Kesetiaan Seorang Istri

Kesetiaan Seorang Istri
Kesetiaan Seorang Istri + 32


__ADS_3

"Sayang, gimana cara kita memberitahukan kabar bahagia ini kepada keluarga kita?" tanya Frenya kepada Juan.


"Serahkan ke aku sayang" jawab Juan dengan nada pasti.


"Oke" Frenya setuju untuk memberikan tugas itu kepada Juan.


Frenya dan Juan menukar pakaian mereka dengan pakaian untuk bersantai. Mereka akan makan malam bersama dengan semua anggota keluarga, sesuai dengan kebiasaan di mansion utama. Keluarga Soepomo selalu makan malam bersama. Kalau tidak di mansion, mereka akan makan malam bersama di restoran milik keluarga yang bertebaran dimana mana.


******************************************


"Frenya sama Juan kemana ya? Kok nggak ikut jamaah dengan kita tadi?" tanya Ghina saat melihat Juan dan Frenya yang masih belum hadir di meja makan.


"Palingan mereka kecapekan Nana, makanya tidak ikut jamaah dengan kita. Kalau makan malam mereka pasti akan hadir" kali ini yang menjawab adalah si bontot argha yang tumben tumben nya menjawab dengan lurus.


"Semoga aja mereka hadir, kalau tidak maka Nana sendiri yang akan mencari mereka ke kamar" kata Nana yang sedikit cemas dengan kondisi Frenya.


Saat itulah sepasang suami istri itu turun sambil bergandengan tangan menuju ruang makan. Juan terlihat begitu menjaga Frenya. Juan menjadi suami yang ofer protektif kepada Frenya.


"Kok Juan jadi posesif gitu?" tanya Aries kepada Ghina.


"Mana aku tau sayang. Kamu tanya aja sama menantu kamu itu" jawab Ghina sambil tersenyum menggoda Aries untuk bertanya koada Juan.


"Nggak ah malu" jawab Aries.


"Ye nggak asik" jawab Ghina meledek Aries.


Juan mempersilahkan Frenya untuk duduk, kebiasaan yang seharusnya dilakukan oleh Frenya sekarang dilakukan oleh Juan. Frenya sendiri merasa canggung dengan apa yang dilakukan oleh Juan, apalagi keluarga mereka yang melihat apa yang dilakukan oleh Juan kepada Frenya.


Semua orang yang ada di dalam ruang makan itu baik keluarga Soepomo maupun para pelayan menatap heran ke arah Juan. Tetapi Juan sama sekali tidak memikirkan orang orang yang menatap heran ke arah dirinya itu. Dia tetap santai dengan apa yang dilakukan oleh dirinya kepada Frenya


"Ayuk Makan." ujar Ghina.


Ghina mengambilkan makanan untuk Aries, setelah itu baru dia mengisi piringnya sendiri. Setelah Ghina giliran Rani mengambilkan makanan untuk Daniel, setelah itu Rani mengisi piringnya sendiri.


Saat Frenya akan berdiri untuk mengambilkan makanan Juan, Juan lebih dahulu berdiri dan mengambilkan makanan untuk Frenya. Seluruh anggota keluarga menatap tidak percaya.


"Sekarang yang istri yang mana coba Uda?" ujar Argha bertanya kepada Juan.


"Istri ya Frenya, suami ya aku" jawab Juan dengan santai seperti tidak ada keanehan dari pertanyaan yang diajukan oleh Argha kepada dirinya.


"Nah itu tau. Kok yang ngambilin makanan Uda, bukan Uni" kata Argha berkomentar selanjutnya kepada Juan.


"Sekali sekali melayani istri apa salahnya. Kan nggak ada yang ngelarang" jawab Juan.


"Suda suda jangan ribut di depan makanan tidak baik" kata Ghina yang akhirnya melerai perdebatan antara Argha dengan Juan.


Argha dan Juan kemudian terdiam. Mereka tidak menyangka kalau Ghina akan angkat bicara untuk memisahkan perdebatan mereka berdua.


"Rasain, makanya jangan berdebat yang nggak perlu" kata Frenya kepada Juan dan Argha.


Keluarga besar Soepomo kemudian menikmati makan malam yang hari ini dibuat oleh Maid semuanya, hal ini disebabkan karena baik Ghina, Frenya atau Rani sama sama berkegiatan di luar seharian tadi, jadi di antara mereka tidak ada yang bisa turun ke dapur untuk menyiapkan menu makan malam seperti biasanya.


"Kita pindah ke ruang keluarga" kata Aries mengajak semua anggota keluarganya untuk pindah ke ruang keluarga mengobrol ringan.

