Aleesya: My KetBok, My Hubby!

Aleesya: My KetBok, My Hubby!
139: Lumpuh?


__ADS_3

Lesya yang seolah paham hanya dengan menatap lekat Mila, mengelus punggung tangan Mila lembut. "Siapa yang bikin mami kayak gini? Biar Lyra hajar orangnya! "


"Mami masih sakit! Jangan ngomong gitu! Sombong amat! Tau gak mami sakit apa? " Lesya menggeleng tak tahu. "Asma! Mami sakit asma! "


Lesya mengerutkan keningnya heran. Kepalanya sedikit menunduk melihat seluruh tubuh Mila yang diperban dengan banyaknya luka. "Kok diperban? "


Letha menghela nafas panjang. Rupanya sang kembaran tak tahan dengan sikap Lesya. Padahal Lesya hanya bertanya saja. "Mami kemaren kecelakaan! Ada truk lewat terus menimpa mami yang gak sengaja jalan akhirnya masuk rumah sakit! "


Dada Mila sesak mengingat itu semua. Kenyataan dirinya dapat masuk ke rumah sakit ini bukan karena  kecelakaan truk. Itu semua hanya kebohongan yang dia ucapkan sebagai alasan kepada Letha.


"Mami?! " Baik Letha dan Lesya panik mendengar nafas dan melihat kondisi Mila yang bersaha memegang dadanya lemah. "DOKTERR!"


Lesya menarik letha keluar agar dokter dan suster yang sudah tiba dapat lebih leluasa memeriksa kondisi Mila. "Tha, sabar! Biar mami diperiksa dulu sama dokter! "


Lesya terus menenangkan Letha alias kembaran nya yang terus menangis meracau nama Mila. Lesya berusaha tegar di depan sang kembaran nya agar air matanya tak lolos begitu saja. "Udah jangan nangis! Mau mami sedih karena lo?? "


Letha sesegukan karena banyak meneteskan cairan bening. "Gw harus telfon papa! " Lesya menahan dan menggeleng. "Jangan! "


"Kenapa? Gw gak boleh kasih tau papa kondisi mami saat ini?! Mami itu istrinya papa! Jadi papa berhak tau kondisi istrinya kak! Hiks... " bentak Letha kembali menangis.


Lesya memeluk Letha dan mengelus punggungnya. "Bukan gitu! Tapi apa saat ini papa sibuk? " Letha terdiam. "Mau sibuk atau enggak, papa harus tau kondisi mami! "


Akhirnya Letha menelepon Gilang yang memang saat ini sedang sibuk meeting dengan para karyawannya. Tapi tak diurung Gilang tetap mengangkat telepon dari Letha.


📞 Halo Lar? *lembut


📞 Papaaaa... Hikss...  *nangis


📞 Loh? Kamu kenapa nangis hem?  *lembut


📞 Papaaa.. Ma-mami masuk rumah sakit lagi hikss...  *nangis

__ADS_1


📞 Loh? kok bisa? Bukannya tadi kondisi mami lumayan baik ya?


📞 Iya pa... Tapi waktu kak Lyra dateng mami tiba-tiba sesak nafas lagi hikss...  *nangis


📞 [terdiam]


📞Halo pa? Papa! Papa... Ke sini lagi ya..


📞 Ha? Iya-iya papa ke sana sekarang oke? Jangan nangis lagi ya!


📞 Iya, Letha tunggu.


Tuttt!


Letha menatap Lesya yang hanya menatap kosong arah depan. Lesya masih mencerna siapa yang berani melakukan dan mengusik ketenangan dirinya. Vion? Gilang? Amanda? Siapa? Pikirnya.


* Kalo Vion, gak mungkin karena Elvan udah buat lumpuh bukan? Bagian kakinya atau punggungnya seharusnya retak bukan? Kalo Gilang, kemaren kayaknya benar gak tau soal ini! Kalo Amanda? * batin Lesya.


* Siapa dalangnya? Shittt! Sial! Jika sudah kutemukan, akan ku bakar bahkan siksa hingga jera! Berani mengusik orang terdekat Queen Ellion, berani bertaruh nyawa secara cuna-cuma! * ambisi Lesya.


"Kak! " Lesya tersadar dan menatap adiknya. "Ha? Iya? Kenapa? " Letha memegang perutnya seolah memberikan kode kepada Lesya. Lesya yang tanggap langsung mengangguk saja. "Tunggu di sini jangan ke mana-mana! " Letha mengangguk saja.


