Kesetiaan Seorang Istri

Kesetiaan Seorang Istri
RUJAK NIKMAT


__ADS_3

Tok tok tok,,,, bunyi pintu ruangan yang diketuk dari luar. Bram yang berada di dekat pintu ruangan langsung berdiri untuk membukakan pintu itu.


"Masuk dokter" kata Bram kepada dua orang dokter dan satu perawat yang berdiri di depan pintu ruangan.


"Permisi tuan muda" kata dokter IGD tadi.


"Ini dokter ahli kandungannya tuan muda. Dokter akan memeriksa tuan muda"


"Apa yang anda rasakan dalam dua hari ini Tuan Muda?" kata dokter ahli kandungan.


"Saya mual mual, sampai sampai saya mengeluarkan semua isi perut saya tanpa ada tersisa. Kejadian ini sudah selama dua hari. Saya juga tidak suka bau orang pakai parfum dan bau minyak goreng dipanaskan" Aris memaparkan apa yang dia rasakan kepada dokter kandungan.


"Nyonya muda sedang hamil muda ya Tuan?" lanjut dokter itu.


"Iya sedang hamil muda. Baru satu bulan ntah beberapa minggu. Apa ada hubungan dengan mual mual saya?" Aris merasa heran karena sudah dua dokter yang mengatakan hal seperti itu.


"Iya tuan muda ada hubungannya. Ini dinamakan dengan hamil simpatik. Istri yang hamil akan santai saja tidak akan mual dan tidak akan merasakan yang namanya morning sicknes. Sedangkan suami akan merasakan mual dan morning sicknes Tuan muda" kata dokter kandungan menjelaskan kepada Aris.


"Berapa lama dok?" kata Aris yang mulai ragu akan setiap pagi merasakan muntah muntah.


"Biasanya trimester pertama Tuan Muda. Tiga bulan. Tapi ada juga yang selama kehamilan Tuan Muda. Saya tidak bisa memberikan angka pasti kepada tuan muda" kata dokter menjelaskan kepada Aris.


"Apa sembilan bulan?" tanya Aris tidak percaya dengan apa yang dikatakan oleh dokter tersebuy.


"Iya tuan muda. Apa lagi kalau tuan muda keluar negeri, sehingga harus berjauhan dengan nona muda. Maka mual dan ngidamnya akan mejadi jadi tuan muda" kata dokter kandungan.


"Serius?" tanya Aris yang kurang percaya.


"Maaf tuan muda untuk apa saya bohong sama tuan muda" jawab dokter. (Padahal dokter sudah di brifing Bram agar menakut nakuti Aris).


"Baiklah. Terimakasih infonya." kata Aris.


"Kami permisi dulu tuan muda" lanjut dokter kandungan.


Kedua dokter dan satu orang suster keluar dari ruangan Aris. Mereka bertiga merasa lega yang sangat luar biasa, karena perkataan bohong dari dokter kandungan tadi tidak tercium oleh Aris sedikitpun. Kalau sempat mereka gagal mereka tidak akan bisa lagi bekerja di rumah sakit manapun. Aris sangat terkenal kejam dengan orang yang menipu dirinya.


"Bram, gue mau kita bergerak cepat. Gue nggak sanggup harus muntah muntah selama sembilan bulan. Apajadinya gue muntuh saat kita sedang brifing. Nggak lucu Bram"


"Kita sedang melakukan pencarian tadi. Tapi loe pakai acara masuk rumah sakit. Terus loe pakai ribut dengan Sari. Padahal dengan bantuan Sari dan Mira,,, kita bisa lebih cepat menemukan Gina"


"Kekasih loe mancing gue" kata Aris tidak terima disalahkan.


"Udah sekarang nggak perlu cari siapa yang salah. Harus kita lakukan sekarang mencari Gina dimana." kata Bayu menengahi perdebatan nggak mutu Aris dan Bram.

__ADS_1


"Tapi ingat loe Aris. Kami berusaha mencari Gina bukan gara gara loe. Tapi gara gara janin tidak bersalah dalam perut bini loe" kata Bayu sambil menunjuk kiri Aris.


Aris hanya bisa menunduk saja. Kesalahan yang dia buat benar benar fatal dan memang sangat susah untuk dimaafkan. Teman temannya saja tidak bisa memaafkan, apalagi Gina istrinya yang dengan sengaja dia sakiti hati dan perasaannya.


...----------------...


Gina ditemani dua sahabat terbaiknya. Pergi menyusuri kampung tempat tinggal mereka sekarang dengan mobil milik Gina. Mereka ingin menikmati suasana pedesaan yang sangat sejuk dan murni itu. Selama ini mereka hanya bisa menikmati asap dari kendaraan. Makanya saat seperti ini benar benar mereka manfaatkan untuk menghirup oksigen murni sebanyak banyaknya.


