
Setelah memutuskan akan tetap menjalankan rencananya sendirian. Mami kembali pulang kekontrakannya. Dia akan bersiap siap untuk melakukan semuanya besok.
Sebelum sampai ke kontrakannya, Mami singgah dahulu di toko emas. Dia menjual kalung miliknya yang sempat disimpannya di dalam koper sehingga Papi sama sekali tidak tau kalau Mami ada membawa perhiasan dari rumah utama.
Setelah menjual salah satu perhiasan miliknya. Mami kemudian membeli sebuah ponsel baru dan nomor telpon yang baru. Setelah mendapatkan apa keinginannya, barulah Mami kembali menuju rumah kontrakannya.
"Aku akan istirahat sampai di kontrakan. Besok semua akan mendapatkan kejutan yang selama ini tidak pernah mereka bayangkan." ujar Mami sambil tersenyum devil.
Saat Mami sibuk dengan rencananya untuk melaksanakan balas dendam kepada Papi dan Aris.
Pesawat yang ditumpangi oleh Gina baru mendarat dengan mulus di landasan pacu. Gina kemudian turun dari pesawat. Dia naik ke atas mobil yang sudah disiapkan oleh Frenya.
"Bun, datang itu ngasih kabar Bun. Bukannya main mendadak seperti ini. Sukur sukur kalau aku di negara ini, kalau ndak gimana?" ujar Frenya dengan sedikit kesal oleh olulah Bundanya.
"Bunda kangen Arga dan kamu." ucap Gina.
"Alah alasan. Bilang aja kangen Daddy dan kangen mati lampunya." ujar Frenya sambil menatap Bundanya itu.
"Hahahaha. Kamu sama dengan Argha." jawab Gina.
"Oh ya Nya. Selama ini kamunm tinggal di rumah Daddy atai di apartemen?"
"Apartemen Bun. Kerjaan Frenya sedang banyak Bun. Makanya lebih milih ke apartemen dari pada ke rumah Daddy." jawab Frenya sambil tersenyum kikuk.
"Alah Bunda tau kok yang sebenarnya. Kamu takutkan ada nenek lampir itu di sana?" tanya Gina.
Frenya mengangguk. Frenya masih belum bisa memaafkan Mami atas semua yang telah dilakukan oleh Mami kepada keluarganya.
"Nya Nya. Kalau nenek lampir itu ada di sana, mana mau Argha tinggal di situ. Kamu ada ada aja." jawab Gina.
"Iya juga ya Bun." jawab Frenya yang sadar dengan kebodohannya selama ini.
"Nya, kita akan di dalam.mobil terus?" tanya Gina kepada Frenya yang masih juga belum menjalankan mobilnya.
"Maaf Bun lupa." jawab Frenya sambil tersenyum.
Gina hanya bisa geleng geleng kepala saja.
"Kita kemana Bun?" tanya Frenya.
"Langsung ke rumah utama. Bunda mau bikin kejutan untuk keluarga kita." ujar Gina.
"Bunda sudah tau Arga dan yang lainnya tidak ada di rumah utama. Jadi Bunda akan memasak semua makanan kesukaan mereka. Jadi saat mereka makan malam, Bunda akan lihat apakah mereka merasakan rasa yang aneh dari makanan mereka atau tidak." ucap Gina menjelaskan kepada frenya apa yang akan dilakukan oleh Gina.
"Oke Bun." jawab Frenya.
Frenya kemudian menjalankan mobilnya menuju rumah utama Soepomo Grub. Setelah menempuh perjalanan selama satu setengah jam, akhirnya mobil yang dikendarai oleh Frenya memasuki gerbang utama rumah Soepomo. Frenya memarkirkan mobilnya di tempat parkir mobil khusus dirinya.
Gina dan Frenya turun dari dalam mobil. Mereka berdua kemudian menuju pintu utama rumah. Frenya membuka pintu yang tidaj dikunci itu. Gina dan Frenya masuk kedalam rumah utama.
Bik Imah dan suster Rina yang sedang bekerja membersihkan rumah terkejut melihat siapa yang datang dan berdiri di depan mereka. Pak Agus yang baru saja datang dari taman belakang juga kaget melihat siapa yang sedang berdiri di depan mereka.
"Nyonya muda?" ujar Pak Agus.
"Pagi Pak Agus. Pagi Bik Imah, Pagi suster." sapa Gina kepada tiga orang yang setia kepada dirinya itu
"Pagi Nyonya " jawab mereka dengan kompak bertiga.
