Aleesya: My KetBok, My Hubby!

Aleesya: My KetBok, My Hubby!
233: Penundaan eksekusi!


__ADS_3

Amanda berdecih sinis. "Gak ada maling ngaku! Jadi, lo orangnya kan?! Gw udah baca diary Vannya kalau dia benci sama lo! Di bukunya juga cuman tertulis nama lo! Berarti selain lo, gak ada yang Vannya benci! Itu artinya lo yang perlahan buat Vannya jadi pergi! " amuk Amanda mulai tak dapat mengontrol emosinya.


Lesya menendang motor Amanda hingga kembali jatuh hingga hancur. "Bukan hanya karena diary lo bisa nuduh gw sembarangan ya! Bukan gw yang buat Vannya pergi tapi--- " ucap Lesya terpotong.


Amanda dengan cepat menyela ucapan Lesya. "Udah lah gak usah ngeles! Lo licik, gw tau itu! Pengecut! " decih Amanda. Lesya terkekeh sinis bak seorang psikopat. "Sorry ya, ngaca lo bro! Mau sampai abad ke seribu juga gw bukan penyebab adik lo meninggal! " sinisnya.


Suasana jalanan tampak mencekam karena aura yang dipancarkan kedua gadis itu. Elvan dkk yang mulai waspada dengan apa yang terjadi sebentar lagi, akhirnya memutuskan melerai perdebatan itu.


"Feeling gw gak enak, susul aja yuk! " ajak Frans. Ken dan Valen mengangguk. "Takut kenapa-kenapa mereka kan perempuan! " jawab Ken setuju.


Elvan melirik jam tangannya. "Pisahin mereka! " ujarnya mulai melangkah menghampiri kedua gadis yang memancarkan aura yang tak bersahabat.


Ke empat teman Elvan mengikuti Elvan berjalan di belakang Elvan dan memisahkan kedua gadis yang hendak bertarung kembali. "Apa perlu gw yang bunuh adik sampah lo itu si Letha? " tawar Amanda mengejek Lesya.


Bugh!


Lesya berhasil melayangkan satu pukulan dan mendarat tepat di kepala Amanda. Amanda terduduk jongkok lemas merasakan kepalanya yang berdenyut. "Aarghh! " Tanpa rasa kasihan, Lesya hendak melayangkan tendangannya namun tertahan oleh Elvan yang sudah tiba. "Shitt! Lepasin gak?! " kesal Lesya.


Valen melerai perdebatan di tengah-tengah mereka sementara Frans dan Ken membantu Amanda berdiri. Farel mengangkat motor besar Amanda kembali berdiri, walau sudah banyak bagian yang sudah hancur akibat ulah Lesya!


"Harusnya dari dulu gw ketemu sama lo gw buat hidup lo tersiksa! " ucap Amanda yang kembali berhasil berdiri walau harus di topang oleh Ken dan Frans. "Lo tau gak? Yang kirim paket ke rumah lo itu siapa? Itu gw! Haha, gak sia-sia buat nyokap lo pergi! " tawa Amanda puas.

__ADS_1


Bughh!


Lesya kembali melayangkan tendangannya ke arah kaki panjang Amanda. "Ini belum setimpal sama yang mami gw rasain! " tekan Lesya. Amanda meringis. "Akrhh! Sial*n lo! " ringisnya.


Lesya menatap datar Amanda. Lagi-lagi Lesya harus ditarik mundur oleh Elvan. "Apaan sih lo?! " kesal Lesya memberontak. Amanda sudah terkapar tak berdaya lagi dan akhirnya pingsan karena terlalu banyak mendapat serangan dari Lesya terutama bagian kepalanya.


"Lah-lah? Pingsan? " molog Ken. Frans menepuk-nepuk pundak Ken yang justru bermolog. "Bantuin bawa ke rumah sakit weh! " ajak Frans diangguki Ken.


Frans yang menggendong Amanda dan Ken yang mengemudikan motor melesat pergi menuju rumah sakit terdekat. Sementara Farel membawa motor besar milik Amanda ke bengkel terdekat.


Lesya mengepalkan tangannya kuat melihat Elvan yang menahan dirinya menghabisi Amanda. "Apaan sih lo nahan-nahan gw?! " kesal Lesya. Elvan menyentil jidat Lesya dan melipat dadanya. "Kalau dia mat* gimana? "


"Ya bagus dong! Nyawa dibayar nyawa! Udah gw duga dia dalang dibalik kepergian mami! " jawab Lesya. Elvan menggelengkan kepalanya. "Tapi gak gini caranya! Bokapnya bisa-bisa buat masalah lagi sama lo! " jelas Elvan.


