Aleesya: My KetBok, My Hubby!

Aleesya: My KetBok, My Hubby!
63: Mall!


__ADS_3

Lesya kini berada di kediaman Grey. Dia asik mengguling-kan tubuhnya di atas ranjang. Dia berhenti dan mengingat bahwa hari ini adalah hari ulang tahun Nayla.


Lesya duduk di ranjang. Dirinya berpikir kado apa yang bagus untuk diberikan kepada Nayla nanti.


Ceklek!


Elvan menatap datar Lesya yang tampak berpikir. Terlihat dari sorot mata Lesya yang tampak kebingungan.


Lesya menoleh ke arah Elvan yang baru saja tiba. Pikiran Lesya tertuju mengingat kejadian yang terjadi di ruang OSIS tadi.


Lesya mengalihkan pandangan-nya membelakangi Elvan, "Lupain sya! Oke lupain! "


Lesya kembali menatap Elvan yang membaringkan dirinya ke ranjang. Lesya yang berada di ranjang, terkejut merasakan kepala Elvan yang tak sengaja berada di pahanya.


"Pan! " Elvan diam tak bergeming. Dengan perlahan dan penuh kehati-hatian, Lesya memindahkan kepala Elvan dari pahanya.


Tak berhasil! Elvan yang tengkurap di paha Lesya dengan cepat menangkap tangan Lesya, "Biarin kayak gini Le! "


Lesya terdiam saja. Jantungnya berdetak panik tak karuan. Dia yakin setelah ini dia pasti akan menyakiti Elvan karena tubuhnya tak suka dengan sentuhan orang asing.


"Eeh? " gumam Lesya kecil. Sudah lima menit berlalu, tak ada pertanda bahwa Lesya akan menyakiti Elvan.


Lesya tersadar. Sudah lama juga Elvan pernah bersentuh kontak dengannya. Entah dirinya ditarik, keningnya dici*m, bahkan seperti saat ini.


Lesya tersadar akan semua itu. Dia menatap dirinya dari pantulan cermin yang ada di meja rias depannya itu, "Gw udah. . . " molog Lesya kecil.


Elvan yang mendengar tersenyum kecil. Dia tahu jika Lesya tak suka bersentuhan dengan orang asing. Jika pun tersentuh, hanya hatinya yang mau bukan tubuhnya.


Lesya menoleh ke arah jam dinding. Dirinya terkejut jika dia membuat janji untuk pergi ke mall bersama sebelum pergi ke acara bersama Luna nanti, "Pan! Papan!! Bangun woy! "


Elvan terbangun dan berpindah ke bantal yang ada. Lesya beranjak ke walk in closet dan berlari mengganti bajunya.


Setelah beberapa menit berlalu, Lesya bergegas keluar. Dia hanya menggunakan hoodie kuning dan celana jeans hitam bolong saja.


Rambutnya masih acak-acakkan tapi dirinya tak peduli. Lesya langsung keluar dan mengambil kunci motornya dan ponsel nya.


"Mau ke mana? " tanya Elvan bingung melihat Lesya yang tergesa-gesa.


Lesya menoleh ke arah Elvan, "Mau jalan nyari kado buat Nayla sama Luna"


drrrttt..

__ADS_1


Lesya melirik ponsel nya yang bergetar. Lesya melihat bahwa Luna yang menelepon dirinya lewat ponsel nya.


"Shitt! Telat gw! " Lesya segera mengangkat telepon dari sahabatnya itu.


📞 Ha- *kepotong


📞 ECCHHAAA..!!! LO DI MANA SEH?! *teriak


Sontak Lesya menjauhkan ponsel nya dari telinganya. Suara Luna yang melengking masih terdengar di telinga kedua manusia tersebut.


Lesya mengelus telinganya yang terasa pengang. Satu kata saja belum terucap namun Luna sudah duluan menyela.


📞 OTW!


tuuuttt...


Lesya langsung berlari tanpa satu kata patah pun. Bahkan dia tak berpamitan terlebih dahulu. Dia langsung menancap gas dengan kecepatan tinggi.


Elvan geleng-geleng kepala melihatnya. Dia juga pergi ke luar karena ada janji dengan teman-teman nya mencari kado untuk Nayla.


Lesya yang baru saja tiba di salah satu mall yang terbesar di ibukota. Lesya segera memarkirkan motornya dan bergegas menemui Luna.


Lesya sudah berdiri di samping Luna. Dia mengatur nafasnya agar kembali seperti semula seraya mendengarkan ceramahan dari sahabat nya itu.


