
Setelah berkeliling tujuh putaran, Lesya yang sudah tak ingin lagi berkeliling memutuskan untuk mengisi perutnya terlebih dahulu. Niatnya mengerjai Elvan rasanya kembali berbalik Elvan yang mengerjai dirinya sendiri. Buktinya Elvan masih saja tak meminta untuk beristirahat sedikit saja oleh Lesya. Justru Lesya yang meminta beristirahat oleh Elvan. Terbalik bukan konsepnya?
"Hahh, capeknya! " keluh Lesya dengan nada lesu. Elvan hanya geleng-geleng kepala dan pergi memesan makanan yang akan mereka makan nanti.
Setelah kembali duduk, tak lama pesanan mereka datang. Dengan cepat Lesya melahap makanan yang ada karena memang dirinya sudah sangatlah lapar. Sementara Elvan hanya geleng-geleng kepala melihat kelakuan Lesya itu.
"Pelan-pelan aja kali makannya! Gak bakalan gw minta kali! " ucap Elvan. Lesya hanya melirik sekilas dan kembali fokus melahap makanannya. "Makan aja kali, kan lo juga ikut keliling-keliling bawain belanjaan gw! Gw tau lo juga lapar kan? " ujar Lesya menyodorkan spagetti yang dia gulung di garpunya ke arah Elvan.
Elvan melirik ke arah spagetti sodoran Lesya dan mendekatkan dirinya melahap sodoran itu. Alhasil jika dilihat oleh pandangan orang, Lesya sedang menyuapi Elvan makan. Elvan tersenyum samar melihatnya. "Enak! " gumamnya.
Lesya mengangguk setuju. "Yaiyalah enak, makanya makan gek gimana sih lo? Gw juga gak kuat kali makan sendirian! " ketus Lesya. Elvan hanya berdehem kecil saja dan melahap perlahan makanan yang ada sesuai ucapan Lesya.
Tanpa sengaja beberapa orang yang ada di restoran itu memperhatikan keberadaan mereka. Serigai licik muncul dibenak mereka. Entah apa itu, yang jelas mereka menyusun siasat buruk mereka.
Sementara setelah makan, mereka kembali berkeliling dan menghabiskan waktu di mall dengan banyak candaan yang terlontar. Tak sesekali Elvan menggoda Lesya hingga gadis itu kesal dibuatnya.
"Lah mau ngapain? " tanya Lesya bingung. Gadis itu merasakan jika dirinya yang sungguh letih karena badannya kaku setelah menonton di bioskop 2 jam lamanya dengan Elvan. Gadis itu bingung karena melihat Elvan yang justru berjalan ke arah toko ponsel. Untuk apa?
"Bentar dulu! " ucap Elvan.
Setelah masuk, tentunya Elvan di sambut oleh karyawan-karyawannya karena toko itu adalah miliknya sendiri. Dengan cepat manager toko itu keluar dan mengambil pesanan Elvan yang sudah di pesan sedari tadi. "Ini boss pesanannya! Dan semua sistem yang boss minta sudah aktif! " sopan manager itu menyerahkan satu kotak ponsel keluaran terbaru.
__ADS_1
"Oke thank ya! " balas Elvan beralih mengambil kotak ponsel yang disodorkan oleh managernya. Setelah memeriksa isi dalamnya, dengan cepat Elvan menyodorkannya ke arah Lesya yang diam menyimak. "Nih buat lo! " ucap Elvan.
Tiba-tiba saja otak Lesya loading sejenak karena tak paham maksud Elvan. Namun, tangannya tetap mengambil ponsel yang disodorkan oleh Elvan. "Ha? Apaan nih? "
"Nih lo liat ini bentuk apaan? Ya handphone lah, ya kali kue! " kesal Elvan malas. Dan kali ini otak Lesya kembali berjalan lancar dan menerimanya dengan senang hati. "Buat gw kan? Oke, gw terima! Rezeki jangan di sia-siain! " ujar Lesya tanpa dosa.
"Itu udah gw pasang sesuai arah gelang tangan gw! Jadi lo bisa denger, liat, atau gak tau lokasi gw dimana oke? " jelas Elvan. Lesya hanya mengangguk saja. "Dalam rangka apaan nih ngasih gw ginian? Sogokan? " tanya Lesya melantur.
"Ya kali! Itu semua data-data lo dan kontak lo yang penting udah ada di situ! Jangan bagiin atau gak jangan percaya sama kiriman-kiriman gak jelas dari nomor yang gak lo kenal understand? " ucap Elvan. Lesya yang tak paham hanya mengangguk mengiyakan saja perkataan lelaki itu agar segera selesai dan kembali ke rumah. Dasar Lesya hihh!
~o0o~
Elena yang berada di ruang tamu menyembuhkan kepalanya hingga membuat Lesya terlonjat terkejut. "AAA.. Kak Elen ngagetin bae! Btw kak, itu ngapa rambutnya kusut? Matanya juga mirip panda! " jujur Lesya berlagak polos.
