Aleesya: My KetBok, My Hubby!

Aleesya: My KetBok, My Hubby!
92: Jaket!


__ADS_3

Dia mengulurkan tangannya mengambil remote TV yang ada di nakas. Dia menekan tombol merah yang membuat TV menyala. "Enaknya nonton apa ya? "


"Indosiar? Sinetron! Indoselir? Pelakor! Indomie? Makanan! Ah iya! Masak indomie enak kagak ya? " molog Lesya kembali bersemangat setelah mendapatkan ide aktivitasnya hari ini.


Lesya adalah orang yang tak mudah diam. Jika dirinya menggabut sedikit, dia pasti akan melakukan hal yang aneh-aneh! Seperti menginjak remote TV, loncat-loncat di kasur, merobek sofa, dll.


Dengan sisa tenaganya, Lesya turun dengan tangan yang memegang lukanya. "Luka sial*n! Sakit bener sih! "


Lesya merenggangkan ototnya. "Gini kan enak! " Dengan cepat drinya berjalan menuju dapur yang ada walaupun dirinya sedikit menyasar di sana karena kurang tahu letaknya.


Setelah tiba di dapur, Lesya terperanjat dengan bahan dan alat yang lengkap sudah tersedia di sana. "Wah! Complit paket lengkapnya qaqa! " gumamnya terkikik.


Dengan kelihaiannya dalam memasak, selama 20 menit, Lesya mampu membuat indomie pedas bak samyang dalam mangkuk yang lumayan besar.


"Sshhtt! Lidah gw kok jadi kepedesan ya liat nya? " Lesya meletakkan mangkuk yang lumayan besar tersebut di meja makan yang tak jauh dari sana.


Dia melihat bajunya yang kotor karena bekas darahnya tadi. Dia berpikir untuk berganti baju saja terlebih dahulu. Lesya menutup mangkuk tersebut dengan penutupnya tak lupa menulis kata di satu nota.


'Jangan dimakan! Punya gw! Aleesya Michella!' Begitulah kira-kira isi pesan kertas tersebut. Lesya menempelkan nota tersebut di atas penutup mangkuk tersebut.


Dia berjalan menuju kamar mandi. Dirinya teringat dengan Elvan yang masih berada di dalam kamar mandi.


Namun, di saat dirinya ingin mengetuk pintu, Elvan langsung keluar dengan tangan masih memegang handuk di kepalanya. "Ngapain? "


Lesya menggaruk tenguk lehernya yang tak gatal itu. Dirinya menjadi salah tingkah sendirinya melihat rambut Elvan yang masih basah. "G-gw cuman mau minta baju gw doang"


Elvan teringat jika di aparatnya tak menyediakan baju perempuan. Dengan santainya dia berjalan ke arah lemari dan mengambil baju yang menurutnya pas di tubuh Lesya. "Nah! "


Lesya menerima kaos putih yang sangatlah besar tanpa celana. Dengan cepat Lesya beranjak dan masuk ke arah kamar mandi. Namun, tangannya dicekal oleh Elvan yang melarang dirinya untuk mandi.

__ADS_1


"Jangan mandi dulu! " Lesya menautkan kedua alisnya bingung. "Kenapa? Masbuloh?! " Elvan menunjuk ke arah luka di perutnya. "Ntar kebuka! "


Lesya menggedik-kan bahunya acuh tak acuh. "I don't care " Elvan menatap tajam Lesya. Jika luka Lesya kembali terbuka, maka dirinya yang kembali repot. Tak mungkin bukan seorang Lesya mengobati lukanya?


Lesya merupakan orang yang bod*amatan masalah luka di tubuhnya. Asal bermutu! Entah melindungi Lesya, Mila, Luna dan orang di sekitarnya.


Bisa saja dirinya mengobati lukanya. Namun terasa malas karena dirinya pasti akan merasakan ngilu dengan tetesan alkohol. Padahal dia terkadang suka minum minuman keras!


Elvan menarik kembali tangan Lesya hingga berjongkok menatapnya. Jadi, posisi Elvan itu sedang berjongkok juga. "Jangan mandi atau. . . "


Lesya dengan cepat memotong ucapan Elvan. "Iya! Gw gak mandi elah! Dasar selain ketbok lo juga pemaksa ya?! " Elvan menggedik-kan bahunya acuh.


"Pansa! Papan pemaksa! " Elvan melotot mendengar Lesya menyebutkan nama baru kembali kepadanya.