Bik Imah dan suster langsung memeluk Gina. Gina membalas pelukan dua orang itu dengan sangat erat.
"Dilarang nangis. Okey" ujar Gina
Bik Imah dan Rina menghapus air mata mereka berdua.
"Bik Imah, hari ini aku akan masak untuk semua penghuni rumah. Jadi bik Imah bebas tugas." ujar Gina.
"Tapi Nyonya, Nyonya kan baru datang. Lebih baik Nyonya beristirahat saja di kamar." ujar Pak Agus.
__ADS_1
"Nggak apa apa Pak Agus. Aku ingin meberikan kejutan untuk mereka semua." jawab Gina.
Frenya yang berdiri dari tadi hanya bisa geleng geleng kepala saja. Tak satu pun dari tiga maid itu yang menyapa dirinya.
"Bik Imah beneran nggak nyapa aku neh?" ujar Frenya kepada bik Imah.
"Maaf Nona muda. Kami tidak melihat Nona muda." jawab Bik Imah.
"Hahahahaha. Itu tandanya kamu harus banyak makan Nya. Bik Iamah aja nggak lihat kamu yang dari tadi berdiri disana." ujar Gina menggoda anak gadisnya.
"Makasi Bik." jawab Frenya dengan nada dibuat buat kesal.
"Sama sama Non" jawab bik imah yang tau frenya tidak serius kesal dengan dirinya.
Frenya kemudian berjalan ke dapur. Dia akan membantu Gina untuk menyiapkan semua menu makan malam.
Mereka berdua berkutat di dapur hampir selama lima jam. Mereka star memasak dari jam sebelas siang selesainya jam lima sore.
Jam dimana semua penghuni rumah akan pulang. Gina yang telah selesai memasak langsung masuk ke dalam kamar Bik Imah. Dia akan menunggu di sana.
Tepat pukul setengah enam semua keluarga sudah pulang. Frenya yang sudah selesai membersihkan tubuhnya dan sudah berpakaian rumahan duduk di teras rumah. Dia menunggu Argha pulang dari kantor Daddy.
Saat Frenya melihat mobil Daddynya masuk, Frenya langsung berdiri dari duduknya. Dia menunggu Argha keluar dari dalam mobil. Argha yang melihat Frenya, langsung turun dari mobil dan berlari menuju Frenya.
"Nya, kapan datang?" tanya Argha.
"Dari tadi pagi. Frenya kangen Argha. Feenya kira Argha di rumah makanya Frenya datang pagi pagi. Eeeee ternyata nggak. Akhirnya Frenya main dengan bik Imah di dapur." ujar Frenya.
Frenya kemudian mencium tangan Daddy dan Papinya.
"Tumben baru ke sini Nya. Udah seminggu juga dari negara U." ujar Aris menyindir Frenya.
"Hehehehehe. Sedang banyak kerja Dad." jawab Frenya.
"Dia udah diusir Papi Nya. Jadi kamu tinggal di sini aja lagi. Kamar kamu masih di kamar yang lama." ujar Aris.
"Oke Dad. Mulai malam ini aku akan tinggal di sini." jawab Frenya.
Dia meloncat loncat saking bahagianya mendengar Frenya yang akan tinggal di rumah utama sama dengan dirinya.
Saat Argha loncat loncatan Papi masuk ke dalam rumah utama. Papi melihat Frenya.
"Atuk" ucap Frenya sambil mencium punggung tangan Atuknya.
"Frenya. Maafkan atuk ya Nya." ujar Papi sambil menatap Frenya.
"Nggak ada yang harus dimaafkan Tuk. Semua sudah berlalu." jawab Frenya
Aris melihat hidangan di meja makan begitu full.
"Kamu yang masak Nya?" tanya Aris.
Frenya sedikit menggeleng dan sedikit mengangguk.
"Apaan sih Nya. Angguk iya geleng juga iya" ujar Bram yang tidak paham dengan jawaban dari Frenya.
"Membantu iya Pi. Tapi masak semuanya nggak." jawab Frenya yang nggak mau berdusta dengan orang tuanya.
"Sekarang mandi dulu. Maghrib udah masuk. Kalau nggak sempat sholat berjamaan sholat sendiri sendiri aja." perintah Atuk membubarkan kerumunan keluarganya.
Mereka semua kemudian masuk kedalam kamar masing masing untuk membersihkan badan dan sholat.
Setelah selesai, semua anggota keluarga turun dari kamar mereka masing masing. Mereka duduk di kursi meja makan.
