Aleesya: My KetBok, My Hubby!

Aleesya: My KetBok, My Hubby!
310: Tanggal?


__ADS_3

Lesya dan Elvan berjalan ke arah halaman depan. Lesya mengeryitkan alisnya bingung melihat kehadiran motor sport Elvan di sana. Yah, saat ini Elvan ingin menaiki motor sportnya bukan mobil. Mengapa? Agar mudah mencari angin segar saja jawabannya.


"Make motor Pan? Bukannya biasanya mobil ya? " tanya Lesya bingung. Elvan mengangguk pelan dan menyodorkan Lesya helm yang sudah dia sediakan.


"Gw males bawa mobil, naik motor lah kali-kali! " jawab Elvan seraya menggunakan satu helm untuk menutupi wajahnya. Lesya mengangguk paham saja. Namun dia bingung apa kata orang nanti jika mereka berangkat bersama?


"Jangan pikirin orang lain! Bilang aja kita pacaran kan gampang. " enteng Elvan menjawab seolah paham maksud pemikiran Lesya. Gadis itu menghela nafasnya pelan. Jadi ini Elvan mengajak dirinya berbohong begitu? Wah, gabaik!


"Lo ngajak gw bohong Pan? Wah parah, masa sih suami ngajak istrinya bohong sih kan gak elite dengernya! " kesal Lesya. Elvan memutar bola matanya malas. Banyak sekali alasan Lesya ini!


"Kan bener kita pacaran, cantikk.. " sabar Elvan menghela nafas. Lesya menepuk keningnya pelan. Dia lupa akan hal tersebut. Yah memang wajar karena sama sekali tak ada kata romantis di antara mereka. Benar bukan? Bahkan cara Elvan mengungkapkan hatinya pada Lesya tanpa benda apapun seperti cincin ataupun bunga. Namun hal itu justru sama sekali tak bermasalah bagi Lesya. Cukup ada Elvan di sisinya, mungkin hatinya lebih merasa tenang ataupun bahagia.


Setelah menggunakan full face helmnya, Lesya dengan cepat duduk di bangku atas motor bagian belakang yang letaknya sedikit tinggi. Tak masalah bagi seorang Lesya karena motornya juga yang seperti ini, jadi dia sudah biasa saja berkendara!


"Pegangan! " kata Elvan.


Lesya memutar bola matanya malas dan menaikkan kaca helmnya hingga hanya matanya yang terlihat di kaca spion. "Heleh, bilang aja mau gw peluk! Sini dedek peluk, gak usah sembunyi di kata-kata pegangan! Gak laku sama gw! " ucap Lesya tertawa kecil. Sementara Elvan hanya geleng kepala. Sebenarnya dia memang menyuruh Lesya pegangan tanpa niat lain agar tak jatuh. Eh, ternyata gadis itu sendiri yang terlalu narsis padanya.


Author be like: Kalau Lesya tau Elvan cumen niat biar dia gak jatuh doang, luntur tuh ketawa-tiwinya, wkwk..


Bruumm..

__ADS_1


Suara mesin motor terdengar setelah Lesya memeluk pinggang Elvan sama seperti pemikirannya. Menikmati cuaca indah di pagi hari, Lesya tanpa sengaja melihat mobil yang lumayan familiar di penglihatannya. Seperti mobil Chatrin, yah gadis itu orang yang mencampurkan wasabi ke dalam kopinya saat di cafe! Hem, sepertinya pelajaran apa yang pantas untuk gadis itu agar kapok ya?


Readers: Yes, bad girl kita comeback di sekolah uhuyy!


Setelah lima belas menit tiba di sekolah, Lesya kembali tersorot dengan banyaknya pasang mata. Baik dari guru dan siswa-siswi lainnya. Mengapa? Karena mereka baru pertama kalinya melihat motor yang Elvan kendarai saat ini. Mereka berpikir apakah akan ada murid baru lagi di sekolahnya? Pikir mereka.


"Hah, sampe woy! " panggil Elvan membuka full face helmnya. Dan tentu saja Elvan kembali menjadi topik pagi karena ini momen langka sang ketos kesayangan sekolah berangkat dengan salah satu motor sportnya. Membawa...


"Ha? Udah nyampe ya? " linglung Lesya bingung. Pasalnya sedari tadi Lesya melamun memikirkan serangan telak yang dia berikan khusus untuk Chatrin nantinya. Tentu saja gadis itu turun dan hndak berjalan ke arah kelasnya namun tertahan karena panggilan dari Elvan.


"Eh Le, helmnya! " panggil Elvan.


