
Gina
Selesai solat subuh, Gina, Meri dan dua pengawal yang menjemputnya sudah bergerak kembali menuju kota Padang. Gina yang masih mengantuk langsung saja mengambil posisi ternyaman untuk tidurnya tak berapalama akhirnya Gina sudah kembali memasuki alam.mimpinya.
Sedangkan Meri, dia sibuk membuka laptop mengerjakan tugas yang diberikan Nana kepadanya. Meri terlihat sangat serius. Walauou. Meri seorang perempuan, tetapi cara kerjanya, fokusnya dan loyalnya sangat mirip dengan Hendri. Makanya Hendri dan Meri menjadi pasangaan asisten yang sangat ditakuti oleh para karyawan, pengawal dan pelayanan keluarga Wijaya.
Aris
Aris pagi itu sudah berpenampilan rapi layaknya CEO yang sukses. Aris kemudian memakan sarapan yang terhidang di meja makan rumah itu. Resiko Aris yang tidak mau tinggal di rumah utama ya ini, dia akan makan dalam rasa sepi. Tapi inilah yang Aris mau. Aris tidak mau tinggal satu atap dengan istri kedua Ayahnya. Selesai sarapan Aris melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang. Hari ini dia tidak.meminta Bram untuk menjemputnya. Dia sedang ingin membawa mobil sendiri. Aris sampai di kantor tepat jam tujub tiga pulug. Lebih dahulu semenit dia dibandingkan Bram.
Aris dan Bram berjalan beriringan, mereka berdua memakai lift khusus pimpinan perusahaan.
"Bram, apa kegiatan ku hari ini?"
"Nggak ada meeting Ria. Hari ini kayaknya loe bisa bermain game kesukaan loe." kata Bram sambil duduk di sofa ruangan Gema.
Gema kemudian mengambil beberapa dokumen yang harus diperiksanya, walaupun sudah diperiksa oleh Bram. Saat asik memeriksa dokumen, tiba-tiba saja pintu ruang kerja Aris terbuka. Aris dan Bram terkejut, siapa orang yang berani lancang masuk keruangan Aris.
"Sayang" kata Putri.
Bram yang hafal dengan suara itu langsung menjadi badmood. Dia langsung berdiri untuk menuju ruangannya. Dia males melihat gaya Putri yang sok manja dan sok cantik. Aris sebenarnya juga sudah malas. Tapi kalau harus usir kangsung tidak mungkin.
"Kamu ngapain kesini Put? Kan udah aku bilang, aku lagi sibuk. Kalau tidak sibuk aku. akan ke kos kamu." kata Aris acuk tak acuh.
"Aku lagi nggak sibuk makanya aku datang kemari." Putri melangkah mendekati Aris. Aris yang tau maksud Putri langsugn menghentikan.langkah Putri.
"Stop Put. Sekarang juga kamu keluar dari ruangan saya. Saya mau bekerja. Saya tidak sedang ingin ngobrol dengan siapapun." Aris menatap marah ke arah Putri.
"Nggak mau. Aku nggak akan pulang." Putri malah duduk di sofa ruangan Aris. Aris menjadi geram dengan sikap Putri. Aris kemudian menelpon bagian security.
__ADS_1
"Hallo Pak. Ke ruangan saya sekarang juga." kata Aris dengan tegasnya. Satpam di luar langsung dengan labgkah seribu menuju ruangan Aris.
tok-tok-tok-tok
"Masuk" Jawab Aris.
"Kalian berempat, seret wanita ini keluar dari ruangan saya. Dan katakan ke resepsionis untuk tidak.mengijinkan wanita ini masuk ke prusahaan saya. Kalian paham" Menatap tajam pera security.
"Untuk Loe Put. Mulai detik ini kita putus. Gue selama ini tidak pernah cinta sama loe. Loe yang memaksa dengan alasan kalau gue tidak terima sakit loe akan menjadi. Gue pertama percaya tapi kemudian gue mengirim sampel darah loe ke lab. Ternyata loe nipu gue. Loe nggak ada sakit. Jadi mulai hari ini gue ulang sekali lagi kita putus." kata Aris denga. raut wajah marahnya.
"Jangan Ris. Maafin gue. Karena udah nipu loe." mohon Putri.
"Satpam tunggu apalagi. Seret wanita itu keluar dari ruangan saya." Aris terlihat begitu murka kepada Putri. Putri yang diseret hanya bisa pasrah saja. Sampai diresepsionis, satpam itu berhenti.
