Kesetiaan Seorang Istri

Kesetiaan Seorang Istri
Nggak Mau Masakan Mami


__ADS_3

Jam dinding menunjukkan pukul lima dini hari. Gina pergi ke kamar mandi dan membasuh muka dan menggosok giginya. Setelah bersih bersih, Gina turun ke dapur untuk membuat sarapan. Hari ini Gina berniat untuk membuat nasi goreng seafood. Gina mengeluarkan semua bahan bahan yang diperlukannya. Gina sibuk memasak tanpa dibantu oleh pelayan yang biasa menyiapkan makanan. Gina memasak sambil bersenandung dengan riangnya. Gina terlihat sangat luwes bekerja di dapur. Setelah selesai memasak semua makanan untuk sarapan. Gina menata semuanya di meja makan.


Gina kemudian mengambil air mineral untuk diminum Aris di pagi hari. Mulai sekarang Gina akan memberikan air meniral itu tiap pagi. Gina kemudian kembali ke kamarnya untuk membersihkan diri. Gina melihat Aris masih tertidur dengan nyenyaknya. Hari sudah menunjukkan pukul enam pagi.


"Sayang bangun, nggak sholat sayang" kata Gina sambil mengguncang badan Aris.


Aris langsung memeluk Gina dan menjatuhkannya langsung di atas kasur. "Kiss pagi dulu" ucap Aris masih menutup matanya.


"Gina mencium sekilas bibir Aris. Sana sholat sayang, udah jam enam"


Aris langsung berdiri dan masuk ke kamar mandi untuk membersihkan badannya. Setelah itu Aris langsung menunaikan kewajibannya.


"Sayang, ayuk kita turun. Sarapan, yang lain sudah menunggu kita di ruang makan." kata Gina.


Aris memakai baju yang sudah disiapkan oleh Gina, yang diletakkan di atas kasur. Selesai Aris memakai baju, Aris dan Gina langsung turun menuju ruang makan. Mereka sudah ditunggu oleh Ayah, Nana dan Afdhal.


"Afdhal jangan mulai." kata Nana memperingatkan Afdhal untuk tidak memulai keributan dengan Gina.


Afdhal mengacungkan kedua jempolnya kepada Nana. Gina yang baru siap mandi dan membasahi rambutnya, Aris juga sama, dia juga membasahi rambutnya. Ayah yang melihat hanya tersenyum saja.


"Ayah jangan mulai" kata Nana kepada Ayah.


Aris dan Gina duduk di meja makan tepat di depan Nana dan Afdhal. Gina mengambilkan sarapan untuk Aris serta menuang air minum.


Mereka semua makan tanpa ada keributan sedikitpun. Aris dan Gina makan dengan tenang. Mereka berencana siap makan akan langsung pergi menuju rumah utama keluarga Soepomo.


Ayah dan Afdhal setelah selesai makan langsung pergi ke kantor. Mereka hari ini memiliki jadwal yang sangat padat. Aris hari ini masih cuti. Dia berencana masuk besok ke kantor. Selesai lebaran baru akan mengambil cuti untuk pergi berbulan madu. Makanya sampai hari ini Aris belum ada membahas tentang bulan madunya kepada Gina.


Gina menemani Nana duduk di taman bunga mawar tempat favorit Nana selama ini.


"Gin, kamu jadi istri selalu nurut apa kata suami, tapi dalam konteks wajar."


"Iya Na."


"Dirumah Aris jangan seperti nyonya muda. Kamu harus pelakukan maid di rumah sana seperti kamu bersikap di rumah sini."


"Oke Nana."


"Gina tidak main oke oke aja Gina. Kamu harus dengarkan apa yang Nana katakan" ucap Nana


"Oke Nana" ucap Gina


Aris yang baru turun dari kamar langsung duduk di sebelah Gina.


"Mau pergi sekarang Ris?" ujar Nana saat melihat Aris sudah berada diantara mereka.


"Belum Na. Bentar lagi aja" ucap Aris dengan tersenyum.


"Kapan masuk kantor Ris?"

__ADS_1


"Rencana besok Nana. Ada beberapa meeting yang harus diselesaikan dengan beberapa perusahaan rekanan"


"Ris, capek dak Ris ngurus dua kantor besar itu?"


"Wah nggak capek lagi Na. Untung aja ada Bram"


Mereka bertiga kembali bercerita dengan asiknya. Tak terasa azand zhuhur pun memanggil. Mereka bertiga langsung mengambil wudhu untuk sholat berjamaah di musholla. Seluruh maid juga ikut sholat berjamaah.


"Imam sana uda singa" kata Gina.


"Janganlah yang lain aja. Belum berani. Kalau hanya kamu aja berani aku" jawab Aris.


"Pak Man, imam ya" kata Nana.


Nana kemudian melihat Gina yang duduk di jenjang musholla.


"Kamu nggak sholat sayang?"


"Nggak Na. Udah dari siap nikah." ups Gina keceplosan.


"Jadi?"


