Aleesya: My KetBok, My Hubby!

Aleesya: My KetBok, My Hubby!
56: Alergi!


__ADS_3

Elvan beranjak dan melangkah menuju tujuan yang sama dengan Lesya, ruang makan. Elvan dan Lesya melakukan ritual makan malam yang tertunda 15 menit saja.


Lesya tersadar sejenak. Dia sadar setelah menikah dan tinggal di kediaman Grey, dirinya semakin rutin makan. Pantes saja dia jam segini sudah kelaparan.


Setelah selesai, Elvan beranjak ke kamar terlebih dahulu karena perutnya sakit. Tadi dia tak sengaja memakan sayur yang berisi toge. Yap! Elvan alergi dengan toge.


Lesya mengernyit bingung. Tumben sekali Elvan tergesa-gesa ke kamar. Bi Ayla, salah satu asisten rumah tangga menghampiri Lesya yang termenung.


"Non, sudah selesai? " Lesya tersadar dan mengangguk. Sebelumnya dia bertanya siapa bi Ayla, "Anda siapa ya? "


Menyadari bahwa Lesya tak mengenalnya, bi Ayla memperkenalkan dirinya, "Saya Ayla Non, saya sudah bekerja di sini semenjak den Elvan berumur satu tahun"


Lesya mangut-mangut paham. Bi Ayla segera mengemas piring bekas sisa makan Lesya dan Elvan. Dia terkejut melihat sisa toge di piring Elvan.


Dirinya tak enak jika memberi tahu kepada Lesya jika Elvan alergi dengan toge. Dia takut lancang seperti dirinya tak sengaja memecahkan gelas.


Dan gelas tersebut mengenai Elena yang berada di sampingnya waktu itu. Akhirnya dia mendapatkan hukuman dari Angga. Mayang bahkan tak bisa mengendalikan emosi Angga saat itu.


Beruntung dirinya tak dipecat. Hanya saja gajinya yang dipotong. Dia bersyukur setidaknya dia memiliki pekerjaan bukan?


Lesya yang menyadari bahwa bi Ayla ingin bicara, angkat suara, "Kenapa bi? Kayaknya mau ngomong ya? Ngomong aja bi"


Dengan ragu bi Ayla jujur, "Itu Non, den Elvan alergi toge. Dan dipiringnya ada bekas toge ya? "


Lesya membulatkan matanya. Jadi tadi Elvan sempat terbatuk-batuk. Apa itu alerginya?


"Yang bener bi? Trus kalo dia alergi biasanya efeknya apa? " Bi Ayla menggaruk tengkuk lehernya, "Biasa sih cuma muntah sama pusing doang Non"


Lesya meninggalkan bi Ayla sendirian di sana. Dia segera berlari kecil ke arah kamarnya. Dan benar saja!


Lesya yang sudah sampai di kamarnya mendengar suara Elvan di kamar mandi. Dia mengetuk pintu kamar mandi, dan dibuka oleh Elvan.


Ceklek!


Lesya bisa melihat wajah Elvan yang sudah pucat. Elvan tak bisa melihat dengan jelas Lesya. Kepalanya mulai berkunang-kunang.


Bruukk!

__ADS_1


Elvan terjatuh tepat di leher Lesya. Lesya merasa geli dibagian lehernya. Dia sempat memundurkan langkahnya beberapa langkah ke belakang.


"Pan! Papan! Lo gak papa kan? Pan oy! " Lesya merutuki dirinya yang berbicara dengan orang pingsan.


Lesya membawa Elvan ke ranjang. Walaupun membutuhkan waktu yang cukup lama karena Elvan lebih besar dibandingkan Lesya.


"Hufft! Akhirnya. . . Dia gak panas tapi pingsan. Mana berat lagi! " Lesya berjalan ke bawah karena tersadar dirinya meninggalkan bi Ayla sendiri.


Lesya menghampiri bi Ayla yang masih mengemasi piring bekas makan dirinya dan Elvan, "Bi! Echa bantu ya"


Bi Ayla berusaha menghentikan Lesya yang membantu dirinya mengemasi piring-piring. Lesya tak bergeming. Dia tetap mengemasi piring-piring yang ada.


"Gak usah Non, ya ampun! Nanti tuan besar marah sama saya" Sudah berapa kali bi Ayla mengatakan itu tapi tak didengar oleh Lesya.


Akhirnya Lesya angkat bicara, "Udah bi, echa yang bantu beresin tapi bibi yang cuci aja deh gimana? " Pasrah nya.


