Aleesya: My KetBok, My Hubby!

Aleesya: My KetBok, My Hubby!
275: Pertahanin!


__ADS_3

Sementara Lesya gadis itu memejamkan matanya mengingat betapa sangat buruk lah nasibnya. Menghela nafas kesekian kalinya, dia berbalik melihat sang sahabat yang menghampiri dirinya. "Echhaa... " panggil Luna memekik.


"Brisik lo! " ketus Lesya.


Sontak saja Luna terdiam dan menyenggol sikut Lesya yang mengalihkan pandangannya. "Sya, lo ngapa sih gak kasih tau aja elah?! Gedeg gw liatnya, kayak cabe tau gak! " kesal Luna gregetan dibuat Lesya.


Lesya sontak menatap tajam Luna. Hatinya saat ini sangat lah sensitif dibandingkan yang biasanya. Lesya menghela nafasnya dan melihat banyaknya pepohonan hijau di sekitarnya yang membuat hatinya tenang walau hanya sedikit saja.


"Gw gak mau tambah ngerasa jadi kakak yang gagal buat dia doang! Kalaupun dia tau semua kebenarannya, gw gak yakin kalau dia bakal nerima semuanya! " jelas Lesya setelah terdiam beberapa saat.


Luna hanya tersenyum samar dan menepuk-nepuk pundak Lesya. "Makanya kasih tau dulu semua yang lo tutupin biar lo liat gimana sikap dia waktu tau semuanya! " ujar Luna tanpa dosa dengan sengaja agar suasana tak canggung.


"Anj*r! Sama aja gw ember bocor! " ketus Lesya kesal. Luna tertawa kecil lalu mereka menoleh bersamaan melihat Elena menghampiri mereka dan memanggil mereka. "Luna, Lesya! Kalian ngapain di sini sih? Gw cari-cari rupanya di sini! " ucap Elena.


"Lagian ngapain sih kak nyari-nyari! Mending tadi ke kemah kita aja kali! " kata Luna. Elena berdecak malas. "Gak akh, gw kesepian di sana! Gak terlalu akrab sama yang lain so, gw ke sini aja deh! " tolak Elena.


Luna menggedikkan bahunya setuju saja. Sementara Elena beralih melihat Lesya yang terdiam tanpa menanggapi keberadaannya di sana. "Sya, " panggilnya lalu beralih berjalan sedikit ke arah Lesya.


Lesya hanya melirik sekilas lalu duduk di rumput yang ada. Begitu juga dengan Elena dan Luna yang duduk di sebelah Lesya. Alhasil Lesya duduk di tengah-tengah mereka.


"Bangun sebuah hubungan itu susah ya Sya? Kayaknya kita harus hempas semua yang mau rebut orang yang kita sayang! Orang yang buat kita nyaman, buat kita ngerasa aman, buat kita selalu senyum... Gw tau gimana rasanya punya saingan demi orang itu dan menurut gw, lo gak boleh gampang nyerah dengan mudah lepas dia dari tangan lo! Lo ga boleh gampang ngasih orang itu buat saingan lo! Karena dari sini lo harus belajar, sebesar-besarnya penting saingan lo, lo gak boleh nyerahin orang berharga itu buat saingan lo! " nasihat Elena bijak.


Lesya mengangguk paham mendengarnya. Pikirannya mencerna baik maksud alias makna dari nasihat bijak Elena. Sementara Luna, kini beralih menjadi bijak bagaikan orang dewasa.

__ADS_1


"Sama kayak pepatah, ‘cinta tuh bagaikan medan perang. ’ Sebenarnya gw gak tau apa lo sama ketos lo itu punya rasa atau enggak. Tapi yang jelas, lo harus pertahanin sesuatu yang udah mutlak jadi milik lo! Hubungan tuh memang banyak tantangan kayak lo perang atau gak tawuran! Siapapun saingan lo, harusnya lo tetap teguh gak loyo-loyo di hadapan saingan lo! Kalau lo ngasih orang berharga yang dibilang kak Elen, sama aja lo kalah tawuran sama saingan lo! " timpal Luna berlagak dewasa.


Lesya mengangguk sekilas menanggapinya. "Kalau gw gak tau gimana dan bagaimana kata ‘cinta’ tumbuh, apa gw harus tetap pertahanin gitu? " tanyanya.


Elena dan Luna saling mengkode melalui mata mereka dan dengan kompak menjawab. "Harus! " serempak mereka.


"Salah satu hubungan yang paliiinggg serius plus palinggg speciall itu ‘PERNIKAHAN’ dan kalau lo memang gak serius sama hubungan special itu dijamin lo gak akan pernah bahagia atau pun mengerti makna dari kata PERNIKAHAN itu apa! " jelas Elena menekankan kata pernikahan di kalimatnya.


