
Letha yang sudah balik hanya tersenyum penuh arti kepada kakaknya sekilas. Sebenarnya dia sudah lama mendengar semua ucapan Lesya dan kedua orang tuanya. Mungkin~
Mengenai pernikahan ah, Letha juga tak sengaja mendengarnya. Hanya saja niatnya diurungkan kembali karena masih ingin mendengar percakapan Lesya dan Sella. Dia tahu Galang, ayahnya hanya menyimak saja. Setelah merasa tak ada pembicaraan yang penting, barulah Letha keluar dari persembunyiannya.
Kini giliran Sella yang kebelet ingin buang air. Izin pamit kepada Galang dan saudari kembar yang ada, Sella yang hendak berdiri sontak memegangi perutnya yang sedang sakit. Galang reflek menahan tubuh sang istri yang hampir jatuh. Lesya dan Letha sontak saja berdiri di tempat mendengar pekikan Sella yang semakin pecah.
"AKHH, SAKITT! " pekik Sella kesakitan.
"Apanya yang sakit hm? Bi--- "
Ucapan Galang terpotong karena Lesya yang menyadari jika darah Sella sudah keluar dari bawah. "Diem dulu, mending bantuin istri lo tuh mau lahiran! " potong Lesya berdecak malas. Galang sontak menatap tajam Lesya karena masih menggunakan logat lo-gw sekarang. Namun sepertinya saat ini keadaan istrinya Sella lebih penting dibandingkan kembali adu mulut dengan Lesya.
"RONALD PANGGIL AMBULANCE SEKARANG! " ucap Galang yang berlari ke luar dan menyerahkan Sella kepada Lesya dan Letha. Sella menahan sakit saat ini. Keringat dingin sudah bercucuran banjir karena kesakitan yang dia rasakan. Letha hanya menahan satu tangan Sella dan tak tahu harus berbuat apa. Sementara Lesya terus menyuruh Sella menarik dan membuang nafas agar lebih tenang.
"Tarik nafas tan, abis tuh buang! "
Hufttt!
Begitulah kira-kira intruksi Lesya. Namun Sella masih merasakan kesakitan yang luar biasa. Lesya juga memekik kaget di kala Sella mencengkram dengan sangat-sangat kuat tangannya. Dapat Lesya lihat juga jika air mata Sella sudah keluar karena menahan sakit.
Drrtttt...
"Adoh siapa sih anj*ng yang nelpon sekarang?! Udah tau lagi darurat masih aja ada yang kangen gw, ARKKK SAKIT TANTEE! " pekik Lesya di saat jari-jari Sella mencakarnya dengan kuat. Ayolah, Lesya saat ini merasa kesakitan dicakar oleh Sella. Di mana pula Galang pergi meninggalkan mereka?!
Lesya mengangkat telepon dari ponselnya saat mengetahui jika Elvan yang menghubunginya. Meloud speaker ponselnya dan meletakkan di atas meja yang ada, Lesya masih tetap memegangi Sella agar tak tumbang.
Singa kutub😾 calling you..
📞 Halo, ADUHHH SAKIT TANTE JANGAN JAMBAK GW OCHH!
📞 Di mana lo?
📞 Di restoran Ert tapi nih istri bokap gw mau lahiran nih! ANJ*NG EH SALAH JANGAN NYAKAR TANTE aduh, sakit tauk?!
Elvan yang di sebrang sana mendengar ringisan Lesya mengeryit bingung. Apalagi kata-kata Lesya... Kasar yah? Oke, dia paham sekarang jika Lesya diminta ke restoran dan tanpa sengaja istri dari ayah kandung Lesya hendak melahirkan. Dan, wanita itu mencakar atau menjambak Lesya bukan? Terdengar dari ringisan Lesya.
Namun di saat Elvan ingin kembali angkat suara, Lesya mengeryit bingung kembali mendengar suara lelaki di seberang telepon. Niatnya hanyalah menghubungi Lesya bukan karena melupakan kejadian tadi namun bundanya Mayang yang memaksa. Pasalnya saat ini sudah pulang sekolah!
__ADS_1
Sementara kembali lagi pada sisi Lesya, gadis itu akhirnya menyerahkan Sella kepada Galang dan asistennya, Ronald. Mereka memang baru tiba dengan suara sirene ambulance di sana. Namun di saat Lesya hendak pergi dengan Letha, Sella menahannya.
"Lesya, Letha mommy minta tolong ya? Mommy mau nanti waktu adik kalian lahir, kalian bisa nerima dan bisa main bareng. Mommy mau kalian ada waktu persalinan nanti. Boleh kan? " pinta Sella memohon.
Lesya dan Letha saling berpandangan dan sekilas mereka mengangguk. Lesya mengambil ponselnya dan menghubungi Elvan yang masih di sana karena akan izin pulang larut karena permintaan Sella. Sementara Letha hanya mendengar sekilas dan menahan sakit di dadanya.
📞 Pan, gw izin pulang telat ya! Jangan marah, serius ini permintaan istri bokap gw.
📞 Gw gak masalah, cuman bunda yang khawatir.
📞 Bilang bunda, gw janji bakal pulang nanti malem. KAK, BURUAN?! Iya, udah ya byee...
Setelah Lesya dipanggil oleh Letha, dengan cepat gadis itu mematikan sambungan teleponnya. Ikut pergi ke rumah sakit dengan mobil Galang, Lesya kali ini yang mengendarai mobil atas kemauannya sendiri. Ronald, asisten Galang itu hanya duduk diam di bangku samping kemudi. Sementara Letha diam di kursi belakang sendirian.
___
Lesya dan Letha bernafas lega karena terdengar suara tangis bayi dari luar. Mereka menunggu Sella persalinan sedari tadi di luar. Ditemani Ronald yang memang tugasnya akan membantu tuannya, Galang.