Lesya berjalan ke arah sofa dan bergidik ngeri dengan penampilan Elena dan Alam saat ini. "Gw tebak pasti gadang kan kalian? " tebak Lesya. Alam menanggapinya dengan anggukan kepalanya. "Tugas kita numpuk karena mau hari kelulusan makanya gadang ngerjain tugasnya! " jawab Alam lesu.
Bruukk!
Elvan yang memang letih sedari tadi berkeliling melemparkan barang-barang belanjaan ke atas sofa yang ada di ruang tamu. Dengan cepat Elvan duduk dan mengatur nafasnya normal. "Ngapa lo dek? Cape bener kayaknya! " tanya Elena.
Lesya menyengir kecil. "Kita tuh keliling-keliling mall kak makanya cape! " jawab Lesya sedikit terkikik. "Btw mau gak nih martabak? Nemu dijalan jadi kita beli deh! " sambung Lesya menawarkan.
__ADS_1
"Mau-mauu! Mana? " Lesya dengan cepat mengambil satu bungkus martabak manis dan meletakkannya di atas meja. Dengan cepat Elena menyeruput diikuti Alam karena mereka sedikit lapar. "Lo gak mau Pan? " tawar Lesya berbaik hati mengambil dan menyodorkan satu martabak manis ke arah Elvan.
Elvan hanya menghampiri dan mengarahkan martabak sodoran Lesya ke arah dalam mulutnya. Nyam! Lagi-lagi tanpa sadar Lesya kembali menyuapi lelaki yang menjadi rivalnya saat di sekolah. Sementara Elena dan Alam membiarkan saja dan justru mereka ikut-ikutan saling menyuapi satu sama lain. Lesya dan Elvan? Hanya diam menyimak saja dengan kembali makan martabak manis yang mereka bawa.
"Eiya, bukannya lusa libur ya trus anak-anak TW ngerayain anniversary kan? Kebetulan gw ada jadwal kosong jadi bisa ikutan ya dek! " ucap Elena teringat tentang perayaan ketujuh mulai dari masuknya Elvan dan menjadi pemimpin Tiger Wong. Sementara dalam aslinya, lusa adalah anniversary ke 21 awal pembentukan Tiger Wong yang dahulu dibangun oleh Angga, Arga, dan Arya.
Elvan hanya mengangguk singkat saja. Sudah biasa jika Elena yang tak ikut bergabung Tiger Wong akan ikut saat ada perayaan saja. Jika anggota inti seperti Elvan dkk akan pergi berlibur ke desa sementara anggota lainnya akan diliburkan satu hari penuh untuk kembali ke keluarga mereka masing-masing. Masalah tanggungan biaya antar jemput anggota ditanggung oleh Elvan semua.
"Lah, kalau kamu ikut aku sama siapa Hon? " tanya Alam menunjuk dirinya sendiri. Dengan entengnya Elena menjawab. "Sama tente girang! Ya kali, makanya kamu ikutlah temenin aku! " ketus Elena malas dengan tingkah Alam.
Lesya hanya terkikik kecil saja. "Gw juga ikut kali! " ucap Lesya menyahut. Alam hanya mendengus malas saja. "Yaudah berarti kita semua ikut ya! Eh tapi gimana adek lo Sya? Gak papa tuh ditinggal? "
"Ha? Aku kenapa? " tanya Letha menunjuk dirinya sendiri. Sontak mereka menoleh ke arah sumber suara dimana Letha berjalan menghampiri mereka. "Lo gak papa kan tinggal sendirian di rumah? Kebetulan besok bunda sama ayah gw ada bisnis di luar kota! " jelas Elena.
"Enggak! Aku takut sendirian di rumah! Nanti aku kesepian gak ada temen ngobrol di sini! " jawab Letha. Lesya mendesis pasrah. Tak baik jika dia menyerahkan kembali Letha di rumah milik Fyo yang sedang dikuasai oleh Gilang. "Yaudah lo ikut aja sama kita lusa ke desa bareng temen-temen gw sama lima anak OSIS! " final Lesya.
Elvan mendelik tajam dan menatap Lesya tak terima. "Heh--- " Lesya yang tahu jika Elvan hendak membantah dengan cepat menyumpal mulut lelaki itu dengan martabak manis yang tersisa. "Gw tau gw baik orangnya, jadi kalau lo bilang trimakasih sama gw, gw jawab sama-sama! " ucap Lesya melantur.
Elvan berdecak malas dan melahap martabak manis yang menyumpal mulutnya. Dengan cepat dia membersihkan celemotan cokelat yang ada di sekitaran mulutnya. Akhirnya dia hanya mendengus pasrah saja jika Lesya begini. Bukan itu artinya jika Elvan itu takut sama Lesya yah gays!
Jangan lupa like, komen, vote, rate, gif🤗
__ADS_1