
Aris dan Bayu langsung menuju ruang keluarga. Mereka sudah di tunggu oleh Papi, Mami dan Bram. Mereka langsung masuk dan duduk di sofa yang masih kosong. Rauta wajah tegang terlihat di muka Papi dan Bram. Sedangkan Mami matanya sudah bengkak seperti habis menangis lama.
"Ada apa Pi?" kata Aris yang melihat adanya aura ketegangan yang dia tidak tau penyebabnya dari mana.
Mami memberikan surat yang diserahkan Gina kepada Aris. Aris mengambil surat itu.
"Ini surat siapa Mi?" tanya Aris kepada Mami yang terlihat sangat terpukul itu.
"Surat dari Gina. Gina memberikan sesaat sebelum pergi dari rumah ini" kata Mami.
Aris membca surat itu.
Sayang, kalau kamu membaca surat ini pasti kamu akan bahagia dan pasti akan meninggalkan Vina wanita yang sudah mengganggu kehidupanku. Aku tau sayang selama ini kamu menjalin hubungan dengannya. Aku juga tau sayang, selama kamu berhubungan dengannya kamu tidak pernah melakukan hubungan badan. Aku tau semua yang kamu lakukan dengannya.
Hari itu kamu ngomong pengen buang air besar saat kita sedang ditaman bermain. Kiranya kamu menemui Vina di atas mobil kita sayang. Kamu berciuman dan memegang ***********. Aku tau sayang. Waktu aku terbaring di rumah sakit, kamu katakan kamu meeting padahal kamu menemuinya.
Bagi aku tidak masalah sayang. Tapi ada kalanya sebagai wanita kami juga mau dihargai. Diagungkan. Kami tidak hanya butuh materi dan ungkapan cinta yang didalamnya adalah kebohonga. Kami butuh yang namanya kesetiaan. Tapi sayangnya itu tidak aku dapatkan.
Sayang kalau kamu bertanya apakah aku menyesal menjadi istrimu jawabannya adalah tidak. Apakah aku bersedih dan sakit hati sama kamu jawabannya adalah iya.
Sayang kalau kamu membaca surat ini berarti aku dan CALON ANAK KITA sudah tidak berada di sisi mu lagi. Aku pamit pergi untuk menenagkan pikiranku. Suatu saat, waktu pikiran ku sudah normal lagi, aku akan pulang sayang. Sehat selalu dan jangan lupa sholat.
Aku mencintaimu selalu selamanya dan akan tetap abadi.
Gina Aris Wajaya Soepomo
Istrimu yang kamu khianati
Aris mencium surat dari istrinya. Air matanya turun dengan sangat derasnya. Dia sudah tidak tau lagi hukuman seperti apa yang diberikan tuhan kepadanya atas kesalahan yang diperbuatnya.
"Sayang, jangan pergi sayang. Kemana aku harus mencari mu sayang. Aku salah sayang." teriak Aris seperti orang gila.
__ADS_1
Aris langsung berdiri. Dia menyambar kunci mobil Bayu yang tergeletak di meja ruag keluarga. Aris langsung melajukan mobil itu dengan kecepatan tinggi. Aris ingin mencari Gina disemua pelosok daerah. Aris tidak ingin Gina dan calon anak mereka kenapa kenapa.
"Aris begok" teriak Aris sambil memukul stir mobilnya.
"Hanya karena godaan dari wanita sampah, kamu rela menyakiti hati istri kamu. Aris bodoh. Aris begok" teriak Aris di dalam mobil Bayu. Untung jalanan sepi kalau tidak, Aris udah dikatakan orang gila bawa mobil oleh pengendara lainnya.
"Bram Bayu kejar Aris. Papi akan meminta bantuan black jack untuk mencari Gina" kata Papi.
Bram dan Bayu langsung masuk ke dalam mobil soprt terbaru milik papi. Bram menggeber laju mobilnya dengan kecepatan penuh.
"Bay, mobil loe pakai gps ndak?" tanya Bram kepada Bayu.
"Ada. Bentar gue cek di ponsel"
Bayu mencek ponselnya. Dia mengaktifkan fitur lacak gps mobilnya.
"Dapat Bram" kata Bayu.
"Jarak dua kilo Bram. Kejar aja" kata Bayu.