Lesya tersenyum tipis mendengarnya. Memang benar bukan kebahagiaannya justru ada pada satu kata penekanan Elena? Bukan hanya itu juga, kebahagiaannya juga ada pada hubungan kekeluargaan antara dirinya dan keluarga Grey. Ada juga dia bahagia dengan hubungan persahabatan bebasnya. Dia juga bahagia dengan hubungan kekeluargaan Lion Claws walau banyak tantangan yang datang bukan?


"I know and thanks for your support! Sekarang gw bakal coba serius tapi gw gak janji yah, haha.. " gurau Lesya.


Luna menoyor kepala Lesya kecil. "Yeee.. Lo mah dibilangin serius bawaannya bercanda mulu dah! " ucap Luna setengah kesal dengan senyuman jahil Lesya.


Lesya memeletkan lidahnya tak peduli dan toyoran Luna bukanlah apa-apa baginya. Elena terkikik kecil melihatnya. "Udah-udah, balik ke kemah aja yuk! Hari ini kalau gak salah mau pesta BBQ-an loh! Sebelum ke sini, Revan tuh udah udah bawa alat-alat nya loh! " ajak Elena.


"Makanya balik gih keburu kepanggang duluan! " ajak Elena diangguki kompak oleh Lesya dan Luna.


Setelah tiba di perkemahan mereka, rupanya sudah terhirup aroma menggiurkan bagi mereka. Sepertinya pesta siang hari dengan BBQ sudah dimulai. Tentu saja mereka datang dan merusuh kecil.


"Heyhoo, bagi-bagi coyy! Enak aja makan sendiri gw gak diajak-ajak! " ucap Lesya membuat mereka terkejut dengan kedatangan gadis itu.


"Makanya sini gabung jangan keluyuran sana-sini lo! " kata Lisa sedikit ngegas. Luna mengambil satu sosis bakar yang sudah siap dan duduk di samping Lisa. "Ngegas amat buk! "

__ADS_1


Lisa hanya menggedikkan bahunya acuh dan lanjut melahap ikan bakar yang sudah dibakar. Lesya tiba-tiba saja datang dengan membawa 7 tusuk jagung, sosis, dan beberapa daging di tangannya. "Beh, bidadari maruk amat ngambil sekali 7! " sahut Revan.


"Iri bilang, nangis pulang! " balas Lesya dengan tampang songongnya kepada Revan. Leon yang sibuk mengipasi akhirnya membanting kipas di tangannya dan duduk di satu kursi samping Lisa. "Tauk lah! Capek gw ngipasinnya, mending lo pada dah yang kipasi, gw mulu! " kesal Leon.


Revan, Ken, dan Frans hanya terkikik kecil saja. Sementara tak lama kemudian semua orang berkumpul di sana kecuali, Cakra! Yah, lelaki itu kemana?


"Lah, bwang Cak mana? Tumb-wen ngi-lang? " tanya Lesya sedikit cadel karena mulutnya yang penuh dengan makanan. Luna memutar bola matanya malas. "Dia udah gede kali! Lagian juga lo ngapain ngomong tapi mulut lo penuh makanan! " malas Luna.


Lesya tak menanggapi dan lanjut makan saja. Dia yang melihat Elvan datang dan duduk di sebelahnya hanya melirik sekilas saja. Masa bodo jika Letha akan marah padanya. Toh adiknya itu tak punya hak untung melarangnya bukan?


"Bagi hon! " pinta Alam berjalan mendekat ke arah sang istri yang sibuk melahap makanannya. Tentu saja Elena memberikan kepada Alam. Tak berselang lama Cakra datang dengan raut wajah setengah datarnya. Tak seperti biasanya!


Jangan lupa like, komen, vote, rate, gif🤗


>>><<<


Hai semua, kayaknya novel ini mulai satu bab aja ya yang update. Author masih mau fokus mikirin yang sebelahnya, jangan lupa mampir loh yang belum, masih anget nih ceritanya😃



Jangan lupa jejaknya ya biar author semangat mikir dan ngetiknya. Inget, yang di atas itu cerita tentang kehidupan Mila—mami dari Lesya. Di sana juga bakal ada bagaimana cara Lesya kecil bertahan hidup hingga besar saat ini. Makasih buat yang mampir, semoga suka ya sama karya recehan author ini.


Dan buat yang penasaran akhir cerita ini, author kasih bocoran sedikit kalau akhir ceritanya bakal happy ending kok gays tenang aja! Makanya jangan lupa kasih jejak banyak-banyak di sini ya gayss. Sekian surat promosi sekaligus bocoran kecil dari author, terimakasih untuk waktu luangnya yang digunakan membaca karya author yang gak jelas ini😘

__ADS_1


Salam hangat dari author imut plus cantik ini,


Melilea Agatha🌹


__ADS_2