Lesya terhenti dan berbalik. Meraba wajahnya, benar saja jika wajahnya masih tertutup full face helm. Berjalan mendekat ke arah Elvan, rupanya Lesya tampak sulit membuka pautan helmnya karena sedikit kemasukan oleh rambutnya. Wajar saja sulit karena rambut Lesya yang acak-acakan tak sengaja menyelusup dan akhirnya masuk ke dalam pautan helm. Elvan yang melihat membuka kaca helm Lesya yang tertutup dan perlahan mengeluarkan dengan hati-hati beberapa helai rambut Lesya yang terbelit pautan helm. Mohon maaf, author kurang tau namanya, hehe...


Ctakk!


Akhirnya dengan sepenuh tenaga dan kesabaran, Lesya dapat menghembuskan nafasnya lega di saat helmnya terlepas. Sepertinya jika dia menggunakan helm milik Elvan tak boleh asal menggunakan begitu saja. Rambut harus dirapikan terlebih dahulu sama seperti dirinya menggunakan helmnya sendiri.


"Nanti ada pelajaran olahraga kan? " tanya Elvan. Lesya mengingat-ingat dan mengangguk pelan saja. Yah, hari ini seharusnya kelasnya dan kelas Elvan akan tanding basket. Jadi dapat di bilang mereka adalah saingan kelas terbaik.


"Emang kenapa? " tanyanya balik.

__ADS_1


"Kayaknya nanti barengan sama kelas yang lain! Jadi jangan capek-capek dulu mainnya nanti! Gw gak mau repot lagi diomelin bunda! " ucap Elvan menjelaskan. Lesya tertawa kecil saja dan mengangguk patuh. "Baik pak Elvanoo! " ledek Lesya lalu berlari menuju kelasnya.


Elvan hanya geleng-geleng kepala saja. Sementara mungkin saat ini berita pagi mengenai keberangkatan Lesya dan Elvan di sekolah menjadi topik hot news di forum sekolah. Pasalnya selalu ada saja siswa-siswi yang merekam, mengirim, dan membahas di forum sekolah. Tentu saja dalam hitungan menit, sekolah dibuat gempar dengan berita pagi itu!


Lesya hanya cuek saja dengan berita di sekolahnya. Gadis itu mendengarkan lagu yang dia putar di ponselnya dan menghubungkannya dalam earphonesnya.


"ECCHAAAAA.... "


Lesya terkejut bukan main. Dia melirik ke arah belakangnya dan mendengus malas melihat sahabat perempuannya datang menghampiri dirinya. Yah, suara cempreng milik Luna tak perlu ditanyakan lagi! Pasalnya gadis itu memang sudah biasa berteriak melampaui volume earphones. Lihat saja Lisa yang di samping Luna menutup kupingnya yang sudah pengang dibuat Luna.


"Luna ibab?! Sakit kuping gw g*blok lo buat! " protes Lisa saat sudah tiba di hadapan Luna dan Lesya. Luna menyenye kecil saja dan tertawa mengejek Lisa.


"Eh iya, Leon mana? Gw ada perlu sama dia? " tanya Lesya melepaskan earphonesnya lalu mencari keberadaan temannya yang satu itu. Lisa menunjuk ke arah sebelah barat saja dengan entengnya.


"Di taman kali! Soalnya dia mau cari angin sambil nyalin tugas gw yang ketunda kemaren! " jawab Lisa enteng. Memang dia dan Leon sering berangkat dan pulang bersama secara diam-diam tanpa diketahui oleh orangtua Lisa.


Lesya hanya mengangguk dan pamit kepada kedua temannya. Dia hanya ingin memastikan saja kepada Leon apa kiriman lelaki itu kemarin benar atau tidak. Setelah tiba di taman tunjukan Lisa, Lesya dengan cepat menghampiri dan menepuk pundak Leon hingga lelaki itu terkejut.


"Nj*r, gw kira siapa ternyata lo Sya?! Ngagetin bae lo! " kesal Leon mengelus dadanya yang hampir loncat. Lesya hanya menyengir kuda saja dan duduk di sebelah bangku yang ada. "Hehe.. Sorry, oiya gw mau nanya kemaren vidio yang lo kirim itu asli? Tanggal berapa kejadian CCTV-nya? " tanya Lesya dengan datar.


Leon mengangguk pelan saja tanpa menjawab. Sebenarnya dia sudah dapat kemarin lebih awal. Hanya saja Leon ragu mengirim karena takutnya Lesya akan tersinggung ataupun kembali trauma.

__ADS_1


"Tanggal. . . "


Jangan lupa like, komen, vote, rate, gif🤗


__ADS_2