
Letha menatap Elvan penuh harap, "Van, gw mau nya kamu bukan Farel" rengek-nya. Elvan menatap tajam Letha hingga Letha ketakutan.
"Van, kamu kenapa sih gak pernah lirik aku? Kurang aku apa? Kakak bisa dekat sama kamu tapi kenapa aku enggak? Bahkan kamu turun tangan buat nangkep kakak! Tadi, tanpa kakak minta, kamu bisa ajarin kakak! Tapi kenapa? Aku minta sekali doang kamu nolak? Udah banyak tawaran yang aku tawarin tapi kamu tolak semua! Mau kamu apa Van? " tangisan Letha pecah begitu saja.
Lesya yang dilibatkan membeku seketika. Dia mengangkat suaranya, "Ar--- " Letha beranjak dan malah membentak Lesya, "Kakak mending diam deh! "
Bahkan mereka terkejut dengan sikap Letha yang menggebrak meja dan membentak Lesya. Jarinya dengan tajam menunjuk tepat pada wajah Lesya.
Lesya berdiri dan menepis jari Letha. Dia tak suka ada orang dengan lantang menunjuk dirinya, "Walau pun lo adek gw, gw gak segan-segan bentak lo ya Ar! "
Letha tersenyum miris dengan nasibnya, "Kakak udah ambil kasih sayang mami dan sekarang kakak cari perhatian sama orang yang aku suka! Kakak gak puas bikin aku menderita! "
Luna langsung menggebrak meja dengan kasar, "Lo gak tau apa-apa tentang Letha mending diam deh! " ucapnya sedikit membentak. Lesya tak percaya dengan pengakuan Letha, "Lun, diam! "
Luna dengan berat diam dan menyaksikan perdebatan di depannya ini. Letha yang sudah menangis terisak, mengeluarkan unek-unek nya.
"Lo gak pantes disebut sebagai kakak! Lo gak pernah tau gw gimana, udah makan, lagi apa, atau yang lain! Pantesan, gw gak betah di rumah karna lo neraka gw! Bahkan cuman papa Gilang yang peduli sama gw! Dia selalu ngasih uang dan perhatian yang lebih buat gw walaupun lewat elo! " jeda Letha.
"Dan di saat papa Gilang mau meluk gw, lo selalu ngehalang-in dengan alasan mau bicara empat mata! Lo sadar gak? Gw pergi nginap di rumah Nayla atau Amel karena apa hah?! Karena sikap lo kak! "
"Dan bahkan lo cari perhatian sama orang yang gw suka bahkan keluarganya! Lo paham gak sih perasaan gw gimana? Apa dengan cara lo menjadi bad girl lo bakal waw gitu? Justru gw sebagai adek lo aja makin benci sama lo kak! "
Jantung Lesya berpacu cepat di saat Letha mengaku bahwa dia membenci dirinya. Dia menatap mata Letha lekat seolah berisyarat jangan membenci dirinya.
Tak hanya Lesya, mereka semua juga terkejut dengan pengakuan pemikiran Letha yang mengaku bahwa dirinya membenci Lesya.
__ADS_1
"Gw kira dengan kepergian gw dari rumah lo bakal paham perasaan gw gimana, nyatanya enggak! Emang ya bener kata satu sekolah kalo sifat lo kayak iblis! Gak punya hati! Gw benci sama lo kak! "
Lesya membeku menatap kepergian Letha dari perpustakaan. Dia dengan cepat mengejar Letha diikuti Luna, Amel, Lisa dan Nayla. Tak hanya mereka namun, Elvan dkk dan Leon juga ikut mengejar.
"Ara! " Lesya terus mengejar Letha hingga Mayang, Angga, Elena, dan Alam terperanjat kaget, "Lesya? "
Lesya tak mempedulikan panggilan Mayang. Dia terus mengejar Letha hingga dia sendiri tak sadar jika dirinya tak menggunakan alas kaki.
Hingga dirinya melihat satu motor yang tak sengaja menyenggol Letha. Karena fisik Letha lemah, Letha keserempet dan jatuh pingsan tak sadarkan diri.
