
Lesya hanya diam saja. Apa dia harus jujur kah? Namun dia tak ingin membuat Letha sakit hati dengan kenyataan. Tiba-tiba saja tangan Letha yang memegang pergelangan Lesya terlepas. Itu, Elvan!
"Dia ke apart gw, kenapa? " tanya Elvan balik merangkul pinggang Lesya. Lesya membulatkan matanya sekaligus menatap tajam Elvan. "E-enggak serius! Gw tadi cuman ke-keluar doang nyari angin hehe... " kikuknya.
Tatapan Letha memicing tak percaya. Dia menarik Lesya ke belakangnya agar tak dekat-dekat dengan Elvan. Apalagi bersentuhan kulit begitu! Dia saja tak pernah mengalamin hal itu bersama Elvan.
"Terus maksud dari kak Elena apa? Kok dia manggil adik ipar sama lo kak? " tanya Letha. Lesya yang terlepas dari rangkulan Elvan hanya terdiam saja. Apa ini waktu yang tepat untuk menjawab semua?
"Ha? M-masa sih? Lo mungkin salah denger kali! Kak Elen tuh manggil gw sister kok! Iyakan Pan? " tanya Lesya menatap tajam ke arah Elvan.
Di saat Elvan hendak menjawab jujur dengan gelengan kepalanya, dengan cepat Lesya menginjak kaki Elvan keras dan tersenyum manis. Sedikit merintih sakit, Elvan hanya mengangguk saja. "A-au.. Iya bener! " jawab Elvan.
Letha hanya melipat tangannya di dadanya seolah tak percaya. "Tetap aja gw gak percaya! Udah lah gw mau tidur bye! " pamit Letha mencebik dan berjalan menghentakkan kakinya menuju arah kamarnya.
Lesya menghela nafasnya lega dan menatap tajam ke arah Elvan. Mereka saat ini berjalan sambil mengobrol menuju kamar mereka masing-masing. "Heh, bisa gak sih jangan ember! Gw gak mau ya tanggung jawab kalau rahasia kita kebongkar! Yang ada nanti Letha jauhin gw! Gak tau apa gimana rasanya?! " kesal Lesya.
Elvan menggeleng singkat saja. "Enggak tuh! " jawabnya tanpa dosa. Lesya mengacak rambutnya frustasi menghadapi Elvan. "Tauk akh! Kan, udah gw duga Letha ngunci kamar! Gara-gara lo sih?! " ucap Lesya kesal. Memang jika Letha mengunci kamarnya dengan sengaja agar Lesya tak dapat masuk ke dalamnya.
Elvan hanya perlahan menarik Lesya ke dalam kamarnya dan mengunci pintu kamar. "Loh? Ngapain ke sini? Jangan macem-macem lo ya?! " was-was Lesya menunjuk ke arah Elvan.
Elvan yang selesai mengunci pintu, berjalan ke arah ranjang dan berbaring. "Tidur di sini! Kayak biasanya! " ucap Elvan menepuk ranjang sampingnya. Lesya bergidik ngeri melihatnya. "Apaan sih lo, ngerasa ambigu tau gak?! ' cicit Lesya.
Dengan cepat Lesya berbaring seperti biasanya di ranjang yang sudah lama tak dia tempati. Namun dirinya yang ingin hendak membuat pembatas antara mereka, dengan cepat dicegah oleh Elvan. Lelaki yang setengah tertidur itu menarik Lesya agar tidur berpelukan tanpa pembatas dengannya.
__ADS_1
"Biarin gini! " ucap Elvan dengan nada kecilnya. Lesya hanya mengangguk kaku saja menanggapinya. "Ta-pi kan, nanti ada yang liat! " ujar Lesya kecil.
"Biarin! Biar semua orang tau kalau lo istri gw! " balas Elvan yang justru menenggelamkan wajahnya di leher jenjang Lesya. Lesya yang merasa geli hanya bergerak pelan saja. "Ketbok, jangan gini ish, geli tau! " ucap Lesya.
Elvan tak menjawab justru menarik pinggang Lesya agar lebih dekat dengannya. "Pan lepas ih, gw gak nyaman! Atau jangan sampai gw bakal ngadu sama bunda ya! " tegas Lesya lagi. Menurutnya posisinya saat ini tak terbiasa untuknya.
Dengan malas Elvan melepaskan pelukannya. "Aduin aja! Lagian lo gak kasian apa sama gw yang baru pulang terus langsung nyiapin dekor sendiri di apartemen gw tanpa istirahat? Cuman meluk gini sama istri gw sendri emang salah? " ucapnya berbalik tidur membelakangi Lesya.
Lesya terdiam mendengar ucapan yang panjang keluar dari mulut Elvan. Memang benar apa adanya. Seharusnya dia tak menolak bukan? Toh mereka sudah sah secara resmi bukan!
