Aleesya: My KetBok, My Hubby!

Aleesya: My KetBok, My Hubby!
261: Perkara kecoa!


__ADS_3

Setelah membahas kecil di ruangan bertulisan ‘Queen Ellion’ itu, akhirnya Lesya mengangguk setuju dengan dukungan dari Luna dan Leon. "Oke fine, gw setuju! " finalnya.


Ken yang mendengar jawaban setuju dari Lesya hanya mendesis kecil. "Akhirnya, dah-dah balik yukk woe! Pegel-pegel kaki gw! " desisnya sedikit mengeluh.


Luna hanya tertawa simpul saja. "Ahaha.. Gak minta duduk lo pada dari tadi? Padahal nih ye, tuh banyak bangku tinggal mindahin aja dah! " tunjuk Luna ke arah satu sudut pojok yang berisikan beberapa bangku yang terkumpul.


"Anj*r, potek kaki gw neng! " keluh Revan lalu berjalan mengambil kursi panjang yang ada. Leon hanya tertawa tipis saja mendengarnya. Lisa yang sudah duduk di kursinya menghela nafasnya lega. "O*su! Kenapa gak bilang sih dari tadi?! " kesalnya mengumpat.


"Heh, dosa yang! " peringat Leon dibalas cengiran Lisa. "Hehe.. Maapin, kelepasan akunya yang! " cengir Lisa. Leon hanya geleng-geleng kepala mendengarnya.


Luna mendengus malas dan justru mencibir. "Bener ya kata orang! Kalau orang udah bucin, ya gini! Dunia serasa milik berdua, yang lain ngontrak! " malasnya. Ken hanya tertawa renyah saja mendengarnya. "Mau gw tawarin teman gw gak nih? Siapa tau jodoh Lun! Biar gak iri-irian sama orang lo! " tawar Ken.


Luna menggeleng cepat menolak mentah-mentah tawaran Ken padanya. "Sorry, gw mahal karena ori! Gak kayak lo udah beratusan ribu kejual cewe trus jadi mantan! " pedas Luna mengibaskan rambutnya ke arah Ken.


Jleb!


Ken memegang dadanya yang sedikit tersentil dengan ucapan pedas Luna. Catatt, hanya sedikit saja! Ken mengubah raut wajahnya seolah dirinya lah yang merasa tersakiti. "Duh atitt, nusuk jantung! " ledeknya lalu tertawa receh.


Luna mengancang-ancangkan tangannya seolah sudah siap untuk memukul Ken dengan kencang. Namun semuanya terhenti mendengar suara Cakra yang dipastikan menggedor-gedor pintu ruangan Lesya itu. "QUEENNN BUKA OYYY! TOLONGIN GW LAHH! "


Gedor!! Gedor!! Gedor!!

__ADS_1


Lesya beranjak dan melangkah untuk membuka pintunya. Dengan cepat Cakra bersembunyi di belakang Lesya setelah melihat pintu terbuka. Luna dan Leon bersiap beranjak lalu mendekat ke arah Cakra yang bersembunyi itu.


Puk!


"Ada apaan bang? " polos Luna menepuk pundak Cakra. Reflek saja Cakra berteriak kaget dengan keberadaan Luna di sampingnya dan Leon di sebelahnya. Itu artinya Cakra berada di antara Leon dan Luna.


"AAAA.. Kaget gw! Lo ngapain dek ngagetin?! " kesal Cakra mengelus dadanya. Luna hanya menatap aneh Cakra saja. "Perasaan gw di sini dah tadi? Ada apaan si?! " kesal Luna saat pertanyaannya tak terjawab.


"Kamar gw. . . "


Dengan cepat Lesya menepis Cakra karena sudah tahu apa yang dipermasalahkan. "Jangan bilang ada kecoa di kamar lo?! " kesal Lesya melipat tangannya di dadanya.


Cakra hanya menggaruk tenguk lehernya yang tak gatal dan mengangguk. Lesya berdecak malas. "Enggak mau! Minta tolong aja sono sama Leon! Lagian lo badan gede, mantan bos preman masa takut sama kecoa?! " cibir Lesya berjalan menuju tempatnya semula.


Luna bergidik ngeri dan ikut kembali ke tempat duduknya. Leon menghela nafasnya. "Gw gitu ceritanya nih? " tunjuk Leon menunjuk dirinya sendiri. Luna tersenyum simpul. "Enggak yang ambil emak gw, ya elo lah Eyoonn! Nanyak lagi--- KYAAAA!! SERANGGA KERAMAT WOYYY! " pekik Luna yang reflek berdiri di atas meja besar Lesya.


