Kesetiaan Seorang Istri

Kesetiaan Seorang Istri
Akhirnya


__ADS_3

Bram tiba terlebih dahulu di rumah utama Soepomo. Dia melihat Aris yang sibuk dengan ponselnya.


"Ris, gue besok kayaknya nggak bisa ke Jaya. Gue besok ada perlu untuk keluar kota Ris. Jadi kamu yang ke Jaya atau bagaimana bagus menurut kamu aja"


"Eeee. Kosong aja Bram. Gue juga masih banyak kerjaan di Soepomo Grub." jawab Aris tanpa melihat ke arah Bram. Aris tetap fokus kepada ponselnya.


Bram yang melihat Aris senyum senyum sendiri saat mambaca chat yang masuk. Membuat Bram semakin yakin kalau Aris sedang bermain api di luar. Saat mereka sedang duduk berdua tanpa ada percakapan, mobil Gina masuk kedalam perkarangan rumah. Gina memarkirkan mobilnya di tempat biasa dia parkir. Gina kemudian turun dan melangkahkan kakinya masuk ke dalam rumah utama. Bram yang melihat Gina datang langsung saja berdiri dari tempat duduknya. Dia tidak ingin mengganggu Aris dan Gina.


"Kemana loe?" tanya Aris.


"Mau mandi. Gerah gue" jawab Bram.


Gina yang melihat Aris duduk sendiri langsung menuju Aris. Gina mencium tangan Aris. Aris yang melihat Gina berubah lalu mencium puncak kepala Aris.


"Nggak marah lagi sayang?" kata Aris.


"Udah nggak lagi. Maafkan aku karena mengacuhkan dirimu sehari ini"


"Sama sama sayang. Maafkan aku juga yang sudah meninggalkan kamu malam itu" kata Aris sambil membelai lembut punggung Gina.


Aris dan Gina kemudian masuk ke dalam rumah dan menuju kamar mereka. Gina masuk kedalam kamar mandi untuk membersihkan dirinya. Dia tidak ingin Aris seperti yang dikatakan oleh Mira tadi. Gina berendam sebentar di dalam bathup. Aris yang tau Gina sedang berendam langsung mengeluarkan ponselnya.


✉️ Aris


Maaf sayang, tadi ada Gina.


✉️ Vina


Nggak apa apa sayang. Kamu sedang apa ya?


✉️ Aris


Sedang di kasur. Menunggu dia siap mandi. Kamu sedang ngapain?


✉️ Vina


Sama sedang di kasur, sambil bayangin wajah tampan kamu. Aku kangen sayang.


✉️ Aris


Sama sayang.


✉️ Vina


Nanti malam ke apartemen ya sayang. Aku kangen banget.


✉️ Aris


Jangan malam ini ya. Malam besok aja. Aku malam ini ada kerjaan.

__ADS_1


✉️ Vina


Janji ya sayang, malam besok. Kalau nggak maka moodboster tiap pagi nggak akan dikasih lagi.


✉️ Aris


🤣🤣🤣 emang bisa kamu nggak ngasih ke aku


✉️ Vina


Mana kuat aku.


Gina kemudian keluar dari kamar mandi. Aris yang melihat Gina keluar dari kamar mandi, langsung meletakkan ponselnya di atas nakas.


"Udah siap mandinya sayang?"


"Udah. Ini mau pakai baju. Kenapa sayang? Mau mandi bareng?" kata Gina.


"Telat sayang" kata Aris.


Gina kemudian memakai pakaiannya di depan Aris. Gina sengaja melakukannya supaya Aris kembali mesra kepada dirinya. Aris yang sudah tidak tahan langsung menuju ke arah Gina.


"Sayang" kata Aris sambil memasangkan tali bra Gina.


Aris kemudian meremas gunung kembar Gina. Gina memutar badannya menghadap Aris. Gina langsung mencium bibir Aris dengan mesra.


"Sayang" kata Aris


"Nanti malam ya sayang. Aku udah kangen banget sayang" ucap Aris.


Gina kemudian menganggukkan kepalanya menyetujui kalau dia akan memberikan hak Aris malam nanti. Gina selesai memakai pakaiannya di bantu oleh Aris. Gina kemudian duduk di meja riasnya untuk merapikan tampilannya. Aris membantu Gina mengeringkan rambut. Aris menyisir rambut Giba dengan sangat rapi. Aris sangat senang Gina sudah kembali manja sama dirinya.


Setelah selesai merapikan penampilannya, Gina dan Aris langsung turun menuju ruang makan. Mereka akan makan malam bersama dengan keluarga besarnya.


