Aleesya: My KetBok, My Hubby!

Aleesya: My KetBok, My Hubby!
141: Gw tau lo bohong!


__ADS_3

Dia tak menangis justru biasanya saja. Namun sorot matanya menunjukkan kekosongan di dalam hatinya. Dia tiba di satu danau dekat kediaman grey.


Semua panggilan dan nontifikasi yang masuk ke dalam ponselnya sama sekali tak dia hiraukan. Dia asik melihat ke sana ke mari tumbuhan yang masih asri di danau tersebut.


"Pembawa si*l ya? Gw gak papa kok! Udah biasa disebut kayak gitu! Apa lagi kejadian 19 tahun yang lalu yang buat diri gw sendiri hampir hancur saat itu! " gumam Lesya.


Ting!


Lesya tak menghiraukan banyaknya nontifikasi yang baru saja masuk di ponselnya. Ada satu orang yang selalu mengawasi dari arah kejauhan Lesya yang merenung. "Maaf karena udah sia-siain kamu dan adik kamu Lara! "


Orang tersebut mengusap air matanya dan pergi dari danau itu meninggalkan Lesya. Hari sudah gelap dan Lesya masih tak ingin beranjak dari sana.


Ting!


Akhirnya Lesya membuka nontifikasi dari Mayang yang terus menanyakan kabarnya. Bahkan sudah ada beberapa panggilan dan chat yang tak terbalas.


📩Bunda Sayang🥰


Sya, kamu dimana?


Udah makan?


Ngapain?


Udah mandi?


Dimana?


Sama siapa?


Sya? Jangan bikin bunda cemas!


6 panggilan tak terjawab


Sya?


Sya kamu gak papa kan?


^^^📩Lesya^^^


^^^Lesya gak papa bun.^^^


📩Bunda Sayang🥰

__ADS_1


Akhirnya, kamu dimana?


^^^📩Lesya^^^


^^^Perumahan komplek bun, tapi^^^


^^^Lesya nyasar.^^^


📩Bunda Sayang🥰


Di mana nya? Biar bunda sama


Elvan ke sana.


^^^📩Lesya^^^


^^^Danau bun.^^^


📩Bunda Sayang🥰


Tunggu di sana jangan kemana-mana!


(read)


"Lesyyaa! " Lesya menoleh dan dengan cepat berlari memeluk sang bunda. Walaupun bukan bunda kandung, namun Lesya menyayangi Mayang seperti bunda kandungnya. "Bunda! "


"Dari mana sih lo?! " kesal Elvan. Mayang menyenggol bahu putranya dan melepaskan pelukkan Lesya. "Husst! Udah yang penting Lesya udah ketemu! Kita pulang aja yuk! "


Lesya mengangguk dan memeletkan lidahnya mengejek Elvan. Sedangkan Elvan yang diejek hanya menatap malas Lesya saja. Mereka berjalan pulang menuju kediaman Grey.


"Loh Lisa? Kamu mau kemana? Udah malem loh! " tanya Mayang setelah tiba di halaman kediaman Grey. Lesya dan Mayang mengerutkan keningnya bingung dengan Lisa yang hendak masuk ke dalam mobil. "Hehe.. Mau pulang Tan, "


Mayang menggeleng. "Gak baik anak gadis pulang sendiri malem-malem! " Lisa menggaruk tenguk lehernya yang tak gatal. Dia bingung harus menjawab apa.


Lesya yang mengedarkan pandangannya melihat mobil yang familiar di matanya. "Mobil? Leonnnnnnaa... Bukaa oy! " Lesya justru mengetuk-ketuk kaca mobil hingga Leon yang berada di dalam terjingkat kaget.


Lisa menggaruk tenguk lehernya yang tak gatal kembali dan menyengir kuda ke arah Mayang yang menatapnya heran. "Mamp*s gw! " gumamnya kecil.


Leon keluar dan menatap kikuk Mayang yang menatapnya dengan pandangan datar. "Tan, " Mayang menepis tangan Leon yang hendak menyalimi dirinya. Orang asing? Skip cuy! Pikir Mayang.


Leon meneguk salivanya kasar melihatnya dan menyenggol sikut Lesya. "Apaan? " tanya Lesya. Leon mengkode Lesya dengan matanya namun tak dipahami oleh Lesya. "Apa? " bisiknya.


"Tolongin gw bambang! " bisik Leon tanpa suara. Lesya mengangkat bahunya acuh. "Siapa suruh malah ngedate di rumah bunda! "

__ADS_1


Mayang kembali teringat dengan wajah Leon yang pernah dia temui. "Ini... Temennya Elvan ya? Yang ke rumah sakit waktu adiknya Lesya ketabrak? " Leon tercengang. "T-teman? "


Mayang mengangguk. "Iyaa! Bukan ya? " Leon mengangguk kikuk saja mendengarnya. "I-iya tan, saya t-teman Elvan! " ucapnya kikuk.


