Aleesya: My KetBok, My Hubby!

Aleesya: My KetBok, My Hubby!
226: Kejar-kejaran!


__ADS_3

Tes!


Tanpa Lesya sadari, dia meneteskan air dari matanya. Tak menyangka akan banyak sampah lontaran untuknya. Dia ingin menjawab semuanya itu dengan lontaran kata-kata nya. Namun dia berusaha untuk sabar karena dia sadar, dia yang menutupi semua hingga dia yang menanggung banyak resiko!


"Loh? Nak Lesya? " panggil satu staff sekolah yang membersihkan loker. Lesya mengusap matanya dan menoleh dengan senyum yang mengembang. "Pak? "


Staff itu mengangguk dan mmberikan dua jempolnya untuk Lesya lalu ikut berjongkok. "Nak Lesya anak hebat! Nak Lesya sangat kuat menjalani semua rintangan ini! Kalau bapak jadi nak Lesya, pasti bapak udah nyerah! " ucapnya.


Lesya sedikit terkekeh mendengarnya. Lumayanlah untuk menghibur dirinya. "Aelah pak, bisa ae! " garing Lesya. Staff itu geleng kepala saja. "Oh iya nak, setiap hari ada orang yang beresin semua sampah ini tau nak! Kamu beruntung! "


"Beruntung gimana pak? " tanya Lesya bingung. Staff itu geleng kepala saja. "Setiap pagi, nak Elvan sering buang sampah yang ada di meja kelas nak Lesya! Lalu, nak Luna juga membersihkan sampah pagi di loker ini! Sementara sorenya, nak Elvan yang bersihin semua loker ini hingga bersih! " jujur staff itu.


Lesya melongo tak percaya. "Se-rius pak? " Staff itu mengangguk pelan. "Nak Luna berpikir kalau sampah di loker itu hanya ada setiap pagi sementara nak Elvan setiap masuk dan pulang sekolah membersihkannya! " lanjut staff itu.


Lesya melihat tak ada kebohongan yang terpancar di mata staff lelaki itu. Dirinya membenarkan tulisan yang ada di kertas jika dirinya minus sikap! Hingga suara dehem seseorang yang familiar membuat mereka menoleh. "Ekhem! "


Lesya dan staff itu berdiri. "Nak Elvan? " ucap staff itu. Yah itu Elvan! Di saat Lesya hampir jatuh karena satu kakinya kurang keseimbangan, dengan cepat Elvan menahannya. "Hati-hati! " ujar Elvan.


Lesya hanya mengangguk saja. Dirinya menatap semua sampah yang ada di sekelilingnya dan mencerna ucapan staff yang masih ada di sana. "Ngapain? "


"Maaf nak, bapak mau bersihin ini semua! Tapi. . . "


Dengan cepat Lesya menyela ucapan staff itu seolah dirinya yang membuat keributan. "Tapi, gw yang kotorin ini semua! Jadi, gw yang harusnya bersihin ini semua dong? " ujar Lesya berbohong.


Mata staff itu tergelak lebar. Elvan menarik perlahan Lesya ke arahnya. "Bagian lo bukan ini! Pak, tolong diberesin ya! " sopan Elvan yang diangguki oleh staff itu.


Elvan membawa Lesya ke arah gudang belakang. "Ish! Lepasin oy! Hobi bener lo narik-narik gw! Kalau gw jatuh gimana? " ucap Lesya menepis tangan Elvan. Lelaki itu hanya dapat menghela nafasnya saja.


Lesya memutarkan badan Elvan menghadap ke arahnya. "Jawab gw jujur! Apa lo yang beresin semua sampah tadi waktu gw gak masuk? " Elvan mengangguk. "Itu gw, ada masalah? "


Lesya berdecak malas. "Kasih gw satu alasan kuat yang membuktikan kenapa lo mau bantuin gw! Padahal, di sekolah kita gak temenan, tapi musuhan! " Elvan menautkan alisnya bingung. Alasan? Wajibkah? Pikirnya heran.

__ADS_1


"Karena. . . Semua masalah lo adalah masalah gw! Semua yang berhubungan sama lo juga termasuk berhubungan sama gw! Siapapun yang nyakitin lo, bakal gw sakitin balik! " terang Elvan yang membuat Lesya terdiam membeku.


Perlahan Lesya menurunkan tangannya dari pundak Elvan dan mengalihkan pandangannya. "Munafik lo bilang gitu! Jujur aja, lo gak suka dengan sikap gw kan? " sinis Lesya merendahkan dirinya sendiri.


Elvan yang melihat jika mata Lesya berkaca-kaca, membawanya ke dalam pelukannya. "Ada saatnya seseorang berada di bawah menertawakan dirinya sendiri yang tak pantas hidup menjalani dunia! " ujar Elvan.


