
Aris yang sudah tidak sabaran lagi ingin memastikan kalau memang benar Gina yang membawa mobil dari luar kota langsung menggeber laju mobilnya dengan kecepatan penuh. Dia tidak mau kalau mobil Gina lebih dahulu melewati perbatasan. Dia ingin menghentikan mobil Gina di perbatasan kota. Serta memastikan siapa yang berada di dalam mobil itu.
Setelah berkendara lebih dari satu jam, Aris akhirnya sampai di batas kota. Dia berdiri dengan beberapa anggotanya untuk menghentikan mobil Gina. Mereka akan menghadang laju mobil tersebut.
"Ris, lebih baik kamu menyuruh mobil yang mengikuti mobil Gina untuk menghadang mobil Gina. Kita takutnya nanti terlambat untuk menghadangnya" saran Bram kepada Aris.
"Gue setuju dengan loe Bram. Gue telpon bentar" kata Aris sambil mengeluarkan ponselnya dari dalam saku celana levis yang dipakai Aris.
"Hallo, kamu langsung hadang saja mobil Gina saat sampai perbatasan. Saya sudah di perbatasan. Oke. Dijalan sepi. Saya tunggu di situ" kata Aris.
"Tuan sharelock saja tuan dimana menunggu kami" kata anggota.
"Baik. Saya akan sharelock lokasi saya ke kamu" jawab Aris.
"Beres. Gue sharelock ke dia dulu dimana kita menunggu" kata Aris kepada Bram.
Mira sedang asik tidur mendadak dibangunkan oleh James
"Nona Mira bangun. Kita hampir masuk perbatasan. Nona mau melihat apa yang terjadi. Atau mau merekam dan mengirimkan ke ponsel nona Gina?"
"Kamu yang rekam. Nanti kirim ke Alex" perintah Mira kepada James
"Siap Nona."
James yang berada tepat di belakang mobil yang mengikuti mobil Gina dan mobil yang tadi di tempati Mira bisa menyaksikan secara langsung apa yang terjadi. Mobil jang di depan mobil James keluar jalur dan seketika menaikkan kecepatan. Dia memotong mobil Yola dan dengan tiba tiba mobil tersebut langsung melintang tepat di depan mobil siska.
"Gila tu orang" kata Mira yang melihat aksi nekat sang sopir mobil.
"Mereka memang sengaja Nona. Bagaimana kalau kita parkir agak jauhan Nona. Takutnya nanti membuat curiga mereka bertiga." kata James melihat Aris, Bram dan Bayu yang mendekat ke arah mobil Gina dan mobil Yo.a
"Oke James. Tapi usahakan kita masih bisa mendapatkan gambarnya." perintah Mira.
"Kalai itu tenang saja Nona. Serahkan sama saya" lanjut James membanggakan dirinya.
"Songong loe"balas Mira kepada James.
__ADS_1
"Hahahahaha" James tertawa melihat Mira menjadi kesal sendiri.
Mira menyaksikan Aris yang langsung menuju ke mobil Gina. Dia langsung mengetuk kaca jendela mobil Gina yang memang sangat gelap.
"Gina keluar dari dalam mobil Gin. Kamu sudah tidak bisa kabur lagi." kata Aris sambil mengetuk kaca jendela mobil Gina.
Sisca yang berada di dalam mobil hanya tersenyum saja. Dia merekam semua kejadian. Dia akan mengirim semua bukti kepada Alex.
"Sayang, aku beneran minta maaf sama kamu sayang. Tolong keluar sayang. Maafkan aku yang harus dengan cara begini menghentikan acara kabur kaburan kamu sayang. Tolong turun sayang" kata Aris yang masih berusaha dengan tenang meminta Gina untuk turun.
Sisca yang sudah tidak tahan melihat ekspresi Aris, hanya mengeluarkan suara tawa kecil saja. Dia tidak mau Aris mendengar suaranya.
"Sayang kalau kamu tidak keluar juga. Maka jangan salahkan aku yang langsung akan memecahkan kaca mobil kamu ini sayang" kata Aris dengan nada ancamannya.
Sisca berpindah duduk ke kursi di sebelahnya. Dia takut terkena pecahan kaca kalau Aris nekat memecahkan kaca jendela mobil itu.