Author be like: Gak penting ya? Tapi buat episode selanjutnya penting gays.
Setelah menunggu lebih lama lagi, hingga tak terasa sudah malam, mereka barulah masuk dan mengunjungi Galang dan Sella. Lesya tersentak kaget melihat bayi di inbox yang... Tampan!
OMAIGADDD, CAKEP PENGEN KURUNG!
INGET, MASIH BAYI HUHU...
"Adek baru gw nih? Serius, aaa cakep banget pengen kurung ihh! " cengo Lesya lalu beralih menggendong adik kecilnya yang baru saja lahir itu. Sudah dikasih makan kok! Lagi pula Lesya pecinta anak kecil terutama... Yang glowing dari lahir, wkwk..
"Jangan di kurung beneran! Masih baru berapa jam juga lahirnya. " ucap Galang yang sedari tadi menatap kedatangan tamunya. Ronald hanya diam di tempatnya saja. Jujur, dia masih bingung dengan Lesya dan Letha.
Menyadari kebingungan sang asisten kantornya, Galang menepuk pundaknya dan memberi penjelasan bahwa kedua saudari kembar yang menoel-noel pipi gembul bayinya dan Sella adalah anaknya. Yah tak beda dari Lesya, Letha juga menyukai anak kecil karena gemes.
"Jangan kaget Nald, dia anak saya! Yang tinggi namanya Lesya, yang lebih pendek Letha. Mereka nona muda kamu sekarang, paham? " jelas Galang yang diangguki oleh Ronald. Oh, sekarang Ronald paham jika anak yang dimaksud Galang adalah kedua saudari kembar.
"Daddy, boleh minta fotoin gak? " antusias Letha beralih menatap Galang. Tentu saja lelaki itu menyetujui hal itu. Asalkan anaknya yang baru lahir tak terkena radiasi ponsel karena jaraknya sedikit jauh. Sella? Hanya diam saja karena merasa sakit pada bagian bawahnya.
Cekrek..
__ADS_1
Cekrek..
Cekrek..
Baik Letha maupun Lesya bergantian berfoto dengan gaya mereka. Bahkan mereka lupa bertanya nama adik kecil mereka itu. Beralih berfoto dengan Sella yang terbaring, Lesya baru lah ingat untuk bertanya siapa nama adik laki-lakinya.
"Namanya siapa tan? " tanya Lesya.
Sella tersenyum kecil. Rupanya Lesya masih belum menerimanya. Baiklah, mari mengejar hati Lesya sekarang. Sella beralih menatap Galang seolah bertanya nama yang cocok untuk anak pertamanya.
"Justine Gerryano Erthan! Justine artinya menerima tanggung jawab sementara Gerry artinya pekerja keras. Semoga baby Justine nanti jadi orang yang bertanggung jawab dan pekerja keras. " jelas Galang menjawab.
Lesya mengangguk paham. Kembali menoel-noel pipi adik kecilnya, Lesya berniat menyapa adiknya saja. "Welcome baby jas-jus! Call me your sist okay? " ngawur Lesya.
"Kok jas-jus sih kak? " cengo Letha tak terima saat adiknya yang baru lahir langsung mendapat julukan aneh dari kakak kembarannya.
"Ya jas-jus-tine lah! Kerenkan namanya dari gw, dah jangan protes itu nama paling bagus! " ucap Lesya membanggakan dirinya. Galang memutar bola matanya malas. Bagus matamu! Dari mana juga bagusnya?! Ingin sekali dia protes namun melihat kondisi pucat Sella membuatnya mengurungkan niatnya.
"Kalian gak pulang? Mommy kalian mau istirahat sekarang! " tanya Galang. Lesya dan Letha yang masih memainkan kedua tangan baby Justine terhenti dan berpandangan satu sama lain.
"Yowes kami sekarang pulang dulu besok gw balik lagi! " jawab Lesya yang tak keberatan diusir walau secara halus. Sella memukul pelan Galang yang ada di sampingnya. Tenaganya masih sangat kecil membuat Galang tak meringis sakit.
"Kamu ish, jangan ngusir dong! " cebik Sella.
"Ya kan benar sayang, kamu tuh butuh istirahat! Mereka juga besok kan harus sekolah juga, nanti waktu pulang sekolah mereka aku jemput deh buat jengukin kamu di sini. " ujar Galang menjelaskan sekaligus menawar.
"Idih, ogah gw mah! Mending nanti gw ke sini sendiri. " tolak Lesya mentah-mentah. Galang berdecak kesal. Salah lagi kan dia! Sella maunya ini sementara Lesya maunya ini. Nanti Letha ikutan nambah dan jadi pusing dia hadepinnya.
"Yaudah, tapi besok janji ya main ke sini! " pasrah Sella. Letha dan Lesya mengangguk kompak. Mungkin~ Saat ini mereka sedang akur karena baby Justine yang baru hadir.
"Nah gini kan enak! " gumam Galang.
"Ronald, antar mereka ke rumahnya tanpa lecet! Ingat, jangan diapa-apain! Setelah itu, kamu baru boleh pulang ke rumah, sisanya saya yang jaga. " perintah Galang pada asistennya. Ronald hanya mengangguk saja. Apa dia bisa menolak? Nanti yang ada dia dahulu yang jadi samsak Galang! Ganas sih Galang, entah bagaimana nanti anaknya! Pikir Ronald menghela nafas. Tak tahu saja bagaimana Lesya yang lebih kejam dari Galang, wkwk...
Jangan lupa like, komen, vote, rate, gif🤗
>>><<<
__ADS_1
Bentar lagi yah hampir puncak cerita~
Maaf aku baru update karena kemarin aku kurang enak badan gays, keep healthy ya buat yang baca😄