Aleesya: My KetBok, My Hubby!

Aleesya: My KetBok, My Hubby!
359: Ujung Jurang


__ADS_3

Mereka menoleh ke arah Letha. Luna menyenggol sikut Letha dengan keras. Berbeda dengan Lisa yang hanya menatap tajam Letha. Sementara Valen hanya diam menjadi penonton setia. Dan Elvan, terlihat jika lelaki itu mengepalkan tangannya kuat mendengar ucapan Letha. Memang dia tipikal orang yang dingin namun jika disungguhi oleh kata-kata demikian, dia sangat panas.


"Eh lo jangan mancing emosi ya! Dari dulu kalau Lesya gak di apartemennya, dia di rumah gw. Kalau gak juga paling dia di markas atau gak sekedar mampir ke rumahnya di Prancis. Jangan sembarangan nuduh yang enggak-enggak lo ya! Gw sebagai sahabatnya tau selama ini Lesya suka apa dan gak suka apa, gak kayak lo yang adeknya tapi gak tau dia ngapain dan apa kabar! Dia selalu sama gw atau gak Leon jadi jangan pernah sembarangan fitnah sebelum gw lempar lo dari sini! " tajam Luna ketus karena tak terima.


"Ouhh, iya kah? Omaigad, sorry nih ya tapi menurut gw tuh kan bisa aja ya Leon sama Lesya berhubungan secara gw tau dulu Leon suka sama Lesya! " ucap Letha dengan tingkah nya yang sok terkejut.


Lisa menatap geram Letha yang sok polos di hadapannya. "Eh lintah gatel, sembarangan lo kalau ngomong anj*ng! Gak mungkin ya Leon sebejat itu ngelakuin hal aneh-aneh sama sahabatnya ssendiri! " elak Lisa membantah dan menolak perkataan Letha dengan sangat keras.


"Bisa aja kali semua terjadi di dunia ini! Apalagi gw denger kayaknya lo berantem sama pacar lo ya? Ouuuu, apa jangan-jangan karena dia bosen sama lo atau karena Lesya ya? " tambah Letha bagaikan seorang provokator.


📞 Letha jaga ucapan lo ya!


Letha menautkan alisnya bingung tanpa bersalah. Mendengar ucapan Lesya barusan membuat Letha semakin gencar ingin mengganggu hubungan erat persahabatan sang kak- eh maksudnya hubungan persahabatan Lesya.


"Whyy? Jangan-jangan dugaan gw bener? Jadi selama ini beneran lo main sama orang di luar?! Wah-wah, mau ditaro di mana muka mami sama papi nanti? " ujar Letha lagi dengan tampang terkejutnya.


📞 LETHA?!!


"LETHA?!! " tajam Luna. Em lebih tepatnya Luna dan Lesya. Ya memang dari sambungan telepon Lesya dapat mendengar semua ucapan Letha dan berusaha mengembalikan suasana agar Letha diam menyimak seperti tadi.


"Apa sih? Lo juga bela-bela Lesya mulu dah! Atau jangan-jangan lo juga sama kayak Lesya lagi main di luar sama om-om! " curiga Letha beralih menatap Luna dengan senyumnya yang penuh arti. Sontak saja Valen yang berada di sebelah Letha menatap datar gadis di sebelahnya.


"Maksud lo apa Tha? Mending lo diem deh, ngomong cuman nambah suasana gak enak doang lo! Anak orang hampir di ujung maut lo justru ngajak ngomong gak penting kayak gini? Sadar lo, pake otak, kakak lo nyawanya mau dicabut nih! " tajam Valen datar tak seperti biasanya.


"Dia bukan kakak gw lagi! GW ZELARA ALEETHA MICHELLE FYO, SUDAH MEMUTUSKAN HUBUNGAN PERSAUDARAAN GW SAMA LESYA, paham! " tekan Letha tak kalah datar dan santai. Ya, santai. Gadis itu tak berpikir panjang dengan dampak yang terjadi esok ataupun nanti. Hanya satu yang dia pikirkan yaitu, merebut kembali Elvan walau jalur kuning sudah melengkung.