__ADS_1


"Tapi aku izin ke kamar sebentar Daddy, ponsel aku ketinggalan" ujar Juan yang menjadikan ponsel sebagai alasan dirinya untuk mengambil kejutan yang tadi diberikan oleh Frenya kepada Juan.


Kejutan yang membuat mereka batal sholat berjamaah bersama keluarga di mushala mansion.


Aries mengangguk, mereka semua berjalan menuju ruang keluarga, kecuali Juan yang kembali ke kamar mereka.


Beberapa orang maid sebelum keluarga Soepomo duduk duduk di ruang keluarga, mereka telah menaruh potongan puding dan buah serta teko yang sudah berisi teh dan kopi yang akan tetap terus hangat karena tetap dipanaskan.


"Jadi gimana dengan GA Grub Uda, apa ada masalah?" tanya Ghina kepada Daniel.


GA Grub semenjak kepergian Daniel ke negara E, dipimpin oleh Frenya dengan cara membagi waktunya antara GA Grub dengan perusahaan Frenya sendiri.


"Sama sekali tidak ada masalah Nana. Semua dilakukan dengan baik oleh adik aku ini. Walaupun mengurus dua perusahaan besar dalam satu waktu, dia sama sekali tidak kesulitan" kata Daniel memuji kecerdasan Frenya dalam mengatur dua perusahaan yang besar tersebut.


"Yah uda ndak tau aja, gimana paniknya Uni. Kalau uda tau, hem uda nggak akan mau pergi ke negara E" ujar Argha.


"Emang bisa juga panik?" tanya Daniel tidak menyangka kalau seorang Frenya bisa panik juga dalam mengendalikan perusahaan yang ada di bawah tanggung jawabnya.


"Sasaran Uni kalau udah panik kalau nggak Aku ya Uda Juan." jawab Argha yang memang paling sering dimintai tolong oleh Frenya untuk membaca beberapa dokumen GA grub yang tidak sempat dibaca oleh Frenya.


"Kalau kamu yang baca ya nggak msalah Gha. Kan seharusnya kamu yang mengendalikan perusahaan GA Grub. Tetapi kamu lebih memilih Soepomo Grub karena lebih menantang" ujar Daniel.


"Haha haha. Tentulah uda aku milih Soepomo Grub dari pada GA Grub. Kalau di GA Grub tantangannya banyak sekali, aku pemain baru dalam dunia bisnis. Jadi lebih enak di Soepomo karena orang orangnya sudah wow" ujar Argha mengatakan alasannya memilih bekerja di perusahaan Aries dari pada perusahaan Ghina


Juan sudah kembali dari dalam kamar mengambil ponsel dan juga kejutan yang tadi diberikan oleh Frenya kepada dirinya.


"Nana ini ada hadiah dari Frenya dan Aku" ujar Juan sambil memberikan sebuah kado yang sudah di rapikan kembali oleh Juan bungkusannya.


"Wow, ini benaran untuk Nana?" tanya Ghina sekali lagi.


Frenya sudah berada di sisi Juan. Juan melingkarkan tangannya dengan mesra dan menjaga Frenya di pinggang Frenya.


"Boleh dibuka sekarang?" tanya Ghina kepada sepasang suami istri itu.


Juan dan Frenya mengangguk bersamaan. Mereka sudah tidak sabaran lagi melihat ekspresi dari semua anggota keluarga atas hadiah yang diberikan oleh Juan kepada Ghina.


Ghina membuka bungkus kado itu dengan perlahan. Ghina membuat suasana menjadi dramatis. Apalagi Frenya tau kalau salah satu dari tiga orang anaknya itu ada yang tidak suka menunggu terlalu lama.


"Nana jangan mulai ya. Atau perlu aku yang langsung turun tangan untuk membuka hadiah itu" ujar Argha yang tau Ghina sengaja membuka kado dengan perlahan lahan untuk memancing dirinya.


"Haha haha haha. Kan bener ada yang nggak sabaran" jawab Ghina yang sudah biasa mendengar ancaman yang dikatakan oleh Argha setiap ada yang membuka kado.


Ghina akhirnya selesai membuka kado kejutan dari Juan dan Frenya. Argha berusaha menahan hatinya untuk tidak mengambil kado itu dari tangan Ghina dan membukanya sendiri.


Ghina dan Aries melihat kado yang diberikan oleh Juan dan Frenya. Mereka menatap tidak berkedip ke arah kado tersebut.


Argha dan Daniel yang melihat Ghina dan Aries terdian cukup lama, ikut ikutan melihat kado yang diberikan oleh Juan kepada Ghina.


Kado itu masih di pegang oleh Ghina dan Aries. Betapa kagetnya Daniel dan Argha saat melihat sendiri apa kado yang diberikan oleh Juan dan Frenya kepada Ghina.