Lesya melihat ke arah tunjukkan Luna dan benar saja jika kecoa yang Cakra permasalahkan sudah tiba di ruangannya yang seharusnya tak ditempati oleh serangga itu. "AAANJ*R NYAMPE BAE DIA KE SINI?! " kesal Lesya spontan berlari kecil ke sembarang arah.


"Tangkep Pal! " pekik Frans menendang kecoa yang ditakuti ke arah Valen. Spontan Valen hanya meneguk salivanya kasar lalu menendang kecoa yang terbalik itu ke arah Ken yang berada di sampingnya.


Ken mendelik melihat serangga cokelat itu justru berbalik ke arahnya. "Aaa.. Mamakk tolong anakmu ini huhu.. " Dengan spontan dia menendang serangga itu ke arah Lisa bagaikan bola.

__ADS_1


"Aaa... Pergi lo hus-hus! Ayanggg ish takutt! " Lisa berlari ke arah Leon dan tangannya melambai seolah mengusir serangga itu. "No worry beb! I'm here, "


Anehnya mengapa mereka justru menendang kecoa bagaikan bola? Lihat saja Luna saat ini yang gregetan dibuat situasi hingga justru meloncat-loncat kecil di meja. Lesya? Dia bahkan saat ini dalam gendongan seseorang yang tak dia sadari. Cakra? Lelaki itu bahkan sudah mengumpat dirinya di bawah kolong laci meja Lesya dengan selimut di pegang di telinganya tanpa tahu itu berasal dari mana. Leon dan Farel? Mereka berusaha menangkap serangga itu namun selalu ditendang oleh Valen, Frans, dan Ken.


"Woyy gak usah tendangin elah?! Susah nih nangkepnya! " kesal Leon melihat lagi-lagi Ken menendang serangga yang hampir tertangkap olehnya. "Iihh, gak usah marah-marah yang! Tangkep aja dia terus buang biar aman! Kalau perlu pites jantungnya! " nyeleneh Lisa ngawur.


"Emang kecoa punya jantung ya? " polos Luna. Farel hanya mengusap wajahnya kasar. Dia merasa aneh dengan kondisi saat ini. Bisa sempat-sempatnya membuat candaan garing sekarang! Aneh kan?!


"Jangan bahas! Nahhh, dapett! Buang ke mana nih? " tanya Leon berbelok ke arah Lesya yang berada beberapa langkah di sampingnya. Reflek saja Lesya menggulungkan kaki dan tangannya di pinggang dan leher seseorang lelaki. "Iihh, jangan ke gw! Sono kalau bisa lempar ke bang Cakra suruh tanggung jawab! " semprotnya kesal.


Leon menghela nafasnya menanggapi ucapan Lesya. Dengan cepat dia membuang ke tempat sampah yang berada di dalam Lesya dan menatap sekeliling sudut ruangan. Luna berdiri di atas meja. Lisa berpelukan dengan sisi pintu ruangan. Valen, Ken, dan Frans berpelukan teletabis. Farel yang hanya kembali duduk di tempatnya yang semula. Revan? Lelaki itu hanya diam seribu bahasa tanpa berucap. Elvan? Hanya menyimak saja tanpa berniat membantu.


Lesya dengan kesalnya menyemprot Leon karena salah membuang serangga itu. "Kok lo buang di tempat sampah sih?! Nanti kalau dia hidup terus berubah jadi mony*t gimana?! Nanti dia manjat terus lolos lagi! Iih, gw gak mau ya ruangan gw jadi sarang kecoakk! " ucapnya melantur.


"Mana ada teori begituan?! Kebanyakkan nonton genre fantasi ya gini?! Ujung-ujungnya ganti wajah, muka, sifat! Ada-ada bae lo?! " kesal Luna perlahan turun dari meja besar Lesya.


Lesya memutar bola matanya malas. "Ya siapa tau aja Lunaaa... Nj*m, ini temen siapa sih kok kayaknya miring ya? " cibir Lesya saat melihat Frans, Ken, dan Valen berpelukan teletabis tak jelas.


Lisa bergidik ngeri melihatnya dan berlari kecil mengambilkan tisu untuk Leon. "Yang, lap dulu biar bersih! Gak kena kuman kecoa nanti! " ucap Lisa menyodorkan Leon tisu basah yang ada. Leon hanya tersenyum tipis dan menurut saja. "Thanks beb! " ucapnya tulus dibalas anggukan dan senyum manis oleh Lisa.


Spontan mereka yang baru saja sadar memekik kecil dan melepaskan diri satu sama lain. "Aaaa... Gw masih normal! " reflek Frans. Walau Frans terlihat dewasa, jangan tanyakan jika dia salah satu orang yang tak menyukai serangga apalagi serangga yang dipermasalahkan saat ini!

__ADS_1


Jangan lupa like, komen, vote, rate, gif🤗


__ADS_2