Aleesya: My KetBok, My Hubby!

Aleesya: My KetBok, My Hubby!
206: Drama ke toilet!


__ADS_3

Tanpa Lesya sadari, sedari tadi Cakra dan Valen yang ingin berpamitan pulang, mendengar cerita kronologi dari Lesya. Berbeda dengan Elvan yang sudah tahu keberadaan dua lelaki penguping itu.


"Jadi, ya gitu! Emang nyari gara-gara tuh anak! Kan kesel gw jadinya! " cebik Lesya meninju angin. Tangan gadis itu memang sudah dapat digerakan bebas karena tak ada keretakkan di sana. Namun tidak pada bagian sebelah kakinya yang retak.


"Orangnya udah ketangkep! " santai Elvan. Lesya menoleh dan menatap Elvan memastikan. "Serius?! Siapa yang tangkep? Siapa yang ditangkep? " tanya Lesya.


Elvan mengangguk dan mengeluarkan ponselnya. Saat Mayang hendak pulang, dia dikabari oleh Revan jika sahabatnya itu sudah menangkap sosok orang yang meledakkan dan melemparkan bom ke mobil Lisa saat itu. Yah, dia Faris, mantan ketua devisi satu sniper LC!


📩Revan.


Vano, gw udah nangkep orang yang


lempar bomnya!


Mau diapain nih?


📩Elvan


Tunggu gw!


Lesya menatap tajam Elvan. Mengapa Elvan yang mengurusi Faris? Bukankah seharusnya dia yang urus? Lah ini? Kebalik justru! Menurutnya, saat ini Elvan adalah perebut mangsanya! Pikir Lesya.


Valen tanpa sadar mengeluarkan suaranya dari balik gorden. "Ciee.. Mesra trosss! Habis tau kejadian, eh malah ketangkep pelakunya! Babang Elvan gak mau kehilangan neng Lesya ya? " goda Valen.


Lesya mendelik. Dalam hatinya, dia tertawa puas di saat melihat Cakra yang menjitak kepala Valen hingga sang empu meringis. "Sejak kapan kuping manusia digunain buat nguping pembicaraan orang? " datarnya bertanya tanpa minat.


"Ouch, galak-galak bener sih orang-orang LC! " ringis Valen mengeluarkan dirinya dari balik gorden dan menghampiri kedua pasangan itu. Cakra menyindir. "Siapa suruh situ sendiri malah ngomong? Kan gw bilang jangan ngomong! " malasnya.


Valen memutar bola matanya malas. Dirinya kembali bertanya seolah menginterogasi Lesya. Sebenarnya dirinya tak ingin jawaban dari orang lain selain kepastian dari Elvan dan Lesya saja.

__ADS_1


"Sebenarnya, lo berdua itu.. Beneran udah sah belom sih? " tanyanya menunjuk Lesya dan Elvan bergantian. Lesya terdiam tak ingin menanggapi. "Lah? Malah diem! Jawab atuh! Gw tuh sebagai sahabat setia Vano kan cuman memastikan doang dari pihak perempuannya! " lanjut Valen.


Lesya melotot. "Maksudnya? Lo udah tau gitu? Tinggal nunggu jawaban gw? " tanya Lesya balik diangguki Valen. "Iyalah! Masalah pembocoran berita.. Mungkin gw lebih baik mingkem! " jawabnya.


Lesya menatap tajam Valen dan justru mengancam lelaki itu. "Bener lo ya? Gw pegang kata-kata lo! Kalau gw denger lo ember meletus, gw gorok mulut lo terus gw pajang di museum! " tegas Lesya.


Valen mendelik dan mengelus dadanya sabar. "Iya-iya! Ngeri juga hukumannya mbak jago! " gumam Valen di akhir kalimatnya. Lesya tersenyum kecil dalam hatinya di saat mendengar gumaman Valen. "Jawabannya. . . " jeda Lesya sengaja hingga membuat Valen serius.


"Jawabanya iyaa elah! Udah ribuan kali lo nanya sama gw gak percaya amat! Udah gw mau nanya serius sama Lesya! " jawab Cakra malas dengan pertanyaan Valen.


Valen memang sudah banyak bertanya kepada Cakra memastikan jika kedua rival in the school itu sudah sah secara resmi. "Kan cuman mastiin doang elah! Emang salah? " tanya Valen dibalas anggukan kepala Cakra. "Salah besar! Udah sono lo! Balik kandang, udah malem! " usir nya.


Valen mendelik. "Idih ngusir! Gw bukan hewan yang nempatin kandang! Mastiin, salah! Bahas ini itu, salah juga! Semuanya aja yang ada di hidup gw salah! " malas Valen mencibir.


