Kesetiaan Seorang Istri

Kesetiaan Seorang Istri
Pindah Ngungsi


__ADS_3

Sedangkan di daerah yang sedang diselimuti hujan lebat, Gina dan kedua sahabatnya baru bangun dari tidur mereka. Gina langsung masuk ke dalam kamar mandi, dia pergi membersihkan dirinya. Begitu juga dengan kedua sahabatnya. Mereka juga membersihkan diri sebelum keluar dari kamar mereka masing masing.


Gina menuju dapur untuk membuat sarapan. Gina sedang mau makan ayam kecap pakai nasi panas panas ditambah dengan tahu goreng dan sambal terasi. Gina asik memasak sambil menggoyangkan badannya kiri dan kanan mengikuti irama musik dari ponselnya. Mira dan Sari yang melihat Gina begitu nyaman dengan pelariannya langsung tersentum bahagia.


"Gin, masak apa loe?" tanya Mira yang begitu banyak melihat bahan masakan dan bumbu diletakkan Gina di atas meja dapur.


"Ayam kecap, tahu goreng, sama sambal terasi"


"Jadi yang baru masak apaan?" tanya Sari sambil memasang celemek.


"Belum ada. Baru aja siap rendam tahu. Sama ngekluarin ayam" jawab Gina sambil melihat apa yang baru selesai dikerjakannya.


"Hahahahahaha. Jadi loe dari tadi cuma kebayakan goyang aja?" tanya Mira sambil memperagakan goyangan Gina.


"Yup" jawab Gina sambil kembali bergoyang.


Mereka kemudian masak bersama sambil menggoyangkan badan mereka seirama musik yang di putar. Mereka bertiga seperti remaja yang sedang menikmati acara memasak di akhir minggu. Dalam satu jam masakan untuk sarapan mereka akhirnya selesai juga. Mereka meletakkan semua hasil masakan di atas meja makan. Sari membuat tiga cangkir teh hijau kesukaan mereka.


"Gin, lie ikut kami berdua ya nanti" kata Sari sambil menyuap satu sendok makanannya.


"Wow ini sangat nikmat." lanjutnya sambil mengunyah dengan wajah yang begitu menikmati semua menu yang mereka buat.


"Emang kalian berdua mau kemana?" tanya Gina sambil menatap bergantian Sari dan Mira.


"Gue nggak mungkin lama lama di sini Gin. Gue hatus kerja. Gue takut dimarahi Afdhal nanti" kata Sari sambil menunduk.


"Fue juga Gin. Gue harus ngantor. Nggak mungkin gue libur lama-lama, walaupun itu perusahaan Bayu" lanjur Mira dengan wajah sedihnya.


"Hahahahaha. Kamu telpon aja Bayu, ngomong aja kamu sedang menemaniku, maka dia akan labgsung setuju" lata Gina sambil memegang tangan Mira.


"Untuk loe Sari, lie telpon aja Uda. Katakan loe akan menemani gue ke luar negeri. Atau khusus loe gue yang nelpon Uda" kata Gina menatap Sari.


Sari langsung mengangguk. " Gue setuju" kata Sari.


"Loe curang" kata Mira kepada Gina.


"Curang maksud loe?" lanjut Gina kepada Mira.


"Iya, Sari loe nelpon Afdhal. Pas giliran gue, masak gue yang nelpon Bayu. Loe ya yang nelpon Bayu. Ya Gin, gue segan ngomong sama Bayunya." bujuk Mira kepada Gina.


"Oke oke, gue yang akan nelpon Bayu. Sekarang makan dulu. Gue kelaperan banget ini. Bayi gue meronta ronta pengen dikasih makan" kata Gina sambil memegang perutnya.


