Kesetiaan Seorang Istri

Kesetiaan Seorang Istri
Buktik Selly


__ADS_3

Hari itu satu hari menjelang acara reuni, Gina janjian dengan kedua sahabatnya untuk pergi kesebuah butik. Gina dan kedua sahabatnya sepakat janjian bertemu dibutik tersebut. Gina menjadi yang terakhir datang karena dia tadi sibuk membuat kue dengan Nana.


"Maaf ya. Gue telat. Tadi keasikan buat kue dengan Nana." kata Gina dengan wajah memelas.


"Santai aja Gin. Kami berdua juga barusahn datang" Rina menjelaskan kepada Gina bahwasanya mereka juga baru datang dan kenyataannya mereka memang baru datang. Jadi tidak ada kata siapa menunggu siapa.


Gina dan kedua sahabatnya masuk kedalam butik tersebut. Butik ini merupakan kepunyaan sahabat dekat Nana. Sehingga Gina bisa leluasa masuk kedalam butik tersebut.


"Permisi mbak. Bisa bertemu dengan tante selly?" kata Gina kepada salah seorang karyawan dibutik tersebut.


"Maaf dek, apa sudah ada janji dengan Nyonya Selly?" kata pelayan tersebut.


"Sanyangnya belum mbak."


"Kalau begitu, kami tidak bisa mengijinkan anda dengan nyonya Selly. Sekali lagi saya minta maaf dek."


"Baiklah mbak. Permisi."


Kemudian Gina mengambil ponselnya dan langsung menghubungi tante Selly. Pada deringan pertama langsung diangkat oleh tante Selky. Garcep juga ni tante langsung main angkat telpon kata Rina dan Ofi di dalam hati mereka.


"Assalamualikum tante Selly. Ini Gina tante."


"Aduh Gina. Tante dari tadi udah nungguin kamu, kamu kok belum sampe juga ya?" kata tante Selly dengan suara paniknya.


"Aduh tante jangan pake teriak. Sakit kuping Gina tante." kata Gina sambil mengusap telinganya.


"Maafkan tante ya cantik. Jadi kamu sekaranf dimana kok lama nyampenya?" kata tante Selly.


"Gina dari tadi udah di lantai satu butik tante. Tapi saat Gina bertanya ke recepsionis. Katanya nama Gina tidak ada dalam catatan pertemuan tante. Terus dia tanya aoa aku udah janjian dengan tante. Ya aku jawab belum." kata Gina dengan polosnya.


"Ya udah kamu tunggu di lantai satu. Asisten tante akan menjemput kamu dan dua sahabat kamu untuk keruangan tante." tante Seli meminta asistenya untuk menjemput Gina.


Tidak beberapa lama asisten Selly datang dan membawa Gina dan teman-temannya menemui Selly dilantai tiga butiknya.


"Silahkan masuk nona." kata Asisten.


"Gina. Ini kamu sayang. Makin cantik aja kamu." kata tante Selly sambil cipika cipiki dengan Gina dan kedua sahabat Gina.


"Tante bisa aja. Nanti Gina terbang loh tante mendengar pujian tante." kata Gina sambil tersenyum.


"Jadi kamu mau baju model apa untuk reuni kamu?"


"Itulah masalahnya tante. Aku nggak ada gambaran mau pake baju model apa. Makanya aku datang kemari. Tante ajalah yang milihin. Aku percaya dengan pilihan tante. Dan langsung pilihkan untuk kedua sahabat Gina ya Tan." kata Gina sambil tersenyum manja kepada tante Selly.


"Itu masalah gampang Gin. Sini ikut tante." kata tante Selly mengajak Gina dan kedua temannya menuju manekin yang ada di ruang display sebelah ruangan kerja tante Selly. Gina dan kedua sahabatnya terkejut melihat begitu banyak gaun indah yang teroajang disana.


Kemudian rante Selly dibantu dua orang staffnya memberikan satu satu baju kepada Gina dan kedua sahabatnya. Gina dan kedua sahabatnya pergi keruang ganti. Mereka keluar secara bergantian. Saat tiba gikiran Gina.


