
Ddrrtttt...
📞 Halo dengan siapa dan dimana?
📞 Sya! Lu-luna, Luna...
📞 Luna kenapa? Yon, Luna gak papa kan?!
📞 Luna gak ada di rumah sakit! Tadi kan gw di suruh anter dia sama mama di rumah sakit karena mama udah bisa pulang eh.. gak ada di rumah sakit!
📞 Trus lo dimana sekarang?!
📞 Gw di depan rumahnya! Gw udah ketok plus teriak di pager tapi gak ada yang nyaut! Kata tetangganya barusan, Luna pindah sama mamanya!
📞 PINDAH?! Pindah kemana?! Gak mungkin kan dia pindah gak ngabarin?!
📞 Tadi gw telpon dia tapi..
📞 Gak diangkat? Terhubung? Atau gimana? Jangan bkin orang emosi lo! Sempet lo bohong, gw nawarin lo mau hidup atau dimakan lion!
📞 Aduhh Sya jangan nakutin lo! Kehubung tapi.. Dia bilang kalo pindah di komplek yang sama kayak rumah lo!
📞 Bentar! Rumah yang mana?
📞 Rumah sakit jiwa! Ya kali! Rumah lo sekarang loh! Rumahnya si ketos!
📞 Ha? Serius lo?
📞 Apa gw keliatan bercanda? Serius lah! Gw gak tau apa penyebab dia pindah sekarang! Tapi katanya disuruh kumpul di depan rumah ketos!
📞 Kalo lo bohong gw hajar lo ya!
__ADS_1
📞 Beneran echaaa! Coba aja sono samperin! Mung---
tuttt!
"Masa sih? Sekarang tanggal.. What?! 13! " Elvan yang berada di balkon sedikit terganggu dan akhirnya memutuskan untuk bertanya. "Siapa? "
Lesya menoleh dan menetralkan kembali mimik wajahnya. "Enggak! Oh iya, nanti gw pergi bentar ya ke depan rumah ono! Penting! " Elvan melirik jam dinding di kamarnya dan mengangguk. "Gw juga mau pergi! "
Heran, Lesya berbalik bertanya karena tak biasanya Elvan pergi di saat sore hari begini. "Kemana? Markas? " tanya Lesya. Elvan menggeleng. "Besok pertandingan basket! Dan hari ini latihannya! "
"Sama sekolah Flondey ya? Kok mendadak sih? " tebak Lesya.
"Soalnya lusa kita mulai outing! " Lesya mangut-mangut mengerti saja. "Yaudah gw duluan ke depan! Byee! " pamit Lesya mengambil ponselnya dan meletakkan ke dalam saku celananya.
Berjalan menuju depan, Mayang yang melihat Lesya menggunakan sendal jepit hitam berbulu ditambah piyama navy nya yang tampak imut jika digunakan oleh Lesya akhirnya menghampiri Lesya. "Sya! Mau kemana sore gini? "
Lesya yang sudah berada di luar gerbang menoleh dan mendapati Mayang yang menghampiri dan menepuk pelan bahunya. "Eh bunda! Lesya mau ke depan bentar soalnya--- "
Memang benar pagar rumah tepat di depan kediaman Grey terbuka sedikit lebar hingga terlihat banyak motor yang terparkir di dalam sana. "Hehe.. Mangap! Btw kembaran lion mana? "
"Orooy! Nyari gw? " tanya Leon berhenti dan menghampiri mereka di luar depan gerbang Grey. "Lama lo! Akhirnya gw pulang naik taxi kan! " omel Luna mengancangkan bogemannya.
Lesya beralih menatap mama Luna yang bernama Henny itu. "Mama, abaikan mereka! Mereka kurang obat mungkin! " Luna melotot tak terima. "Enak aja! Gw masih waras ya! Salah Leon sendiri yang jemput kelamaan! Nyampe kaki nyokap gw pegel! "
Lesya melotot dan menatap tajam Leon. "Iya gw salah! Maap maap! " pasrah Leon. Mayang yang menyimak terkekeh melihatnya. "Oh jadi kalian teman ya! Dan ini.. " tanya Mayang menunjuk ke arah Henny.