"Jadi, kamu hamil Uni?" tanya Argha kepada Frenya.


Frenya mengangguk " ya aku hamil" jawab Frenya dengan bahagia.

__ADS_1


Ghina memeluk erat anak perempuannya itu. Rani maju dan ikut ikutan memeluk Ghina dan Frenya.


Sedangkan Juan, dipeluk oleh Aries, Daniel dan Argha. Mereka semua sangat bahagia dengan berita kehamilan dari Frenya. Keluarga mereka dalam beberapa bulan ke depan akan kedatangan anggota keluarga yang baru.


"Apa keluarga kamu di negara S sudah tau Juan?" tanya Aries saat mereka semua sudah puas memberikan selamat kepada Juan dan Frenya.


"Belum Daddy, rencana besok mau di kasih tau ke mereka" ujar Juan.


"Lebih cepat lebih baik. Biar mereka merasakan kebahagiaan yang sedang kita rasakan sekarang" lanjut Ghin yang setuju dengan apa yang dikatakan oleh Aries kepada Juan.


"Iya Nana, besok akan aku kabari. Sekarang di sana sudah sangat larut malam. Mereka pasti sudah tidur nyenyak" kata Juan memberitahukan alasan kenapa dirinya tidak mengatakan langsung saat ini juga.


"Oke. Besok jangan lupa" ujar Ghina menekankan sekali lagi.


"Siap Nana" jawab Juan memastikan kalau dia tidak akan lupa.


"Nana, kapan kita syukuran?" ujar Rani yang paling semangat sekarang ini.


"Bagaimana kalau jumat minggu ini saja. Kita akan undang semua anak panti untuk memberikan doa kepada Frenya. Bagaimana?" tanya Nana kepada semua anggota keluarganya.


"Kami serahkan kepada ibu ibu saja. Kami mah sebagai pria ikut ikut saja" kali ini bukan Aries yang menjawab melainkan Argha.


"Tapi Nana, boleh aku meminta satu permintaan?" ujar Daniel yang ragu saat melihat Rani mengajukan acara syukuran kepada Ghina.


"Apa Dan?" tanya Ghina.


"Rani jangan boleh kecapekan ya Nana. Dia sedang dalam program, jadi kata dokter di negara E, Rani tidak boleh capek" kata Daniel yang tidak mau Rani bersikap seperti sedang tidak ada apa apanya.


"Bener Uda, Uni tidak boleh capek. Aku setuju itu" jawab Frenya.


Frenya tidak mau karena kehamilannya membuat Rani dan Daniel tidak bisa melanjutkan program bagi tabung mereka. Frenya tidak menginginkan hal itu. Frenya juga ingin Daniel dan Frenya sebahagia dirinya dan Juan saat mengetahui kalau mereka akan memiliki seorang bayi.


"Nana setuju dengan yang dikatakan Daniel. Rani tidak boleh kecapekan. Jadi, acara ini yang akan handle Nana dan tante Maya. Kalian semua tenang saja" ujar Ghina.


Ghina akan meminta bantuan sahabatnya yang paling suka mengurus tentang pesta atau syukuran. Ghina sudah bisa memastikan kalau Maya tidak akan menolak keinginannya itu.


"keren itu Nana. Calon mertua aku itu memang satu frekuensi dengan Nana. Sama sama hobby menyiapkan pesta da syukuran" ujar Argha menambahkan dan menyebutkan kenapa Ghina mengajak Maya, bunda Bree.


"haha hahaha haha." semua anggota keluarga tertawa mendengar apa yang dikatakan oleh Argha kepada Ghina.


Sebenarnya mereka semua juga tau apa alasan Ghina mengajak Maya untuk menyiapkan syukuran itu, tetapi mereka masih tidak ingin mengatakan langsung kepada Ghina, tetapi beda dengan Argha, Argha main langsung saja mengatakan apa yang ingin dikatakannya kepada Ghina.


"Jadi Uni, bayinya laki laki apa perempuan?" tanya Argha dengan semangat.


"Belum bisa dipastikan Argha, karena kandungan Frenya baru berumur tiga minggu, masih panjang waktunya untuk bisa melihat bayinya laki laki atau perempuan"


Rani menjelaskan kepada Argha


"yah, kalau bisa minta, Argha minta laki laki aja ya" ujar Argha lagi.


"Kok?" tanya Aries.


"ya Daddy, kalau laki laki maka aku tidak perlu berkelahi dengan seseorang" ujar Argha menjawab pertanyaan dari Aries

__ADS_1


"Maksudnya gimana ini Argha? Daddy tidak mengerti" uajr Aries yang tidak paham dengan apa yang dikatakan oleh Argha


__ADS_2