Bi Ayla mengangguk. Dia tersenyum dan membantu Lesya mengemasi piring-piring yang kotor untuk di cucinya.


~o0o~


Ceklek!


Dapat Lesya lihat di matanya jika Elvan sudah sadar. Bahkan sudah duduk di tepi ranjang seraya mengerjakan tugasnya.


Dengan cepat Lesya menghampiri Elvan yang duduk di tepi ranjang. Dirinya tak segan-segan mengambil laptop Elvan dan meletakkannya di nakas.


Elvan menatap tajam Lesya. Lesya membalas tatapan tersebut tanpa rasa takut. "Mksd lo apa ganggu gw belajar? " datarnya.


"Gw gak ganggu! Tapi lo tau waktu dong! Lo ngapa gak bilang sih kalo lo alergi toge? Kan bisa gw gak kasih toge nya?! " oceh Lesya.


Elvan menatap aneh Lesya, "Lo khawatir? " Lesya terdiam sejenak, "Enggak! " elaknya.


Elvan tersenyum tipis di bibir pucatnya. Dengan cepat Lesya meletakkan obat yang dia bawa di nakas.


"Jangan lupa diminum eh, dimakan deh. Bod*amat! Yang penting dimakan diminum seterah" ucap Lesya yang tak tahu obat tablet padat diminum atau dimakan.


Elvan berdehem saja. Dia tak punya banyak tenaga untuk berbicara dengan Lesya. Kepalanya sekarang tiba-tiba saja berkunang-kunang.

__ADS_1


Di saat Elvan ingin mengambil gelas, dia kembali pingsan. Hingga gelas yang dia pegang terjatuh ke bawah.


Pyaarrr!


Lesya yang hendak pergi, terkejut mendengar suara gelas jatuh. Lesya membalikkan badannya dan membulatkan matanya melihat Elvan yang kembali pingsan di ranjang.


Sementara serpihan gelas yang pecah akibat ulah Elvan kini Lesya pungut. Setelah membersihkan serpihan gelas yang pecah, Lesya membuang serpihan tersebut di tong sampah yang ada di sana.


Lesya kembali ke ranjang dan membenarkan posisi tidur Elvan. Setelah selesau, tanpa sadar Lesya terbaring lemas di dada bidang Elvan.


"Hahh! Berat! Makan apaan sih? Daging kebo kali ya" Lesya kembali berdiri dan memasangkan selimut kepada Elvan.


Lesya beranjak dan kembali ke bawah. Tak lupa dia mengambil laptopnya. Dia memainkan permainan uler-uleran di laptopnya saat berada di ruang tamu.


Dia sudah tak peduli jika dirinya memiliki banyak tugas yang menumpuk. Saat bi Ayla kembali lewat, dia heran sedang apa Lesya di sini. Padahal sudah larut malam.


Dengan cepat bi Ayla menghampiri Lesya, "Non, " Lesya menoleh dan mendapati bi Ayla di sampingnya.


"Iya bi? Oh iya, jangan panggil saya nona ya bi! Saya masih muda dan saya bukan majikan di sini" Bi Ayla tercengang.


Selama dia di bekerja di kediaman Grey, dia selalu memanggil Elena sebagai sebutan Nona. Tak boleh dengan nama saja.


Bi Ayla kikuk, "Tapi Non--- " Lesya mendengus, "Nama saya Lesya bi, bukan Nona! Bibi bisa manggil Lesya dengan kata echa kok"


"Saya gak mau lancang Non--- " Lesya berpura-pura memasang wajah sedih, "Bibi, ayolah" rengeknya imut.


Bi Ayla yang merasa iba dengan Lesya, menganggukkan kepalanya, "Baiklah Non-- maksud bibi echa"


Lesya tersenyum kembali, "Ginikan enak bi! Oh iya bi, bibi belom tidur? "


"Ini baru mau tidur, echa sendiri? Udah larut malam loh" Lesya menyengir. Dia menutup laptopnya, "Ini juga baru mau tidur"


Setelah berbincang sedikit dengan bi Ayla, Lesya segera beranjak ke kamarnya. Dia meletakkan laptopnya di nakas dan membaringkan tubuhnya diranjang.


Hari yang panjang sudah berlalu. Lesya tertidur di kamar dengan nyenyak. Dia bahkan lupa mematikan lampu ruangan karena kantuk-nya yang berat.


Jangan lupa like, komen, vote, rate, gif🤗

__ADS_1


__ADS_2