
Lisa berjalan dengan kaki yang sengaja dihentak-hentakkan. Duduk di samping Leon setelah mendengar bell sekolah bunyi, tatapan matanya mengarah tajam pada Lesya yang justru bermain game online di ponselnya.
Leon yang melihat kedatangan sang kekasih tentu saja menyambutnya dengan segelas minuman dingin karena tahu jika Lisa baru saja membersihkan lapangan. Tahu dari mana? Saat hendak berjalan ke kantin, Leon tak sengaja melihat kekasih hatinya itu menyapu lapangan dari atas.
"Cape ya beb? Nih minum, aku udah pesanin khusus buat cintaku... " lebay Leon. Luna yang sudah selesai makan dan ikut bermain game di ponselnya hanya berlagak ingin muntah saja.
Lisa meneguk minumannya dengan santai dan beralih sedikit menggebrak meja hingga Leon dan Luna terkaget. "Heh kacang, harusnya tadi lo bantuin gw lah beresin lapangan coy! Jangan ngambil duit orang seenak lo sendiri! Lagian ini juga ide dari lo. " protes Lisa tak terima.
Namun sepertinya, Lesya tak mempedulikan ucapan itu. Dia justru sibuk bermain game onlinenya dengan Luna. Bahkan secara sengaja gadis itu menyumpalkan telinganya dengan earphones nya hingga Lisa berdecak kesal.
"Lesyyaaaa... " pekik Lisa garang. Berteriak tepat di wajah sepupu iparnya, justru bukan Lesya yang menoleh namun siswa-siswi yang berada di sekitarnya. Luna tersentak kaget hingga hampir kalah dalam game jika Lesya tak membantunya. Sementara Leon menepuk-nepuk pundak Lisa seolah memberi isyarat agar diam.
"Makan dulu nih beb dari pada ladenin mereka! " ucap Leon berbisik. Lisa hanya mengangguk pasrah saja. Memang hanya Leon lah yang mampu membuatnya kembali berbunga. Walau hanya perkara kecil, Leon selalu saja memberikan dirinya banyak perhatian. Kan co cwitt!
"Berisik lo anj*r Lis! Untung aja gw gak kalah nih! " semprot Luna menatap sekilas Lisa. Lisa mendengus kesal. Setelah dua menit berlalu dengan makanannya, akhirnya Lesya dan Luna selesai tanding. Tentu saja mereka menang dan akhirnya beralih menatap Lisa.
Melepaskan earphones nya, Lesya mengangkat satu alisnya pada Lisa. "Apaan sih pacarnya Leonard Putra? Mau ngomong apa, sok atuh ngomong gw dengerin nih! " ucap Lesya tanpa beban justru mengambil satu bakso yang ada di mangkuk Lisa. Tentu saja Lisa tambah sebal. Itu bakso terakhirnya tauk!
"Lesyaaa... Lo makin lama makin bikin darah gw naik pitam ya?! Gak di rumah, di sekolah makin nyebelin lo ya?! " kesal Lisa. Lesya hanya menyengir kuda saja. Dia sudah tahu bagaimana meredakan kekesalan Lisa sekarang.
"Yaudah, nih gw traktir elah ribet lo! " dengus Lesya sebal seraya mengambil kertu hitam di sakunya. Catat gays, yang dia ambil cuman satu saja gak mungkin dua! Satu blackcard isinya aja udah wowww, apalagi dua!
"Widiihhh, bapak siapa nih yang ngasih blackcard sama lo Sya? " canda Luna namun sedikit meledek. Lesya mendengus kesal saja. Namun candaan Luna itu justru bukan dijawab Lesya namun Lisa.
"Bapak ketos kebanggaan kita! Denger nih ya, kita tuh harus malakin Lesya karena dia dapet lima blackcard Elvan tadi! " bisik Lisa kecil. Luna cengo saja mendengarnya. Mengangkat kelima jarinya dengan tatapan sulit dipercaya, tentu saja gadis itu terkejut bukan main.
"Lima? "
Lisa mengangguk.
"Serius? "
__ADS_1
Lagi-lagi Lisa mengangguk.
Brakk!
"Wah, damage sultan beda lagi boss, gak maen-maen! Tau gitu gw tadi gak usah bayar biar dibayarin echa! " kesal Luna sedikit menggebrak meja. Sementara Leon dan Lesya hanya menyimak saja.
Lisa tentu saja langsung menggeplak tenguk leher Luna. "Eh semprul ngagetin gw lo! Mending lo pesan apa gek biar dibayarin noh sama sahabat lo. " usul Lisa. Lesya mendengus sebal mendengarnya.
"Kagak jadi deh, lagian kalian punya duit gak dipake juga! Gw banyak utang di kantin and so, byebye.. " pamit Lesya berjalan santai tanpa beban ke arah bu kantin. Dikarenakan dia sering kali menunda bayaran utang, Lesya memutuskan untuk membayar sekarang saja. Toh utang dia tak terlalu besar kok!