"Hmhmhm"


Nana kemudian masuk kedalam musholla. Nana tidak mau memperpanjang ceritanya.


"Untung aja Afdhal nggak ada. Kalau ada mampus gue dan Aris" ucap Gina.


Selesai makan Aris dan Gina berpamitan untuk pulang menuju rumah keluarga Soepomo.


"Na, kami pulang dulu ya, tolong sampaikan salam sama Ayah dan Uda." ucap Aris. Aris kemudian mencium tangan Nana. Gina kemudian memeluk Nana dan mencium Nana.


"Ingat pesan nana sayang"


"Iya Nana tenang aja. Gina hafal dengan semua aturannya" ucap Gina sambil menatap Nana.


Aris dan Gina meninggalkan rumah utama keluarga Wijaya. Gina akan mulai tinggal di rumah Soepomo. Mrreka berkendara dengan kecepatan biasa saja. Aris terlebih dahulu membawa Gina ke sebuah mall besar. Aris mau meminta Gina untuk membeli beberapa dress untuk makan malam formal.


"Sayang kok ke sini?" ucap Gina yang heran Aris berhenti di sebuah mall pusat kota.


"Kita akan beli beberapa dress untuk kamu sayang."


"Oh. Aku suka belanja." ucap Gina dengan semangat.


Gina memang suka belanja tetapi tidak yang gila gilaan. Gina hanya membeli apa yang diperlukannya saja. Gina tidak suka membeli apa yang dilihatnya bagus atau hanya ingin memiliki.


Mereka berdua turun dari mobil, Aris menggenggam tangan Gina. Mereka kembali menarik perhatian semua orang yang ada di mall. Aris memakai kaca mata hitamnya. Benda yang tidak pernah ditinggalkannya. Selain memakai kacamata Aris juga memakai maskernya. Gina yang hanya memakai masker geleng geleng kepala melihat kelakuan Aris.


"Sayang ada yang kurang" ucap Gina.

__ADS_1


"Apa?"


"Topi. Jadikan bener bener nggak ada yang bisa lihat wajah kamu" ucap Gina.


"Ye"


Mereka kemudian masuk ke dalam sebuah brand ternama dunia. Aris yang memang sudah dikenali orang oegawai di situ langsung menyuruh Aris untuk masuk ke ruangan VIP. Pelayan akan datang membawa koleksi baju terbaru dari brand mereka. Gina diminta masuk ke ruang ganti. Gina mencoba satu baju putih berbelahan dada rendah. Gina kemudian keluar berjalan ke arah Aeis. Aris melihat Gina, Gina menggeleng sambil menunjuk dadanya. Aris mengangguk setuju dengan Gina. Gina terus mencoba beberapa baju. Akhirnya penderitaan Gina harus buka pasang baju selesai juga.


"Semuanya 350juta Tuan" ucap kasir.


Aris kemudian memberikan blackcard nya kepada kasir.


"Sayang mahal banget" ucap Gina


"Emang kamu nggak pernah belanja sebanyak itu sama Nana?" Aris menatap heran Gina.


"Pernah, tapi yang bayar Nana bukan uang suami aku"


"Aris kemudian tersenyum mendengar jawaban Gina. "Sekali sekali tidak apa apa sayang" kata Aris.


Mereka berdua kemudian meninggalkan mall tersebut untuk menuju rumah utama. Ternyata mereka sudah di tunggu oleh Poppy, Mommy dan Bram di teras rumah.


"Wah akhirnya pengantin baru pulang" ucap Bram.


"Sirik loe" jawab Aris.


"Sayang." kata Mami sambil memeluk Gina. Gina pun membalas pelukan Mami.


Aris kemudian mengambil semua belanjaan Gina dari dalam mobil. Bik imah langsung mengambil semua belanjaan Aris dan mengantarkan ke kamar tuan mudanya itu.


"Kalian berdua istirahat dulu sana. Nanti pas makan malam baru turun lagi." ucap Mami.


Aris dan Gina langsung naik ke kamar mereka. Mereka memang lelah karena habis berbelanja di mall. Gina yang ingat pesan Nana, langsung mandi membersihkan dirinya dan kembali turun ke bawah.


"Mami masak apa?" kata Gina yang melihat mami sedang memasak makanan.


"Ini sayang masak ayam kecap dan cumi masak asam manis."


"Gina tolongin masak yang lain ya mi"


"Emang kamu terbiasa sayang?"


"Mami, biarkan Gina yang masak Mi. Aku udah nggak suka masakan mami lagi" kata Aris sambil memeluk maminya.


"Hah? Kamu sehatkan Ris?" mami memegang dahi Aris.


"Sehat mami. Beneran, Aris hanya mau makan masakan Gina saja mulai dari tadi pagi"


"Ya udah. Gina kamu yang masak ya sayang. Mami akan membersihkan diri dulu"

__ADS_1


Gina kemudian melanjutkan memasak, hal yang paling sangat disukainya. Sedangkan Aris masuk keruang kerjanya, ada pekerjaan yang menunggu untuk diselesaikannya.


__ADS_2