"Loe ambil kunci roda. Gue mau memecahkan kaca mobil ini" kata Aris memerintahkan salah seorang anggota black jack.
Bram yang mendengar langsung terkejut dengan kenekatan Aris.
Aris langsung tertegun. Memang benar, mobil ini dibeli Gina dengan uang hasil kerja dirinya selama ini. Bukan mobil pemberian Aris atau pemberian keluarganya. Aris kembali menuju mobil Gina. Dia akan berusaha meminta Gina keluar dengan cara baik baik.
"Gin. Ayoklah Gin. Keluar dari mobil dengan cara baik baik sayang. Aku minta maaf atas semua kesalahanku kepadamu sayang." ucap Aris kembali. Aris berusaha merayu Gina kembali agar mau membukakan pintu mobilnya.
Sisca yang sudah tidak tahan langsung keluar dari dalam mobilnya. Sisca memasang raut wajah takutnya.
Aris yang melihat siapa yang keluar dari dalam mobil tidak sesuai dengan harapannya. Perempuan yang keluar dari dalam mobil bukanlah Gina istrinya yang selama ini dicari carinya.
"Kamu siapa?" kata Aris kepada Sisca.
"Mana istri saya?" lanjut Aris.
"Maaf tuan. Saya tidak tau siapa istri Tuan. Saya juga tidak tau siapa yang tuan cari di dalam mobil saya" kata Sisca sambil menatap Aris.
"Kenapa kamu bisa naik mobil istri saya?" lanjut Aris.
__ADS_1
"Oooo ini mobil istri bapak?"
"Benar"
"Saya barusan membelinya dari sepasang suami istri di desa B. Mereka menjual dua mobil itu kepada saya" kata Sisca sambil menunjuk mobil yang dibawa Yola.
"Apa dijual?"
"Ya dijual. Saya membelinya kepada sepasang suami istri yang sudah lumayan tua. Dia tidak seperti muda lagi. Sudah tua" jawab Siska denhan tenangnya. Siska sama sekali tidak takut dengan tatapan yang diberikan Aris kepada dirinya.
"Maksud kamu mobil ini di jual?" Aris semakin tidka percaya dengan kenyataan yang ada.
"Betul. Kalau Bapak mau saya bisa memperluhatkan surat jual beli saya dengan orang tersebut" kata Siska sambil berusaha mengambil tasnya di bangku belakang mobil.
"Oh saya rasa tidak perlu. Maaf kalau saya sudah mengganggu kelancaran perjalanan anda berdua. Silahkan anda lanjutkan kembali. Hati hati di jalan" kata Aris kepada Siska dan Yola.
"Terimakasih Tuan" jawab Siska.
Siska dan Yola kembali masuk kedalam mobil mereka masing masing. Mereka akan berangkat menuju markas. Penyamaran yang mereka lakukan berhasil. Begitu juga dengan James, dia akan mengantar Mira ke bandara sesuai dengan permintaan Mira.
Gina dan Sari yang melihat video kejadian yang dikirimkan Sisa kepada Alex. Langsung tertawa bahagia. Mereka menertawai kebodohan Aris yang bisa ditipu dengan mudahnya.
"Aris Aris. Bodoh kamu memang sudah jauh di atas ambang normal" kata Gina sambil tersenyum. Gina tau apa penyebab Aris mendadak menjadi bego begitu.
"Bucin itu" jawab Sari.
"Telat" balas Gina.
"Gimana Ris?" tanya Bayu.
"Nihil. Mobil Gina udah dijual kesepasang suami istri. Lalu suami istri itu menjual kepada nona tersebut" kata Aris sambil menarik rambutnya.
Dia sudah gagal menemukan istri dan anaknya.
"Yuk pulang" kata Aris memberi perintah kepada Bram dan Bayu.
__ADS_1
Bram dan Bayu hanya bisa memandang iba kepada Aris. Aris sudah terlalu berharap akan bertemu dengan Gina. Sedangkan Gina masih berusaha untuk kabur. Tapi Bram dan Bayu menaruh curiga kepada dua pengendara mobil tadi. Mereka yakin kalau mobil tersebut masih milik Gina. Gina tidak mungkin menjual mobil kesayangannya kepada orang lain.