
Hari kemarin sudah berlalu dan saat ini adalah hari dimana Lesya dkk, Letha dkk, Elvan dkk, Revan, Elena, Alam, Cakra pergi merayakan hari dimana terbentuknya Tiger Wong sekaligus pengangkatan Elvan menjadi ketua Tiger Wong walau berbeda tahun.
Semalam mereka sudah menyiapkan lengkap alat-alat persiapan mereka ke liburan desa mereka nanti. Dan sekarang, motor-motor sport besar terparkir di depan gerbang rumah Elvan. Entah mengapa Chatrin yang memang mendengar kabar jika sahabat lamanya hendak berlibur juga ikut datang dengan tas ransel besar di pundaknya.
"Elvannn, aku sama kamu ya? Takutnya aku jatuh gimana? " ucap Chatrin namun tak dihiraukan oleh Elvan sama sekali. Valen yang malas melihat keberadaan Chatrin yang mendadak hadir tanpa sebuah undangan kesal sendiri. "Oy lo gak diundang ngapain datang? Kek jal*ngkung gw liat lo?! " kesal Valen pedas.
"Cocok tuh sama julukan lo sekarang! Sepedes cabe, senusuk silet, setajam belati, gw tetapkan saat ini nama julukan lo JAL*NGKUNG gimana? " sahut Luna menekankan kata ‘jal*ngkung’ di kalimatnya lalu tertawa ngakak mendengar kalimat lontarannya.
Chatrin mendengus kesal dan hendak maju melawan Luna namun terhenti melihat dua kembaran yang seperti dia lihat di satu tempat. Itu Lesya dan Letha! Jika Letha menggunakan gaun mini bewarna kuning cerah selutut. Sedangkan Lesya menggunakan kemeja biru tua dan celana hitam yang sobek-sobek di bagian lututnya. Imut untuk Letha dan perfect cool untuk Lesya. Sesama kembaran yang sangat bertolak belakang sifatnya!
"Lo ngapain di sini?! " kesal Letha yang kembali bertemu Chatrin di depan gerbang rumah mewah yang dia tempati. Chatrin mendesis sinis. "Heh, lo lagi? Gak kapok lo sama gw hah?! " balas Chatrin tak kalah kesal.
Sementara Lisa yang sudah nangkring di motor sport Leon hanya menyaksikan saja sekaligus ribut dengan Cakra. Leon yang juga berada di atas motornya hanya asik bercanda dengan Lisa dan Cakra saja. "Woe lo turun gek! Sama temen lo noh si repan-repan tuh! " ucap Cakra mengusir Lisa yang nangkring di motor Leon.
Lisa mendengus malas dan merengek kepada Leon agar menghentikan Cakra yang terus mengusirnya. "Aaayyangg, suruh mingkem gek abang kamu ini! Bikin kesel bae kerjanya ish! " Leon hanya menatap Cakra dan menghela nafasnya panjang. "Bang lagian ngapa sih lo gak bawa motor lo? Jadi susah kan ujung-ujungnya! " tanya Leon malas.
"Sebagai adik yang baik dan penurut sama abangnya mending lo usir dulu nih pacar lo! Lagian motor gw dikunci noh sama si echa biar gak kabur-kaburan! " malas Cakra. Leon mendesis malas dan akhirnya mengalah saja. "Yaudah nih lo naik sendiri! Gw sama Lisa naiknya pake motor Lisa! Udah kan nih, bye! " final Leon beranjak turun diikuti Lisa.
Lisa memeletkan lidahnya ke arah Cakra dan berlari kecil ke samping Leon. Beralih lagi pada yang lainnya seperti Luna yang hanya diam menyimak perdebatan antara Chatrin dan Letha. "Oy alun-alun lo gak jadi pergi? Diem-diem bae lo! " tanya Valen mengagetkan Luna di sampingnya.
__ADS_1
"Anj*ng! Sabar woeee, untung gw sehat tanpa riwayat sakit, ngagetin aja lo alien! " kaget Luna mengelus dadanya dan menatap tajam Valen. Valen hanya terkikik kecil saja dan menepuk kursi belakang di motornya. "Naik nih mumpung gw lagi baik hati! " tawar Valen.
Tanpa aba-aba Luna berdiri dan memegang pundak Valen. "Tumpangan gratis jangan di sia-siain huyy! " sorak Luna dengan sengaja sedikit berteriak di samping telinga Valen. Valen sontak saja mengusap telinganya. "Woee jangan buat gw budek lo ya! Dikasih hati malah ngerusuh! " kesal Valen. Luna hanya terkikik lucu mendengar gerutuan Valen. Alhasil mereka saling bertengkar hal sepele satu sama lain yang entah itu apa.
Sementara Lesya yang hendak mengeluarkan motornya di halaman ditahan oleh Elvan. "Lo naik motor gw aja! " bisik Elvan. Lesya menggeleng cepat mendengarnya. "Nanti ketauan! Mana ada temen-temen lo lagi! " balas Lesya ikut berbisik menolak tawaran Elvan.