"Oh udah mesra lagi" kata Mami menyindir Aris dan Gina.


"Mana tahan Mi marah lama lama dengan aku dianya" kata Aris sambil memeluk pinggang Gina.


Gina kemudian mengambilkan makan malam untuk Aris. Mami mengambilkan untuk Papi dan juga Bram. Mereka kemudian makan dengan sangat lahapnya. Bram terus memerhatikan gerak gerik Aris.


"Loe kenapa merhatiin gue terus Bram?" tanya Aris saat mereka duduk di ruang keluarga.


"Nggak ada kenapa kenapa. Perasaan loe aja kali." jawab Bram dengan acuhnya.


Gina kemudian duduk di sebelah Aris. Aris langsung menggenggam tangan Gina dengan mesra. Tiba tiba sebuah notifikasi pesan masuk kedalam ponsel Aris. Aris membiarkan saja ponselnya berbunyi.


"Sayang kok nggak baca?"


"Biarin aja sayang. Capek bajanya nanti saja" jawab Aris.

__ADS_1


Mereka kemudian bercerita kesana kemari. Gina sebenarnya sudah mengantuk. Tetapi karena Aris masih belum mengantuk maka Gina tidak berani mengajak Aris untuk naik ke kamar mereka.


"Papi masuk ke kamar dulu ya. Papi dan Mami udah mengantuk" kata Papi.


Papi dan Mami kemudian disusul oleh Bram pergi masuk ke dalam kamar. Mereka akan beristirahat. Sedangkan Aris dan Gina juga masuk ke dalam kamar mereka masing masing.


Aris kemudian masuk ke dalam kamar mandi, dia ajan mandi terlebih dahulu sebelum melakukan kawajibannya kepada Gina. Gina sudah membersihkan mukanya dari segala makeup yang ada. Gina juga sudah memakai baju yang seksi untuk mengundang Aris.


Tiba tiba ponsel Aris berdering tanda ada pesan masuk. Gina membiarkan saja ponsel itu terus berbunyi. Gina sangat tidak suka membaca setiap pesan yang masuk ke ponsel Aris.


"Sayang, dari tadi ponsel kamu berdering terus."


"Biarkan aja sayang" kata Aris sambil merangkak di atas tubuh Gina.


Gina yang sudah tau akan maksud Aris langsung menyambar mulut Aris. Mereka melakukan ciuman yang sangat hot Mereka berdua seperti mengeluarkan seluruh perasaan yang mengganjal melalui ciuman itu.


Aris kemudian meraba gundukan kembar Gina. Dia membelainya dengan sangat lembut. Gundukan yang selalu mempesona diri Aris. Gina membelai rambut suaminya yang sedang asik bermain di dua gundukan itu.


"Ah" sebuah lenguhan lolos dari mulut Gina.


"Sayang boleh?" kata Aris kepada Gina.


Gina kemudian menganggukkan kepalanya tanda menyetujui penyatuan dua insan yang sudah sangat saling merindu itu.


Aris membuka semua pakaian Gina dengan tidak sabar. Begitu juga dengan Gina membuka pakaian Aris dengan perasaan yang tak menentu.


Aris yang sudah tidak bisa tahan lagi dengan keindahan pemandangan di depan matanya, langsung saja mereguk manisnya pemandangan itu.


"Ah" kata Gina dan Aria berbarengan.


Aris terus saja mendominasi tubuh istrinya yang sudah sangat lama dirindukannya itu. Mereka berdua terus berlomba mereguh nikmatnya surga dunia.


"Ah. Kelyar sayang" kata Gina kepada Aris.


"Aku belum sayang. Dikit lagi ya"


Aris terus saja melakukan pekerjaannya dengan sangat semangat. Gina terus berusaha mengimbangi Aris. Aris tidak menyangka kalau Gina bisa mengimbangi permainannya itu.


"Ah" kata Aris saat dia mencapai pelepasannya.


"Sayang, nikmat" kata Aris kepada Gina.


"Apa kamu menyukainya sayang?" lanjut Aris bertanya kepada Gina.


"Sangat suka sayang" jawab Gina malu malu kepada Aris.


"Hay Ogeb ngapain malu?"


"Malu ajalah sayang." Gina tiba tiba menguap. Dia benar benar lelah hari ini.

__ADS_1


"Ayuk tidur. Sini di peluk"


Aris membawa Gina kedalam pelukannya. Mereka tidur berpelukan sampai subuh menjelang. Meraka tidur dengan senyum dibibirnya. Aris sangat senang karena Gina masih perawan. Aris sangat bersyukur sekali dengan keadaan ini. Dia tidak salah piluh istri


__ADS_2