
Lesya menoleh dan melambaikan tangannya berniat menyapa. "Hai buu! " ucapnya. Bu bunga menatap tajam siswi legendarisnya itu. "Kenapa baru masuk? Kemaren-kemaren kamu kemana hah?! "
"Cie, ibuk kangen ya sama saya! Saya sakit bu makanya gak sekolah! Nih kaki saya patah! Untung udah bisa jalan lagi bu! " jawab Lesya polos. Bu bunga mendelik melotot. "Ogah saya kangen sama kamu! Dan satu lagi, semua tugas-tugas kamu harus segera dikumpul! " tegas bu bunga.
Lesya mengangguk kikuk saja. Sementara bu bunga justru kembali berpatroli sebagai guru BK. Lesya bergumam kecil seraya menggaruk tenguk lehernya yang tak gatal. "Lah njim tugas tinggal di kumpul tanpa dikerjain sih mampu! Lah ini? Pake acara dikerjain, kan kasian! Gak punya salah disuruh kerjain! Mending langsung kumpul! " gumamnya malas.
Luna dan Lisa tersenyum kecil saja. Entah sejak kapan mereka menjadi akrab begini. Apalagi Luna dan Lisa sudah jarang bertengkar lagi. Entahlah karena apa!
"Mamp*sss! " ejek Lisa diikuti Luna yang ikut mengejek sahabatnya itu. "Sukur, tugas lo numpuk! Kan gw udah pernah bilang, tugas dulu baru yang lain! " ejek Luna. Lesya hanya menatap tajam kedua temannya itu. "Heleh! Giliran gw udah selesaiin semua tugas gw, melotot tuh mata nyampe mau kelaur! " sinis Lesya.
"Ututu, sahabat gw ngambek ceritanya nih! " goda Luna. Lesya tak menanggapi. Menurutnya tak akan ada habisnya jika dia akan terus mengobrol. Yang ada nanti pastinya mereka tertangkap basah oleh banyaknya siswa-siswi. Kan kurang elite!
Lesya memilih duduk di bawah rerumputan dan memijit sendiri kakinya yang terasa nyeri karena terlalu berdiri terlalu lama. "Elvan? Dia kok duduk sih? Bukannya harusnya berdiri ya? " polos Chatrin yang tak tahu siapa Lesya.
Bu bunga dan Elvan yang mengawasi kawasan kelas 12, menoleh ke arah Chatrin yang memberitahu mereka jika ada satu siswi yang bermain-main saat upacara yang tak lain adalah Lesya.
"Biarin aja, dia karena kakinya sakit! " ucap bu bunga. Elvan hanya menautkan kedua alisnya sekilas dan matanya mengelilingi kawasan kelas 12 tanpa mempedulikan ucapan Chatrin.
Chatrin hanya mengangguk dan menatap ke arah Lesya. Dia seperti orang yang mengenali wajah Lesya namun tak tahu siapa dia. Kok familiar rasanya? Tapi, siapa dia? Dimana? Dan kapan? Pikirnya bingung menatap Lesya.
Lesya yang merasa diperhatikan, menoleh dan menatap tajam Chatrin. Sementara Chatrin mengalihkan pandangannya karena tertangkap basah memperhatikan Lesya. "Ck! Mukanya kek gw kenal, tapi siapa ya? " bingung Lesya bergumam.
Setelah upacara selesai, Lesya berjalan ke arah toilet sendirian karena Luna dan Lisa berjalan terlebih dahulu ke kelas mereka. Setelah masuk, dia mendengar suara wanita yang asik melontarkan ucapannya tanpa menyadari kehadiran dirinya. Gadis itu adalah Chatrin!
__ADS_1
Chatrin memoles kembali wajahnya agar terlihat sempurna di mata kaum hawa maupun adam. "Mana ya lipstik gw? Nah ini dia! Cantik banget sih lo Chat! Gw yakin semua kaum adam akan terpikat sama lo! Termasuk Elvan! " ucapnya.
Di saat Lesya hendak membuka pintu, dia terdiam dan sengaja mendengarkan ucapan lontaran dari mulut Chatrin dari dalam toilet. Tak ada satupun siswi di dalam toilet itu kecuali Chatrin dan Lesya! Kebetulan sekali bukan pertemuan ini?
"Ck, kalau bukan karena Elvan pindah dulu, gak bakalan dia cuek sama gw! Mana keluarganya jutek banget sama gw! Valen, Frans, Farel, sama Ken juga ikut-ikutan jutek! Apa sih salah gw?! Cantik, iya! Putih, iya! Body, oke! Sempurna lah gw! Apalagi yang kurang? " ucap Chatrin membanggakan dirinya.