Elvan menghela nafasnya. "Pulang aja dah sekarang! " final Elvan yang membuat bola mata Lesya melotot lebar. "Kok gitu sih?! Katanya mau eksekusi, gimana sih?! " kesal Lesya menghentakkan satu kakinya.


"Banyak hari! " datar Elvan. Lesya menahan tangan Elvan yang hendak pergi. "Yaelah Pan, hari ini gek! Besok-besok bunda pasti gak izinin yah? " rayu Lesya.


Elvan hanya menghela nafasnya lagi. "Val, lo beresin kekacauannya! Jaga Faris di markas! " pesan Elvan lalu menarik Lesya menuju motornya. "Siap, serahin aja sama gw semuanya! " jawab Valen.


Lesya mengeruncutkan bibirnya di saat Elvan membawanya ke arah motornya. "Pulang! " tegas Elvan. Lesya tetap kekeh menggeleng dan membantah ucapan Elvan. "Gw gak mau! Kan gak lucu kalau gw--- " kata Lesya terpotong.

__ADS_1


"Pulang atau gw c*um lo di sini? " tanya Elvan menaikkan satu alisnya. Lesya mendengus pasrah dan menaiki motornya lalu menggunakan full face helmnya.


Menggunakan motor yang mereka bawa masing-masing, Elvan mengikuti di belakang Lesya agar kembali pulang ke kediaman Grey. Valen hanya bergidik ngeri saja melihat kepergian dua pasutri itu. "Gak laki gak bini semuanya sadiss! "


Selama perjalanan pulang, Lesya hanya menggerutu tak jelas saja. Ancaman Elvan yang berbau dewasa membuat nyali Lesya menciut seketika. Ditambah wajah serius Elvan, membuat dirinya merasa jika Elvan tak sembarang bicara. Dia juga ikut mengumpat dengan hadirnya Amanda di jalanan tadi. "Shitt! Sial*n! " gumamnya.


Lesya juga merasa dirinya diawasi oleh tatapan tajam seorang bodyguard berwajah tembok di belakangnya. "Aelah padahal udah mau nyampe markas pake acara tangan gw gatel lagi! Kalau gitu gw nabrak si Mandel aja gak make tarung! Pengawas CCTV gw galak ye! " gerutunya.


Lesya menghela nafasnya lega. Rupanya saat dirinya tiba di kediaman Grey, Mayang yang ada urusan di butik dan Angga tiba-tiba kembali ke kantor. Dia dapat bernafas lega karena tak akan membuat alasan yang menyeleneh.


"Akhirnyaa! " gumamnya.


Lesya melangkah menuju kamarnya setelah memarkirkan motornya. "Ck! Udah bagus gw penampilannya kek mau tawuran malah gini ujung-ujungnya! Mandel sial*n! Kalau gw ketemu sama lo, bakalan gw gorok kepala lo! " gerutu Lesya yang masih saja kesal.


Lesya merebahkan dirinya di ranjang dan membolak balikkan badannya ke kanan kiri. "Pen tak hihh! Berani amat ngancam-ngancam gw! Gw ancam balik nanti nanges! " kesal Lesya.


Ceklek!


Elvan masuk dan geleng kepala di saat melihat ranjangnya sudah kusut akibat ulah Lesya yang memutar balikkan badannya. "Tauk dah! Mending gw mandi terus tidur selesai! " ucap Lesya yang beranjak duduk di tepi ranjang.


Lesya menatap sengit Elvan dan sebaliknya, Elvan menatap malas Lesya dengan tangannya yang kembali terlipat di dadanya. "Apa liat-liat?! Mau gw colok mata lo?! " ketus Lesya garang.

__ADS_1


Lesya beranjak berdiri dan melewati Elvan begitu saja. Tatapan matanya masih sama sengit seperti dirinya pertama kali bertemu Elvan. Sengit dan garang! Elvan saja bingung mengapa tatapan nyeleneh itu dapat kembali terlihat di pandangan matanya. "Aneh! " gumam Elvan.


Jangan lupa like, komen, vote, rate, gif🤗


__ADS_2