"Saya Henny, mama Luna! Anda, " Mayang membalas uluran tangan Henny dengan ramah. "Saya Mayang, bunda Lesya! Salam kenal! " Henny tercengang. "Istri dari Arlangga Grey? Benar? Wah mertuamu ya Sya? "
Lesya mengangguk. "Sayang sekali baru kenal! Maaf ya gak sempet dateng di acara pernikahan mu Sya! " Lesya mengangguk enteng. "No problem ma! "
"Udah kangen-kangenannya! Sekarang ayo tutup mata mama pake kain ini! Mana Yon? " Leon menyodorkan kain hitam dan memberikan kepada Luna. "Harus ditutup kah? " tanya Henny.
__ADS_1
Luna mengangguk antusias. "Harus dong! Karena mama ulang tahun hari ini, jadi kali ini hadiahnya special! Jadi harus ditutup! " jelas Luna panjang kali lebar.
Mayang menatap Lesya seolah meminta penjelasan. "Kalo bunda mau ikut, ikutan aja! Hari ini hari ulang tahun mama soalnya! " bisik Lesya peka.
Mayang mengangguk. "Kalian senang-senang aja, bunda izinin! Bunda gak bisa ikutan soalnya banyak kerjaan di dalam! " Lesya mengangguk sebagai jawaban saja menanggapinya. "Okeh gak papa kok bun, bye! "
Mayang akhirnya masuk ke dalam karena memang tugas nya sangatlah banyak di dalam rumah. Lesya, Leon dan Luna menuntun Henny berjalan masuk ke dalam gerbang rumah baru yang Luna berikan. "Yon, tolong tutup pintunya dong! "
Leon mengangguk dan menutup pintu gerbang. "I-ini masih jauh gak? " tanya Henny di sela-sela perjalanan. Luna menahan tawanya. "Udah boleh dibuka! " ucap Luna.
Henny terkejut saat dirinya berada di depan rumah yang lumayan besar karena pilihan Luna memilih rumah yang sedikit besar agar lebih leluasa nantinya. "I-ini rumah siapa? "
Luna menunjuk dirinya dan Henny bergantian. "Rumah kita! Udah jangan kaget ma, aku belinya pake sebagian duit aku sama kumpulan sisa jajan dari mama yang numpuk! Jadi kita tinggal di sini lagi deh! " Henny tercengang. "Kamu hobi banget buang-buang duit! Kalo butuh duit gimana? "
Luna mengerucutkan bibirnya manyun. "Ih mama! Mumpung hasil kelola perusahaan naik, butik mama juga udah lumayan terkenal di Asia! Dan mumpung ini hari ulang tahun mama sekaligus hari mama baru sadar! Aku tuh bukan buang-buang duit, tapi gunain selagi ada! Toh kalo gak ada bisa balapan lagi kan! Jadi berhenti bilang kalo kita kurang duit! Aku gak suka! " jelas Luna mengoceh.
Tanpa disadari, mata Luna berkaca-kaca. Henny terpaku mendengar penuturan sang anak tunggalnya. "Sini pelukk! " Tangis Luna pecah di saat memeluk sang mamanya.
"Ikuttt! " ganggu Lesya tak kuat melihat interaksi di depannya ini. Alhasil Leon berdiam diri sendiri melihat ketiga perempuan di depannya saling memeluk. "Aish! Cengeng lo Lun! Udah kita mending masuk! " henti Lesya sedikit mengejek.
Tangis Luna terhenti dan mengusap seraya kesal dengan ledek kan Lesya. "Enggak ya! Gw gak cengeng! Kita masuk aja ma! " Luna menggandeng tangan Henny berjalan masuk ke arah pintu rumah. "Bercanda Alunaa! " ucap Lesya mengejar Luna dan Henny.
Leon yang terdiam menghela nafas panjang. "Hahh! Tinggal trossss! " gumam Leon kecil seraya berjalan menyusul mereka.
Ceklek! Dorr!
HAPPY BIRTHDAY MAMA-!!
Dengan kompak anak-anak geng Lion Claws tertepuk tangan ria dan menyanyikan lagu 'happy birthday' untuk Henny. Henny memegang dadanya kaget sekilas dan menatap sekeliling.
Jangan lupa like, komen, vote, rate, gif🤗
__ADS_1