Aleesya: My KetBok, My Hubby!

Aleesya: My KetBok, My Hubby!
330: Vano`lovers pt. 2


__ADS_3

Jati diri seseorang seharusnya tak boleh sembarangan direndahkan. Apalagi jika nama baik sudah tercoreng, dipastikan tanduk gadis ini langsung keluar. Segala masalah yang mengaitkan namanya harus segera ditangani. Seperti sekarang ini.


Lihatlah banyaknya siswi yang berjalan menuju arah kelas B di sekolah Gregus. Dahulu ketua mereka adalah Vanya dan sekarang sudah digantikan oleh Chatrin atas banyaknya vote yang diberikan anggota Vano`lovers. Lagipula, ada-ada saja grup mereka membuat ketua dan wakil bagaikan kelas saja.


Brakkk!


"Woy mana temen kalian yang genit plus gatel hah?! " amuk sang ketua yang tak lain adalah Chatrin. Banyak siswi yang berada di belakang Chatrin itu. Sontak satu kelas terkejut dibuatnya. Satu lelaki yang berandalan di kelas itu menggebrak meja dan berjalan ke arah Chatrin.


"Siapa lo hah?! Punya apaan lo nyampe masuk kelas orang gak ketok pintu lagi! " tanyanya berdiri menantang Chatrin.


"Gw Chatrin dari kelas A dan kedatangan kami semua nyari ketua kelas lo yang super gatel itu! " ketus Chatrin disoraki banyaknya siswi di belakangnya. Dapat dibilang periode sekarang adalah masa dimana Lesya menjabat ketua kelas. Sekretaris adalah Luna dan wakil adalah Letha. Dan sang bendahara adalah Amel.


"Devil belum balik. " jawab lelaki itu.


"WOY BANG-KE ADA APAAN NIH KELAS KITA JADI TEMPAT DEMO?!! " teriak satu gadis dengan cempreng dari arah koridor. Sontak dengan reflek banyak siswi yang menoleh bersamaan ke arah sumber suara itu. Ternyata, pemiliknya adalah Luna, sahabat dari orang yang mereka cari.


"Brisik Lun! " semprot Lisa berdecak.


"Ya maap gw kan reflek Lis! Habisnya WOY LO NGAPAIN PADA NGUMPUL-NGUMPUL GINI DI KELAS GW HAH?! MAU MINTA TANDA TANGAN GW? SORRY, MAHAL! " PeDe Luna mengibaskan rambutnya. Namun sepertinya ucapan gadis yang sedang narsis itu adalah angin lewat saja.


Chatrin yang melihat musuh bebuyutan walau hanya beberapa kali bertemu mengepalkan tangannya erat dan berjalan menghampiri Lesya. Gadis yang berdiri tegap masih terlihat tenang walaupun dirinya diincar banyaknya fans sang suami. Jika mereka menantang toh dia masih punya ketiga temannya yang mungkin saja akan mengeluarkan senjata pedas melalui ucapan teman-temannya?

__ADS_1


"Heh lo cewek gatel apa-apaan di toilet sama idola kita hah?! Cari mati atau emang situ murahan sih?! " kata Chatrin mewakili para anggotanya. Luna, Leon dan Lesya saling berpandangan satu sama lain. Mereka memang tahu foto Lesya di toilet berduaan dengan Elvan sudah tersebar. Namun mereka tak tahu apa yang dibahas di forum kelas karena malas.


"Eh tayii maksud lo apaan sih?! "


Luna yang angkat bicara menggaruk tenguk lehernya yang tak gatal. Sementara Lisa membuka chatroom kelasnya dan menunjukan kepada Leon dan Lesya. Luna juga ikut melihat karena penasaran dengan berita apa yang dibahas hingga para pendemo Vano`lovers mengepung kelas mereka ramai begini.


Betapa kagetnya mereka di saat chatroom kelas ternyata membahas foto Lesya dan Elvan di toilet dalam kondisi kamera menghadap belakang. Semua orang berpikir jika kedua insan ini melakukan sebuah scene dimana kedua bibir mereka menyatu. Salah paham toh!


Tentu saja para fans mereka tak terima dan akhirnya berbondong-bondong mengepung kelas B itu. Tak peduli mereka kelas 11 ataupun kelas 10 karena menurut mereka yang terpenting adalah kesucian bibir sang idola. Luna dan Leon yang membaca hanya menahan tawanya saja. Berbeda dengan Lisa yang menatap penuh godaan kepada Lesya. Tentu saja Lesya yang ditatap begitu bergidik ngeri.