Bram menggeber mobil itu dengan kecepatan penuh, jalanan ibu kota yang sudah mau masuk subuh itu terlihat sangat lengang. Jadi Bram bisa melajukan mobilnya dengan kecepatan suka suka dia. Akhirnya Bram dapat mengejar mobil Aris. Aris yang tau mobil di belakang adalah mobil papinya dia merasa nyaman kembali. Tadi dia sudah takut kalau dia dikerjar oleh musuh perusahaannya.
"Bram sebenarnya apa isi surat Gina?"
"Loh jadi loe nggak tau Bay?"
"Nggak Bram. Emang apa isinya?" tanya Bayu yang semakin penasaran.
"Gina hamil Bay. Makanya mami sampai nangihs histeris. Aris langsung mencari Gina" jawab Bram.
"Gina hamil? Wah bener bener tu Aris. Emang nggak ada otak. Binik hamil dia tetap selingkuh. Tu orang punya otak atau nggak sih" kata Bayu memaki maki Aris.
__ADS_1
"Tau loe kenapa Aris sebegitu menyesalnya tadi?" tanya Bram kepada Bayu.
"Nggak. kenapa emang?"
"Ternyata, Gina berniat mau ngasih kabar baik saat dia udah sampai di rumah waktu keluar rumah sakit. Eeee si Aris geblek beralasan meeting sama gue. Padahal dia pergi nemui Vina." kata Bram.
"Jadi karena itu Gina melakukan penggerebekan. Karena udah tidak tahan Aris menipu dirinya terus?" tebak Bayu.
"Yup karena itu. Penyesalan Aris ya itu. Dia berniat hanya main main dengan Vina, eeee ternyata Gina pergi dari hidupnya membawa anak mereka dalam perut Gina" kata Bram.
Bram kemudian mengikuti mobil Aris. Aris tidak tau mau mencari Gina kemana. Dia sama sekali tidak punya gambaran. Mau ke apartemen Mira dan Sari, tidak mungkin Aris lakukan. Dia belum siap dimaki maki oleh Sari dan Mira. Aris akhirnya memilih untuk memutari seluruh penjuru ibu kota. Mau mampir ke setiap hotel menanyakan keberadaan Gina. Aris takut akan jadi terending topic dan mengakibatkan perusahannya terancam lagi.
"Loe telpon Aris, Bay. Pake ponsek gue" kata Bram sambil memberikan ponselnya.
Bayu kemudian menghubungi ponsel Aris. Aris baru mengangkat saat panggilan kedua dari Bayu.
"Hallo Bram"
"Ini gue Bayu, Ris. Loe mau muter muter nggak jelas gini? Bagaimana kalau kita pulang ke rumah. Kita susun rencana yang rapi untuk mencari keberadaan Gina. Kalau perlu kita minta tolong kepada black jack" kata Bayu.
Aris terdiam sesaat. Dia memikirkan ide dari Bayu.
"Oke Bay. Kita pulang. Lagian gue nggak ada pandangan mau mencari Gina kemana lagi" kata Aris. Aris kemudian mengambil jalan pulang yang memutar. Dia ingin lewat komplek rumah keluarga Wijaya. Minimal lewat di depan gerbang utama saja.
"Loh Aris kemana kok sepertinya mau menuju rumah keluarga Wijaya. Jangan jangan dia mau ke sana lagi Bram. Jangan sampe Bram. Gue takut tuan Wijaya murka Bram" kata Bayu yang melihat pergerakan mobil Aris dari layar monitor gpsnya.
"Aris nggak sebodoh itu Bram. Sepertinya Aris hanya ingin memastikan kalau Gina tidak pulang ke rumah utama Wijaya" jawab Bram sambil memastikan kemana arah mobil Aris melaju.
Aris hanya melewati pagar besar dengan logo huruf W dan B itu. Aris melajukan mobilnya dengan sangat pelan. Aris tau dia tidak akan melihat apapun karena pagar yang sangat tinggi menghambat pendangan siapapun ke rumah mewah yang ada di baliknya. Lagian jarak rumah utama dari pagar sangat jauh. Aris melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi. Sekarang dia akan menuju rumah utama. Aris harus berdiskusi dengan Papi apa yang akan dilakukan untuk mencari keberadaan Gina.
Bram yang melihat Aris melaju dengan kencang langsung menggeber lari mobilnya. Dia tidak mau kehilangan Aris lagi.
__ADS_1