Aleesya: My KetBok, My Hubby!

Aleesya: My KetBok, My Hubby!
42: Pulbar!


__ADS_3

Dia mengambil dasi Lesya yang berada di saku dan mengeluarkannya. Mata Lesya menoleh ke samping. Dimana tangan Elvan memegang dasi Lesya di samping wajahnya.


"Pasang atau. . . " Lesya langsung mengambil dasi. Namun, tak sampai karena tubuh Elvan lebih tinggi.


Lesya kesal karena dirinya yang tak dapat dasi miliknya dari tangan Elvan. Elvan justru meninggikan dasi tersebut dengan tangan kanannya.


Sementara tangan kirinya stay di dalam saku celananya. Cool kagak tuh? Lesya menghentakkan kakinya.


"Turunin bege dasi gw! Katanya disuruh pasang, mau lo apa sih?! " Elvan meletakkan dasi milik Lesya di sakunya.


Lesya melotot tajam., "Dasi gw bege! " Elvan menatap datar gadis di depannya ini, "Masukin baju lo atau gw masukin? " tanyanya tanpa ekspresi.


Lesya melotot. Dia membalikkan tubuh Elvan untuk membelakangi dirinya. Dengan cepat dia memasukkan bajunya ke dalam celananya.


Elvan menghela nafas panjang dan berbalik setelah dua menit membelakangi Lesya. Lesya sudah selesai memasukkan bajunya di depan tinggal dibelakang. Itu bertepatan Elvan berbalik.


Untung sudah selesai! Kalo tidak? Pikir Lesya. Lesya mengulurkan tangannya seperti orang meminta sesuatu. Elvan mengernyitkan dahinya bingung.


"Dasi gw mana P. A. P. A. N-!! " ucap Lesya menekankan kata 'papan'.


Elvan mengeluarkan dasi milik Lesya dari sakunya celananya. Dengan cepat Lesya mengambil dasi miliknya dan memasangkan di lehernya.


Rapi? Tentu saja tidak! Elvan menghela nafas sabar. Biarlah tak rapi asal dikenakan di lehernya.


"Lepas? Gw pasangin! " Lesya melotot tajam, "Lo pasang? Gw buang! " balasnya tak mau kalah.


Elvan mengangkat satu alisnya. Lesya tersenyum kemenangan dan luntur seketika mendengar ucapan Elvan.


"Lo buang? Gw beli! " Lesya mendengus malas., "Lo beli? Gw tolak! " Elvan mengangkat senyum miring nya. Lesya bergidik ngeri melihat itu.


"Lo tolak? Gw paksa! " Lesya semakin melotot. Matanya hampir keluar dari sarangnya. Elvan menutup mata Lesya menggunakan tangannya.


"Ish, lepas! Dasar papan pemaksa! " oceh Lesya kesal. Lesya menepis tangan Elvan yang menutup matanya.


"Balik ke kelas! " Lesya mendengus. Dia mengoceh tak jelas di saat Elvan mengantarnya hingga kelas.


Bukan apa-apa sebenarnya! Hanya saja, dia tak mau Lesya kembali bolos dan dia harus mencarinya lagi. Konsentrasi belajarnya akan terganggu.


Hingga di sekitar koridor kelas Lesya, Lesya memberhentikan langkahnya dan berbalik., "Lo ke kelas lo aja sono! "


Elvan mengangkat satu alisnya ke atas. "Lo lupa? Kelas gw di samping kelas lo " Lesya tersadar. Dia berbalik ke arah dua kelas yang berada di depannya.


Kelas paling pojok, adalah kelas Elvan. Sementara kelasnya, berada di samping kelas Elvan. Mengapa dia baru sadar? Pikirnya.


"Yaudah lo duluan aja sono" Elvan menurunkan alisnya dan menatap Lesya yang berbalik menatap dirinya.


"Gw ke kelas harus ngelewatin kelas lo Le " sabar Elvan. Kata-kata yang cukup panjang terlontar di mulutnya. Sudah cukup sabar dia menghadapi Lesya.


Lesya mendengus dan melanjutkan jalannya. Dia membuka pintu kelasnya dengan kesal dan berjalan begitu saja ke bangkunya. Kaget? Tentu saja!


Di saat mereka sedang asik melakukan aktivitas belajar mengajar, mereka dikagetkan dengan kedatangan Lesya.


Elvan yang di belakangnya saja menggelengkan kepalanya. Pak Jono keluar menemui Elvan yang berada di luar pintu kelas.


"Trimakasih nak, sudah membawa preman itu ke kelas, maaf kalo bapak menganggu waktu belajarmu" Elvan mengangguk datar.

__ADS_1


"Sama-sama Pak, permisi" Elvan melangkahkan kakinya menuju kelasnya dan belajar seperti semula.


...~o0o~...


Sepulang sekolah, Lesya berjalan malas menyusuri koridor. Tentu saja dia tak sendirian karena ditemani oleh Leon dan Luna.


Leon menyenggol bahu Luna yang melihat kelas lain. Luna mengangkat dagunya bertanda apa? Leon menunjuk Lesya yang terlihat lemas berjalan.


Luna menatap Lesya yang sibuk memainkan ponsel miliknya. Rupanya dia mendapatkan notifikasi dari Elvan di aplikasi komunikasinya.