Semua makanan diambilkan oleh para maid yang sudah berdiri di belakang Tuan dan Nona mereka.
Aris menyuap satu suapan makanan. Dia merasakan rasa familiar dari rasa masakan itu. Aris terlihat berpikir saat mengunyah dam merasakan rasa dari masakan itu. Frenya menatap Daddy nya dengan intens.
__ADS_1
Argha juga menyuap makanannnya. Sekali suapan Argha sudah tau siapa yang memasak makanan yang ada di atas meja ini
"Pak Agus dimana nyumpetnya orang yang masak makanan ini?" tanya Argha kepada pak Agus.
"Tuh" jawab Pak Agus menunjuk Bik Imah
"Pak Agus mau Argha pecat sekarang juga?" tanya Argha dengan menatap pak Agus
"Jangan macam macam dengan Argha Pak Agus. Argha tau siapa yang bisa memasak dengan rasa yabg seperti ini." ujar Argha.
Semua anggota keluarga berhenti makan. Mereka semua menatap Argha. Mereka juga penasaran dengan siapa yang ditanyakan oleh Argha kepada Pak Agus.
Pak Agus juga diam. Dia tidak bisa menjawab pertanyaan Argha. Gina yang berada di bawah meja mini bar, hanya bisa tersenyum mendengar ancaman Argha terhadap pak Agus.
Argha turun dari meja makannya. Dia berjalan menuju mini bar.
"Yang masak mending keluar dari peraembunyian. Atau mau nggak Argha sapa sampai mati?" teriak Argha.
"Udahlah, yang masak ini pasti tau kalau Argha tidak pernah main main dengan ucapan Argha. Atau yang masak ini sudah siap untuk tidak Argha sapa selama lamanya. Kalau iya boleh juga. Mari kita coba." ujar Argha dengan penuh keyakinan.
"Hahahahahaha" Frenya yang sudah tidak bisa menahan ketawanya akhirnya tertawa dengan keras. Argha sudah berani mengancam seseorang yang oaling disayanginya di atas dunia ini. Sesuatu yang akan sangat susah dibayangkan. Tapo akhirnya terjadi juga
Papi, Aris dan Bram menatap Frenya. Feenya hanya tersenyum simpul saja.
"Siapa?" tanya Bram dengan gerakan bibirnya kepada Fenya
"Lihat Nanti aja Pi." jawab Frenya yang nggak mau membatalkan rencana Gina.
Gina yang mendengar ancaman Argha memilih keluar dari persembunyiannya. Gina sangat tau Argha. Dia memegang janji yang selalu diucapkannya.
Tiga orang pria tampan yang sedang duduk di atas meja menatap Gina dengan tatapan penuh tanya. Gina membimbing Argha ke meja makan.
"Bunda jahat. Pulang nggak ngomong ngomong" ujar aargha sambil cemberut.
Gina mencium pipi Argha.
"Sengaja untuk jadi kejutan" jawab Gina.
"Mulai" jawab Argha dengan nada kesal tapi tersenyum bahagia.
Gina mendudukkan Argha di kursi makannya. Gina kemudian mendekati Papi.
"Kapan datang Nak?" tanya Papi.
"Tadi pagi Pi." jawab Gina sambil mencium tangan Papi.
Setelah menyapa Papi. Gina duduk tepat di sebelah Aris suaminya. Dia juga menyalami suami tercintanya itu.
"Jadi kamu yang masak semua ini sayang?" tanya Aris.
Gina mengangguk.
"Siapa lagi sayang " jawab Gina sambil tersenyum
"Pantesan rasanya sangat familiar. Tapi akuasih berpikir buatan siapa." ujar Aris.
Mereka semua makan dengan lahap dan hati bahagia. Apalagi Aris, istri yang dicintainya sudah kembali berkumpul dengan dirinya dan juga dua orang anaknya.
Papi juga bahagia karena keluarga anaknya sudah kembali berkumpul.
Sedangkan Bram memiliki kebahagiaan lain. Dia bisa meminta tolong Frenya untuk menyiapkan pesta pertunangannya dengan Sari.
Mereka memiliki kebahagiaan masing masing, sebelum sebuah rahasia besar akan terbongkar keesokan harinya.
...................................
RAHASIA APALAGI KAH ITU
__ADS_1
DITUNGGU LAGI YA KAKAK
MAAF HARI INI TELAT UP. ADA KERJAAN TADI SIANG KAKAK