———
Berbeda dari Lesya dkk, saat ini Letha menyunggingkan senyum jahatnya melihat Lesya yang berjalan menuju ujung kantin. Mengambil lemon yang dia bawa, Letha memeras lemon itu dan membiarkan air lemon tertuang di mangkuk mie ayam. Perlu kalian tahu jika Lesya penyuka mie ayam dibandingkan bakso. Mungkin rencananya berhasil~
Mengaduk mie hingga rata, Letha menyuruh satu siswi culun yang tak sengaja berada di dekatnya untuk mengantarkan mangkuk itu kepada sang kakak. Fyi, tak ada Nayla dan Amel di sekitar sana karena kedua teman Letha itu sedang pamit ke toilet.
"Ehh, gw minta tolong dong! Nih bawain ke Lesya, tau kan orangnya? " pinta Letha. Siswi culun itu mengangguk cepat. Siapa sih yang tak kenal devil in the school? Jangankan dia yang siswi culun, yang berandal juga takut sama dia kali!
"Oh iya, jangan kasih tau ke siapa-siapa kalau mie ini dari gw karena gw mau kasih suprise! " bohong Letha. Siswi culun itu mengangguk dan mulai melancarkan aksinya tanpa rasa curiga. Wajar sekali bukan seorang adik membuat suprise untuk kakaknya sendiri? Tak tahu saja jika itulah yang membuatnya celaka mungkin~
Oke balik lagi,
Setelah membayar utangnya lunas dengan bantuan blackcard milik Elvan, Lesya mengambil balik kartunya. Jangan kaget ya kalau kantin ini menggunakan sistem bayar tunai ataupun kartu, pada dasarnya memang begitu! Lesya menoleh dengan kehadiran siswi culun yang membawa mangkuk mie ayam dan menyerahkan untuknya. Lalu, siswi itu pergi begitu saja. Apaan nih? Untuknya? Bingung Lesya.
"Woy buat gw nih? " teriak Lesya sedikit keras. Siswi culun itu berbalik dan menunduk takut. Lihat saja mata Lesya membulat lebar seolah sedang marah. Padahal Lesya sedang bingung bukan marah. Memang dia seseram apa sih?!
"I-iya kak, ada orang yang kasih! "
Lesya mangut-mangut paham dan berjalan ke arah mejanya dengan teman-temannya dengan membawa mangkuk itu. Namun betapa terkejutnya Lesya melihat segerombolan lelaki yang sudah ada di mejanya. Itu Elvan dkk!
"Eh anj*ng kalian semua ngapain di sini woy?! " protes Lesya tak terima setelah duduk di bangkunya, di antara Elvan dan Luna. Meletakkan mangkuk di atas meja, Lisa mencondongkan kepalanya melihat isi mangkuk tersebut. Biasalah!
__ADS_1
"Wah parah sih bu boss ngomongnya! Kita tuh di sini karena memang mau makan, ya kali mau ngulek cabe ya gak? " ucap Ken sedikit ngawur. Lesya berdecak kesal sekaligus risih dengan panggilan 'bu boss' dari teman-teman Elvan untuknya.
"Yaudah sini gw ulekin cabenya biar sekalian gw ulek mata lo! " galak Lesya. Elvan menyentil kening Lesya pelan dari samping. Dia tak suka kalimat aneh seleneh keluar begitu saja. Apalagi kelima temannya bergidik ngeri mendengarnya.
"Ouch, " ringis Lesya.
"Ngomong yang benar! " tajam Elvan.
Lesya hanya mengangguk saja. Seraya mengelus bekas sentilan Elvan, lesya menggerutu dalam hatinya. Berbeda dengan Luna yang bermain ponselnya dan Leon yang asik menggombali Lisa.
Ken, Revan dan Valen saling berpandangan satu sama lain. Mereka bertepuk tangan begitu saja dan saling menyoraki kedua sejoli itu. Kepatuhan Lesya pada Elvan, wah... Impossible!
"Wuu... Bucin huu.. Bu boss rupanya bisa patuh nih sama pa boss! " sorak mereka bersamaan. Lesya mengambil sendok yang ada di mangkuk Luna dan mengancangkannya kepada wajah Ken. Sayangnya Luna yang tanggap menahan karena itu sendok bukan miliknya namun milik ibu kantin. Hanya saja di sini dia yang menggunakannya!
"Gw lempar lo lama-lama! " kesal Lesya.
"Sabar woyy echa, sendoknya bukan punya gw weh tapi punya bu kantin! Kalo pecah kan gw yang disalahin be-go! " ngawur Luna.
"Eh Sya lo makan lagi? Itu mie ayam buat siapa? " tanya Leon yang mengalihkan pembicaraan. Lesya menoleh dan menggeleng tak tahu. Tangannya melepas sendok dan meletakkan ke dalam mangkuk Luna.
"Gak tau, tadi ada cewe culun yang kasih gw! Katanya dari seseorang buat gw! " jujur Lesya lalu memilih menyeruput minumannya yang masih tersisa.
"Gak dimakan nih? " tanya Leon.
"Kenyang! " jawab Lesya menggeleng.
"Buat gw, kebetulan belom makan! " ucap Elvan yang tampak curiga dengan warna kuah mie tersebut. Lesya hanya mengangguk kecil saja. Toh dia tak ingin makan. Elvan beralih menarik mangkuk itu mendekat ke arahnya.
Ada yang aneh.
Jangan lupa like, komen, vote, rate, gif🤗
__ADS_1
>>><<<
Aduh, salah sasaran nih Letha!