Aleesya: My KetBok, My Hubby!

Aleesya: My KetBok, My Hubby!
214: Ikatan batin kembar!


__ADS_3

Membuka bungkusan, mata Lesya melotot karena nasi goreng tersebut lebih banyak sayur. "Ini lo bawain makanan apaan? Nasi goreng lautan ijo? Sayur semua! Gw tuh kurang suka sayur tau gak! " cebiknya.


Elvan mengambil alih sendok yang Lesya pegang dan menyendok satu sendok nasi lalu mengarahkannya ke arah Lesya. "Kata dokter, selama lo kritis, tulang lo udah mulai bisa diajak jalan! " ucap Elvan.


Lesya melotot tak percaya. "Seriously? " Elvan mengangguk kecil. "Makanya jaga pola makan biar cepet jalan! " tambah Elvan.


Lesya mengangguk patuh mendengarnya dan melahap suapan pemberian Elvan. Malam menjelang pagi itu adalah saksi dari kesadaran nyalah gadis cantik bernama Aleesya yang kerap di panggil Lesya oleh banyaknya orang.


Tak hanya Lesya saja yang menghabiskan nasi goreng itu namun, Elvan juga ikut menghabiskannya karena melihat raut wajah Lesya yang terpaksa mengkonsumsi makanan pemberiannya.


Lesya hendak duduk di kasurnya karena merasakan kenyang terlebihan jika dirinya tiduran. Elvan yang melihat itu, dengan sigap membantu Lesya duduk dengan kaki yang berselonjor. Mereka berdua kini sudah menyelesaikan makanan mereka.


"Eh iya, btw jangan kasih tau yang lain kalau gw udh sadar ye! " ucap Lesya. Elvan menautkan alisnya bingung. "Ngapa? "


Jangan kira Elvan selalu menggunakan bahasa formal gays! Justru, masa badboy nya saat SMP membuat dirinya lebih suka menggunakan bahasa informal. Beda lagi kalau dia sudah berada di kantor Angga, cafenya, rapat OSIS, dan lain sebagainya yang bersifat resmi.


"Biar suprise gitu loh! Gw pengen liat reaksi mereka aja! " jawab Lesya. Elvan mengangguk paham maksud Lesya dan membentuk dua jarinya membentuk huruf ‘o’ sebagai jawaban.


"Ketbok, " panggil Lesya. Elvan yang meneguk minuman menoleh dan menaikkan satu alisnya. "Kenapa? " Lesya ragu sendiri untuk berbicara mengenai pertanyaan yang terlintas di benaknya baru saja. "Gw. . . "


Elvan menautkan alisnya bingung melihat raut wajah Lesya yang seperti orang yang ragu karena takut salah berucap. "Bilang aja! " ujar Elvan. Lesya menghela nafasnya sebelum berbicara. "Gw.. Kangen sama mami! Gw juga kangen sama Letha! "


"Jadi? "


"Ck! Kok lo malah balik nanya sih?! Ya harusnya bawa gw gitu ketemu sama mami! Lo tau gak? Perasaan gw gak enak nih! " cebik Lesya kesal dengan pertanyaan konyol Elvan baru saja.

__ADS_1


"Inget waktu! Sekarang hampir jam 2 pagi! Besok aja! " Lesya mendengus pasrah saja. Karena dia juga merasa mengantuk setelah mengisi perutnya. "Yaudah deh! "


Beda di mulut, beda juga di hati! Lesya sama sekali tak tertidur justru melakukan perang antara batinnya dengan batinnya sendiri. Jiakkh, perang!


* Gimana ya perusahaan? Markas juga? Keadaan mami? Letha? Pusing gw mikirinnya! Mending gw mikir keadaan mami sama Letha dulu deh! Masalah markas, gw pura-pura gak tau ye kan? Dan perusahaan, akan gw pantau! Setelah gw bisa jalan normal lagi dalam jangka waktu dekat ini, gw yang akan atur masalah perusahaan! Nah, gitu! Semangat for u Lesya! Ingat, lo kuat, pasti bisa lewatin ini semua! * batin Lesya memberikan semangat pada dirinya sendiri.


Tiba-tiba Lesya berhenti membatin dan memejamkan matanya karena tertangkap basah oleh Elvan. "Ga usah ngebatin! Tidur, besok aja urusnya! "


"Ups, gw lupa ada cenayang! " ejek Lesya yang tak dianggapi oleh Elvan.