Tiba-tiba Chatrin teringat dengan nama Lesya yang sering diucapkan oleh siswa-siswi yang ada. "Lesya? Siapa Lesya? Kok banyak orang yang nyebut nama dia ya? Kenapa juga orang banyak buang sampah di lokernya? Bahkan tiap hari temannya selalu beresin loker dia! Mari kita cek forum kelas! " molog Chatrin mengambil ponselnya berniat mencari tahu siapa Lesya sebenarnya.
Forum Class Gregus School:
+62... : [pict]
+62... : Beruntung banget Lesya bisa masuk mobil idola kita!
+62... : Gak mungkin lah!
+62... : Maminya sakit dia pergi, perusahaan bokapnya di ambang kehancuran dia pergi, adiknya sakit dia pergi! Pengecut banget ya?
+62... : Gak mungkin Lesya begitu wee!
Blablabla...
Lesya yang dari dalam toilet mendengarkan Chatrin berbicara melotot. Dia merogoh sakunya berniat mengambil ponselnya dan membaca forum kelas. Nihil! Tasnya dibawa oleh Luna dan di dalam tasnya terdapat ponselnya.
__ADS_1
"Hah? Jadi yang gebrak meja kemarin itu sahabatnya adiknya Lesya? Namanya Nayla! Salah satu most wanted putri di sekolah ini. Oh, masalahnya si Lesya ini pembuat masalah di keluarganya? Gitu kah? Gak paham gw! " molog Chatrin.
Mata Chatrin memanas saat melihat berita trending topic pagi ini. "Trending topic, Lesya comback dan berangkat dengan ketos kita, Elvan! Omaygat!! Noo, my baby Elvan berangkat sama pembuat masalah keluarga itu? Idiuuu huekk, gak level dia banget! Elvan tuh cocoknya sama gw bukan yang lain! Liat aja Lesya, gw akan kasih lo pelajaran! "
Chatrin pergi dari kamar mandi dan menyisakan Lesya di sana. Lesya menyingkirkan senyum smirknya dan keluar dari toilet. "Musuh baru? Menarik! Chatrin kan nama dia? Oke, abaikan forum kelas, sekarang kita ke loker membuktikan semuanya! "
Lesya berjalan melangkah menuju arah lokernya berada. Benar saja! Saat dia buka dengan kuncinya, sudah banyak terdapat sampah yang berserakan di sana. Bahkan, hingga tumpah ke lantai saking banyaknya. Kertas, botol, plastik, styrofoam dan lain sebagainya menjadi pengisi loker Lesya. Sangat banyak!
"Heh?! "
Lesya membuang semua sampah yang ada ke lantai lalu menutup lokernya saat sudah bersih dengan tidak ada perlatan yang tersisa. Dia mengepalkan tangannya kuat dan akan membalaskan dendamnya ke orang yang melakukan ini semua.
Setelah mengunci kuat lokernya, Lesya berjongkok dan membaca satu per satu kata-kata di kertas yang ada. Matanya memanas melihat banyak caci maki untuknya bahkan kata-kata yang tak pantas didapatkannya.
Dasar pengecut!- Gak sayang keluarga ya?- Sultan sih, tapi gak punya sikap!- Cantik tapi sayang, attitudenya minus!- Sampah!- Beban keluarga!- Gayanya badgirl pantes keluarganya gak nerima dia!- Kasian bokap nyokapnya yang sekolahin dia!- Blabla.. Banyak lagi!
Tes!
Tanpa Lesya sadari, dia meneteskan air dari matanya. Tak menyangka akan banyak sampah lontaran untuknya. Dia ingin menjawab semuanya itu dengan lontaran kata-kata nya. Namun dia berusaha untuk sabar karena dia sadar, dia yang menutupi semua hingga dia yang menanggung banyak resiko!
"Loh? Nak Lesya? " panggil satu staff sekolah yang membersihkan loker. Lesya mengusap matanya dan menoleh dengan senyum yang mengembang. "Pak? "
Staff itu mengangguk dan mmberikan dua jempolnya untuk Lesya lalu ikut berjongkok. "Nak Lesya anak hebat! Nak Lesya sangat kuat menjalani semua rintangan ini! Kalau bapak jadi nak Lesya, pasti bapak udah nyerah! " ucapnya.
__ADS_1
Jangan lupa like, komen, vote, rate, gif🤗