumpul di sekitar api unggun kecuali Letha dkk yang izin ke toilet sejenak baru saja. Elvan sebagai ketua dari Tiger Wong perlahan beranjak berdiri dan memulai pidatonya. "Buat semuanya saya sebagai ketua dari TW mengucapkan terimakasih banyak buat yang hadir dan meluangkan waktu kalian untuk mengikuti acara anniversary ini sekaligus perayaan kerjasama TW dengan gengster LC! Semoga kedepannya hubungan interaksi sesama gengster kita berjalan mulus tanpa pemutusan dari salah satu pihak, sekali lagi saya ucapkan terimakasih untuk waktu luang kalian yang mengikuti acara ini, have fun gays! "


Prok.. Prok.. Prok..


Suara tepukan tangan terdengar menyoraki pidato dari Elvan. Tak lama dari sana Letha dkk datang ke tempat perkemahan itu. Mereka dengan cepat duduk di bangku yang masih kosong dan menyimak saja. Leon yang melihat sekelilingnya sudah terkumpul beranjak berdiri di tempatnya. "Oke gays, sebagai perwakilan dari geng gw, biarkan gw jujur dari lubuk hati gw yang paling dalam! "

__ADS_1


"Lebay huu.. " ledek Luna. Leon berdecak malas mendengarnya. "Mau ribut jangan sekarang, nanti dah gw ladenin! Sekarang gw lagi serius nih! " malas Leon.


"Yowes lanjut atuh, "


Leon menghela nafasnya sejenak sebelum angkat bicara lagi. Perlahan lelaki itu kembali duduk di tempatnya menatap indah langit malam. "Jujur, gw dulu yang terlantar mirip orang gemb*l sama sekali gak nyangka bisa terawat begini. Gw inget dimana gw dilatih mengubah sikap gw yang pemalu jadi seberani ini. Pertama-tama gw terimakasih buat bang Cakra, bang Alam, Luna juga Lesya karena mau nerima gw di anggota keluarga geng kita, mau nerima segala kekuarangan gw, tempat gw berdiri, tempat gw melihat dunia, tempat gw curhat, bahkan kalian anggap gw sebagai keluarga bagi gw! Gw berharap semoga kita selalu begini hingga takdir yang memisahkan kita nanti! "


Lesya, Luna, Cakra, dan Alam hanya tersenyum tipis mendengarnya. "Aaa, kok melow gini sih! " lirih Luna menopangkan wajahnya di tangannya. Cakra yang berada di sebelah Luna merangkul pundak Luna. "Dengerin aja gih dulu! " bisiknya.


"Dan yang kedua, gw makasih banget karena Tuhan udah nyediain buat gw gadis yang gw cinta, yang gw idaman dan yang gw jaga. Gw gak nyangka banget kalau takdir gw begini. Dulu gw putus asa tapi waktu gw liat dan sadar banyak orang yang jauh lebih besar masalahnya dibandingkan gw, buat gw kembali bangkit dari segala masalah gw. Buat orang yang bernama Elisa Vellyna Grizi, aku harap kalau kamu memang takdir aku, kamu mau nerima segala kekuarangan aku sama kayak keluarga yang aku punya. Aku gak janji bakal terus ada karena semua ada di tangan yang di atas. Tapi kalau kamu memang bukan takdir aku, aku cuman mau kamu hidup bahagia walaupun tanpa aku nanti! " lanjut Leon beralih menatap Lisa dengan senyuman manisnya.


"So sweet! " ucap Elena.


"Huu.. Adek gw udah dewasa nie ceritanya! " ledek Cakra. Leon berdecak malas mendengar banyak sorakan yang terdengar menyebut namanya. Sementara Lisa hanya tersipu malu sekaligus salah tingkah mendengarnya. Dia mencoba menetralkan wajahnya dan bersikap biasa saja. "Kalaupun takdir gak nyatuin kita, gw bakal berdo'a supaya kebucinan kita tuh gak sia-sia! Enak aja main misahin padahal udah serius gini! " balas Lisa.


"Huuu.. Bucin huu.. " sorak Luna setengah meledek.


"Jangan iri jangan dengki! " sahut Lesya.


"Gak tau lah gw males, lanjut dah gw mau ajak pacar gw jalan-jalan! Jangan iri woe ya! " final Leon lalu beranjak mengajak Lisa berjalan-jalan. Elena terkikik lucu dan memperingati Leon. "Woe hati-hati lo ya! Sepupu gw jangan diapa-apain! "


"Siap calon kakak sepupu! " balas Leon.


Kepergian kedua pasangan itu membuat mereka kembali dalam aktivitas masing-masing. Lesya yang malas begitu saja akhirnya beranjak dan berjalan-jalan di sekitar kemah itu. Beruntung sepanjang jalan sudah dipasang lampu di sekitarnya sebagai tanpa ke arah kemah mereka.