"Sesuai arti kata pepatah, setelah hujan munculah pelangi! Artinya, seseorang yang berada di bawah itu akan bangkit memberontak dengan segala rintangan yang ada hingga mencapai puncaknya! Puncak itu namanya, puncak kebahagiaan! " jelas Elvan.


Lesya hanya mengangguk menyetujui ucapan Elvan. Benar adanya jika dirinya harus memberontak terhadap lawan dari semuanya ini. "Lo benar! Gw gak boleh merendah begini! " Lesya mendongkak menatap Elvan dan tersenyum manis.


Elvan menjitak kening Lesya mengingat jika tadi, Lesya membolos hingga dirinya kembali diperintahkan mencari gadis di hadapannya ini. "Ouch! Apaan sih lo main jitak-jitak?! " kesal Lesya memegang keningnya hingga pelukan mereka terlepas.


"Harusnya gw yang nanya! Kenapa bolos? " datar Elvan. Lesya tersadar dan menyengir kuda. "Kan tadi tuh gw ke toilet terus denger suaranya si Ch-cat. . . Chatrin! Dia baca forum sekolah yang isinya gak sengaja gw denger tentang loker gw! Nah, gw penasaran dong! Yaudah ya gini! " jelas Lesya bercerita.


"Masuk kelas! "


"Gak mau! "


"Gak mau, nanti gw ditagih tugas! "


"Siapa suruh gak ngerjain tugas! "


"Ya kan gw kasian tugasnya dikerjain mulu! "


"Bukan gitu konsepnya Le.. "


Lesya terkikik di saat Elvan menepuk jidatnya sendiri. "Iya-iya tembok! Nih gw masuk tapi kaki gw sakit! Jadi, ke UKS ya-ya? " Lesya memegang kakinya yang sama sekali tak merasa sakit dengan bibirnya yang melengkung ke bawah.


Sebenarnya, gadis jahil itu yang tak lain Lesya, hanya ingin bersendiri saja di UKS sebagai alasan bolos. Namun sayang, Elvan yang mudah menebak isi pikiran lawan bicaranya sudah mengetahui akal bulus Lesya. "Tak semudah itu Ferguso! "


Elvan menggendong Lesya ala bridal style hingga Lesya terkejut dan spontan menggulungkan tangannya di leher Elvan. Manik mata mereka bertemu beberapa detik hingga Lesya menyadari jika mereka berada di kawasan sekolah. "Ketbok, kita masih di sekolah! Gw gak mau sampe ada yang tau hubungan kita! " pelan Lesya.

__ADS_1


"Biarin mereka tau! " enteng Elvan.


Lagi-lagi Lesya mencubit pinggang Elvan dan akhirnya dapat turun dari gendongan Elvan. Dirinya memeletkan lidahnya dan segera kabur dari harimau kutub itu. "Wleee! Bye-bye! " Untung saja kakinya sudah dapat sedikit berlari membuat dirinya mudah lepas dari Elvan.


Elvan mengusap perutnya dan mengejar Lesya. "COBA AJA TANGKAP KALAU MAMPU! " ucap Lesya sedikit keras. Alhasil mereka saling kejar-kejaran dan Lesya justru berlari ke arah kelasnya.


"Oy berhenti lo! "


"Bod*amat! Gw gak denger! "


Gedubrakkk!


Karena terlalu fokus mengejar, hingga Lesya hampir membentur tembok di koridor. Untung saja Elvan yang di belakang mengulurkan telapak tangannya di jidat Lesya. Alhasil Lesya tak merasakan sakit di jidatnya namun justru dia membentur dada bidang Elvan.


Mereka saat ini berada di koridor kelas 12. Dikarenakan pembatas kaca kelas terbuat dari kaca, banyak siswa-siswi yang membicarakan kedua pasutri itu.


* "Woy liat noh! "


"Apaan? Wait, itukan Lesya sama Elvano kan? "


"Anjerr, baper salting gw! "


"Diliat-liat, mereka serasi ya? "


"No, my baby Elvano hanya punya gw! Itu cewek gatel hempas sono gek! " *


Bak slow motion, Lesya mendongkak dan menatap intens manik mata Elvan. Berbeda dengan Elvan yang justru memegang pergelangan Lesya dan menariknya pelan ke arah kelasnya.


Jangan lupa like, komen, vote, rate, gif🤗


>>><<<

__ADS_1


Hayyie gayss! Izin hiatus 2 hari yah! Soalnya author baru aja vaksin dan tugas author mulai numpuk. Makasih semua, tetap dukung karya author ini ya gayss🌹


__ADS_2