Bahkan darah-darah terus bercucuran dari kaki, tangan bahkan kepala Letha. Lesya dengan cepat berlari dan menyebut nama Letha, "Araa! "
Lesya memperhatikan pelaku yang tak kabur namun ikut menolong Letha dan meminta maaf sebesar-besarnya. Lesya juga memangku kepala Letha di pahanya.
Mereka semua berlari menghampiri Lesya yang memangku kepala Letha. Mayang langsung memanggil pak Rahmat untuk segera mengambil mobil.
RS LC. lyzya milik Lesya, dihandal oleh Candra. Candra merupakan dokter spesialis di bidang apa saja. Jika Lion Claws membutuhkan bantuan menyembuhkan luka, Candra yang menangani.
Rumah sakit ini juga dipenuhi pengawasan ketat oleh pihak Lion Claw. Mulai dari depan, belakang, kanan, kiri bahkan atap. Ketat bukan?
Letha dipindahkan ke brankar rumah sakit yang kebetulan Candra lewati. Dia menatap Lesya bingung mengapa adiknya itu berada di rumah sakit? Pikirnya.
"Bang Candra! " Luna memanggil abangnya itu karena dia merupakan dokter yang Lesya percayai.
Dengan cepat Candra menghampiri mereka semua yang berkerumun. Sorot mata Lesya tersirat kesedihan dan wajahnya tak berekspresi membuat Candra paham jika kondisi kali ini sangatlah serius.
__ADS_1
Lesya menoleh seraya mendorong brankar Letha menuju UGD, "Bang. . . " lirih Lesya memohon untuk masuk ke dalam.
"Tunggu di sini aja ya Cha" lembut Candra. Dengan berat Lesya mengangguk disetujui oleh Luna yang berada di samping Lesya.
Nayla angkat suara, "Gw gak tau kali ini harus apa. Tapi yang jelas Letha banyak cerita sama gw kalo dia benci sama lo Sya"
Lesya diam tak menanggapi. Tak lama Sarah, dokter atau anggota Lion Claw datang dengan tergesa-gesa.
Luna yang melihat kedatangan Sarah, menyapanya, "Kak Sarah! " Sarah menoleh ke arah Luna dan Lesya mendongkak, "Lun, Sya, Leon? "
"Sebentar ya, lagi ada pasien" Luna dan Leon mengangguk tapi tidak dengan Lesya yang memilih untuk tetap diam. Sarah langsung masuk dan menangani Letha dibantu dengan Candra.
Dua jam lamanya operasi dilakukan. Lima anak buah Lion Claw tiba-tiba saja datang dan terkejut dengan kehadiran kedua queen mereka dan Leon.
"Queen! " Mereka semua menoleh ke asal suara. Begitu juga dengan Lesya dan Luna. Lesya langsung pergi begitu saja dan membuka suara dinginnya, "Jangan ikutin gw! "
Mereka diam mematung dengan ucapan Lesya namun tidak dengan Elvan. Dia justru berdiri dan pamit ke toilet guna mengikuti Lesya.
Mayang, Angga, Luna, Elena, Alam, Leon tahu saja jika Elvan berbohong. Mereka semua mengiyakan pamitan Elvan tanpa rasa curiga.
Lesya duduk di atap rumah sakit yang ada dan mengusir semua anak buahnya yang ada di sana. Dia menatap langit-langit dengan senyum kecut mengingat betapa bencinya Lesya pada dirinya.
Elvan melepas jaketnya setelah tiba di sana dan memasangkannya di tubuh Lesya dari belakang. Lesya terkejut dengan perlakuan Elvan setelah tahu pelaku yang meletakkan jaket ke tubuhnya.
"Gak baik melamun terus! Nanti kesambet" Lesya menatap sinis orang yang disampingnya itu. Keadaan lagi genting namun masih saja kutub. Pikir Lesya.
__ADS_1
Jangan lupa like, komen, vote, rate, gif🤗