"Gin. Kita ke situ yuk. Kayaknya bakso yang dijual mamang itu enak. Rame banget" kata Sari sambil menunjuk warung bakso yang ramai.


"Oke. Gue juga langsung pengen makan bakso"


Mira memberhentikan mobilnya dekat warung penjual bakso. Tiga wanita cantik yang sangat mencolok dibandingkan warga sekitar langsung menjadi pusat perhatian saat mereka masuk ke warung bakso itu.


"Mang kami pesan bakso urat tiga,, tapi sedikit kuah,,, mie putih semua" kata Mira memesan pesanan untuk mereka.


"Minumnya neng?" kata mamang


"Teh botol.aja tiga" jawab Mira.


Mira kemudian menyusul Gina dan Sari yang sudah duduk santai di kursi pojokan. Warung itu terletak di tepi sawah. Sehingga pemandangan warung itu sangat asri dan indah.


"Keren ya. Apalagi kalau mamang itu mau membuat spot fhoto. Pasti lebih keren" kata Sari sambil melihat sekitarnya.


Setelah menunggu beberapa menit, pesanan Mira akhirnya datang juga. Wangi kuah bakso begitu menggugah selera mereka bertiga.


"Mir. Lebih wangi kuahnya dari pada punya ayah" lata Gina.


"Setuju gue. Kayaknya ini banyak makai kaldu" jawab Mira.


"Itulah Mir. Beranya jualan di kota dengan di desa. Kalau jualan di kota untung nomor satu. Sedangkan desa rasa nomor satu" jawab Gina.


Mereka bertiga kemudian menyantap bakso yang masih panas itu. Mereka makan dengan sangat lahap dan sekali sekali diselingi dengan canda tawa.


"Gin. Loe ada niatan balik ke Aris nggak Gin?" tanya Mira.


"Ada, tapi nggak sekarang. Biar dia usaha dulu cari gue sama anak gue. Kalau gue main balik ke rumah, dia tidak akan jera. Malahan nanti akan diulang lagi. Sekarang gue hanya mau dia sadar kalau dia butuh gur. Udah itu aja" jawab Gina sambil menatap jauh ke depan.


"Apakah kamu yakin Aris akan menemukan mu di sini?" tanya Sari


"Yakin. Dia pasti akan berusaha menemukan kami berdua. Nggak mungkin dia rela kelihangan anaknya" kata Gina.


"Yuk jalan lagi." lanjut Gina mengajak kedua sahabatnya jalan. Dia sedang malas membahas masalah Aris.

__ADS_1


"Kita kemana lagi neh?" kata Mira yang sudah duduk di kursi sopir.


"Jalan lurus aja Mir. Nanti kita balik lagi" jawab Gina.


Merwka bertiga menyusuri jalanan perkampungan itu. Gina membuka semua kaca mobilnya. Mereka tidak memakai ac mobil. Mereka benar benar ingin menikmati udara sejuk pedesaan.


"Stop" kata Gina kepada Mira.


Mira yang kaget langsung memberhantikan mobilnya dalam sekejap.


"Gile lo Gin. Kalau di kota udah kecelakaan beruntun kita. Untung ini di desa, nggak ada mobil yang berlalu lalang dengan jarak dempet." omel Mira yang kaget di minta Gina untuk berhenti mendadak.


"Sorry Mir. Gue lihat penjual itu" kata Gina menunjuk penjual rujak.


"Jadi loe mau rujak? Baru siap makan bakso?" kata Sari dengan nada tercengang.


"Dasar Nadil" kata Mira


"Nadil?" Sari heran dengan kata nadil.


"Yup. Nana Hamil" kata Mira.


"Namil. Ogep" jawab Sari sambil menoyor kepala Mira.


"Sorry say" kata Mira sambil menampilkan gigi indahnya.


"Buk pesan rujaknya dua pedas ya buk" kata Gina memesan rujak untuk dirinya.


"Empat buk" jawan Mira.


"Loe berdua mau?" tanya Gina.


"Mau banget" teriak Sari dan Mira.


Mereka menyantap rujak yang ternyata sangat enak itu


"Buk pesan lima porsi. Tapi kuah dan buahnya pisag ya buk" kata Gina.


Setelah menyantap rujak nikmat itu. Mereka akhirnya pulabg ke rumah. Karena hari sudah mau malam. Mereka memilih untuk langsung beristirahat. Apalagi Giba yang hamil. Dia sudah sangat lelah


...----------------...


MAAF KAKAK. KEMAREN NGGAK UP. PERSIAPAN LEBARAN KAKAK. HARI INI AKU UP SATU DULU YA KAKAK.

__ADS_1


INSYAALLAH BESOK UP NORMAL. MINIMAL DUA KAKAK


__ADS_2