"LO MAKIN LAMA MAKIN NGELUNJAK LO YA! GAK GUNA OTAK LO DI PAKE YA ****! GAK GUNA JUGA LESYA MAU JAGAIN LO DARI JARAK JAUH! " emosi Luna hendak menampar pipi Letha namun diurungkan karena tertahan oleh Valen.


📞 STOP! GW LAGI STRESS DAN KALIAN NAMBAH BEBAN PIKIRAN GW?! PLEASEE DEH PAKE OTAK DINGIN BUKAN PANAS BUAT KONDISI SEKARANG!


Lesya dengan cepat menengahi perdebatan yang akan kembali terdengar di sambungan telepon mereka. Letha hanya diam saja dengan tatapan yang sangat polos pada semua orang yang merasa risih dengan keberadaannya. Berbeda dengan isi lubuk hati Letha yang sangat puas dengan ekspresi Luna, Lisa, Valen, Elvan, juga Lesya. Eh, kurang deh!


📞 Lisa: Mending lo ke jurang ****** sekarang deh Sya, soalnya di sana udah disiapin mantras vers jumbo besar! Anak-anak TW sama LC kayaknya udah nunggu di bawah sana.


Lesya yang mendengar usulan Lisa yang terdengar menyarankannya di sambungan telepon hanya mengeryit bingung. Namun sejenak di mengetahui jika semua ini adalah suruhan Elvan untuk membantu dirinya dari serangan dadakan maut ini.


📞 Harus kah turun ke jurang?

__ADS_1


📞 Elvan: Dari pada loncat dari mobil?


📞 Tapi. . .


📞 Elvan: Mau loncat sekarang?


📞 Takut! *cicit pelan


Lesya menyembunyikan wajahnya di stir mobilnya setelah mendengar nada cicitan yang menurutnya terkesan alay bagaikan perempuan pada umumnya. Bahkan Luna, Letha, Valen, dan Lisa yang mendengar langsung terdiam seribu kata.


Elvan menghela nafasnya panjang. Akhir ini Lesya memang manja. Dan dugaannya sekarang adalah karena Lesya yang berbadan dua sekarang ini. Hufftt, lucu ya?


📞 Elvan: Di sana udah ada mantras Le, lagian ada anak buah gw yangpasang badan nanti!


📞 Yaudah oke gw ke jurang tapi--- AKHH?!


Tuuuttt!


Mereka semua terkejut mendengar Lesya yang meringis sebelum sambungan ponsel mereka putus. Menoleh ke arah mobil Lesya, mereka juga tersentak melihat mobil Lesya yang oleng karena tanpa sengaja menginjak beberapa baru besar di sana. Bahkan Lesya sendiri di mobilnya sangat tak baik-baik saja. Keningnya sedikit tergores dan pandangannya sedikit memburam.


"Hati-hati lo Vano kendarainnga! "


Dan kebetulan Lesya juga membuka semua kaca mobilnya. Cukup memakan oksigen jika dia berada di tempat tertutup. Pasokan oksigennya perlu diisi kembali oleh udara sekitar dan itu sebabnya dia membuka kaca mobil.


"KE JURANG SEKARANG SYA! "


Lesya menoleh dan memicing. Rupanya suara itu berasal dari Lisa. Dia mengangguk saja dan kembali menambah kecepatan lajunya. Dengan mobil Elvan yang mengawal dari belakang, kedua mobil itu bagaikan pembalap yang bersaing saat ini.


Oke back to mobil Elvan...


Drttt...


Revan calling you..


"Vano, ada telepon nih dari Revan! "


"Angkat aja! "

__ADS_1


Lisa mengangguk dan menggeser tombol hijau layar ponsel milik sepupunya itu. Tak lupa meloud speaker, rupanya Revan hanya memberi tahu jika semua yang dibutuhkan sudah siap sesuai perintah Elvan. Bahkan Cakra sebagai wali LC sudah datang dengan beberapa anak buah LC.