"Letu! Lele batu!" gumamnya kecil menatap kepergian Lesya ke kamar mandi membawa baju pemberiannya.


Elvan beranjak dan berjalan ke arah dapur. Dirinya ingin mengambil minumannya karena dahaga yang mendatangin dirinya. Dia menatap heran mangkuk lumayan besar yang ada di meja.


Penasaran, Elvan mendekat dan duduk di kursi meja makan yang ada. Karena dia hanya tinggal sendiri di apart, hanya ada dua kursi saja di meja makan.


Dengan penasaran, Elvan memegang penutup mangkuk dan menemukan nota di sana. Dia mengambil dan membaca isi nota tersebut.


'Jangan dimakan! Punya gw! Aleesya Michella!' Dirinya membaca di dalam hatinya. Dia menatap aneh ke arah nota tersebut.


Tiba-tiba saja, Lesya datang dengan menatap ke arah baju yang dipakainya. "Pan! Gak ada celana apa? "


Sontak Elvan menoleh dan melirik ke arah Lesya yang kebesaran menggunakan baju miliknya. Kaos putih pemberiannya tadi hanya menutupi badan hingga seatas lutut Lesya saja.


Elvan mengalihkan pandangannya di saat dirinya melihat jelas paha mulus milik Lesya. Oh ayolah, kalian tahu bukan jika Elvan adalah lelaki normal pada umumnya?

__ADS_1


Lesya yang memakainya saja merasa tak nyaman sendirinya. Selama ini, dia tak pernah menggunakan pakaian di atas lututnya. Jika pun dirinya memakai rok atau dress, dia pasti menggunakan di bawah kakinya. Rasanya tak nyaman!


"Pake yang ada! " Lesya mencebikkan bibirnya. Dengan kesal dia duduk di bangku tepat di depan Elvan, dan membuka penutup mangkuk yang dia masak tadi.


Dia mengambil satu sumpit untuknya dan menatap Elvan. "Lo makan ya tadi? " Elvan menggedik-kan bahunya acuh.


Lesya mencibir kecil dan memberikan satu sumpit kepada Elvan. "Kalo mau tinggal ambil! "


Elvan tak menjawab. Dia langsung menyambar indomie di dalam mangkuk dan memasukkannya ke dalam mulutnya. Begitu juga dengan Lesya.


"Huowwww! Pedes gil*! " gumam Lesya kecil. Elvan tersenyum kecil dan kembali melahap indomie dengan sumpitnya.


Lesya tersenyum kecil merasakan sensasi telur yang tercampur dengan indomie dan udang di mulutnya. "Enak gak? " tanyanya.


Elvan mengangguk pelan saja sebagai jawaban dari pertanyaan Lesya. Mereka tak menyadari jika mereka makan di mangkuk yang sama. Hanya saja di sumpit yang berbeda.


Hingga suapan terakhir, mereka sama-sama merebut potongan indomie dengan bibir mereka hingga jarak mereka sangatlah dekat.


Dengan cepat Lesya memotong mie dengan giginya dan memalingkan wajahnya yang memerah akibat perebutan potongan indomie. Elvan tersenyum kecil dan menghabiskan potongan tersebut lalu membawa mangkok ke dalam wastafel.


Mata Lesya celingukan ke sana sini karena merasa asing dengan tempat ini. Dia tak sengaja menemukan jaket berlogo harimau di mesin cuci.


Sedetik dia terkejut dengan keberadaan jaket berlogo tersebut. Dia memastikan bahwa matanya tak salah melihat kali ini. "Nyata? "


"Kenapa? " tanya Elvan aneh melihat arah pandang Lesya. Lesya menoleh dan menggelengkan kepalanya kikuk.


Dia mengalihkan pandangannya ke belakang agar Elvan tak menaruh curiga kepadanya. "Jangan kepo! Haiss, tapi gw penasaran! "


Aneh, Elvan bertanya sekali lagi kepada Lesya untuk memastikan. "Ngomong aja! " Lesya menoleh dan tersenyum paksa.

__ADS_1


Tanpa sengaja, mulutnya keceplosan bertanya dan menunjuk arah jaket di atas mesin cuci. "Itu jaket apaan? Kok ada logo harimau? " Lesya reflek menutup mulutnya yang asal menyeplos.


Jangan lupa like, komen, vote, rate, gif🤗


__ADS_2