
"Gak ada! Lulus atau enggak, sekolah atau enggak, gw gak bakal miskin! " balas Lesya yang sudah meredakan tangisnya. Sejenak dia terbatuk pelan dan meraba tenggorokannya yang benar-benar kering. Munafik kalau dia tak haus. Dia juga manusia biasa yang butuh minum. Jika makan, dia tak naf-su!
"Haus? Sebentar ya, gw ambil minum gw di luar" kata Elvan lalu berjalan cepat meninggalkan Lesya yang termenung mencerna setiap kata yang otaknya tolak.
* Lo gampang ngomong tapi semuanya gw yang rasain, susah Pan, capek! * batin Lesya lirih dan menghela nafasnya kasar.
Sementara di sisi Elvan yang sudah keluar, mencari botol minumnya yang sempat diberikan Mayang saat subuh tadi. Kembali masuk, Luna yang penasaran dengan langkah cepat Elvan hendak mengintip sejenak dari luar.
"Alien, bawain gw ke depan kaca itu dong! " pinta Luna menunjuk ke arah kaca kecil yang berada di pintu depan ruangan Lesya. Valen yang mengetahui niat Luna justru menggeleng cepat.
"Gak boleh! Biasanya yang kepo mak-mak, lo ngapa ikutan sih? Udah jadi emak-emak lo? " cibir Valen lalu duduk di satu kursi di sana. Luna memukul tenguk leher Valen pelan. Namun dia merasa nyeri pada bahunya saat memukul Valen.
"Sembarangan lo, aduhh... Gw cuman penasaran aja emang gak boleh?! " kesalnya ketus. Valen tak menanggapi. Dia beralih memegang lengan Luna dan menatap bahu gadis di sampingnya.
"Liat apaan lo? " bingung Luna lalu mengikuti arah pandang Leon. Matanya membola lebar dan kembali memukul lengan Valen dengan tangannya yang lain. "Ihh, Alien mesummm?!! " pekik Luna negative thinking. Valen meringis kesal dan memegang tangan Luna yang hendak kembali memukulnya.
"Enak aja! Gw gak sebrengsyek itu ya! Lagian gw liat bahu lo doang, sakit gak? " tanya Valen kembali serius. Luna menarik kembali tangannya. Sungguh, dia malu sekaligus lega mendengar jawaban Valen. Ternyata dugaannya salah. Tetap saja dia malu karena merasa kePeDe-an dengan dirinya sendiri.
"Cuman nyeri dikit." ketus Luna mengalihkan pandangannya.
Valen hanya mencibir kecil. Bertanya baik-baik tak membuat Luna mengerti. Justru jawabannya pasti akan ketus. Begitulah isi pikiran Valen. Namun saat mengedarkan pandangannya, dia melihat Vay yang berdiam diri dengan menyisir rambutnya dengan tangannya sendiri.
"Dia siapa Lun? " bingung Valen.
"Oh dia? Vayleen sini! " kata Luna.
Mendengar namanya di sebut, Vay menoleh. Dia menurut saja saat tangan Luna digerakkan ke atas dan bawah seolah mengisyaratkan agar dia mendekat. Tatapannya sekilas menatap Valen yang bingung dengan dirinya.
"Kenalin Lien, dia Vayleen, anaknya kak Feli sama Vion." kata Luna memperkenalkan Vay pada Valen. "Vay, kenalin dia Alien alias Palen, tunangan plus rival abadi kakak." lanjut Luna.
Sang nama yang panggilannya berubah menjadi 'Lien' hanya melambaikan tangannya dan mengulurkan tangannya yang terkepal kedepan. Dia sama sekali tak masalah dengan panggilan dan cara Luna memperkenalkannya pada Vay. Rival abadi? Lucu!
Seolah paham, Vay mengepalkan tangannya dan mengarahkan tepat di depan kepalan tangan Valen juga. Mereka bertos ria ala kedua orang lelaki yang sudah lama sekali bersahabat.
"Valen, "
"Vayleen, "
"Btw, cuman itu nama kamu? " tanya Valen bingung. Dengan kompaknya Vayleen menggeleng bersamaan dengan Luna. Valen dibuat bingung dengan kekompakan mereka. "Vayleen Sheixelle Scheinen! ' kompak mereka.
"Vayleen dari mama, Sheixelle dari kak Luna, Scheinen, dari marga papa! " antusias Vay sedikit tersenyum. Luna memamerkan dirinya dengan bangga di saat alis Valen menyatu menatap dirinya.
"Dih? Dapet nama Sheixelle dari mana coba? Berasa lo emaknya dah pake acara cetusin nama." ledek Valen. Luna memudarkan senyumnya dan menatap kesal sang tunangan reseknya.
"Shuttt, orang lagi bangga jangan diruntuhin kebanggaannya! Lagian emang salah ya kasih nama orang? Mumpung lagi baik hati dan tidak sombong! " kata Luna penuh percaya diri. Valen hanya menampilkan wajah seolah eneg nya. Beralih pada Vay, entah dorongan dari mana Valen mengangkat tubuh Vay agar duduk di pangkuannya.
__ADS_1
"Dih? Anak orang tuh! " ucap Luna.
"Iya tau anak orang, masa anak kucing sih?! Cara pengucapan lo salah! " kesal Valen. Vay hanya diam saja menyaksikan perdebatan keduanya. Jujur dia juga kaget sekaligus bahagia saat diangkat dan dipangku oleh Valen. Padahal mereka baru saja berkenalan.