"Lesya lo dari mana sih?! Lo tau gak? Gw di sini nunggu lo dari tadi kayak orang jemuran! Mirip patung tau gak" Lesya mengangguk, "Mangap! "


Satu kata dari Lesya itu membuat Luna kesal. Dia berbicara beribu-ribu kata namun Lesya hanya menjawab dengan satu kata.


"Hahhh! Bod*amat! Yok masuk" Luna menarik Lesya masuk ke dalam mall tarsebut. Luna dan Lesya berkeliling dari satu tempat ke tempat lainnya.


Lesya yang mengikuti Luna pegal sendiri melihatnya. Dari semua toko, tak ada satu barang pun yang Luna beli.


Lesya memijit pelipisnya pusing. Dia memegang gagang eskalator karena mereka berdua akan pergi ke lantai atas melalui eskalator.


Luna membawa Lesya menuju toko baju setelah tiba di lantai atas. Lesya sendiri pusing menemani Luna yang terus memilih satu baju ke baju lain.


Ini kesekian kalinya Luna bertanya, "Sya, bagus gak? " Lesya mengangguk saja, "Iya bagus kok! "


Luna membalikkan bajunya, "Em.. Bagus sih! Bahannya juga bagus beli gak ya? " Lesya menepuk tangannya sekali, "Beli aja Lun! Bagus kok"


Luna mengangguk dan membayar ke kasir baju gaun yang dia pegang. Lesya dan Luna beralih ke toko kosmetik.

__ADS_1


Luna mengambil salah satu make up yang ada dan mulai mencobanya, "Cakep gak sya? " Lesya mengangguk saja.


Tak hanya mereka yang berada di toko tersebut. Namun, ada Elvan dkk yang tak sengaja lewat menghampiri mereka.


Valen yang melihat Luna dan Lesya di toko tersebut, berniat menyapa mereka. "Wah-wah, liat siapa yang ada di sini guys! "


Luna yang melihat make up sementara Lesya yang sibuk mengotak-atik ponsel nya menoleh ke asal suara, Valen.


"Kalian? " tunjuk Lesya ke arah anggota OSIS pembutut mereka. Luna kini angkat suara, "Kalian ngapain di sini? "


"Nyari kado lah! Kalian sendiri" tanya balik Ken. Luna memperlihatkan satu set make up yang dia pegang, "Sama lah nyari kado"


Lesya mengecek sakunya. Dia memeriksa semua kantongnya. Lesya hanya menemukan kunci motornya dan ponsel nya saja.


Dia mengingat di mana dirinya tak mengambil dompetnya, "Shiitt!"


Luna melirik Lesya, "Kenapa? " Lesya menatap Luna, "Bagi duit dong Lun... Dompet gw ketinggalan"


"Tapi nih ya--- " Lesya yang paham jawaban Luna, langsung memotong pembicaraan, "Gak ja... di deh! "


Lesya menatap ponsel nya dan Elvan bergantian. Baru saja Elvan mengirimkan dirinya uang berjumlah nominal yang dapat dipastikan besar.


Luna melirik ponsel Lesya, dia memutar bola matanya malas. Pantas saja sahabatnya itu membulatkan matanya.


"Udh ada kan? Traktir dong" Lesya mengangguk, "Gas... Misi gw kali ini foya-foya! Jadi bantu gw ngabisin duit nya"


Luna bersemangat seketika. Dia meletakkan make up yang dirinya pegang dan menarik Lesya ke rak make up yang lain.


"Ini bagus gak Sya? " Lesya menggaruk tengkuknya yang tak gatal, "Mana gw tau? Gw aja kagak pernah make ginian"


Suara ngegas Lesya terdengar hingga ke telinga Elvan dkk. Mereka melotot tak percaya mendengarnya. Seorang wanita tak tahu apa itu make up? Impossible rasanya!


"Aduh sya.. Ini tuh yang di pake sama Vannya nyampe berdebu" Lesya paham, "Bedak ya? " Luna mengangguk.


Luna menarik Lesya ke bagian lainnya, "Mau gw make up-in gak? " Lesya menggeleng, "Gak usah" tolak Lesya halus.


Luna mencibir, "Serah lo dah! Kita beli apaan ya yang cocok? " Lesya berpikir sejenak, "Menurut lo make up Nayla kan banyak! Baju juga banyak! Em.. Make up aja dah"


Lesya dengan asal mengambil salah satu set make up. Setelah merasa cukup untuk dijadikan kado, Lesya dengan cepat membayar belanjaannya dengan scan id-nya.


Jangan lupa like, komen, vote, rate, gif🤗

__ADS_1


__ADS_2