Aleesya: My KetBok, My Hubby!

Aleesya: My KetBok, My Hubby!
290: GuBar!


__ADS_3

Elvan sengaja mengatakan itu dan menekankan kata ‘suka bolos’ di kalimatnya. Lesya menatap tajam ke arah Elvan dan menggerutu kesal. Setelah percakapan itu tak ada ucapan lagi yang terlontar hingga tiba di parkiran sekolah.


Letha dengan cepat keluar hingga tanpa sengaja dilihat banyaknya banyak murid yang kebetulan baru saja tiba. Murid-murid banyak mengira jika Letha memiliki hubungan khusus dengan ketua OSIS kebanggaan mereka. Letha tersenyum manis dan merapikan rambutnya sedikit. Namun melihat Elvan yang keluar dan membukakan pintu samping kemudi membuat siswa-siswi yang di sana kembali beralih kepada Elvan tanpa mempedulikan Letha.


Lesya yang di mobil memang sengaja tetap di dalamnya karena ingin mengikat tali sepatunya terlebih dahulu. Namun saat sudah selesai dia terkejut melihat perlakuan Elvan yang sudah membuka pintu mobil. Dengan cepat Lesya keluar dengan memasang wajah biasanya. Dan hal itu sukses membuat mereka terkejut bukan main dengan kehadiran Lesya.


Perempuan yang dijuluki sebagai QUEEN OF TROUBLE MAKER dan QUEEN OF THUGS keluar dari mobil Elvan yang kedua kalinya. Samping kemudi dan dibuka oleh pangeran tampan pula. Tentu saja mereka penasaran dengan hubungan yang tersembunyi kedua rival itu. Teman berantem karena Elvan yang selalu memberi Lesya hukuman dan Lesya yang selalu dihukum. Bagaikan tom and jerry!


* "Apaan nih, g*la banget liat ketos sama Lesya berangkat bareng! Udah dua kali gak sih?! "


"Kasian yang gak dibukain pintu, gak laku haha... "


"Noo, gak rela liatnya deh! Tapi mereka serasi juga! "


"Gw sekarang sadar kalau gw tuh pas-pasan ngarepnya lebih! Memang mereka serasi banget apalagi kalau adegan ribut-ributnya! "


"Kasian gw sama adeknya tapi gw dukung sih hubungan mereka walau gw pernah dipalak Lesya sih, " *


Dan masih banyak lagi yang mendukung, mencocokkan dan bahkan meledek. Namun hal itu tak di dengar oleh Lesya dan Elvan. Mereka acuh saja dan hendak pergi ke kelas mereka. Namun sepertinya, kedatangan seseorang membuat mereka menghela nafas bersamaan.


Letha saja tak terima mendengar banyaknya siswa-siswi yang berbisik mengenai hubungan sang kakak, Lesya dengan lelaki idamannya. Rasanya telinganya panas bahkan hampir meledak. Namun melihat Chatrin yang datang membuat dirinya hanya menatap saja tanpa ikut campur. Menurutnya, yang terpenting sudah ada Chatrin sebagai pemisah. Mungkin saja karena dia tahu kakaknya tak akan mengalah demi barang yang sudah menjadi miliknya sedari dahulu kecil. Dan sepertinya itu hanya kemungkinan kecil, entahlah~

__ADS_1


"Pagi gays, ada apaan nih kalian berdua nyampe berangkat bareng? " dehem Chatrin dari depan mereka. Lesya memutar bola matanya malas. Apa penting dia meladeni cacing di depannya ini? Aaa.. Pokoknya sekali ngomong pergi saja deh! Malas dia mendengar keributan yang ada di sekolah pagi-pagi begini.


"Gak ada urusan sama lo! " ketus Lesya.


Chatrin berdecak malas melihat Lesya dengan sengaja berjalan melewati dirinya dan juga menyenggol kasar pundaknya. Elvan? Lelaki itu sekilas menatap kepergian Lesya dan berjalan ke arah ruang OSIS saja. Chatrin tak dapat menghentikan Elvan karena sangat sulit membuat lelaki itu meliriknya sejenak.


Letha berjalan ke arah kelasnya dan geleng-geleng kepala. Sudah dia duga akan sulit jika membuat Lesya dan Elvan meliriknya. Sementara dia saja tak pernah, apalagi Chatrin! Sementara berita mengenai kejadian langka itu perlahan mulai tersebar dan membuat satu sekolah gempar dalam hitungan beberapa menit.