"Wah Gin. Ini sangat cocok sayang. Kamu pakai yang ini aja ya." kata tante Selly. Kedua sahabat Gina juga setuju dengan pilihan tante. Gaun itu sangat pas dibadan Gina dan yang terpenting tidak seksi dan tidak transparan.


"Serius tan?"

__ADS_1


"Serius Gina Putri Wijaya, itu sempurna." kata Rina dan Ofi menjawab sebelum tante Selly menjawab.


Gina dan kedua sahabatnya akhirnya membayar gaun yang sudah mereka dapatkan itu. Sekarang saatnya mereka pergi jalan-jalan.


Saat mau keluar dari butik tersebut. Tiba-tiba Gina ditabrak seorang pria yang tergesa-gesa masuk kedalam butik. Sontak saja Gina langsung terduduk kelantai buntik.


"Maaf." kata Pria itu dengan suara dinginnya


"Ya, nggak apa-apa, saya juga salah karena jalan tidak lihat kedepan." kata Gina menimpali pernyataan maaf pria tersebut.


Pria tersebut yang mendengar suara Gina langsung melihat ke arah Gina. Betapa terkejutnya mereka berdua.


"Kakak?" kata Gina tak percaya karena bertemu Aris di kota ini.


"Gina?" kata Aris heran dan bertanya - tanya di dalam hatinya, kenapa Gina bisa sampai berada di kota ini.


"Kakak kenapa bisa sampai ke kota ini?" kata Gina penasaran. Aris yang bermaksud mau menjemput jasnya akhirnya membatalkan niat tersebut. Aris ingin cerita banyak dengan Gina yang sudah lima belas hari tidak dilihatnya.


"Gin. kayaknya nggak asik cerita sambil berdiri. Kita makan siang di restoran depan yuk. Kakak laper." kata Aris mengajak Gina untuk makan siang di restoran depan. Gina yang teringat dengan kata-kata Mira tentang Perebut Pacar Orang berniat menolak ajakan Aris.


"Maaf kak. Aku tidak bisa nemani kakak makan. Karena udah janji mau pulang cepat tadi kak. Maaf ya kak." kata Gina sambil langsung berjalan melewati Aris, kedua sahabat Gina pun mengikuti langkah kaki Gina. Mereka bertiga masuk kedalam mobil Ofi. Ofi melajukan mobilnya menuju ke rumah Gina.


Aris yang melihat itu. Tersenyum. Dalam harinya. Aku akan mencari keberadaan kamu dikota kecil ini Gina.


"Gin, siapa pemuda tampan tadi Gin?" kata Rina yang dari tadi sudah penasaran.


"Namanya Aris Soempomo. Pemilik perusahaan Soepomo."


"Dia pacar kakak kosan gue."


"Ooooo. Tampan ya Gin." kata Rina.


"Tampan sih. Tapi sayangnya songong buju bune."


"Hahahahahahaa" Ofi tertawa mendengar apa yang dikatakan Gina tadi.


"Kenapa lue tertawa fi?" Gina heran melihat Ofi tertawa dengan ngakaknya.


"Bahasa yang lu pakai Gin. Itu yang bikin gue nggak tahan untuk tidak ngakak." kata Ofi menjelaskan.


Tak terasa mereka sudah sampai di rumah Gina. Gina dan kedua temannya langsung masuk kedalam kamar Gina mencoba gaun yang tadi sudah mereka beli. Mereka mematut diri mereka didepan cermin besar diruang ganti Gina.


"Wah memang cantik ya gaun yang kita beli." kata Ofi


"Ya cantik la Fi. Tabungan gue hampir setengah susutnya." kata Rina menimplai pernyataan Ofi.


"Udah udah, harga tidak pernah menghianati hasil kok ya."


Mereka bertiga selesai mencoba gaun tersebut dan beranjak menuju ke kebun organik Nana. Karena hari belum sore jadi Nana tidak ada di runah. Nana tadi siap buat kue dengan Gina langsung menuju perusahaannya karena ada masalah yang memang harus Nana yang menyelesaikan.