Mereka bertiga menikmati sarapan yang sangat lezat itu dengan begitu nikmatnya. Mereka saling bercanda dan sesekali tertawa mengingat semua kajedian selama mereka bersahabat. Tiba tiba saat mereka makan ponsel Gina berdering, tanda ada panggilan masuk Gina melihat panggilan telpon itu. Mira dan Sari melihat Giba dengan tajam.

__ADS_1


"Alex" kata Gina menjawab pertanyaan dari kedua sahabatnya itu.


Gina kemudian mengangkat panggilan telpon itu, Gina mengloadspekerkan panggilan dari Alex, biar kedua sahabatnya bisa mendengar apa yang Alex katakan. Jadi Gina tidak perlu mengulangnya lagi nanti.


"Hallo Alex. Ada kabar apa?" tanya Gina kepada Alex.


"Begini Nona muda, Seperti ada satu mobil yang mengarah ke tempat persembunyian Nona Muda. Saya harap Nona tidak pernah mengatakan identitas nona kepada orang orang di sana" kata Alex memperingatkan Gina.


"Saya tidak pernah meninggalkan jejak apapun Alex. Jadi menurut kamu apakah saya harus mengungsi ke suatu tempat terlebih dahulu?"


"Saya setuju Nona. Saya sedang menuju ke tempat Nona sekarang. Lebih baik Nona muda pergi dari sana. Saya akan membawa nona muda ke sebuah hotal di daerah situ"


"Bukankah itu lebih berbahaya Alex. Aris akan bisa melacak saya" lanjut Gina yang kurang setuju dengan pendapat Alex.


"Gampang Nona. Hotel yang kita tuju adalah salah satu milik paman saya. Jadi nona tidak perlu chekin. Langsung masuk kamar saja. Jadi nama nona bertiga tidak akan tercantum di daftar tamu yang menginap di hotel" Alex menjelaskan kepada Gina prosedur mereka akan menginap di hotel.


"Baiklah Alex saya ikuti saran kamu. Kami bertiga akan berkemas terlebih dahulu" Kata Gina menutup sambungan telpon mereka.


"Yuk berkemas" pertintah Gina kepada Sari dan Mira.


Mereka bertiga langsung masuk ke dalam kamar. Mereka membereskan semua pakaian mereka kedalam koper. Setelah membereskan semua pakaian, Mereka membersihkan rumahm Mencuci semua perlengkapan masak tadi. Membungkus sisa makanan kedalam tuperware untuk bekal makan Gina diperjalanan. Semua sudah mereka bersihkan. Mereka tinggal menunggu Alex.


Tidak beberapa lama menunggu, empat buah mobil sedan mewah memasuki halaman rumah. Terlihat beberapa orang turun dari mobil. Gina yang mengenali siapa yang datang langsung membukakan pintu rumah. Semua yang datang langsung masuk ke dalam rumah Gina.


"Sudah siap Nona Muda?" tanya Alex.


"Iya Nona. Tapi ada beberapa hal yang harus kita diskusikan terlebih dahulu" kata Alex selanjutnya.


Mereka kemudian duduk di sofa ruang tamu milik Gina.


"Nona perkenalkan Ini Pak Armen dan Bu Deli. Mereka berdua akan menghuni rumah ini selama nona nginap di hotel. Mereka adalah pengalih informasi, kalau orang suruhan Tuan Aris datang. Tidak mungkin tiba tiba rumah ini langsung kosong. Akan menimbulkan kecurigaan" kata Alex.


"Jadi sepasang suami istri ini, nanti akan mengatakan kalau anak gadis mereka dan dua temannya sudah kembali pulang ke ibu kota." jelas Alex selanjutnya.


Gina mengangguk. "Gue setuju. Lainnya apa?" Gina mulai tidak sabaran. Dia tidak ingin hari ini diketahui jejaknya oleh Aris.


"Gini Nona. Saya minta Nona Mira untuk kembali pulang ke ibu kota. Saya masih belum percaya dengan Bayu. Tapi kalau Nona Sari, tidak masalah ikut. Nona Gina bisa mengarang cerita apapun kepada Afdhal. Bram tidak akan berani bertanya kepada Afdhal." kata Alex.


