Aleesya: My KetBok, My Hubby!

Aleesya: My KetBok, My Hubby!
96: Go to mall!


__ADS_3

Lesya mengangguk saja melihatnya. "Ya udah kalo gitu, gw pamit byee! " Lesya melajukan motor sport-nya menuju kediaman Grey.


Berbeda dengan Elvan langsung menancapkan gasnya menuju sekolah. Lesya tampak bersiul santai selama perjalanan. Dia tiba-tiba saja teringat dengan mimpinya semalam.


"Bod*lah! Dia juga gak anggap gw waktu itu bukan? " gumam nya menarik senyum sinis nya. "Heh! Sadar dia siapa lo! "


"Not hate him! Remamber?! " gumam nya lagi. Dengan pikiran bercamuk Lesya kembali ke kediaman Grey.


Setibanya di kediaman Grey, Lesya mencari keberadaan Mayang. Karena tak kunjung bertemu, Lesya akhirnya memutuskan bertanya kepada satu pelayan yang ada. "Bi, liat bunda gak? "


Kebetulan bi Ayla yang baru saja lewat dan tak sengaja mendengar ucapan Lesya, dengan cepat menghampiri Lesya. "Maaf non eh maksudnya Lesya, tadi bibi ke taman belakang dan melihat nyonya di sana"


Lesya mengangguk, "Kalo gitu echa pamit ya, mau ketemu bunda" Dua pelayan tersebut mengangguk dan menatap kepergian Lesya.


Satu pelayan yang tadi dipanggil oleh Lesya tiba-tiba bersuara, "Nona Lesya ramah ya" Bi Ayla mengangguk, "Beruntung den Elvan mendapat istri seperti non Lesya"


"Iya, non Lesya orangnya baik, ramah, cantik pula! Semoga Tuhan membuat mereka selalu bersama"Setelah mengaminkan ucapan bi Ayla, mereka kembali bekerja di tugas mereka masing-masing.


Sementara Lesya dengan cepat segera menemui Mayang di taman belakang rumah. "Bunda! " Mayang menoleh ke arah Lesya dan terseyum manis ke arah nya.


"Lesya.. Udah pulang? Kenapa gak ke sekolah hem? " Lesya memeluk sakilas Mayang yang dianggap ibunya sendiri. "Hehe.. Diskors bun"

__ADS_1


Mayang geleng-geleng kepala mendengarnya, "Jangan sering-sering, kalo ketinggalan pelajaran gimana? " Lesya menyengir tak berdosa.


"Gampang bun! Tinggal minta ajarin sama Pap maksudnya Elvan" Mayang menepuk jidatnya. "Iya ya kok bunda bisa lupa sama Elvan ya? "


"Emang kenapa bun? " Mayang mengangguk pelan tenguk lehernya yang tak gatal itu. "Enggak papa sih.. Oh iya! Kamu lagi diskors kan? "


Lesya mengangguk. "Kalo gitu kita ke mall gimana? " Lesya tercengang. Ke mall? Pikirannya akan berkenala ke mana-mana saat ini.


Kalian tau jika Lesya tipikal perempuan malas gerak? Dia pasti akan menghabiskan banyak tenaga jika pergi ke mall. Namun, karena tak ingin membuat hati Mayang bersedih, Lesya mengangguk kikuk saja.


"Ya-yaudah ayuk bun! " Mayang tersenyum geli mendengar jawaban Lesya. Dirinya tahu jika Lesya tipikal orang yang malas gerak.


Namun, dia ingin memberikan Lesya hadiah sekaligus berkeliling ke mall. Tak hanya dirinya yang menyiapkan hadiah khusus namun, Angga juga ikut campur tangan.


~o0o~


Lesya yang sudah berada di mall mengikuti arah langkah Mayang yang berada di sampingnya. Lesya melirik ke arah kanan kiri karena tak menemukan satu orang pun di sana kecuali pelayan toko.


Berbeda dengan Mayang yang sudah tahu jika Angga sudah menyewa tempat ini bahkan membelinya. "Bunda kok sepi ya? Bukannya mall ini selalu rame ya? "


"Iya! Khusus hari ini mall ini sepi. Hanya orang-orang tertentu doang yang bisa masuk"Lesya mengeryitkan alisnya bingung. " Kenapa bun? "

__ADS_1


"Ayah udah nyewa bahkan beli mall ini! Dan aturannya hanya orang tertentu aja yang masuk hari ini. Kalo besok, semua bisa masuk kok" Lesya mangut-mangut mengerti sekarang.


Tiba-tiba saja suara bariton mengagetkan mereka berdua. Dengan cepat mereka menoleh ke belakang. "Ekhem.. Belanjanya berdua aja nih? "


Rupanya Angga yang berada di belakang mereka seraya tersenyum manis ke arah mereka. "Ayah ngagetin tau! Kalo aku jantungan gimana?!" ucap Mayang mengelus dadanya.


Angga justru semakin tersenyum manis mendengarnya, "Tenang bun, ada ayah yang bisa ngobatin " Lesya berusaha menahan tawanya mendengar gombalan receh dari Angga untuk Mayang.


Tersipu, Mayang memukul dada bidang suaminya. "Gombal! " Tak tahan, Lesya terkikik mendengarnya.


Mayang semakin tersipu karena gombalan receh Angga terdengar oleh Lesya. Angga tertawa karena baru menyadari keberadaan Lesya. "Ayah baru sadar ada kamu di sini Sya"


Lesya menggaruk tenguk lehernya yang tak gatal. Mayang malah menarik Lesya ke dalam gandengannya, "Makanya liat-liat dulu kalo mau ngegombal! "


Angga menghela nafasnya, "Iya aku salah deh" Lesya hampir ingin tertawa lepas mendengarnya. Bagaimana tidak? Angga bagai suami yang takut dengan istrinya.


Jika kalian ingat, Angga adalah orang yang sama seperti Elvan. Dingin dan datar! Namun semua berbeda di saat bertemu dengan Mayang. Pikir Lesya.


Mayang mengerucutkan bibirnya. "Udah bunda sama echa mau belanja dulu byee" Mayang menarik Lesya agar menjauh dari Angga.


"Byee ayah... " Lesya pasrah saja saat dirinya ditarik oleh Mayang. Dirinya melambaikan tangan ke arah Angga.

__ADS_1


Angga menatap kepergian mereka saja. Dirinya geleng-geleng kepala saja dan pergi ke lantai atas untuk menemui pemilik mall tersebut.


Jangan lupa like, komen, vote, rate, gif🤗


__ADS_2