* Sejak kapan gw berteman sama ketos yang suka hukum Lesya? Impossible to me! But, demi gw bisa ngedate sama Lisa my lup lup okelah gak masalah! * batin Leon.


* Teman? Ya kali! Musuh Lekacang pasti musuh Leon juga kan? Jadi bukan teman tapi musuh! Tapi, kenapa Leon malah bilang kali dia temen kutub? Oh! Pasti biar gw bisa kabur dari dia kan?! Pengen cekek * batin Lisa menerawang.


Mayang mangut-mangut mengerti saja. Dia melirik ke arah Lisa yang melipat dadanya dan memoyongkan bibirnya. "Mau pulang? Yaudah tapi hati-hati! " Lisa mengangguk saja.


Memang benar jika Leon pergi ke kediaman Grey karena menjemput Lisa. Leon sempat menghubungi Lisa yang mengaku dirinya hendak pulang ke rumahnya di aplikasi telepon.


Namun Leon mencegah karena pikirnya tak baik anak gadis pulang malam-malam. Alhasil Leon menjemput Lisa dengan mobilnya menuju lokasi yang Lisa kirim padanya lewat aplikasi komunikasi yang tak lain kediaman Grey.


"Pamit ya tan, soalnya mama udah nunggu! " Mayang mengangguk. Lesya dan Mayang melambaikan tangan mereka di saat Lisa dan Leon sudah pergi dengan mobil yang dibawa Leon. "Bun, aku masuk! " pamit Elvan.


Mayang menoleh dan mengangguk. "Aku juga ya bun, " Mayang mengangguk namun dirinya menahan. "Udah makan? Mau bunda siapin? " Lesya menggeleng. "Enggak tadi udah makan bun! " Mayang mengangguk saja.


...~o0o~...


Lesya terbangun dari alam mimpinya. Dia menatap sekeliling nya dan jam dinding yang ada. "Huh! Gak bisa tidur lagi! Ke balkon aja dah! " gumam Lesya beranjak dan pergi menuju balkon kamar.


Hari sudah malam alias subuh dan Lesya sama sekali tak tertidur. Dia menikmati semilar angin subuh pukul 1 pagi. Tiba-tiba saja kenangan kecilnya terlintas begitu saja. "Pahit ya! Semua hampir hancur! " gumam Lesya tersenyum getir.


Sudah satu jam dia berada di sana. Dan tanpa Lesya sadari, jarum jam yang tak dapat berhenti terus berputar dan menunjukkan pukul 2 pagi. "Apa dengan gw jujur, semua masalah selesai? "


"Sebagian mungkin! " Lesya tersentak kaget. Suara bariton khas bangun tidur terdengar jelas di telinganya. Elvan! Apa dia belum tidur? Ataukah terbangun?


Lesya menoleh dan mendapati Elvan yang berjalan ke arahnya dan duduk dengan rambut yang acak-acakkan. "Lo? Belom tidur? " Elvan mengangkat bahunya. "Kebangun! "


Lesya mangut-mangut mengerti saja. "Apa maksud perkataan lo tadi? " Bukannya menjawab, Elvan justru bertanya kembali. "Lo dari rumah sakit kan? " Lesya mengangguk.


"Ngapain? " Lesya terdiam. Apa dia harus jujur dengan lekaki yang sudah terikat dengannya? Atau tidak? Pikir Lesya. "Kepo! " jawabnya.


* Gw pengen curhat! Tapi, jangan sama dia! Mungkin lo dijebak Sya! Jangan mau cerita sama kutub! Tapi.. Bukannya dia udah tau lewat data gw ya? Hanya sebagian! * batin Lesya.


"Gw tau lo bohong! " Lesya terdiam dan menatap aneh Elvan. "Cerita aja kali! " santai Elvan. Lesya akhirnya angkat suara. "Harus banget ya gw cerita sama lo? "


Elvan mengangguk. "Lo istri gw dan gw suami lo! Harus lah! " Lesya mengalihkan pandangannya di saat Elvan menekan kata 'istri' dan 'suami' dikatanya.


"Oke! Gw... Gw cuman jenguk mami doang! Katanya mami sakit! " Elvan mengangkat alisnya naik ke atas. "Gw tau lo bohong! " Lesya melirik sinis Elvan. "Cenayang lo? Kok tau? Jangan-jangan... Lo ngintilin gw ya?! " sinis nya.


Jangan lupa like, komen, vote, rate, gif🤗

__ADS_1


__ADS_2