"Kenapa saya harus pulang Alex?" tanya Mira yang tidak setuju.


"Nona. Disatu sisi, kita harus tau pergerakan Aris secara langsung. Nona bisa menggunakan Bayu sebagai sumber. Nona bisa meletakkan pelacak di ponsel Bayu." kata Alex.


"Lagian kalau Nona pergi lama lama, saya takutnya nanti Bayu akan mengerahlan seluruh anak buahnya mencari Nona. Pergerakan kita akan semakin kecil Nona" lanjut Alex

__ADS_1


Gina dan Sari mencerna apa yang dikatakan oleh Alex. Mereka berdua setuju dengan pendapat Alex. Kalau Bayu mengerahkan anggotanya mencari Mira, maka pergerakan mereka semakin kecil.


"Gue setuju" kata Mira.


Gina dan Sari memegang pundah Mira, mereka meyakinkan kalau mereka pasti bisa.


"Kalian harus beri tahu gue tiap hari" kata Mira.


"Maaf Nona jangan. Lebih baik nona yang menghubungu memakai telpon rumah. Kalau ponsel takutnya Aris membajak ponsel nona Mira melalui Bayu" Alex memtong permintaan Mira.


"Huf Alex." kata Mira.


"Hahahahahaha" Gina dan Sari tertawa melihat gaya Mira yang kesal kepada Alex


"Terus kenapa koe bawa mobil yang mirip mobil gue" kata Sari.


"Sengaja Nona. Mobil Nona dan Nona Gina, akan kami bawa kembali ke ibu kota. Tujuannya untuk mengecok tuan Aris. Maka Tuan Aris dan para anggotanya akan mencari nona Gina di pusat kota. Mobil akan di bawa oleh dua wanita yang perawakannya hampir mirip dengan Nona Sari dan Nona Gina" lanjut Alex.


"Oke Alex saya setuju dengan semua ide mu. Kita eksekusi sekarang saja." kata Gina memberhentikan pembicaraan Alex.


"Armen dan Deli, kalian berdua pahamkan tugas kalian?" tanya Alex.


"Paham Tuan Alex" jawab Armen dan Deli.


"Siska kamu bawa mobil Nona Gina. Kamu tiap hari harus berkeliling ibu kota, untuk memancing anggota Tuan Aris. Buat mereka menjadi mengikuti jejak kamu. Paham Siska"


"Paham Tuan Alex"


"Kamu Yola. Kamu bawa mobil yang dibawa Nona Sari. Kamu juga harus melakukan hal yang sama dengan sisca. Sekali sekali kalian boleh bertemu. Tapi minta ruangan. Jangan di luar. Paham?"


"Paham Tuan Alex" Jawab Siska dan Yola.


"Nona Mira, Anda pulang ke Ibu Kota dengan Yola. Jadi saat mereka melihat Nona berdua, mereka akan yakin kalau nona Gina juga sudah kembali ke ibu kota" kata Alex selanjutnya.


"Bisa berangkat Alex?" kata Gina.


"Bisa nona. Mari kita berangkat." lanjut Alex.


Mereka semua masuk ke dalam mobil masibg masing. Mira memeluk Gina begitu erat.


"Baik baik ya loe di sana. Gue pasti akan nelpon elo" kata Mira.


"Loe harus haga Gina dan debay, Sar. Awas kalau mereka kenapa kenapa" lanjut Mira kepada Sari.

__ADS_1


"Siap" jawab Sari.


Mobil yang dikendarai Alex menuju hotel yang akan menjadi tempat tinggal Gina untuk sementara waktu, diikuti oleh satu mobil pengawal mereka. Sedangkan tiga mobil lagi menuju ibu kota. Mereka akan mengecok anggota Aris.


__ADS_2