"Sekali-kali lo yang bantu gw dari tuh dua cewek gek! " desak Elvan berbisik. Lesya berpikir sejenak mendengarnya. Elvan memang banyak membantu dirinya dan sekali-kali dia membantu Elvan agar lepas dari Chatrin dan Letha tak salah bukan?
Alhasil setelah memikirkan hal tersebut Lesya mengangguk singkat dan naik ke atas motor Elvan setelah menggunakan full face helmnya. "Oke, gw sih fine-fine aja! Sama aja artinya gw hemat energi gw kan ya? " balas Lesya yang akhirnya setuju dengan tawaran Elvan.
Lesya berpandangan ke arah kanan kirinya karena rupanya sudah ada mata Farel dan Ken yang menatap dirinya dengan bingung. Dia menghembuskan nafasnya panjang dan memegang pundak Elvan saja. "Apa liat-liat?! Pengen gw congkel atau gw colok hah?! " galak Lesya.
Sontak saja Ken dan Farel menggeleng sebagai jawaban. Dan Lesya mendengus malas melihatnya. Risih memang saat diperhatikan begitu oleh teman dari suaminya sendiri. Sebentar, suami? Ouh, Lesya rupanya mulai terbiasa dengan kata-kata itu. Tentu saja karena waktu yang membuat perlahan dirinya terbiasa dengan sikap dan diri Elvan. Ingattt, hanya perlahan saja belum sepenuhnya! Bahkan dia juga sudah terbiasa tinggal di lingkungan keluarga Grey. Catatt, sudah!
"Jangan kalian kira kita gak tau ya isi hati kalian! Buruan naik, udah untung diajak! " kesal Lisa melihat raut wajah Chatrin dan Letha yang tak suka dengan Lesya.
Alhasil Letha dkk yang masih diam naik saja walau mereka tak tahu harus bersama siapa. Sisa Chatrin yang bingung memilih antara Revan dan Cakra. "Gw. . . "
"SHUT UP! Kita gak mau sama lo! " kompak Revan dan Cakra menolak mentah-mentah jika harus berboncengan dengan Chatrin. Terutama Cakra tentunya karena memiliki pacar sementara Revan karena memang tak ingin bersentuhan dengan Chatrin. Jika kalian menebak karena Revan tahu bagaimana kelakuan Chatrin jawabannya tepat! Itu sebabnya Revan menolak jika bersentuhan dengan Chatrin yang sudah kembali ke Indonesia.
__ADS_1
"Yah, kok gitu sih? " sendu Chatrin namun tak ditanggapi mereka semua. Dapat dibilang saja jika mereka kebal dengan orang yang bermuka dua. Elena yang kesal harus menunggu lama akhirnya angkat suara.
Brummm!
Elvan dengan Lesya, Valen dengan Luna, Farel dengan Letha, Ken dengan Nayla, Frans dengan Amel, Leon dengan Lisa, Alam dengan Elena perlahan mulai meninggalkan area rumah itu. Karena waktu yang ditentukan hampir habis.
Sementara Cakra dan Revan yang hampir tertinggal dengan cepat melanjukan motor mereka meninggalkan Chatrin di sana. Pagar gerbang rumah Fyo sudah tertutup rapat dan Chatrin terus memaki kesal mengumpat untuk semua orang yang meninggalkan dirinya.
Hingga bunyi deringan ponselnya membuat pengumpatan demi pengumpatan terhenti. Dia melihat nama ‘Rio’ di sana. Hal itu membuat senyum smirknya tersirat. Jika kalian bingung dan ingin bertanya, Rio adalah salah satu peliharaan Chatrin. Tahu bukan maksudnya? Bagitu juga dengan Chatrin yang merupakan boneka mainan oleh Rio.
Jangan lupa like, komen, vote, rate, gif🤗
>>><<<
Hai-hai gaysss, author mau kasih info buat novel di bawah ini. Jangan lupa mampir ya nanti, masih sepii.. Jangan lupa juga like, komen, vote, rate, gif nya biar author tambah semangat update.
Sementara novel ini saya tamatkan dulu nanti akan saya lanjutkan lagi sementara setelah novel itu berada di pertengahan cerita yah. Novel ini juga sementara akan slow update yah. Kemungkinan bisa 1× dua hari atau juga 1× sehari. Gak mungkin dong kalau dua-duanya update 2× sehari? Author juga punya kesibukan sendiri di dunia nyata. Dan kemungkinan juga cerita di bawah ini akan rilis bertepatan tanggal 1 Oktober yah guyss..
__ADS_1
Jangan lupa mampir saat 1 Oktober nanti yah, salam hangat dari saya author untuk para pembaca setia novel saya🥰 Hanya sekedar mengisi waktu luang saja sebenarnya membuat novel ini. Tapi, saya author justru terbawa perasaan sama komentar, cerita alurnya. Jika kalian bertanya dari mana dapat ide alur ini, jawabannya saya ambil idenya dari dunia nyata. So, kalau sempat mampir jangan pelit-pelit like dan komennya yah.
See u all😘