📞 Halo, pak boss semua udah siap di sini dan bang Cakra juga udah nyampe nih sama anak buahnya yang lain!


📞 Lisa: Lagi mantau.


📞 Oh oke deh, kita di tunggu di sini yo..


📞 Lisa: Iya Rep.


Tuttt!


Lisa menutup sambungan telepon setelah berbicara dengan Revan. Mereka semua kembali sibuk menatap pergerakan Lesya hingga mereka dibuat terkejut dengan kehadiran truk mobil besar. Gaya mengemudi mobil truk itu sangat oleng. Ditambah Lesya di depan mobil truk itu, membuat mereka sedikit tersentak karena takut mereka bertabrakan. Kecuali Letha.


"Eh, kayaknya yang kendaraan truk tuh gak fokus deh nyetirnya nyampe oleng nya kayak gitu! " ucap Valen menduga. Luna dan Lisa mengangguk setuju. Dengan tanggap Elvan membunyikan klakson mobilnya agar mereka yang berada di depannya tetap fokus mengemudi.


Tin.. Tin.. Tin..


Lesya yang mendengar klakson mobil Elvan yang berbunyi tiga kali tiba-tiba menghentikan aktivitasnya yang mencari sebuah benda agar diletakkan di sakunya sebagai jaga-jaga. Tahu apa benda yang dapat menghubungi seseorang selain ponsel. Namun sepertinya saat ini Lesya lupa membawa benda tersebut.


Saat melihat ke arah depannya, dengan cepat Lesya tersentak dan reflek mengambil jalur berbelok agar memberi celah besar pada mobil truk itu. Namun rupanya saat ini dewi Fortuna sedang tak menimpa dirinya. Justru dia sendiri yang oleng dan akhirnya terus berputar-putar hingga tiba di jurang yang dimaksud oleh Elvan tadi. Ralat, lebih tepatnya dia sekarang sudah berada di ujung jurang.


Truk tersebut berhasil melalui Lesya dan bahkan hanya menyenggol bagian depan Lesya saja hingga kedua mobil itu lecet. Sang pengemudi truk yang sedang mengantuk itu tentu saja beralih mengendalikan mobilnya dan dengan segera kabur dari sana agar tak tertangkap. Dan berbeda dengan mobil Elvan yang kembali melaju cepat agar dapat menyusul Lesya di ujung jurang.


"Sya?! " panggil Luna sedikit berteriak.


Lesya tak menjawab panggilan itu. Dia hanya menoleh dan melihat ke bawah jurang melalui kaca mobilnya. Benar saja perkataan Elvan jika di bawah sudah ada mantras jumbo yang dipastikan sangat empuk dan aman untuknya.


"LONCAT AJA BU BOSS! " teriak Revan dari bawah jurang. Ya, di bawah sudah banyak yang memperhatikan dan bahkan sudah pasang badan jika Lesya yang mereka dengar adalah bu boss mereka sempat sedikit lecet. Mereka juga terkejut karena justru mobil hendak terjatuh.


Lesya mengerjap. Nyawanya berada di ujung tanduk sekarang. Antara dia hidup ataupun mati. Jika dia maju, dia sudah loncat ke jurang. Sementara jika dia mundur, tak bisa juga karena sudah dihimpit oleh sebuah lubang yang sedikit besar. Catattt, hanya sedikit besar saja ya!


* Gw harus gimana ya Tuhan? Loncat aja gak ya? * batin Lesya bingung sekaligus sedikit takut. Bahkan tanpa sadar gadis itu meremas kuat stir mobilnya sebagai lampiasan rasa ketakutannya.


Jangan lupa like, komen, vote, rate, gif🤗


>>><<<

__ADS_1


Happy or sad ending mau nya? Btw ini cuman nanya doang ya. Soalnya ini masih konflik sedikit puncak. Belum di puncak konfliknya nanti, wkwk.. Jawab ya gays dan maaf kalau author sering gak beraturan updatenya. Love u all♡


__ADS_2