Lesya tertawa receh diikuti Cakra. "Emang salah! " kompak mereka lalu bertos ria. Valen hanya mendengus sebal saja mendengarnya.


"Udah-udah, gw mau balik nih! Gimana si Faris urusannya? " tanya Cakra. Lesya yang hendak menjawab melotot tak terima dengan ucapan Elvan yang terlebih dahulu menyela pembicaraannya. "Masalah Faris, gw yang urus! " jawabnya.


Lesya menatap kesal ke arah Elvan dan protes tak terima. "Kok lo sih yang ngurus?! Harusnya tuh gw! Secara gw yang jadi korbannya! Kenapa jadi lo yang ngurus? " kesal Lesya tak terima.


Elvan mengangkat satu alisnya. "Lo masih sakit! " jawab Elvan santai. Lesya melotot tajam. "Beh, ngeremehin! Sini baku hantam sama gw! Mentang-mentang bisa jalan! Gaya lo ngina gw! " ucap Lesya.


Cakra mengangguk setuju atas jawaban Elvan. "Bener juga sih! Mending lo istirahat aja Sya! Urusan Faris, serahin sama dia! " kata Cakra menunjuk arah Elvan dengan dagunya sekilas.


"Tapi bang---- " Dengan cepat sebelum Lesya memprotes, Cakra menyela ucapan Lesya. "Nah, kelar kan urusannya? Gw pamit lah pulang! Oy, palen lo pulang gak? " sela Cakra. Valen mengelus dadanya sabar. "Nah, iya tuh! Gw balik dah, males gw di sini! " balas Valen.


Lesya melotot dan hanya mendengus malas saja melihat kepergian kedua lelaki itu. Dirinya bersandar dan melirik arah celah gorden yang sedikit terbuka membatasi dirinya dengan Luna.


Rupanya Henny, selaku mama Luna, tertidur di kursi dengan wajahnya diletakkan di brankar Luna. Sementara Luna, gadis itu tertidur lelap dengan tangan yang digenggam oleh Henny.

__ADS_1


Dirinya menghela nafas lega dan perlahan menurunkan satu kakinya yang masih dapat digerakkan. "Mau ngapain? Udah malam, tidur! " kata Elvan.


Lesya memutar bola matanya malas. "Mau ke toilet! Kebelet gw! " jawabnya. Elvan mengangguk paham dan beranjak membantu Lesya berdiri dan berjalan menuju toilet yang letaknya tak jauh dari brankar itu.


"Mau ngapain lo? Udah, sana! " ketus Lesya yang bingung mengapa Elvan masih saja mengikutinya. Padahal, sudah di depan pintu toilet!


Elvan menautkan alisnya dan menggeleng. "Gw tunggu di sini! Sana masuk! " ujarnya.


Lesya mendelik. "Maksud lo, lo nunggu di sini nyampe gw keluar gitu?! " tanya Lesya yang dibalas anggukan kepala Elvan. "Atau perlu gw ikut masuk? " tanya Elvan menaik turunkan alisnya.


"Sebelum lo masuk, gw pites kaki lo! " ketus Lesya berbalik dan melangkahkan perlahan satu kaki yang dapat di gerakannya. "Sst! Susah banget sih?! Jalan doang kaku gini! " keluh Lesya bergumam.


Elvan yang mendengar gumaman Lesya geleng kepala dan menggendong Lesya ala bridal style. Lesya tersentak dan terkejut dengan tindakan Elvan. "L-lo ngapain? " tanya Lesya berusaha menyembunyikan kegugupannya. Kan jadi malu!!


Tanpa menatap Lesya, Elvan menjawab dan memasuki toilet tersebut. "Kalau susah bilang! Gak usah gengsian!" jawabnya. Lesya mengalihkan pandangannya. "Siapa juga yang gengsi! "


Elvan meletakkan Lesya di dudukan toilet. "Mau gw bantu? " tanya Elvan berniat menggoda Lesya. Lesya melotot dan memukul-mukul Elvan. "Sono-sono! Nyebelin tau gak!! Sono! " usir Lesya.


"Iya-iya! Jangan pukul terus! " kata Elvan.


"Yaudah sono! " galak Lesya.


Elvan keluar dan berdiri di depan pintu toilet. Luna dan Henny tak terganggu sama sekali dengan keributan yang ada.


Setelah selesai, Elvan membantu Lesya kembali menuju brankarnya. Meletakkan botol infus pada tempatnya, Lesya dapat bernafas lega kali ini. "Hahh! Cape! "


"Tidur! " kata Elvan. Lesya menganggukkan kepalanya dan memejamkan matanya. Setelah memastikan jika Lesya sudah tertidur, baru lah Elvan yang tertidur di kursi yang berada di samping Lesya.


Jangan lupa like, komen, vote, rate, gif🤗

__ADS_1


__ADS_2