Grebbb! Puk!


"Au! " ringis Lesya karena tak sadar jika dirinya sudah terpentok ke salah satu pohon. Dia berdecak malas melihat pelakunya yang tak lain adalah Elvan. "Aelah, ngagetin bae lo! " sebal Lesya.

__ADS_1


Elvan melepaskan tangannya yang memegang tangan Lesya. Meletakkan tangannya di saku, lelaki itu menatap serius Lesya. "Ngapain malem-malem keluyuran gini? Kalau lo kenapa-kenapa gimana? " tanya Elvan. Pasalnya Lesya sangatlah keras kepala jika dinasehati. Semakin dilarang, semakin keras kepala gadis itu. Membuat pusing saja!


"Kan ada lo, hehe.. " jawab Lesya enteng menyengir kuda. Elvan hanya geleng kepala saja dan menggenggam tangan Lesya. "Kalau gw gak ada gimana? Mau lo hilang atau kesasar di sini? " tanya Elvan.


Lesya mengangkat pegangan tangannya dan Elvan lalu menunjukkan gelang tangannya. "Nih ada gelang ajaib! " ucap Lesya. Elvan memutar bola matanya dan mengacak rambut Lesya gemes. "Yaudah, sini gw ajak lo ke satu tempat adem di sini! " ajak Elvan digelenggi oleh Lesya.


"Gak akh, gw cape yang ada di suruh keliling mulu! Udah tau nih kaki rada sakit kesleo! " tolak Lesya. Elvan berhenti dan berjongkok kecil di depan Lesya. "Bilang aja mau gendong, sini! " kata Elvan.


Lesya tersenyum kecil dan perlahan naik ke dalam gendongan lelaki itu. Setelah naik ke punggung Elvan, tentu saja perlahan Elvan bangkit dan berjalan menuju tempat yang hendak dia tujui.


Tanpa mereka sadari, Letha yang hendak mengikuti Elvan entah kemana melihat dari jauh interaksi sang kakak dan lelaki idamannya. Dia sangat iri! Mengapa dirinya yang mengejar tak mendapat? Sementara Lesya yang tak mengejar melain menyebalkan justru mendapat!


"Gw ragu kalau mereka cuman sekedar tetanggaan! Mentang-mentang kakak suka tinggal di rumahnya Luna jadi dekat gini sama Elvan bahkan keluarganya! " lirih Letha mengusap pipinya yang sedikit basah. "Kapan gw begitu? Gw pengen! " lanjutnya lalu berjongkok menangis di tempat itu.


>>><<<


Hai semua, yang komen kapan Letha tau hubungan ketos kita—Elvan sama bad girl kesayangannya—Lesya, harap ditunggu ya karena buat alur yang cocok untuk sikap Letha itu lumayan susah buatnya. Ditambah novel ini sebenarnya mengisahkan banyak tantangan yang dilalui Lesya. Jadi kemungkinan besar ending ceritanya masih lama.


Pemikiran author tuh bukan sekedar episode yang sudah 200an tapi belum nemuin kebahagiaan. Tapi alurnya yang dibuat memang begini. Sebenarnya author tuh mau beda dari author lainnya yang buat episode langsung jatuh cinta gitu. Enggak, author mau carita ini tuh masalah hati perlahan-lahan bukan asal jatuh cinta. Author butuh proses yang berkualitas buat novel ini. Dan target pemikiran author pengennya novel ini mungkin 300an atau enggak 400an episode. Keren gak sih? So, jangan komen yang enggak-enggak ya tentang author😩


Kalau kalian mau komen yang menggambarkan kekesalan sama Letha atau tokoh lainnya di novel ini author gak masalah. Tapi kalau komennya yang ngehina author banget tuh author gak bisa nahan. Sebenarnya author itu orangnya sensitif banget. Senggol author dikit langsung baku hantam!


🗣️Kok langsung baku hantam sih thor?


Iya author tuh udah biasa hidup dengan didikan keras. Jadi author orangnya juga keras kepala sama kayak Lesya hehe.. Tapi gak nyampe bangun gengster ya gays🤪


Makasih buat yang setia baca novel author ini. Jangan lupa sekalian nitip jejak di novel sebelah biar rame. So, jangan pelit pelit buat mampir ke sebelah. Author gak maksa sebenarnya tapi buat yang penasaran masa lalu Mila, mami Lesya bisa mampir ya gayss.

__ADS_1



Makasih sekali lagi buat dukungannya. Makasih juga yang udah mau baca curhatan author, hehe... Tapi sebelumnya jadwal update diubah sesuai author. Karena akhir-akhir ini author punya masalah/kendala pribadi. Sekian dari author cantik yang imut tiada tara, see u gayss😘


__ADS_2