"Gimana? Situ murahan ya! " tanya satu siswi seolah tak memiliki rasa takut pada Lesya. Sang empu yang tak terima dikatai murah oleh lawan bicara menggulungkan lengan seragamnya dan menatap datar satu siswi itu. Masa bodo jika dia kena skorsing lagi nanti. Terpenting, jati dirinya tak turun 1% pun. Jangankan 1%, jika turun 0,000000001% pun tak boleh! Aneh memang, tapi ini lah sifat Lesya.


"Jangan harap lo sekarang lepas dari gw! " dingin Lesya lalu menarik dagu siswi itu.


"AKKH--?! " pekik siswi itu.


Semua di sana hanya diam menatap kemarahan iblis cantik di sekolah mereka. Benar-benar tak salah jika mereka memanggil dengan sebutan DEVIL karena sikap gadis itu sama seperti iblis kecil yang kejam. Itu sebabnya banyak siswa-siswi yang takut, tunduk bahkan ragu untuk sekedar saling berbicara.


Luna dan Leon yang tanggap melihat nafas siswi yang tercekik hampir habis tentu saja hendak kembali menarik Lesya agar melepaskan gadis itu. Sayangnya ucapan Lesya membuat mereka ragu.


"Diam atau pergi? " katanya.

__ADS_1


Lesya sontak melepaskan tangannya yang mencekik kuat dagu sekaligus leher siswi yang mengatainya. Namun mendengar suara suara yang familiar di telinganya membuatnya terpaksa melepaskan tangannya. Bahkan gerombolan siswi di sana terkejut dengan korban cekikan Lesya yang tiba-tiba muntah darah.


Sayangnya tatapan memelas siswi itu tak mampu membuat Lesya luluh. Dengan dinginnya kembali berbalik dan menatap tajam para gerombolan siswi yang berkumpul untuk berdemo. Chatrin hanya diam saja. Sekedar dijambak membuat kepalanya pusing 2 hari. Dan sekarang, satu anggotanya dicekik lalu muntah darah. Sihir apa yang melekat pada Lesya?


"Mau coba? " tawar Lesya tersenyum miring. Tentu saja siswi di sana menggeleng cepat. Banyak dari mereka yang berlari ke kelas masing-masing karena takut menjadi korban. Eum, lebih tepatnya jangankan jadi korban, lihat senyum miring sang penguasa sekolah tercantik saja mereka sudah takut!


"MENTAL TEMPE JANGAN SOMBONG ANJ*NG?!! " kesal Lesya berteriak cukup keras karena banyak siswi yang kabur.


Ketiga teman Lesya tentu saja tertawa puas melihatnya. Apalagi saat satu korban cekikan Lesya menangis karena tak ada yang membantunya. Semua sibuk memikirkan nasib diri sendiri jika berhadapan dengan penguasa yang ini.


"Lesya! " tajam orang itu.


"Apa lagi sih bapak Rio suaminya bu bunga yang lagi hamidun makanya gak ngajar?! " kesal Lesya dengan lengkap dan tepat menjawab panggilan sang kepala sekolah. Yah, orang yang memanggil Lesya adalah pak Rio. Sudah lama, jadi author tampilin deh biar seru.


"Kamu, bawa dia ke UKS sekarang! " titah pak Rio menunjuk ke arah Chatrin dan diangguki oleh gadis itu. Chatrin menatap tajam Lesya sebelum pergi sekolah memberi tahu jika pertempuran mereka belumlah berakhir. Lesya hanya mengangguk remeh saja melihat tatapan tajam itu.


"Kamu ikut saya ke ruangan saya! " titah pak Rio beralih menunjuk ke arah Lesya. Gadis yang ditunjuk oleh kepala sekolahnya menepis jari yang lantang menunjuk dirinya. Setelah pamit dengan ketiga temannya, barulah Lesya berjalan ke arah ruang kepala sekolah.


"Sya kalau lo di skorsing, gw ikut ya.. Gabut kalau gw liatin nih dua anak bucin bener! " kata Luna melambaikan tangannya dan dibalas ketawa kecil oleh Lesya. Berbeda dengan Lisa dan Leon yang langsung menyebar kemesraan di saat Lesya dan kepala sekolah mereka sudah pergi. Kan gak ada akhlak mereka. Baru saja dibilang bucin ehh, malah dikabulin!


"Anj*r! " gumam Luna mengumpat kecil.

__ADS_1


Lisa dan Leon hanya tertawa ngakak dan saling meledek satu sama lain. Mereka masuk ke kelas dan belajar pembelajaran mereka tanpa gangguan apapun. Sayangnya Luna kali ini merasa bosan karena tak adanya teman bicara saat di jam pelajaran. Hidupnya serasa sepi!


Jangan lupa like, komen, vote, rate, gif🤗


__ADS_2