"Nona silahkan perhatikan wajah Nona ini. Pesan Tuan Aris, kalau wanita ini datang lagi. Kalian berhak.membuat dia malu. Itu pesan dari Tuan Aris.
Mood Aris mendadak menjadi hancur berantakan. Dia kemudian merebahkan badannya didalam kamar yang ada diruangan itu. Aris merasa lega telah memutuskan hubungan dengan Putri. Bram yang pahan dengan keadaan Aris, akhirnya pergi membeli makanan keluar. Dia berencana membawa Aris untuk makan bersama di ruangan Aris.
"Hallo"
"Hallo tuan. Sepertinya Nona Gina pergi ke wilayah itu saat kami berganti shif Tuan." pengawal terdengar berbicara dengan rasa takutnya.
"Sekarang juga kalian pergi ke daerah itu. Saya akan menyusul sore nantu." kara Aris. Bram yang mendengar Aris akan pergi mencoba mengingatkan Aris. Belum sempat Bram berbicara Aris sudah memotong.
"Lho urus semua perusahaan saat gue pergi. Gue percayakan semuanya ke elo." kata Aris. Dia langsung menyambar kunci mobilnya dan jasnya. Dia mau pulang menyiapakan pakaian yang akan dibawanya.
"Hubungi Albert Bram. Suruh dia menyiapkan pesawat. Gue akan sampai di bandara satu jam lagi."
Bram langsung memerintagkan Albert untuk menyiapkan keberangkatan Boss mereka, dalam rangka mengejar cinta.
__ADS_1
Gina
Gina memang sengaja mengupload Foto dirinya yang sedang berlibur di taman bunga. Dia yakin salah seorang dari pengawal Aris adalah temannya di fb.
Gina yang baru saja samapi rumah, langsung masuk ke kamarnya untuk beristirahat. Karena menurut pesan yang disampaikan pelayan. Tuan dan Nyonya akan kembali sebelum makan malam.
Gina kemudian menelpon salah seorang sahabatnya yaitu Vania. Vania bekerja di bandara yang khusus menangani penerbangan privat jet.
" Hallo Van. Gimana apa privet jet keluarga Soepomo terbang menuju padang hari ini?" kata Gina.
"Yup. Mereka memasukkan ijin terbang untuk jam delapan malam ini." Jawab Vania.
"Terimakasih Vin. Nanti kalau pesawatnya sudah lepas landas. Loe kasih tau gue ya."
"Oke sip. Untuk loe apa yang nggak."
Gina kembali beristirahat. Dia sangat lelah. Saat baru saja merebahkan badannya di atas kasur, langsung saja tertidur.
Jam.sudah menunjukkan pukul delapan malam. Privet Jet atas nama Agus Soepomo sudah lebas landas. Vania kemudian labgsung menelpon Gina. Memberitahukan bahwasanya oesawat yang ditumpangi Aris sudah terbang menuju kota Padang. Gina yang mendengar apa yang dikatakan oleh Vania bersorak kegirangan. "Mampus loe masuk jebakan gue loe kan. Mari bermain Tuan Muda Aris." Gina kembaki tidur.
Aris yang sampai di kota Padang pukul sepuluh malam langsung menuju hotek yang sudah dipesan oleh Bram. Aris langsung menuju resepsionis dan meminta kunci kamarnya. Di setiap hotel keluarga Soepomo ada satu kamar yang memang khusus untuk keluarga besar soepomo. Sesampainya di kamar Aris langsung menelpon Bayu.
"Bay. Besok loe harus temanin gue ke Kabupatan S. Nggak ada penolakan. Loe gue tunggu di hotel biasa pukul tujuh pagi. Kalau loe sampai nggak dateng. Tengok saja saat itu juga perusahaan loe akan dinyatakan bangkrut"
"Ancaman loe bener-bener bikin gue sesak." Bayu terlihat sangat jengkel.
"Terserah loe. Piliha. ditangan loe."
"Oke gue datang jam tujuh. Puas loe"
__ADS_1
"Puas. Ya udah gue istirahat dulu. Gue baru saja sampai". Aris langsung masuk ke kamar mandi untuk.membersihkan diri. Kemudian dia langsung naik ke atas kasur dan langsung terlelap. Aris sangat lelah sekarang, lelah pikiran karena dikantor banyak kerjaadan, lelah perasaan karena siapa Gina sebenarnya sedang menghantuinya.