"Gin. Ini Nana yang ngerawat semuanya Gin?" Kata Rina dengan wajah takjubnya

__ADS_1


"Iya. Loe aja kaget apa lagi gue" kata Gina.


"Jadi loe juga baru tau. Kalau Nana bikin kebun hidroponik seluas ini?" kata Rina.


"Yup. Gue baru tau waktu gue baru sampai di rumah ini." kata Gina dengan santai nya.


Mereka bertiga terus saja bercerita. Tak terasa hari sudah mulai maghrib. Ofi dan Rina pamit pulang kerumah masing-masing. Mereka janjian untuk bertemu langsung di hotel tempat acara reuni diadakan.


Aris


Aris yang melihat Gina langsung pergi kembali melangkahkan kakinya kedalam butik tante Selkt. Aris berharap tante Selly mau mengatakan siapa sebenarnya Gina itu.


"Assalamulaikum tante" kata Aris sambil membuka pintu ruang kerja Selly.


"Waalaikum salam. Aris? Kapan datang?" kata tante Selly. Tante Selly adalah adik kandung dari mami Aris.


"Barusan tante. Oh ya tante. Aris mau mengambil jas pesanan mama."


"Ooo jas untuk reuni kamu itu. Bentar ya tante ambilkan" tante Selly membuka sebuah lemari dan mengambilkan jas yang sudah dipesan oleh mami Aria.


"Ini Ris. Kamu coba dulu, mana tau ada yang harus tante betulin."


Aris kemudian mencoba jas tersebut. Tante Selky mengatmati. "Kayaknya nggak ada yang harus diperbaiki Ris." kata Tante Selly.


"aoh ya tante. Tadi ada tiga cewek membeli baju dibutik tante ini. Tante kenal nggak sama mereka?" kata Aris. Tante Selly yang sudah tau tujuan pertanyaan Aris kepada siapanya langsung saja bertanya.


"Yang mana kamu maksud Ris?"


"Aku hanya kenal satu tante, yaitu yang bernama Gina." kata Aris.


"Kamu kenal dimana dengan Gina?" kata tante Selly penasaran, tante Selly semakin oenasaran karena selama ini Aris tidak pernah bertanya tentang wanira manapun.


"Kenalnya karena dia satu kos dengan Putri tante." kata Aris.


"Putri yang melakukan segala cara untuk menjadi pacar kamu itu?" kata Tante Selly dengan sinisnya.


"Tante, udah jangan mulai. Tante sama aja dengan mami." kata Aris melai kesal.


"Tante nggak kenal ris dengan Gina. Tadi dia memang datang dengan dua temannya untuk.membeli baju kuliah." kata tante. Tante tidak mau mengatakan kepada Aris kalau Gina membeli gaun untuk reunian.


"Ya udah lah tan. Lupakan. Aku pulabg dulu ya." kata Aris


"Kamu pulang ke rumah nenek kan Ris?" kata tante Selly.


"Nggak tan. Aku nginao di hotek. Males ke rumah nenek. Aku belum bisa melupakan kenangan pahit itu." kata Aris kepada tante Selly


"Ya udah kalau gitu kamu hati-hati ya" kata tabte Selly sambil memeluk Aris.


"Tenang tante aku bukan lagi anak berumur tujuh belas tahun yang masih labil itu." kata Aris meyakinkan tantenya.


Kemudian Aris pamit kepada tante Selly. Dia melajukan mobilnya ke hotel. Terbersit di otaknya untuk menyuruh anak buahnya menyelidiki siapa Gina sebenarnya. Tapi niat itu diurungkannya kembali. Dia tidak ingin orang laib melihat dia mengikuti dan mencari tahu tentang seorabg perempuan. Tak terasa Aris sampai juga di hotel yang mereka tuju. Aris masuk kedalam kamarnya, kemudian membersihkan diri dan akhirnya Aris terlelap. Dia sungguh sangat letih. Karena pekerjaannya sangat-sangat banyak akhir-akhir ini. Tapi dasar Aris seorang pria gila kerja, dia sangat semangat dan kadang tidak sempat memperhatikan dirinya sendiri.

__ADS_1


__ADS_2