📩Papan Ketbok❄-!!


Nanti pulang bareng, disuruh Bunda!


^^^📩Lele troublemaker^^^


^^^Ogah!^^^


📩Papan Ketbok❄-!!


Tunggu dimobil! Gw ada rapat


^^^📩Lele troublemaker^^^


^^^Gw kagak mau!^^^


^^^(read)^^^


Lesya kesal di saat pesannya hanya di read oleh Elvan. Pasti pernah rasain kan? Begitulah Lesya kali ini. Rasanya ingin membobol ulang otak Elvan!


📩Bunda sayang🥰


Sya, nanti pulang bareng Elvan ya


Jantung Lesya berdegup kencang. Apa dia menuruti kemauan bundanya apa tidak?


Dia sangat malas jika dirinya pulang bersama Elvan. Tapi dia tak mau mengecewakan bundanya.


Luna menyenggol bahu Lesya. Lesya yang disenggol menatap Luna seraya mengangkat dagunya bertanya apa?


"Lo ngapa? " tanya Luna. "Lo gak diapa-apain kan? " lanjutnya berpikir yang tidak-tidak.


Lesya menepuk jidat Luna, "Otaknya mba dikondisikan" Luna menyengir. "Elo sih! Gak papa kan lo? "


Lesya menggeleng, "Gw gpp, but gw disuruh pulang bareng" Luna heboh sendiri.


"Terima lah! Kesempatan emas gak boleh di sia-siain. Terima sono" Lesya mendengus. Dia bukan Luna yang asal mengiyakan karena tampan atau tidak.


"Heh! Masalahnya gw ogah pulang bareng dia Luna" Luna cemberut. Temannya aneh bukan? Orang ganteng di sia-siain! Pikir Luna.


Leon menyimak saja pembicaraan mereka. Dia sebenarnya tertarik dengan satu cewek di sekolah yang dia tempati itu.


"Gw emang ogah pulbar sama dia! Tapi bunda minta pulbar bareng" Luna menepuk tangannya sekali., "Turutin apa mau bunda lo! Dia pasti mau yang terbaik bukan terjelek buat lo"


Lesya menunjuk dirinya sendiri. Perkataan Luna ada benarnya. Leon menepuk bahu Lesya sekali.

__ADS_1


"Bener kata Luna, turutin aja. Lo tau? Mungkin dia mau hubungan lo nanti biar dekat" Lesya menatap Leon malas.


"Ta--- " ucapan Lesya terpotong saat notifikasi ponselnya bergetar lagi. Mayang memberikan pesan lagi kepadanya.


📩Bunda sayang🥰


Kalo gak mau, gpp kok Sya


^^^📩Lesya^^^


^^^Iya bun, tapi nunggu Elvan selesai^^^


^^^rapat dulu^^^


📩Bunda Mayang🥰


Iya, bunda tunggu di rumah


(read)


Lesya membaca pesan terakhirnya. Dia menyetujui permintaan bunda Mayang yang menyuruhnya pulang bersama Elvan.


"Motor lo nginap? " tanya Luna memastikan. Lesya mengangguk. Itu berarti Lesya menyetujui ucapannya. Pikir Luna.


Leon dan Luna bertos ria. Mereka pamit pulang lebih dulu meninggalkan Lesya sendiri di sana. Sekolah tampak sepi karena jam pulang sudah tiba dari tadi.


Lesya melangkahkan kakinya ke arah parkiran. Dia membuka pintu mobil milik Elvan.


ceklek!


Rupanya tak dikunci. Lesya melihat sekelilingnya. Sepi! Dia segera masuk ke dalam mobil dan menunggu Elvan di dalam mobil.


Sudah setengah jam Lesya menunggu seraya mengemil makanan yang ada di bagasi mobil Elvan. Nyolong? Yap!


Bagasi mobil Elvan penuh makanan. Kebetulan dirinya yang sedang lapar. Makan sedikit tak masalah bukan? Pikir Lesya terkikik.


Lesya mengambil dengan berjalan dalam mobil. Dari luar mobil, terlihat mobil seperti bergoyang. Orang pasti mengira pasti ada sesuatu yang impresif!


Elvan yang baru datang ke parkiran terkejut melihat mobilnya yang bergoyang. Apalagi bersama teman-temannya yang mengira yang tidak-tidak.


Dengan langkah cepat, Elvan menuju mobilnya berada diikuti ke-empat temannya. Lesya duduk dengan santai dan memakan snack yang baru dia ambil.


ceklek!


Kentang goreng yang Lesya masukkan ke dalam mulutnya masuk disaat Elvan membuka pintu mobil. Kepala Elvan masuk menatap tajam Lesya yang memakan snacknya.


Banyak bungkusan snack sudah habis ulah Lesya. Elvan menatap tajam Lesya yang berada di depannya.


Valen yang tak sabar akan ada apa di dalam mobil Elvan bertanya, "Ada apaan Van? "


"Kucing berantem" Farel tak percaya. Ya kali mobil Elvan ditempati kucing? Pikirnya. Lesya melotot saat dirinya di sebut kucing oleh Elvan.


"Duluan" datar Elvan lalu masuk ke dalam mobilnya dan mulai menjalani mesin mobil.


Jangan lupa like, komen, vote, rate, gif🤗

__ADS_1


__ADS_2