"Tapi beteweh, Vay namanya sama kayak lo ya! Sama-sama Valen cuman bedanya Vay ada 'y' nya" kata Luna tiba-tiba. Valen tersenyum kecil mendengar nya. Dia juga baru sadar akan itu.
"Jodoh! "
"Ih Alien ho*mo!! "
"Bukan itu maksudnya! "
"Ya terus? "
"Jodoh anak, whahaha... "
"Dih? "
Lanturan Valen membuat Luna geleng-geleng kepala. Jodoh anak? Mana ada konsepnya begitu! Hanya Valen yang paham maksud dari katanya sendiri. Dan author tentunya hehe..
"Vay bisa baca tulis? " tanya Valen.
Vay mengangguk.
"Hitung-hitungan? " tanya Valen.
"Widihh, anak pinter! Coba, lima kali delapan tambah enam pangkat empat berapa? " tanya Valen asal.
*(Bahasa mtknya: 5 × 8 + 6 √4 \= ?)
Vay terdiam sejenak. Valen masih setia menunggu jawaban dengan mengelus anak rambut Vay. Begitu juga dengan Luna hanya bedanya Luna tak melakukan sesuatu selain duduk, bernafas dan menunggu jawaban Vay. Mereka sedikit tersentak mendengar Vay menjawab setelah beberapa detik kemudian.
"Lima puluh dua" jawab Vay.
"Hah? " cengo Valen. Luna menautkan alisnya bingung. Rasa penasaran menyelimuti nya dengan tanggapan Valen mengenai benar atau salahnya jawaban Vay. "Bener gak Lien jawabannya? " tanya Luna antusias.
"Gak tau! " jawab Valen polos.
"Lo gimana sih?! Masa kalah sama anak kecil! " ledek Luna membuat Valen mendengus sebal. "Bercanda Pal, sini handphone lo mana biar gw cari di kalkulator! " lanjut Luna menyengir.
Valen merogoh saku jaketnya dan memberikan kepada Luna. Vay yang hanya diam menyimak hanya menjadi penonton setia keributan di depannya.
"Pin lo berapa? "
"1405**"
__ADS_1
"Lah? Itu ultah gw kan ya? "
"Sekalian nginget doang sih"
Luna hanya diam paham saja. Sejujurnya dia kaget dan sedikit salting dengan kode pengunci Valen yang dibuat ternyata adalah sandi ulang tahunnya. GeEr boleh gak sih? Benak Luna tersenyum samar.
"Oke, apa tadi pertanyaan lo? "
"Lima kali delapan tambah enam pangkat empat sama dengan? "
"Tadi Vay jawab berapa? "
"Lima puluh dua"
"Omaigatt!! Bener dong?! "
Valen melotot kan matanya kaget. Padahal dia bertanya asal dan Vay benar-benar menjawab dengan benar. Setelah ditunjukkan Luna isi ponselnya, dia beralih menatap Vay yang diam saja.
"Pay-pay, makan apa? " polos Valen.
"Vay Paleenn, bukan Pay! Lo juga nanya aneh bener, ya pasti dia makan nasi lah! " greget Luna yang tak habis pikir dengan pertanyaan Valen. Sang empu yang disebut hanya tersenyum tipis saja. Andai saja, kedua orang tuanya berdebat namun sama seperti Valen dan Luna. Pasti keluarga mereka sangat harmonis.
"Dih, nama gw Valen aja lo ubah jadi Palen! Ya terus, apa bedanya nama gw sama Vay, ya gak Pay? " tanya Valen beralih pada Vay. Sang empu tersadar dari lamunannya dan mengangguk pelan.
"Iya juga sih kata lo, lagian nama Pay imut juga! Fiks, lo CalPak!" setuju Luna lirih. Valen menjentikkan jarinya. Ini yang buat dia merasa asik. Selalu memiliki topik alias tak kehabisan topik!
"Tapi kata Pai lebih bagus noh! Beteweh, CalPak apaan? " heran Valen bingung.
"Calon baPak! " gamblang Luna terang-terangan. Sejenak dka terdiam dan menutup mulutnya. "Eh—, ga jadi! Tapi hem anu—, tadi kata Pai lebih cakep juga sih daripada Pay" lanjut Luna mengalihkan pembicaraan.
Valen menautkan alisnya. Tentu saja ucapan Luna yang gamblang sebelumnya sangat jelas terdengar. Bahkan dia dapat melihat jika gadis itu salah tingkah menyadari mulutnya yang tak tersaring.
* Lucu! * batin Valen.
Ceklek!
Mereka semua dengan kompak menoleh ke arah sumber suara. Terlihat Elvan yang keluar dari ruangan Lesya. Seketika suasana asik yang mereka bangun tersingkir dahulu. Luna, gadis itu juga sudah melupakan rasa salah tingkahnya dan menatap serius Elvan yang terlihat sedikit lebih lega. Maybe~
"Eh pak Ketos, gimana keadaan my prend? " tanya Luna penasaran. Elvan perlahan duduk di satu kursi yang ada dan menatap sekilas Luna kemudian beralih lagi menatap lurus arah tembok.
Jangan lupa like, komen, vote, rate, gif🤗
>>><<<
Kali-kali bahas Luna gak masalah kan ya? Part ini mungkin dibutuhin nanti. So, jejaknya sayang-sayangku jangan dilupain😗 Geli ya? Sama author juga😌
__ADS_1
Maaf klo banyak typo karena keyboard author juga terkadang error ya jadi gitu.. Salam hangat semua lop-lop you sekebon gayss😘