____________


Letha yang terbangun tepat jam setengah 5 pagi. Cepat sekali! Ini rekor pertamanya karena biasanya, dia akan bangun di saat jam setengah 6 pagi. "Huft! "


Letha saat ini sedang berada di kamar pribadinya atau lebih tepatnya berada di mansion milik dia dan kedua temannya. Mansion itu di beri nama NAT sesuai nama mereka. Nayla, Amel, dan leTha! Perpaduan yang cocok!


"Hahh! Mimpi terburuk gw! " gumamnya.


Letha mengambil minuman di lemari pendingin nya yang ada di kamarnya. Amel dan Nayla tidur di kamar mereka masing-masing.


Letha meneguk minumannya dan duduk di tepi ranjang kamar. Dia sudah tahu perkara perusahaan milik Fyo yang diambang kehancuran. Ingin membantu namun, dia bisa apa? Dia tak pandai berbisnis sama sekali!


Tangannya terulur membuka laci nakasnya dan mengambil satu bingkai foto yang terpajang jelas fotonya dan Lesya dahulu kecil. Itu diambil oleh Arga dahulu saat mereka berumur 3 tahun! Sangat imut!


Letha tak menyangka hubungan antara dirinya dan Lesya merenggang setelah kepergian Arga untuk selamanya. Dia juga tak menyangka akan di tinggal secepat itu oleh sosok Arga. Sayang? Tentu! Dia sangat meyayangi Arga walau terkadang, Arga sedikit memperhatikan Lesya.

__ADS_1


Dia dahulu sering berebutan kasih sayang antara Arga dan Mila saat kecil. Mila yang dekat dengan Letha dan Arga dekat dengan Lesya. Adil menurutnya!


"Hahh! Gimana ya kondisi mami sekarang? " molog Letha. Letha merutuki kebodohannya di saat ular besar mendekatinya, dia justru kabur begitu saja. "Aduh, gobl*k lo Tha! Sekarang mami kira-kira kambuh gak ya asmanya? " molog Letha kecil.


Letha memejamkan matanya dan memeluk erat bingkai itu. Kali ini, dia membutuhkan sandaran di sisinya. Jangan kira Letha selalu hidup lebih berwarna dibandingkan Lesya! Mereka sama-sama menjadi korban dalam masalah kedua orang tua mereka. Walaupun Letha tak tahu apa yang menjadi masalahnya.


Bahkan Letha sendiri tak tahu hal apa yang membuat hubungan kekeluargaannya sangat renggang. Dia ingin semua kembali seperti dahulu namun, bagaimana caranya? Dia saja tak paham caranya!


Setelah beberapa saat terdiam diri dengan memeluk bingkai fotonya itu, Letha tertidur dan akhirnya terjatuh ke belakang. Untung saja belakangnya adalah ranjangnya sendiri. Jadi aman!


Ceklek!


"Tha? " panggil Nayla yang terbangun karena waktu sudah menunjukkan pukul 6 pagi. "Loh? Inikan bingkai kesayangan Letha ya? " molog Nayla yang melihat Letha tidur dengan memeluk bingkai nya.


"Emang sial*n si Lesya! Adeknya di sini lagi sakit, bokap dia juga lagi pusing, nyokap dia gimana ya? " molog Nayla lagi.


"Apa yang sebernarnya terjadi sih Tha? Gw gak tega tau liat lo begini! Mana kakak lo ngilang mulu orangnya! Kenapa diantara kalian tuh ada ikatan batin kembar gitu gek biar kalian terhubung satu sama lain! " gerutu Nayla.


Akhirnya Nayla membiarkan dan meninggalkan Letha sendirian saja di sana karena dirinya hendak membersihkan tubuhnya. Hari ini hari libur! Niatnya ingin menghibur Letha dengan mengajaknya jalan-jalan.


"Lah? Mau kemana lo? " tanya Amel yang baru saja bangun hendak memeriksa suhu tubuh Letha namun terhenti karena melihat Nayla yang hendak keluar.


Nayla menoleh ke arah Amel. "Gw mau mandi habis itu bawa Letha jalan-jalan! Gw gak tega dia begini! " jawab Nayla. Amel mengangguk setuju. "Gw ikut juga lah! Mumpung libur sekalian cuci mata! " ucap dengan nada sedikit serak.


Nayla mengangguk kecil saja memperbolehkan Amel ikut. Akhirnya mereka kembali ke dalam kamar mereka masing-masing dan bersiap mengajak Letha refresing sejenak.

__ADS_1


Jangan lupa like, komen, vote, rate, gif🤗


__ADS_2