Berbeda di sisi Lesya yang berjalan santai menuju kelasnya. Gadis itu bersiul kecil hingga saat di koridor sekolah tanpa sengaja dia menabrak seseorang. Mungkin karena dia melirik arah lain makanya dia dapat menabrak orang tersebut.


Bruukk!


Lesya menoleh dan beranjak berdiri setelah membereskan beberapa buku saja. Sisanya sudah dirapikan oleh orang yang dia tabrak itu. Yeah, kali ini Lesya ingat siapa lelaki tegap yang dia tabrak yang tak lain adalah tangan kanan Elvan di TW.


"Revan kan? " tanya Lesya memastikan.


Orang yang disebut Revan itu mengangguk kecil. Rupanya Lesya masih mengingat namanya. Dia sedikit tersentak melihat Lesya yang justru memberikan beberapa tumpukan buku ke atas buku bertumpuk yang dia bawa.


"Nah, buku lo kan? Yaudah kalau gitu gw pamit, byee.. " pamit Lesya lalu pergi begitu saja dengan entengnya. Revan hanya bisa menarik nafas panjang. Tak Elvan, Lesya pun jadi sama persis seperti Elvan. Mulutnya menggerutu kesal karena harus membawa banyaknya tumpukan buku. "Gak bini gak laki sama aja! Untung gw orangnya panjang sabar dan tidak sombong huhh! " kesalnya bergumam.


~o0o~

__ADS_1


Kelas B tampak ricuh melihat bu bunga masuk ke kelas dengan perutnya yang mulai membesar. Mungkin tak lama lagi bu bunga akan istirahat mengajar. Dan mungkin saja guru pengganti akan datang menggantikan peran bu bunga sebagai guru BK, wali kelas 12 B dan juga guru matematika di kelas 12. Dan saat ini bicara mengenai guru pengganti, rupanya bu bunga sengaja datang dan memperkenalkan guru baru di kelas B itu untuk menggantikan dirinya sementara.


"Pagi semua, " sapa bu bunga dibalas serempak seisi kelas. Walau anak-anak kelas B nakal begitu, anak-anak kelas B juga mengutamakan nilai solidaritas dan nilai tata krama di kehidupan mereka.


"Sekarang saya mau kenalin guru baru sebagai pengganti kalian, silahkan masuk pak! " ucap bu bunga. Lelaki yang di sapa ‘pak’ dengan cepat masuk dan mengembangkan senyum manisnya menyapa murid-murid barunya.


"Selamat siang semua, saya guru pengganti bu bunga akan menjadi wali kelas sementara kalian dan nama saya adalah Ferian Arando kalian bisa panggil saya Feri atau Rian! " ucap pak Feri menyapa dan memperkenalkan dirinya kepada murid-murid kelas B.


Tok.. Tok.. Tok..


"Misi bu razia nih, eh? " ucap Valen yang mengetuk pintu dan masuk ke dalam kelas bersama Elvan di sampingnya. Mereka juga membawa 2 orang perempuan yang merupakan anggota OSIS untuk memeriksa siswi perempuan. Niat mereka ingin razia saja bukan aneh-aneh sembarang masuk kelas orang lain.


"Oh kalian, mau razia kan? Yaudah silahkan! " ucap bu bunga mempersilahkan. Valen dan Elvan mengangguk dan mulai memeriksa satu per satu siswa-siswi yang ada di kelas itu. Mereka berhasil menangkap beberapa siswa yang membawa rokok ke sekolah.


Brakkk!


"Mon maap saya telat tadi nabrak piton dulu di jalan! " ucap satu siswi yang sangat familiar suaranya. Siapa lagi kalau bukan Lesya? Sudah datang pagi namun masih saja telat. Padahal dia sengaja berjalan-jalan santai karena jengah berada di kelasnya itu. Dan kata piton dia mengartikan Revan di kalimatnya itu.


"Cantik! " gumam Feri kecil hingga hanya dapat di dengar oleh Elvan saja yang entah kebetulan sedang memeriksa bagian meja depan. Elvan menatap tajam pak Feri yang masih terpaku melihat tampilannya Lesya walau menggunakan seragam celana laki-laki. She very perfect!


Jangan lupa like, komen, vote, rate, gif🤗

__ADS_1


__ADS_2