Lesya beranjak dan melangkah menuju arah kantin rumah sakit yang ada. Tak lupa dengan pemikirannya yang masih berpikir dalang dibalik ini semua. Otak Lesya memang pintar dan cerdas! Namun, Lesya malas menggunakan jika kakinya sudah menapak area sekolah Gregus (GG).


Berbeda dengan Gilang yang memang sudah selesai membahas masalah pekerjaan dengan karyawan nya. "Meeting kita selesai, sampai jumpa! " Gilang beranjak dan segera mengemas peralatannya.


Sebenarnya dia masih bingung siapa pelaku di atas semua ini. Kemarin Lesya datang dan bertanya mengenai permasalahan dimana keberadaan Mila dan ternyata dia tak menyangka juga kemarin malam lebih tepatnya larut malam Letha menghubungi dirinya.


Yah! Dia juga bingung dengan pernyataan jika Mila mengidap penyakit Asma dan banyak luka ditubuhnya. Dia bingung siapa pelaku dibalik ini semua.


* Siapa pwlakunya? Apa iya Lyra? Tapi tak mungkin seorang anak tega menyakiti orangtuanya. Bahkan Lyra sangat menyayangi wanita tua(Mila) itu! * batin Gilang.

__ADS_1


* Apa mungkin serangan musuh dari sisi Lyra atau Lara? Mungkin saja! Lyra memiliki banyak musuh sementara Lara hanya sedikit! Hem, masuk akal jika ini semua berawal dari permusuhan Lyra dan musuhnya! * lanjutnya lagi membatin.


Beberapa waktu kemudian, dia tiba di rumah sakit dimana Mila dirawat. Kemarin dirinya sempat pergi ke sana karena permintaan Letha dan sekarang juga.


Terlihat Letha yang sedang makan ditemani oleh Lesya yang tak makan karena perutnya tak lapar. "Ini kesempatanmu Gilang! Bersandiwara lah bagai aktor tampan Korea! " gumamnya tersenyum licik.


Gilang berpura-pura berlari dan panik menghampiri saudara kembar itu. "Huh huh! Gimana keadaan mami? Apa baik-baik saja? " Letha menggeleng lemah. "Mami.. Masih ditangani dokter! "


Lesya menatap memicing ke arah Gilang. Ketebak dengan mata tajamnya itu jika Gilang hanyalah mengasah kemampuan syutingnya alias drama. Gilang menatap sinis ke arah Lesya dan dibalas tatapan tajam Lesya.


Ceklek!


Dokter keluar dengan masker putih diwajahnya. Dengan cepat Letha menghentikan makannya dan berjalan menghampiri dokter tersebut diikuti Lesya. "Gimana dok? "


"Hah! Apa bisa salah satu dari kalian ke ruangan saya? " Lesya mengangguk cepat dan menjawab. "Saya bisa! " Dokter tersebut mengangguk dan menyuruh Lesya mengikutinya. "Baik silahkan ikuti saya! "


Lesya mengikuti dokter tersebut dan meninggalkan Letha dengan Gilang yang kembali masuk ke dalam ruangan Mila.


Lesya duduk dan mendengarkan semua penjelasan dokter tersebut dengan baik. "Jadi, seperti yang anda ketahui jika pasien mengalami dan mengidap penyakit asma dimana pasien yang mengenang masa pahitnya akan menimbulkan sesak di dada! "


"Namun anda jangan khawatir! Kami sudah memberi obat penangkal dan salbutamol jika pasien kembali sesak di kemudian hari. Dan untuk luka yang dia dapat, luka tersebut cukup parah hingga pasien mengalami kelumpuhan pada bagian kakinya! " jelasnya


Jdaarr!


Bagaikan tersambar petir di siang bolong, Lesya terdiam mendengar wanita yang mengandung bahkan melahirkannya mengalami kelumpuhan. Dadanya sesak mendengar itu semua. Namun dia berusaha kuat menahan tangisnya.


"L-lumpuh? " beo Lesya. Dokter tersebut menghela nafas dan mengangguk. "Ya! Pasien mengalami kelumpuhan pada bagian kaki dan... Kemungkinan kecil masih dapat pulih kembali! "


Lesya tersenyum getir mendengarnya. "Lakukan apa yang terbaik buat mami saya dok! " Dokter tersebut mengangguk saja. " Itu pasti! " jawabnya.


Lesya beranjak keluar dan memegang dadanya yang terasa tertusuk. "Papi, Lesya gagal jalanin amanah dari papi! " gumamnya kecil.

__ADS_1


Jangan lupa like, komen, vote, rate, gif🤗


__ADS_2