Mengetahui jika Elvan sedang kesal dengannya, dengan cepat Lesya membalikkan posisi tidur Elvan agar berhadapan dengannya. "Ya maaf, gw kan cuman gak terbiasa sama sikap lo gini! " jujur Lesya.
Elvan hanya menutup matanya seolah tak mempedulikan ucapan lontaran dari mulut Lesya. Merasa hanya dicueki, Lesya berpikir apa yang membuat kemarahan seorang lelaki pudar.
* Anj*r ambigu semua ini mah! Mau gak mau apa gw harus lakuin ya? Tapi nanti gw malu sendiri lagi! Atau gak usah? Tapi yang ada dia marah lagi sama gw! Aaa, bod*amat! Lebih baik gw yang nanggung malu dari pada kagak? * batin Lesya lalu meletakkan ponselnya kembali di nakas.
Lesya yang merasa Elvan sudah tertidur, hanya memejamkan matanya erat. "Ya Tuhan, beri hambamu ini kekuatan! Semoga dia masih tidur dan gak nyadar nanti waktu bangun! Aelah, nanggung malu yang ada gw nanti! " gumam Lesya menatap intens wajah Elvan saat tertidur.
"Btw nih ya, wajahnya ngapa cakep sih? Kan enak kalau anteng gini! Gak bikin orang kesel! Adem kan gw liatnya! " tambah Lesya bergumam.
Dengan cepat tanpa ba-bi-bu Lesya mengenc*p pipi Elvan singkat. Dia memegang jantungnya setelah melakukan hal yang jarang dilakukannya terlebih kepada lelaki. "Mamp*s jantung gw gak aman! Moga-moga lo gak marah lagi sama gw! " gumam Lesya lalu tidur dengan masuk ke dalam pelukan Elvan. "Gini aja kali ya gak? Gak papa deh, yang penting tidur! " lanjut Lesya lalu tertidur pulas.
~o0o~
__ADS_1
Pagi yang cerah, Lesya terbangun dengan jam yang bertepatan dengan waktu sekolah. Setelah bersiap sejenak, Lesya memasukan satu buku dan satu pulpen di dalam tas ranselnya. Rambutnya digerai bebas dengan tata rambut yang acak-acakkan. Sementara bajunya sedikit rapi dimasukkan dengan dasi yang masih belum terpasang di kerah seragamnya.
Dengan cepat Lesya berlari memasang dasinya dan tasnya sengaja di sampirkan di sebelah pundaknya. "Bundaa.. Lesya langsung berangkat ya! " ucap Lesya berlari kecil menuruni anak tangga.
"Loh Sya, masih lama! " panggil Mayang.
Langkah Lesya terhenti dan melihat pergelangan tangannya yang terpasang gelang pemberian Elvan saat kemah. Itu tak pernah dilepas bahkan tak dapat terlepas oleh Lesya. Matanya melotot melihat ternyata dirinya masih memiliki satu jam untuk bersiap ke sekolah.
"Aaaa... Papann ganggu waktu tidur gw lo ya?! " kesal Lesya menunjuk Elvan yang duduk manis di kursinya tanpa rasa bersalah. "Kok gw? " tanya Elvan balik. Lesya menahan kekesalannya dan duduk di kursi ruang makan samping Elvan. "Bod*! Gw gak denger! " acuh Lesya.
Angga hanya geleng-geleng kepala saja. "Kalian tuh ya, kebiasaan pagi-pagi berantem mulu! Kamu juga Vano, jailnya dikurangin! Kasian tuh anak orang kamu bikin bangun pagi! Kemaren kan dia juga tidurnya tengah malam kan? Wajarlah bangunnya telat dikit! " ucap Angga.
"Maaf Yah, " balas Elvan seperti nada biasanya.
Lesya mencibir kecil. "Miif, Yih! Nanti giliran besok-besok diulangin, huh! " rajuk Lesya. Elena yang menyimak hanya menahan tawanya. "Hayoloh, ngambek kan? Omelin lagi Yah biar kapok! " sahutnya.
"Heh, gak boleh hon! Salah Lesya sendiri kalau bangun bukannya bangun tapi malah makin ngebo! " ucap Alam dibalas pelototan dari Lesya. "Enak aja, gw gak ngebo ya bang! " bantah Lesya tak terima.
"Pagi semua! " sapa Letha yang baru saja turun.
Mereka sontak menoleh dan membalas sapaan Letha dengan ramah. "Pagi juga Tha.. " kompak mereka. Letha duduk di antara Lesya dan Elena. Matanya memandang Elvan yang hanya diam tanpa membalas sapaannya tadi.
Jangan lupa like, komen, vote, rate, gif🤗
__ADS_1